"Saya akan berikan kamu satu milyar, jika kamu bisa melahirkan anak laki-laki untuk saya!"
Demi kesembuhan sang ibu, malam itu Aluna mengambil keputusan yang begitu besar dalam hidupnya
Arjuna Bimantara, pengusaha ternama yang ingin mencari seorang wanita untuk melahirkan penerus bagi Bimantara sebab istrinya yang super model menolak memberikan anak
Akankah kesepakatan Arjuna dan gadis muda itu menghadirkan cinta? Atau selamanya Aluna hanya akan menjadi istri rahasia pria bernama Arjuna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SEMBILAN
"Iya, aku hamil" keduanya saling berpelukan, Aluna memang telah meminta pada Arjuna untuk mengizinkannya berteman dengan pelayan dan suaminya itu mengizinkan hanya dengan Bona saja
"Selamat nona!"
"Terimakasih!" Aluna masih tak percaya "Kalau aku dapat satu milyar nya kamu akan aku bagi"
Bona tertawa, ia suka menjadi pelayan pribadi Aluna karena gadis ini tidak bersikap seenaknya walaupun dirinya hanya seorang pelayan
"Saya tagih loh"
Sudah hamil begini, para pelayan menjaga Aluna dengan extra. Baik itu makanan atau aktivitas wanita ini
"Gak ada yang bisa telepon suami saya? Bilang sama tuan Arjuna kalau saya lagi hamil"
"Maaf nona, tapi tuan Arjuna tidak bisa diganggu jika tengah bekerja" Ujar Wulan sang kepala pelayan
Aluna menggerutu, padahal ia begitu bersemangat untuk memberitahukan kepada suaminya
Pria itu pasti akan sangat bahagia mengetahui dirinya telah mengandung. Aluna hanya berharap ini anak laki-laki dan dirinya segera terbebas dari tempat ini
***
Arjuna bersama asisten pribadinya baru saja menginjakkan kakinya di negara kelahirannya
Keduanya baru saja masuk kedalam mobil jemputan dan mobil melaju meninggalkan area bandara
"Tuan akan kemana dulu? Apa mau kerumah utama?" Tanya Joseph yang duduk disamping supir
"Ke villa saja, saya ingin melihat Aluna" Jawabnya, entah kenapa Arjuna merindukan gadis kecilnya itu
Joseph memberi isyarat agar supir ini membawa mereka menuju villa dimana Aluna berada
Huek
Sementara itu pagi ini berbeda dari pagi sebelumnya, sejak bangun tidur tadi Aluna hanya muntah-muntah tanpa bisa makan apapun
Wanita hamil itu terlihat begitu tersiksa, sudah dua hari ia mual seperti ini. Tidak bisa makan sedikit, maka Aluna akan kembali mengeluarkan isi perutnya
"Aku lemes Bona!" Keluh nya
"Kita kekamar saja, Nona! Nona sebaiknya istirahat"
Bona membantu majikannya itu untuk kembali kekamar. Aluna terlihat begitu lemas karena sejak tadi hanya muntah saja
Aluna berbaring, Bona membantu menyelimuti
"Nona ingin makan sesuatu?" Tanya gadis berkulit sawo matang itu
Aluna menggeleng, ia lapar namun tidak ingin muntah lagi
"Tapi nona belum makan apapun sejak semalam" Jujur saja Bona merasa khawatir pada majikannya ini
Mobil tiba didepan bangunan yang selama satu bulan ini dirindukan oleh Arjuna
Pria itu turun setelah Joseph membuka pintu mobil, sambutan para pelayan mereka terima setelah keduanya masuk kedalam rumah
"Dimana Aluna?" Tanya Arjuna, menurutnya istrinya ini cukup berani karena tidak menyambut kedatangan suaminya
"Nona sedang sakit"
"Sakit?"
"Iya, nona muntah-muntah sejak kemarin!" Jawab kepala pelayan
"Kalian sudah panggil dokter?"
"Kami menunggu tuan datang"
"Bodoh!" Semua orang menunduk takut, atasan mereka sepertinya marah besar
"Jika terjadi sesuatu pada istri saya, kalian semua akan menerima hukumannya"
Setelah membuat tubuh semua pelayan gemetar, Arjuna melangkah cepat menuju kamar
Begitu pintu dibuka, Arjuna tidak menemukan keberadaan istrinya, namun dari kamar mandi terdengar samar suara orang yang sedang bicara
"Aluna" pintu dibuka, dua orang didalamnya jelas saja terkejut "Ada apa? Kamu sakit?"
Arjuna mendekat kearah wastafel, menggantikan tempat Bona yang tadi memijat tengkuk
"Ini semua gara-gara tuan" Aluna kesal lalu sedetik kemudian wanita itu kembali memuntahkan cairan bening saja
Arjuna mengumpulkan rambut panjang istrinya, seolah tidak ada rasa jijik sedikitpun
"Udah?" Tanya Arjuna setelah Aluna selesai mencuci mulutnya
Pria tampan itu mengangkat tubuh istrinya dengan mudah, Aluna kembali dibawa ke kamar untuk beristirahat
"Ada apa ini? Dia sakit apa?" Tanya Arjuna pada Bona
"Nona sedang hamil"
Arjuna tampak terkejut, ia tak menyangka akan secepat ini dirinya mendapat seorang penerus
Hanya menunggu sembilan bulan maka perusahaan sang ibu akan kembali padanya
"Serius?" Arjuna yang bahagia duduk di tepi ranjang sambil menggenggam tangan istri kecilnya
"Kamu beneran hamil?"
Aluna mengangguk, hal yang membuat Arjuna benar-benar dihinggapi kebahagiaan
"Apa dia sudah diperiksa oleh dokter?" Tanya Arjuna
"Belum tuan, kami menunggu agar tuan Arjuna tiba dirumah dulu" Jawab Bona
"Apa maksud kamu? Bagaimana kalau sesuatu yang buruk terjadi pada mereka?" Arjuna marah besar, bagaimana bisa mereka menganggap sepele hal seperti ini
"Mereka gak berani ganggu tuan lagi kerja" Jawab Aluna, takut jika suaminya menghabisi nyawa para pelayan
"Tetap saja! Kalian akan dapat hukuman karena ini" Bona hanya mengangguk
"Mereka gak salah, siapa suruh tuan pulangnya lama"
"Kamu tidak perlu membela mereka!" Aluna memilih diam "Panggilkan Joseph!"
Bona menurut, gadis itu keluar dari kamar sang Nona
"Kamu sudah makan?"
Aluna menggeleng "Aku takut muntah lagi"
"Kamu harus makan! Saya gak mau sampai anak saya kenapa-kenapa!" Ujar Arjuna
Pintu diketuk, Arjuna mempersilahkan seseorang diluar untuk masuk
Joseph datang bersama Bona, menghadap sang atasan
"Tuan memanggil saya?" Joseph menunduk dengan tangan didepan tubuh
"Kamu telepon Nancy! Minta dia segera kesini dan bawakan dokter kandungan terbaik" Titah Arjuna, ia akan memastikan calon penerusnya tidak kekurangan apapun
"Baik"
Joseph keluar, melakukan panggilan pada dokter yang memang bekerja bagi Arjuna
Sekitar satu jam, Dokter Nancy datang bersama seorang dokter pria berusia sekitar dua puluh delapan tahun wajahnya tampan dengan lesung pipi disebelah kanan
"Perkenalkan, dia dokter Samuel" dokter Nancy memperkenalkan rekannya pada sang atasan
"Apa dia bisa menjaga rahasia?" Tanya Arjuna
"Tentu saja, rumah utama tidak mengenal dokter Samuel"
Arjuna mengangguk, segera ia bawa dua orang itu ke kamar Aluna
Aluna mulai melakukan pemeriksaan, dokter Samuel melakukan tugasnya dengan diawasi oleh sang pemilik rumah
"Bagaimana keadaannya?" Tanya Arjuna saat dokter tampan itu menyelesaikan pekerjaannya
"Kondisi Nona sangat lemah, tolong dijaga asupan makanan nya mengingat usia kandungannya yang masih sangat muda" Jelas dokter bernama Samuel itu
"Lalu bayinya?"
"Untuk lebih jelasnya, kita lakukan pemeriksaan USG, sebaiknya Nona dibawa kerumah sakit"
Arjuna mengangguk tanda mengerti "Saya akan resep kan obat untuk mengurangi mual nona Aluna"
Samuel menuliskan beberapa jenis obat bagi wanita hamil itu lalu diberikan kepada Joseph
"Saya tunggu besok dirumah sakit" dokter Nancy membawa rekannya untuk meninggalkan kediaman mewah Arjuna
Pria tampan itu kembali disibukkan dengan mengurusi apapun keinginan istrinya
"Susu" Arjuna menyerahkan segelas susu rasa coklat pada Aluna "Setelah ini kamu harus minum obat!"
"Terima kasih!"
Setelah itu Aluna berbaring dengan ditemani oleh sang suami, hingga kantuk mengambil alih
"Tuan" Joseph menghampiri setelah sang majikan keluar dari kamar
"Ada apa Joseph?"
"Tuan Ronald berada dirumah sakit" Ujar Joseph
"Sial, opa tidak boleh meninggal dulu sebelum perusahaan itu berpindah nama" Pria itu mengepal kuat, tentu saja William dan Zoya bahagia mendengar ini
"Saya akan pulang sekarang, kamu tetap disini dan besok kamu bawa Aluna kerumah sakit!"
Joseph mengangguk, pria itu segera mengabari supir untuk membawa sang atasan