NovelToon NovelToon
Sistem Om Level Dewa

Sistem Om Level Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Hidup tenang Bayu sebagai karyawan sekaligus selebgram hancur seketika saat ia harus mengasuh enam keponakan perempuannya yang super aktif. Namun, kemunculan "Sistem Om Level Dewa" mengubah segalanya dengan menjanjikan kekayaan tak terbatas asalkan ia berhasil membuat para keponakannya bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Tiba-tiba, suara dering telepon yang sangat keras memecah suasana hangat di ruang makan tersebut.

Trrrrt trrrrt.

Bayu mengambil ponselnya dari saku celana dan melihat nama Dimas tertera di layar panggilan masuk.

"Alya, aku permisi mengangkat telepon dari manajerku sebentar ya, kalian lanjutkan saja makannya," pamit Bayu sopan.

Alya mengangguk pelan memberikan izin kepada Bayu untuk mengurus pekerjaan kantornya.

Bayu berjalan menjauh menuju area balkon luar vila agar pembicaraannya tidak mengganggu anak-anak yang sedang makan.

Cklek.

Bayu menggeser pintu kaca dan menekan tombol terima panggilan dengan perasaan sedikit was-was.

"Halo Dimas, ada apa kau meneleponku pagi-pagi di hari libur akhir pekan begini?" sapa Bayu.

Suara Dimas dari seberang sana terdengar sangat panik dan nafasnya memburu cepat seperti habis berlari.

"Gawat Bos Bayu, kita punya masalah besar yang harus segera diselesaikan pagi ini juga sebelum terlambat!"

Bayu mengerutkan dahinya dan menatap pemandangan hamparan kebun teh di bawah sana dengan ekspresi serius.

"Tenanglah Dimas, tarik nafasmu dulu dan jelaskan padaku pelan-pelan apa masalah yang sebenarnya terjadi."

"Tadi pagi aku ditelepon oleh Maya Bos, dia bilang ada agen pencari bakat dari agensi Star Talent yang menghubunginya."

Mendengar nama Star Talent, insting bisnis Bayu langsung berbunyi sangat nyaring memperingatkan adanya bahaya besar.

Star Talent adalah salah satu agensi hiburan digital tertua dan paling rakus dalam memonopoli pasar di Jakarta.

"Apa yang ditawarkan oleh agensi raksasa itu kepada Maya kita Dimas?"

"Mereka menawarkan uang tunai kontrak masuk sebesar satu miliar rupiah jika Maya mau pindah ke agensi mereka hari ini juga."

"Mereka bahkan mengirimkan draf kontrak bodong yang meminta Maya mengabaikan kontrak resminya dengan kita Bos."

Bayu tertawa sinis mendengar cara kerja kotor dari agensi saingannya yang tidak bermoral tersebut.

"Satu miliar rupiah? Mereka pikir Maya adalah barang dagangan murahan yang bisa dibeli dengan uang receh segitu?"

"Masalahnya Maya sekarang sedang bimbang Bos Bayu, keluarganya di kampung butuh banyak uang untuk renovasi rumah."

."Kalau Maya sampai tergiur dan pindah, reputasi agensi kita yang baru seumur jagung ini pasti akan langsung hancur lebur."

Bayu menyandarkan punggungnya ke pagar kayu balkon dan berpikir cepat menyusun strategi balasan telak.

Dia tidak mungkin membiarkan aset utamanya direbut begitu saja oleh perusahaan arogan yang haus kekuasaan.

[Ding!]

[Peringatan Sistem! Ada upaya perampasan aset talenta utama oleh pihak musuh berskala besar.]

[Sistem menyarankan Tuan untuk menggunakan kekuatan finansial mutlak guna mengikat loyalitas target secara permanen.]

"Sistem benar, kesetiaan di dunia hiburan yang keras ini sering kali diukur dari seberapa besar kau berani membayar mereka."

Bayu berbicara kepada Dimas melalui telepon dengan nada suara yang sangat tenang dan penuh otoritas mutlak.

"Dimas, kau tidak perlu panik sedikit pun, segera hubungi Maya sekarang juga dan sampaikan pesan dariku ini."

"Katakan padanya bahwa Pratama Creative akan memberikannya bonus loyalitas sebesar lima miliar rupiah tunai pagi ini juga."

Terdengar suara Dimas yang tersedak ludahnya sendiri dari ujung telepon karena terkejut sangat luar biasa.

Uhuk uhuk.

"L-lima miliar rupiah Bos?! Itu uang yang sangat gila besarnya untuk ukuran bonus seorang talenta baru yang baru siaran sekali!"

"Lakukan saja Dimas, uang lima miliar itu tidak ada artinya jika dibandingkan dengan masa depan cerah perusahaan kita."

"Aku juga ingin kau menyewa pengacara handal untuk menyiapkan somasi hukum bagi Star Talent atas upaya pencurian talenta di bawah kontrak resmi."

Terdengar hembusan nafas lega yang sangat panjang dari ujung telepon Dimas.

"Siap Bos Bayu! Dengan uang lima miliar aku yakin Maya tidak akan pernah mau melirik agensi lain seumur hidupnya!"

Klik.

Bayu memutuskan panggilan itu dengan perasaan sangat lega dan tidak terbebani secara finansial sama sekali.

"Star Talent rupanya ingin bermain lempar uang denganku, mereka sangat salah memilih lawan kali ini."

Bayu membuka aplikasi perbankan miliknya dan langsung mentransfer uang sebesar lima miliar ke rekening operasional Dimas dengan santai.

Uang miliaran dari sistem benar-benar memberikannya kebebasan absolut untuk menyelesaikan masalah apa pun dalam hitungan detik.

Bayu menghela nafas panjang menghirup udara segar Puncak sebelum kembali melangkah masuk ke dalam vila.

Saat dia menutup pintu balkon, Alya berdiri di sana menatapnya dengan raut wajah yang sedikit khawatir.

"Ada masalah pekerjaan ya Bayu? Kamu terlihat sangat serius dan tegang menelepon di luar sana tadi."

Bayu tersenyum hangat dan mengusap lengan Alya dengan lembut mencoba menenangkan kekhawatiran wanita itu.

"Hanya masalah kecil Alya, ada tikus perusahaan lain yang mencoba mencuri keju manis di rumahku."

"Tapi aku sudah memberinya pelajaran mahal, jadi kita tidak perlu memikirkannya lagi di hari libur ini."

Alya mengangguk percaya melihat ketenangan luar biasa yang selalu dipancarkan oleh Bayu saat menghadapi masalah.

"Baguslah kalau begitu, anak-anak sudah selesai makan dan mereka menunggumu untuk bermain air di kolam dalam ruangan."

"Ayo kita ke sana sekarang, aku akan menunjukkan gaya berenang gaya bebas andalanku kepada kalian semua."

Mereka berdua berjalan berdampingan menuju ruang kolam renang dalam ruangan yang sudah dipenuhi oleh tawa riang anak-anak.

Liburan akhir pekan Bayu ternyata tidak bisa sepenuhnya lepas dari urusan bisnis, namun itu tidak akan merusak kebahagiaan keluarganya.

Byur.

Bayu langsung melompat ke dalam kolam air hangat itu dengan gaya yang sengaja dibuat heboh untuk menghibur keponakannya.

"Awas ada monster air yang akan menangkap kalian semua hari ini!" teriak Bayu sambil berenang mengejar Cika dan Luna.

Anak-anak itu menjerit kegirangan sambil berenang menjauh menghindari tangkapan pamannya.

Alya duduk di kursi santai tepi kolam sambil merendam kakinya, tertawa lepas melihat kekonyolan paman sultan tersebut.

"Bayu kamu itu persis seperti anak kecil kalau sudah masuk ke dalam air ya," ejek Alya sambil terus tersenyum.

"Kalau begitu kamu juga harus ikut turun ke sini Alya, airnya sangat hangat dan bagus untuk menghilangkan stres kantormu."

Bayu sengaja memercikkan sedikit air ke arah kaki Alya membuat wanita cantik itu memekik terkejut.

"Bayu jangan memercikkan air terus! Nanti baju dan celanaku basah semua tahu!"

Suasana pagi di vila Puncak itu dipenuhi dengan canda tawa bahagia yang mengusir semua beban pikiran bisnis di luar sana.

Di dalam hati, Bayu bersumpah akan melakukan apa saja untuk menjaga senyuman orang-orang yang ada di ruangan ini menggunakan seluruh kekuatannya.

1
Adelina Lin
thor,gimana ibunya anak anaknya gk diceritakan lagi
kiyoe: heheh iyaa nanti muncul kok kak ibu dari keenam anak² itu 🙏
total 1 replies
Wega Luna
yu, ponakan2 mu itu bisa dibuat model juga🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
apa gunanya sistem kalo tidak memberi peringatan, jangan sampai lah terjebak terlalu jauh ,semoga ketahuan,
Adelina Lin: thor jangan sampai rencana busuknya si vanya terlaksana, kasihan bayu dan keponakannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!