NovelToon NovelToon
Putri Mawar Yang Dirindukan

Putri Mawar Yang Dirindukan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Only'Rra

Kehidupan yang dihantui ketakutan dan kelaparan di panti membuat Ella, gadis kecil yang masih berusia 7 tahun, terus bermimpi akan sebuah kehangatan keluarga yang sangat terasa nyata.

Mimpi kecil itu yang membuatnya membulatkan tekad untuk lepas dari bangunan yang seolah terus memeluknya jauh ke dasar.

Dengan kaki kecilnya yang penuh akan luka, ia melangkah menjauh dari panti menuju gelapnya malam yang terasa lebih aman dibanding bangunan tempat ia tinggal.

Namun setelah semuanya kembali terang, perlahan satu persatu keanehan mulai menyerang jiwa kecil Ella.

Akankah kegelapan kembali datang untuk memeluknya sampai mati?

♡♡♡♡♡

Jadwal Up;

Setiap Hari, Jam: 07.30
Double up di Jam: 14.00 [kalo senggang, diusahain seminggu 4x double up]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Only'Rra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Guru Pribadi

"Salam pada Tuan Putri Arcangella von Reis. Hamba Theon, yang mulai hari ini akan mengajari anda tentang sihir."

Pria paruh baya berusia 56 tahun dengan jubah hitam yang membungkus tubuhnya itu membungkuk hormat.

Arcangella dengan sigap juga ikut membungkukkan badannya. "Aku Arcangella con Reis. Terima kasih sudah bersedia mengajariku, dan mohon bantuan untuk kedepannya."

Ini pertama kalinya Ella mendapatkan guru resmi, meskipun Malla juga mengajari dirinya membaca, tapi sebagian besar waktu wanita itu harus lebih diutamakan untuk kastil.

Kini Arcangella merasakan perasaan gugup.

Theon lantas menegakkan badan, ia membenarkan posisi monokelnya.

'Tuan Putri sangat sopan. Berbeda dengan ketiga pangeran yang arogan seperti ayah mereka.'

Malla yang berada di belakang Arcangella sontak memandang terkejut.

'Kepala Menara bersedia mengajar tuan putri Arcangella? Bukankah ia bahkan menolak pangeran mahkota Abellona serta pangeran mahkota Atala, dan hanya bersedia mengajar pangeran Asterion?'

"Ekhem. Baiklah, disini aku akan menjelaskan tentang sesi pembelajaran kita."

Arcangella lantas mengangguk patuh. "Baik."

"Pembelajaran akan dilangsungkan di perpustakan pribadi milik permaisuri ini. Karena permaisuri sudah berpesan tidak boleh membebani tuan putri, maka pembelajaran hanya akan mengacu pada materi sebelum tuan putri menunjukkan bakatnya."

Arcangella dengan sangat fokus mendengarkan pengarahan dari gurunya.

Theon yang melihat kepatuhan gadis kecil itu kembali berdehem untuk menenangkan diri.

"Dan ini merupakan pembelajaran privat, jadi tidak ada yang diperkenankan masuk selain murid dan guru, kecuali sesuatu yang sangat penting."

Arcangella mengangguk paham. Ia lantas beralih menatap Malla dan menerima semua perlengkapan belajar yang dipersiapkan wanita itu.

"Semangat belajarnya, Tuan Putri!"

Arcangella mengangguk dan melambaikan tangannya pada Malla, sebelum wanita itu menghilang dari balik pintu masuk.

Setelahnya, Theon membuka sebuah buku paket dasar mengenai sihir.

"Karena hari ini merupakan hari pertama kelas, maka kita akan membahas tentang hal yang paling dasar terlebih dahulu. Apakah ada yang ingin Anda tanyakan, Tuan Putri?"

Theon mendengar bahwa kelas sihir yang seharusnya didapatkan tuan putri Arcangella von Reis sekitar 2 tahun lagi, dipinta lebih awal.

Dan yang memintanya adalah tuan putri sendiri. Itu berarti gadis kecil ini memiliki ketertarikan penuh akan sihir.

Karena jika tidak, biasanya para anak bangsawan sangat menghindari kelas apapun dan hanya ingin bermain di usia dini mereka.

Arcangelka tanpa berpikir lebih, mengutarakan pertanyaannya.

"Guru, apa bedanya penyihir dengan ksatria aura? Karena aku lihat mama, ka Abel, ka Atala saat berlatih pedang, mereka juga mengeluarkan aura mana sama seperti ayah dan ka Aster yang merupakan penyihir."

'Pertanyaan anak berusia 7 tahun seperti ini? Pantas saja ia meminta kelas sihir.'

"Pertanyaan bagus, Tuan Putri."

Theon berjalan keluar dari balik meja nya, ia berdiri di depan meja belajar Arcangella.

"Penyihir dan Ksatria Aura tidaklah berbeda jauh, tapi bukan berarti mereka sama," ucap Theon.

"Anda pasti sudah mendengar bahwa kelas sihir seharusnya dimulai 1 tahun sebelum usia beranjak dewasa kan? Itu bukan tanpa alasan, karena setiap manusia akan melahirkan dan menunjukkan bakat saat mereka berusia 10 tahun, terlebih jika keluarga mereka istimewa seperti keluarga Anda."

Theon membuka telapak tangan kanannya, terdapat percikkan api ungi kecil yang kemudian berubah menjadi siluet 2 orang yang berdiri di atas telapak tangannya.

"Wah ... " Ella menatap kagum pada keindahan warna sihir Theon.

"Bakat tidak sepenuhnya lahir pada semua manusia, namun hanya beberapa yang menang dilahirkan untuk itu. Yang sama dari Penyihir dan Ksatria Aura adalah mereka memiliki Pusat Mana di dalam diri mereka tepatnya di balik jantung."

Saat Theon menjelaskan, kedua siluet tersebut juga menunjukkan penjelasan yang dipaparkan Theon.

"Aliran Mana, sampai Aura Mana, penyihir maupun ksatria aura memiliki semuanya. Namun yang membedakan adalah penyihir tidak memerlukan alat bantu atau benda seperti senjata untuk mengeluarkan sihir mereka, tapi ksatria aura perlu."

Arcangella menganggukkan kepalanya, perlahan satu persatu pertanyaan di kepalanya. "Ohhh ... "

Gadis kecil itu kemudian mengernyit tipis. "Tapi waktu itu ka Abel ... "

Theon tersenyum paham. Ia memadamkan sihir proyeksi ditangannya.

Ia kemudian berjalan kembali menuju mejanya sembari bertolak pinggang ke belakang.

"Dalam kasus pangeran mahkota ini berbeda," ucapnya, Theon kembali mendudukkan dirinya. "Beliau dapat menggabungkan bakat penyihir dan ksatria aura menjadi satu, bukannya meminjam benda untuk menyalurkan mana, tapi beliau bisa membuat benda-benda itu sendiri lewat mana nya."

"Woaah ... Ka Abel sangat hebat." Arcangella kini membayangkan sosok tegas Abellona saat di acara dan juga sosok lembut Abellona saat bersama dirinya.

Theon terkekeh pelan, lebih terdengar seperti menyesal akan sesuatu. "Itu merupakan alasan utama saya tidak dapat mengajar beliau, sayangnya bakat beliau diluar batas kemampuan dan pengetahuan saya."

'Bukankah kata Malla, Theon merupakan kepala menara sihir? Kenapa tidak bisa mengajar ka Abel?'

"Lalu, jika bukan Guru yang mengajar, siapa yang mengajar ka Abel?" tanya Arcangella bingung.

Theon mengulas senyum.

"Yang pantas untuk hal luar biasa itu hanya satu orang,

-sang kaisar sendiri, yang mulia Calliope von Reis."

1
♛ ⃟$𝑅࿐ナテブー(⁠〒⁠﹏⁠〒⁠)
lau juga dibuang boi 🗿
Ray
Kayanya pernah baca cerita ini dulu, tp lupa isinya gimana. Akan kubaca ulang dari awal
Only'Rra: ini ver udah di revisi dari bab 1 - sekarang, gas baca, sehari double up 🫨
total 1 replies
Ray
Apa apaan sistemnya serakah gini
Alia Chans
keren
mary dice
😱😱😱 serem
mary dice
kembali ke tempat tidurmu Ella , Ksatria itu pasti tidak mau kamu jatuh sakit hmmm
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!