NovelToon NovelToon
Bound To Your Heart

Bound To Your Heart

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Ketos / Diam-Diam Cinta
Popularitas:664
Nilai: 5
Nama Author: Junita Aisyah

Mencintai sang wanita walaupun wanita punya seseorang yang di cintai nya, tapi dia tetap mencintai sang wanita, dan sang wanita tau kalo dia di cintai, hanya saja dia mempunyai kekasih……


“Kamu selingkuh?….

PLAKK!!

Menampar sang kekasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Junita Aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

“Aihh! Mau ku antar pulang?” Juan natap Lilis

“Gak usah! Aku bawa mobil!” Ucap Lilis senyum lalu pergi ke mobil nya

“Kenapa cinta slalu gagal!” Jiandra menghela nafas panjang lalu masuk mobil nya dan pergi meninggal kan kampus nya

Sementara jiandra sama Jessi

“Apa kamu masih suka sama nya?” Tanya jiandra

“Kenapa?” Jessi natap jiandra

“Owhh aku hanya memastikan aja! Aku juga gak akan larang perasaan mu! Aku hanya memastikan nya aja!” Ucap jiandra senyum tapi hati nya merasa sakit kalo benaran jessi suka sama nya

“Aku….

“Gak perlu di jawab! Kamu seperti nya banyak pikiran!” Ucap jiandra melihat jessi bicara lama dan seperti berpikir keras

“Baik” ucap Jessi

Sampai rumah

“Kalo gitu aku pergi dulu!” Ucap jiandra senyum

”nanti aku datang pulang nongkrong bawa makanan!” Ucap jiandra senyum

“Baik”

“Yaudah bayy”

“Bayyy”

Jiandra lalu pergi nongkrong, sementara Juan dia pergi ke bar minum sama teman-teman band nya.

“Aduhh! Ngapain sih galauin cewek kaek gitu! Masa dia ciuman sama orang boleh dan lo gak boleh! Padahal kan sama-sama gak sengaja juga! Aneh banget!” Ucap Hari

Hari, dia sifat nya hampir sama kaek jiandra, sama-sama nakal tapi dia keluarga nya kaya raya juga.

“Ntah!” Juan lalu minum

“Hahahaha! Udah sabar aja!” Ucap hari menepuk bahu Juan

“Berbulan-bulan aku buat dia nyaman bahkan memanjakan nya, bahkan dia mau aku peluk dan cium pipi nya! Sampai aku merasa dia benaran punya perasaan sama ku! Tapi ternyata!” Juan lalu minum segelas lagi

“Ternyata perasaan yang kamu rasakan itu hanya sebelah pihak!” Hari tertawa dan semua ikut tertawa

“Aihh! Leceh kan aja!”

“Gila!” Juan melempar botol ke orang itu

“Bercanda!”

...———...

Tentu! Kita lanjut ke **Episode 4**, tetap dengan hubungan kelima pemain sebagai **teman saja**, tanpa unsur perasaan romantis. Kali ini giliran mereka menjadi detektif sungguhan.

# 🎬 LIMA BINTANG, SATU KEKACAUAN

## Episode 4 — **“SATU HARI MENJADI DETEKTIF”**

Pagi hari, kelima pemain tiba di sebuah gedung tua yang sudah disulap menjadi lokasi syuting misteri.

Tidak ada meja makan.

Tidak ada permainan lucu.

Tidak ada makanan.

Yang ada hanya sebuah ruangan besar dengan lima kursi, sebuah papan tulis, dan sebuah amplop hitam di tengah meja.

**Yuan:** “Kenapa tempatnya seperti lokasi film kriminal?”

**Lina:** “Karena hari ini kita memang jadi detektif.”

**Tian:** “Aku bahkan belum sarapan…”

**Jenisa:** “Detektif juga bisa lapar.”

**Ashi:** “Jadi kita boleh makan tersangka?”

Semua langsung menoleh.

**Yuan:** “ASHI!”

Ashi tertawa santai.

---

## 🔎 MISI 1 — “KASUS AMPLOP HITAM”

Lina mengambil amplop tersebut.

Di dalamnya hanya terdapat sebuah kertas:

> **“Salah satu dari kalian telah mengambil benda penting milik produksi.

> Temukan bendanya sebelum waktu habis.”**

Di bawah tulisan terdapat gambar jam.

**Waktu: 60 menit.**

Yuan langsung berdiri.

**Yuan:** “Tunggu! Jadi salah satu dari kita pencurinya?”

**Tian:** “Mungkin.”

**Jenisa:** “Atau mereka ingin kita saling menuduh.”

Semua terdiam.

Jenisa tersenyum.

**Jenisa:** “Kalau begitu, jangan langsung percaya siapa pun.”

Kamera langsung melakukan zoom ke wajah Jenisa.

**Editor:** *dramatic music.*

**Jenisa:** “Kenapa kamera zoom ke aku?!”

Semua tertawa.

---

## 🕵️ PEMERIKSAAN DIMULAI

Mereka dibagi menjadi dua kelompok.

**Kelompok A:** Jenisa, Tian, Yuan.

**Kelompok B:** Ashi dan Lina.

Kelompok A memeriksa ruang utama.

Yuan menemukan sebuah kunci kecil di bawah meja.

**Yuan:** “Aku menemukan barang bukti!”

**Tian:** “Itu mungkin cuma kunci.”

**Yuan:** “Tidak. Dalam dunia detektif, semua benda mencurigakan.”

Jenisa mengambil kunci itu.

Dia memperhatikan bentuknya beberapa detik.

**Jenisa:** “Ini kunci loker.”

**Tian:** “Kamu tahu dari mana?”

Jenisa langsung menjawab santai.

**Jenisa:** “Insting.”

Yuan menyipitkan mata.

**Yuan:** “Insting atau kamu sudah tahu?”

Jenisa tersenyum.

**Jenisa:** “Aku tidak tahu apa-apa.”

Tian langsung tertawa kecil.

**Tian:** “Kalimat itu justru membuatmu makin mencurigakan.”

---

## 🔐 LOKER NOMOR 17

Mereka akhirnya menemukan deretan loker.

Ada satu loker dengan nomor **17**.

Kunci yang ditemukan Yuan cocok.

Jenisa membuka loker.

Di dalamnya terdapat sebuah foto dan secarik kertas.

Foto tersebut memperlihatkan kelima pemain sedang berdiri di lokasi syuting.

Namun ada sesuatu yang aneh.

Di belakang foto tertulis:

> **“Cari orang yang tidak berada di tempat yang seharusnya.”**

Yuan melihat foto itu.

**Yuan:** “Lima orang. Semuanya ada.”

Tian memperhatikan lebih lama.

**Tian:** “Tunggu.”

Dia menunjuk foto tersebut.

**Tian:** “Ashi seharusnya berdiri di sebelah Lina.”

Semua melihat.

Benar.

Dalam foto, posisi Ashi terlihat sedikit berbeda.

**Yuan:** “Jadi Ashi tersangka?”

Jenisa menggeleng.

**Jenisa:** “Belum tentu.”

---

## 🍱 SEMENTARA ITU…

Di ruangan lain, Lina dan Ashi menemukan meja dengan lima kotak makanan.

Masing-masing kotak memiliki nama.

**Lina:** “Ini pasti petunjuk.”

Ashi membuka kotaknya.

Kosong.

Lina membuka miliknya.

Juga kosong.

Mereka membuka kotak milik Tian.

Kosong.

Milik Yuan.

Kosong.

Terakhir, milik Jenisa.

Ada sebuah kartu.

Lina membaca:

> **“Orang yang menemukan kartu ini tidak boleh memberitahukan isinya.”**

Lina langsung menatap kamera.

**Lina:** “Produksi benar-benar ingin membuat kita saling curiga.”

Ashi mengambil kartu itu.

Di bagian belakang ternyata terdapat angka:

**3 - 1 - 4 - 2 - 5**

Ashi mengernyit.

**Ashi:** “Kode?”

Lina mengangguk.

**Lina:** “Mungkin urutan.”

---

# 🧩 MISI 2 — “LIMA ANGKA”

Kelima pemain kembali berkumpul.

Mereka menggabungkan semua petunjuk.

Foto.

Kunci.

Kartu.

Dan angka.

Jenisa memperhatikan semuanya tanpa banyak bicara.

Tian menulis angka di papan.

**3 - 1 - 4 - 2 - 5**

**Tian:** “Kalau ini urutan pemain…”

Yuan langsung menghitung.

**Yuan:** “Tiga adalah aku.”

**Lina:** “Satu aku.”

**Ashi:** “Empat aku.”

**Tian:** “Dua aku.”

Semua menoleh kepada Jenisa.

**Jenisa:** “Lima.”

Hening.

**Yuan:** “Jadi kita harus mengikuti urutan ini?”

Jenisa mengangguk.

**Jenisa:** “Kemungkinan besar.”

Mereka mengikuti urutan sesuai angka.

Yuan membuka pintu pertama.

Lina membuka pintu kedua.

Ashi pintu ketiga.

Tian pintu keempat.

Terakhir Jenisa menuju pintu kelima.

Namun sebelum Jenisa membuka pintu—

**Tian:** “Tunggu.”

Semua berhenti.

Tian menunjuk lantai.

Ada jejak sepatu.

Jejak itu mengarah ke pintu kelima.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!