NovelToon NovelToon
ISTRI RAHASIA ( Jusuf Alexanderku )

ISTRI RAHASIA ( Jusuf Alexanderku )

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nana Curly

Hola ...
Update setiap hari ... !!!

Warning :
Novel ini bisa membuat kalian tersenyum-senyum sendiri dan tertawa gemasss ...!!!
Novel ini juga mengandung banyak bawang ditengah!!! Selamat membaca ...

Karena ada yang minta sekuel anaknya Galas dan Gayung. Ini aku kasih sekuel mengenai anak kedua mereka, Jusuf Alexander.

Dalam perjalanan menuju kampung halaman untuk menengok kedua orang tuanya yang kini menetap dikota kelahiran mereka. Jusuf Alexander tersesat dijalan karena mengikuti Google Map. Padahal ibunya sudah mengingatkannya untuk tidak mengendarai mobil sendiri. Karena Alex lemah mengingat jalan.

Hingga akhirnya ia tersesat dijalanan terjal dalam kondisi mobil yang tiba-tiba mogok. Apesnya hujan mengguyur begitu deras malam itu. Hingga ia kebingungan untuk meminta bantuan. Sampai kemudian muncul seorang gadis yang menolongnya.

Dari sanalah perjalanan cintanya yang amazing bermula. Ikuti terus ya ...Ok say ...!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Curly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 ( Berpisah Sejenak )

Selesai solat subuh, Alex tak melanjutkan tidurnya kembali seperti biasanya. Ia lebih memilih menghampiri Pandan yang tengah menyiapkan sarapan didapur. Kapan lagi bisa memiliki waktu berdua dengan istri tercintanya itu, sebentar lagi Pandan berangkat bekerja. Sementara dirumah ada bocah pengganggu yang kini tengah meringkuk dikasurnya. Hah, nasib-nasib, keluh Alex dalam hati. Bahkan rasa kecewanya tak kunjung menghilang sampai pagi ini.

"Selamat pagi, Pandan arumiku," sapa Alex masih dengan suaranya yang sedikit serak sembari mengecup singkat pelipis istrinya. Wanita itu kini tengah sibuk memotong sayuran untuk membuat capcay kuah kesukaan suaminya.

"Selamat pagi ...." Pandan menjawabnya dengan senyumannya yang begitu manis. Membuat otak kotor Alex berputar lagi pada aktivitas mereka semalam yang gagal total. Ah, kenapa ia masih saja kecewa. Masih ada malam-malam yang lain Alex, desahnya dalam hati.

"Kenapa?" tanya Pandan melihat suaminya yang terlihat melamun.

"Ah, tidak ... hanya masih sedikit mengantuk." Alex menjawab dengan senyuman menutupi kebohongannya. Astaga ... masih pagi Alex, hentikan otak mesummu itu! Hah! Tapi tetap saja rasanya kecewa, shitt!

"Kenapa tidak tidur lagi?" tanya Pandan sembari terus memotong sayuran.

"Aku ingin berdua dengan istriku yang cantik ini." Alex melirik sang istri dengan senyuman menggoda. Dan Pandan hanya tertawa kecil mendengar rayuan suaminya itu.

"Pandaaannn." Alex memberi kode-kode ingin dicium dipipi.

"Alex, masih pagiii ...." Pandan mengingatkan suaminya itu untuk tidak mesum dipagi buta.

"Pandan, kamu tidak kasihan padaku." Alex memasang wajah nelangsa. Aku tersiksa semalaman, Pandan! Arghttt!!! Alex ingin sekali mengatakan hal itu, namun tak bisa.

"Ya sudah. Cuma dipipi saja, kan?" Pandan tak tega juga melihat wajah menyedihkan suaminya itu.

"Hemm." Alex mengangguk-angguk penuh semangat dengan seringai senang dibibirnya. Melihat hal itu, Pandan tak bisa menahan tawanya melihat kelakuan lucu suaminya itu. Ia meletakkan kedua tangannya dipundak Alex dan sedikit berjinjit untuk menggapai pipi suaminya. Namun lagi-lagi halangan menghadang ...

"Kalian sedang apa?" Suara Ibra yang serak menggagalkan ciuman yang hampir saja mendarat dipipi Alex. Keduanya spontan langsung mengambil jarak secepat kilat dengan sedikit salah tingkah.

"Ah, itu ... astagaaa, mataku perih sekali." Alex berakting seolah-olah matanya perih terkena bawang.

"Kok bisa, Mas?" Ibra mendekat sambil menguap lebar sekali. Matanya bahkan setengah menutup, seolah belum sepenuhnya sadar.

"Ah, itu Pak Alex mau membantu mengupas bawang." Pandan bantu menjawab. Sementara dibelakangnya, Alex sedang berpura-pura mencuci matanya diwastafel dengan hati yang dongkol bukan main.

"Mas, ini Papi telfon." Ibra menyerahkan ponsel milik Kakaknya itu pada sang empunya. Hah, untungnya Ibra membawa informasi penting, kalau tidak rasanya Alex sudah meledakkan emosinya yang sudah ia tahan-tahan sejak semalam.

***

Kevin memandang kedatangan atasannya itu dengan was-was. Wajahnya nampak kusut dan tak menunjukkan keramahan, meski sebenarnya memang setiap hari juga begitu. Namun kali ini bahkan sapaannya tadi pun tak dibalas sama sekali. Menyiratkan ada sesuatu yang tidak beres dengan sang Bos. Suasana menegangkan itu berlangsung cukup lama, membuat Kevin tak nyaman dan berkeluh-kesah dalam hati. Rasanya lebih baik ia mendengar omelan panjang lebar langsung dari atasannya itu daripada didiamkan dalam suasana horor seperti sekarang.

"Kevin." Akhirnya Alex membuka suara.

"Ya, Bos?" Kevin menoleh takut-takut. Ia sudah menyiapkan hati, apapun yang terjadi. Takutnya, dia membuat kesalahan tanpa disadari.

"Aku ada urusan selama beberapa hari ke depan. Urus semuanya seperti biasa dan jangan lupa memberikan laporan harian kepadaku," titahnya dengan suara tenang.

"Siap Bos." Kevin menarik nafas lega. Sepertinya Bosnya baik-baik saja. Cara bicara dan bahasanya begitu bagus dan enak didengar oleh gendang telinganya. Syukurlah, batin Kevin lega. Tadinya ia sudah berburuk sangka saja bahwa ia akan mendapatkan masalah besar dengan sikap diam Bosnya itu.

"Kalau boleh tahu, ada urusan apa Bos?" Kevin memberanikan diri bertanya setelah dirasa suasana hati atasannya itu tidak sedang dalam mode berbahaya.

"Aku mau pulang kampung." Alex mengambil kunci mobilnya kembali dan beranjak dari kursi kebesarannya. "Urus semuanya dengan benar," imbuhnya sembari keluar dari ruangan.

"Siap Bos," jawab Kevin sembari memandang punggung atasannya yang semakin menjauh itu dengan penuh tanya. Bosnya itu datang kurang dari 30 menit, hanya duduk, memainkan ponselnya entah untuk urusan pekerjaan atau apa. Lalu memberinya perintah dan pulang begitu saja. Biasanya, Alex hanya mengabarinya lewat sambungan telfon dan tak harus capek-capek datang ke kantor seperti sekarang. Apalagi jalanan sedang kacau karena banjir.

Mengikuti nalurinya, matanya tiba-tiba tertarik melihat hasil tangkap layar kamera cctv di atas sofa ruangannya. Pertama, ia tak melihat ada yang aneh. Namun, kemudian ia semakin tertarik untuk mengetahui ketika Alex masuk ke bekas ruangan marketing online dilantai bawah yang kini sudah tak terpakai. Kevin spontan mengambil remote dan memperbesar gambar menjadi satu layar full ketika satu sosok yang sangat ia kenali masuk ke ruangan yang sama dengan Bosnya itu. Untuk beberapa saat ia menutup mulutnya yang ternganga, melihat pemandangan yang benar-benar tak ia sangka dilayar itu.

Shock! Itu yang Kevin rasakan, sampai tak bisa berkata apa-apa. Namun, akhirnya ia merutuki kebodohannya sendiri selama ini, karena tak bisa membaca situasi, padahal jika diingat-ingat lagi. Kedua orang itu sama-sama memberikan banyak sinyal jika mereka memiliki hubungan khusus. Tapi yang tak ia mengerti, kenapa mereka harus menyembunyikan status mereka? Apa karena Pandan sudah memiliki suami? Kalau begitu itu artinya Alex menjalin hubungan terlarang dengan istri orang? Berbagai pertanyaan muncul dikepala Kevin. Sampai sebuah pertanyaan besar bercokol di otaknya. Apa hubungan mereka sudah sejauh itu, mengingat mereka tinggal dirumah yang sama. Entahlah, Kevin menjadi tak fokus dengan pekerjaannya yang menumpuk dan malah menebak-nebak seperti apa hubungan mereka.

***

"Ada apa?" tanya Pandan penuh tanya begitu masuk ke ruangan yang Alex kirimkan via WA tadi. Ia sampai harus berbohong, untuk meminta ijin pada kepala divisinya demi menemui sang suami alias Bosnya sendiri itu.

Bukannya menjawab, Alex malah langsung menariknya dalam pelukan yang erat. Seolah meluapkan kerinduan setelah lama tak berjumpa, padahal tentu saja ia terakhir bertemu istrinya itu tadi pagi, dimeja makan.

"Alex, ada apa?" Perasaan Pandan mulai tak enak. Ia tak ingin mendengar kabar buruk, atau lebih tepatnya ia tak ingin lagi mendengar kabar buruk.

"Tidak ada, Sayang." Alex melepaskan pelukannya dan menyelipkan beberapa sulur rambut istrinya yang berantakan karena ulahnya.

"Ada apa?" Pandan mengulang lagi pertanyaannya, tak percaya dengan jawaban suaminya.

"Orang tuaku memintaku pulang. Jadi, selama beberapa hari ke depan kita tidak bisa bertemu," ucap Alex dengan berat hati. Seandainya bisa, ia ingin membawa Pandan bersamanya. Tapi tentu saja, tidak sekarang.

"Berapa hari?" Pandan tak berusaha menahannya. Air mata itu ia biarkan jatuh begitu saja, rasanya ia tak rela berjauhan dari suaminya. Apalagi saat ini, mereka sedang dekat-dekatnya.

"Wahhh ... aku bahkan belum pergi, Pandan." Alex menghapus penuh perasaan air mata yang terus mengalir dipipi istrinya itu. Kini akhirnya ia tahu, seberapa besar Pandan mencintainya. Seperti juga sebesar ia mencintai wanita itu tulus dari hatinya. Perasaan cinta yang begitu besar dan dalam yang tak pernah ia rasakan sebelumnya, pada wanita lain. Baik Mika atau yang lainnya.

"Apa ... aku tidak boleh ikut?" tanya Pandan hati-hati dengan sedikit terisak.

"Aku pasti akan membawamu bertemu mereka. Tapi tidak sekarang. Maaf ...." Alex menangkup wajah menangis itu dengan perasaan bersalah. Ia tahu itu tidak adil untuk Pandan. Ia pun sebenarnya tak ingin melakukan ini. Tapi rasa bersalahnya pada Keiko begitu besar, membuatnya sulit untuk menunjukkan kebahagiaan yang ia miliki kini dihadapan semua orang.

"Hemm, aku mengerti ...." Pandan mencoba tersenyum, tak ingin memaksa dan tak ingin membuat Alex merasa tertekan dengan permintaannya. Ia yakin, Alex mempunyai alasan dibalik semua itu.

"Maaf ...," ucap Alex sekali lagi. "Aku mencintaimu ...."

"Aku juga mencintaimu ...," balas Pandan dengan senyum manis disela isak tangisnya.

Setelahnya, mereka mengikuti naluri masing-masing, saling mendekat untuk mempertemukan bibir mereka. Lengan Alex memeluk Pandan secara keseluruhan, menarik tubuh istrinya itu kedalam dekapannya. Sehingga jarak antara mereka berdua terkikis sudah. Jemari Pandan menelusup kedalam sela-sela rambut panjang Alex yang terurai bebas hari ini. Meremasnya lembut seiring ciuman mereka yang semakin dalam. Ciuman panjang yang kembali diakhiri sebuah pelukan erat dari keduanya.

***

Jangan bosan ya guys liat mereka ciuman teyusss 😆😆😆😆😆

Jangan lupa LIKE KOMEN VOTE

1
NurhasanahHs
ini aku baca novel ini udah 2x tp msih aj nangis
nawale sophiae
Luar biasa
rosita
seru 🤭🤭🤭
EkaYulianti
alex harusnya bilang, "aku jatuhkan talak untuk mu Mika".
EkaYulianti
dulu di sekolahku ada yg namanya pandan wangi.
EkaYulianti
bukannya pandan lg M, kok sholat subuh?
RossyNara
biasanya yang dingin-dingin sedep cwonya ini malah si cwe nya.
FeVey
penulisnan bagus, penyampaian alur cerita juga bagus, cerita ringan, lucu dan romantis, recomend buat baca.
Safitri Agus
jadi udah ya sampe disini critanya Thor,ga lanjut kah,,bisa ditarik kesimpulan nya sesuai imajinasi yg baca aja, sayang sekali ya padahal cerita menarik tapi ya sudahlah,it's Ok,👍👌
Safitri Agus
kenapa malu Thor,yg begini masih wajar kok,malah terlihat' sopan lagi,😁🤭
Safitri Agus
sawadikap skidipapap,ini bahasa Bangkok ya,😁
Safitri Agus
yaa kok kecelakaan sih papa mama nya Olivia,,kalo is ded ga seru lah maunya mereka menderita dulu 🤭
Safitri Agus
tarik ulur kisahnya Ibra dan Olive,,Ibra kan taat beribadah,knp masih ragu², dah istikharah juga kan,dgn baca bismillah maju aja terus,yakinlah.
Safitri Agus
uwahh pas banget ini solusinya pandan utk menghalau malam yg mencekam,ga pake nolak ya Lex 😂
Safitri Agus
si Ibra kayaknya jatuh cintrong sama Pandan,,no.no.no way,ga boleh ya,perboden.
Safitri Agus
mika ini aneh dan agk licik kan lg sakit parah ya,dan ga mungkin melayani misua nya dlm kondisi seperti itu,kok tetap maksa Alex utk menikahinya,ga jln otaknya,, harusnya bertobat,lebih mendekatkan dirinya pada sang pencipta kan dah tahu umurnya ga panjang.
Safitri Agus
nenek Gayung,,🤭
Safitri Agus
iya Bu Gayung, dia menantumu,, Pandan itu istrinya Yusuf 😊
Safitri Agus
haha iya sampe Jontor tu lambe,🤣
Safitri Agus
gagal maning Lex, 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!