NovelToon NovelToon
Terjebak Pesona Paman Tunanganku

Terjebak Pesona Paman Tunanganku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Crazy Rich/Konglomerat / Beda Usia
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Novaa

"Kamu tidak bisa melangkah keluar dari pintu itu sebelum kamu bertanggung jawab untuk apa yang sudah kamu lakukan padaku."

"Tanggung jawab? Harusnya kamu bersyukur Tuan, dapat ciuman gratis dari gadis secantik aku malam ini. Bye!"

....

Demi kabur dari kejaran pengawal papanya, Zevanya Anneliza Sanjaya (21) nekat menerobos ruang VIP sebuah bar eksklusif dan membungkam pria asing di dalamnya dengan ciuman panas. Dia mengira urusan mereka selesai malam itu juga.
Namun, takdir bercanda. Seminggu kemudian, Anya dipaksa bertunangan dengan Calvin Fernandez (25), pria kaku yang super membosankan. Syoknya lagi, pria asing yang dia cium di bar malam itu ternyata adalah Bara Fernandez (35) sang paman tunangannya yang berkuasa. Di depan keluarga, Bara tampil berwibawa bak malaikat, tapi di depan Zevanya, dia menjelma menjadi pria nakal yang siap menjeratnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 #Rahasia yang terungkap

Malam semakin larut, Calvin Fernandez melangkah perlahan di koridor villa, berniat untuk segera menaiki anak tangga menuju kamarnya di lantai dua. Kepalanya terasa agak pening setelah dua jam penuh bergelut dengan angka-angka investasi proyek Jerman. Namun, tepat sebelum kakinya menapak pada anak tangga pertama, sebuah suara berat yang teramat familier menghentikan pergerakannya.

​"Calvin. Ikut Papa sebentar."

​Calvin menoleh, mendapati Tomi Fernandez berdiri di dekat pintu samping yang menghubungkan vila dengan area taman belakang yang sepi. Garis-garis di wajah paruh baya ayahnya tampak tertekuk kaku. Calvin mencoba berpikir positif. Dia mengangguk pelan, lalu membalikkan tubuhnya untuk mengikuti langkah tegap sang papa menuju keluar area villa, mencari tempat terpencil di mana deburan ombak bisa meredam obrolan mereka agar tidak didengar oleh siapa pun.

​Angin malam berembus cukup kencang saat keduanya berhenti di dekat pembatas tebing yang menghadap langsung ke laut lepas. Tomi membalikkan tubuhnya, menatap putra tunggalnya dengan sorot mata yang mendadak berubah menjadi sangat serius dan dingin.

​"Calvin, katakan yang sejujurnya pada Papa," buka Tomi tanpa basa-basi. Atmosfer di sekitar mereka seketika berubah mencekam. "Apa saat ini kamu mempunyai kekasih di luar sana?"

​Jantung Calvin sempat melewatkan satu detak. Namun, sebagai pemuda yang dididik di lingkungan bisnis yang keras, dia berusaha keras untuk tetap menjaga riak wajahnya agar tampak tenang dan tidak terusik. "Selain Anya, saya tidak memiliki hubungan dengan wanita manapun, Papa."

​"Lalu... kalau wanita yang kamu suka? Apa benar-benar tidak ada?" Pertanyaan Tomi berikutnya terasa semakin menjepit, seolah sedang menelanjangi kebohongan Calvin secara perlahan.

​Calvin baru saja hendak membuka mulutnya untuk menyusun pembelaan diri, namun Tomi telah lebih dulu bersuara dengan nada yang teramat tajam menusuk.

​"Jangan bilang... kamu menyukai wanita yang bernama Melati?"

​Deg!

​Kedua mata Calvin seketika membelalak sempurna. Seluruh pertahanan di wajah tampannya runtuh dalam sekejap. Tubuhnya mendadak kaku, merasakan hantaman kejutan yang luar biasa luar biasa. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa sang papa bisa mengetahui nama itu secepat ini.

​Tomi melangkah maju satu langkah, rahangnya mengeras rapat dengan kilat amarah yang begitu kentara di kedua matanya. "Kamu bahkan sampai berani berbohong kepadaku dua hari yang lalu, Calvin! Kamu mengatakan bahwa Melati adalah seniormu di kampus yang sudah memiliki suami, padahal kenyataannya... dia adalah seorang janda miskin pemilik restoran kecil di pinggiran kota!"

​"Papa..." Calvin mengepalkan kedua tangannya di sisi tubuh, suaranya terdengar bergetar menahan gejolak emosi di dalam dadanya. "Bagaimana Papa bisa..."

​"Ingat posisi dan batasanmu, Calvin!" potong Tomi dengan suara bariton yang ditekan dalam, sarat akan perintah mutlak. "Perjodohanmu dengan Zevanya Anneliza Sanjaya adalah segalanya bagi masa depan dan martabat keluarga Fernandez! Pernikahan kalian adalah kunci investasi besar antara dua perusahaan raksasa!"

​Mendengar nama Melati disangkutpautkan dengan status sosial dan bisnis, benteng kesabaran Calvin akhirnya runtuh. Pemuda itu mendongakkan kepalanya, menatap lurus ke arah ayahnya dengan binar mata penuh luka dan ketegasan.

​"Maafkan saya, Papa... tapi saya tidak bisa terus-menerus membohongi perasaan saya sendiri," aku Calvin dengan suara lirih namun penuh penekanan di setiap kata. "Saya... saya memang mencintai Melati. Hanya dia wanita yang saya inginkan."

​Plak!

​Tomi tidak menampar Calvin, melainkan menghentakkan tangannya dengan keras ke atas pembatas besi di samping mereka, menimbulkan suara dentingan yang nyaring di tengah sunyinya malam. Kemarahan pria tua itu kini telah mencapai ubun-ubun.

​"Lupakan cintamu yang tidak berguna itu, Calvin!" gertak Tomi dengan napas memburu. "Wanita itu sangat berbeda kasta denganmu! Dia sama sekali tidak pantas dan tidak akan pernah diizinkan untuk menginjakkan kakinya masuk ke dalam keluarga Fernandez! Mau ditaruh di mana muka Papa jika rekan-rekan bisnis tahu bahwa putra tunggal dari Tomi Fernandez membatalkan pertunangan terhormatnya demi menikahi wanita biasa yang berstatus janda?!"

​Calvin membuka mulutnya, bersiap untuk melawan kembali demi mempertahankan wanita yang dicintainya. Namun, Tomi telah lebih dulu menyerang dengan ancaman yang jauh lebih kejam dan mematikan.

​"Jika perjodohan suci ini sampai hancur berantakan hanya karena kamu memilih untuk berlari mengejar wanita itu... maka Papa tidak akan segan-segan untuk menghancurkan kehidupannya, Calvin. Papa akan memastikan restorannya lenyap, dan dia tidak akan pernah bisa hidup tenang lagi di negara ini."

​Kata-kata dingin Tomi seketika mengunci seluruh pasokan udara di tenggorokan Calvin. Ketakutan yang amat sangat menjalar di sekujur tubuhnya. Calvin tidak takut jika hak warisnya dicabut, namun dia jauh lebih takut jika wanita lembut yang teramat dicintainya itu harus terluka atau kenapa-kenapa akibat murka sang ayah. Pemuda itu akhirnya menundukkan kepalanya, bahunya merosot lemas tanda dia kalah telak dalam pertempuran malam ini.

​"Saya berjanji..." cicit Calvin dengan suara serak, menelan seluruh harga dirinya ke dasar terdalam. "Saya berjanji akan menjalani dan menjaga perjodohan ini dengan sebaik-baiknya bersama Anya. Saya akan bersikap sebagai tunangan yang sempurna untuknya... asalkan Papa berjanji untuk tidak pernah menyentuh atau mengusik kehidupan Melati sedikit pun."

​Tomi menatap putranya selama beberapa detik, memastikan kepatuhan mutlak terpeta di wajah Calvin. Setelah merasa puas, Tomi membalikkan tubuhnya tanpa membalas ucapan Calvin, melangkah pergi meninggalkan putranya yang berdiri sendirian di kegelapan malam dengan hati yang hancur berkeping-keping.

....

​Keesokan paginya, suasana di dalam villa tampak teramat cerah dan hangat. Sinar matahari pagi berkilau indah di atas permukaan air laut yang tenang.

​Bagi Anya, hari ini adalah hari kemenangan yang teramat besar. Mengingat bagaimana dia berhasil membuat seorang Bara Fernandez mati kutu sepanjang malam suntuk, suasana hati Anya benar-benar berada di tingkat tertinggi. Hari ini adalah hari terakhir liburan keluarga mereka, karena sore nanti rombongan dijadwalkan harus segera kembali ke Jakarta.

​Anya keluar dari kamarnya dengan penampilan yang teramat cantik dan memukau. Dia mengenakan sebuah flowy dress bermotif bunga-bunga dengan warna kuning cerah yang memberikan kesan segar dan ceria pada tubuh mungilnya. Sebelum keluar tadi, Anya telah melumuri seluruh permukaan ceruk leher hingga ke batas dadanya menggunakan cairan concealer yang cukup tebal namun dioleskan dengan sangat rapi, menyamarkan seluruh bekas bercak merah keunguan ulah Bara malam itu hingga tak bersisa. Penampilannya kian disempurnakan dengan sebuah topi pantai rajut berpita besar yang membingkai wajah cantiknya.

​Rencananya, agenda terakhir mereka hari ini adalah menaiki kapal pesiar mini mewah milik keluarga Fernandez untuk mengelilingi area pantai yang eksotis.

​"Selamat pagi semuanya!" sapa Anya dengan nada suara yang teramat riang dan renyah saat dia melangkah masuk ke area ruang makan terbuka.

​Di atas meja panjang, Bara Fernandez sudah duduk tegap di kursinya sembari memegang secangkir kopi hitam. Mendengar suara Anya, pria matang itu langsung mendongakkan kepalanya. Sepasang mata elangnya menatap lurus ke arah Anya dengan sorot mata yang sarat akan dendam nakal yang teramat pekat, seolah sedang memperingatkan gadis kecilnya bahwa masa aman malam semalam telah berakhir.

​Namun, alih-alih merasa takut atau terintimidasi, Anya justru menyunggingkan sebuah senyuman manis yang teramat lebar, membalas tatapan membara milik pamannya itu dengan binar menantang yang menggemaskan.

​Tepat pada saat itu, Calvin melangkah masuk ke ruang makan. Wajah pemuda itu tampak sedikit pucat dengan kantung mata tipis akibat kurang tidur, namun dia segera memasang topeng senyuman paling tampan yang bisa dia buat. Mengingat janji setianya pada sang papa semalam untuk menjaga perjodohan ini, Calvin langsung mengarahkan langkah kakinya menuju ke arah Anya yang masih berdiri di dekat ujung meja.

​"Selamat pagi Sayang," sapa Calvin dengan nada suara yang sengaja dibuat teramat lembut dan penuh perhatian.

​Sebelum Anya sempat membalas sapaan tersebut, Calvin melangkah mendekat, lalu menundukkan kepalanya sedikit demi mendaratkan sebuah kecupan sekilas yang teramat hangat tepat di atas kening Anya.

​Cup.

​Sentuhan bibir Calvin di keningnya seketika membuat tubuh Anya tersentak kaget. Sepasang mata bulatnya membelalak sempurna, membeku di tempatnya berdiri dengan jantung yang berdegup kebingungan. Di dalam hati kecilnya, Anya bertanya-tanya dengan rasa heran yang teramat sangat. Calvin kenapa tiba-tiba bisa bersikap semanis dan seromantis ini di depan keluarga mereka? Padahal biasanya dia selalu bersikap cuek atau formal seadanya.

​Namun, pemandangan romantis yang mendadak disuguhkan oleh pasangan muda itu seketika memicu senyuman lebar dari para orang tua yang duduk di meja makan.

​Isyana Fernandez tampak menopang dagunya dengan mata berbinar senang. "Ya ampun, lihat anak-anak muda ini... manis sekali pagi-pagi begini."

​Tito Sanjaya pun terkekeh bangga melihat betapa putrinya diperlakukan dengan sangat baik oleh calon menantunya. Sementara di samping Isyana, Jessica hanya bisa mengembuskan napas pelan sembari menatap iri. "Ih... romantisnya luar biasa ya. Bikin iri saja melihatnya."

​Namun, di tengah-tengah atmosfer hangat dan penuh suka cita dari seluruh anggota keluarga tersebut, ada satu sudut yang mendadak berubah menjadi teramat dingin, mencekam, dan membara hingga ke tingkat yang paling membahayakan.

​Di kursinya, cangkir kopi hitam yang dipegang oleh Bara Fernandez seketika berhenti di udara, tepat beberapa senti di depan bibirnya. Sepasang mata elang milik sang Taipan kini telah berubah sepenuhnya menjadi gelap gulita, memancarkan kilat amarah, cemburu buta, dan kepemilikan yang teramat agresif. Rahangnya mengeras begitu rapat hingga urat-urat di sepanjang pelipisnya menonjol tegas.

​Melihat bagaimana kening gadis kecil miliknya dikecup dengan begitu santai oleh pria lain di depan matanya sendiri, telah menyulut sumbu ledak kemarahan di dalam dada Bara hingga hancur berkeping-keping. Meskipun secara hukum sosial Calvin memiliki hak penuh karena statusnya adalah tunangan sah Anya, namun bagi ego mutlak seorang Bara Fernandez... tindakan Calvin pagi ini adalah sebuah pelanggaran wilayah kekuasaan yang harus dibayar dengan harga yang teramat mahal.

​Aura intimidasi yang dingin dan pekat perlahan menguar dari tubuh kokoh Bara, menurunkan suhu di sekitar meja makan secara drastis bagi siapa saja yang berani menatap ke arah sang penguasa bisnis yang kini sedang menahan badai cemburu di dalam hatinya.

1
beybi T.Halim
lama lamaaa anya ini gak bertanggung jawab sama kuliahnya hadeh🙈
beybi T.Halim
mau kaya atau miskin klo soal perasaan gak bisa kompromi.,yg ada hanya bagaimana kita memperjuangkan perasaan itu menjadi kebahagiaan yg nyata atau cuma jadi pecundang👍
beybi T.Halim
haih...buruan lah bara diselesaikan dengan damai,br semua berbahagia
Yohana Pandie
lanjut thor.🙏
beybi T.Halim
ceritanya gemesin sih sebenarnya.,anya yg msh labil dan om bara yg dewasa,cumaa yaa itu jafi kucing2an perkara cinta salah alamat dari awal🤭
Yohana Pandie
lnjut thor.ceritanya keren bnget
Novaa: Halo, terimakasih sudah mampir. pantengin terus ya karena om Bara bakal semakin memBara 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!