Cerita tentang seseorang yang berasal dari Indonesia berpindah ke sebuah dunia fantasy, dimana terlihat gunung berbentuk pedang dan pulau melayang itu biasa. Untuk bertahan hidup dia yang tak memahami kemampuan peningkatan di fiksi memililih menggunakan Teknik dari Indonesia yang menggunakan Tenaga Dalam yang dia ubah beberapa caranya. Isi dari novel ini hanya perjalanannya mencari cara untuk membuat kemampuan tenaga dalam milik Indonesia bisa menyaingi peningkatan kemampuan di dunia tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TrueRuler, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34: Nostalgia
Mereka menghidangkan roti lembut dan telur.
“Hmmm”
“Tak ada rasa” Cakra berbisik.
.
“Inilah makanan di Kerajaan”
“Tapi di rumah ku, makanan cukup memiliki rasa”
“Aku merasa aneh kenapa raja tak meminta koki kami menjadi koki istana” Marisa berbisik ke Cakra.
.
“Kurasa itu karena permainan politik”
“Ada sih yang paling dekat dengan Kerajaan itu gak diganti…”
“Dengan alasan… (orang lama)” *berbisik*
Yang lain terlihat menikmati makanan, sedangkan Cakra hanya makan beberapa potong.
“Maaf”
“Apa kau tak menyukai makanan kami?” Antares bertanya.
.
“Bukan tak suka…”
“Aku sempat kesini dan menyadari ada tempat makan yang memiliki rasa”
“Tapi kenapa di istana yang harusnya memiliki makanan berkualitas dan lezat malah lebih tawar dari air putih?” Cakra menjawab.
.
“Ya…”
“Kami makan ini setiap hari”
“Aku tak bisa mempercayakan makanan pada orang orang diluar”
.
“Hmm apakah kau belum tau cara memeriksa racun pada makanan?”
.
“Aku…..” Antares ragu.
.
“Orang itu pasti tau caranya…” Cakra menoleh ke Gu Luban.
Gu Luban hanya diam tak mau menjawab, setelah mereka selesai makan.
“Tuan tuan kalau mau mengitari kota boleh saja”
“Tapi kami juga sedang membuka tes akan kemampuan para pemimpin, apakah kalian ingin ikut?”
.
“Pertarungan!!!”
“Ayooo” Titan sangat bersemangat.
Ruby dan Cakra menolak dengan alasan mereka ingin lebih mengenal kota ini. Cakra berjalan keluar bersama Marisa.
“Cakra…”
“Apa kita akan menemui ayahku?”
.
“Ya”
“Aku penasaran akan rumahmu”
“Lagipula kau telah lama tak pulang kan”
Saat Cakra dan Marisa keluar seorang prajurit menemui Argou.
“Tuan”
“Mereka telah bergerak!”
“Dan dari arahnya itu ke kediaman Handa”
.
“Hah!”
“Kesempatan kita telah datang!”
“Rupas ikut aku!”
“Kita pasti akan menangkap mereka!”
Argou dan Rupas keluar dari ruangannya, di arena tempat pertarungan Titan terlihat sedang berhadapan dengan Antares.
“Kau sudah siap?”
“Majulah” Antares memasang posisi tegap memegang pedang.
Titan langsung menerjang mencoba memukul Antares, tapi Antares menghindar dengan santai. Setelah itu dia mencoba menebas Titan, tapi kulit titan sama sekali tak tergores. Giliran Titan memukul Antares dan Antares mengeluarkan tebasan terkuatnya. Saat keduanya bertemu ledakan besar membuat penghalang bergetar. Di tempat yang jauh, sebuah gunung diterbangkan angin seperti itu hanyalah sebuah abu.
*Shuush, suara sebuah gunung terhapus dari lanskap.
“Hahahahaha” Titan tertawa.
.
“Baiklah… kurasa cukup!” Antares menyarungkan pedangnya.
.
“Ya… Lain kali datanglah ke tempatku untuk bertarung sepuasnya!”
Di tempat lain Marisa telah sampai ke kediamannya, dirinya mengetuk pintu kediaman.
*tuk *tuk *tuk suara pintu diketuk.
Seorang pelayan membuka pintu.
“Ada apa ya?”
.
“Kami ingin menemui Handa” Cakra berbicara.
.
“Ah kalau begitu aku akan memberitahu tuan terlebih dahulu”
“Silahkan duduk disini” mengarahkan Cakra dan Marisa ke kursi.
Pelayan itu pergi untuk mengabari Handa. Marisa berbicara.
“Aku mengenalnya”
“Dia pelayan sekaligus temanku”
“Baguslah dia sehat…”
Tak lama Handa datang.
“Kalian siapa?”
Marisa melepas penyamarannya, dan Cakra juga menghilangkan distorsi nya.
“Ma Marisa?”
Handa langsung memeluk Marisa, cukup lama mereka berpelukan baru dilepaskan.
“Kemana saja kau nak?”
“Dan siapa dia?”
“Bagaimana juga kau bisa menyembunyikan dirimu sejauh itu?”
“Bahkan pelacak tak mampu mendeteksimu…”
.
“Akan kuceritakan secara ringkas”
“Pada saat aku perjalanan ke negeri timur beberapa perampok menghadang”
“Para pengawal mereka bunuh saat itu…”
“Aku yang ketakutan melarikan diri ke hutan dimana 5 makhluk kuat berkuasa”
“Aku yang bingung terus berlari tanpa menyadari keanehan jikalau di wilayah itu tak terasa ada makhluk tersebut”
“….” Marisa menarik nafas.
“Setelah berlari cukup lama aku menemukan di sebuah batu terdapat *#^”
.
“Hah?”
“Kau menemukan apa?” Handa terkejut dia gak bisa mendengar suara.
.
“Eh?” Marisa melihat Cakra.
.
.
“Perkenalkan saya Cakra kebetulan anak anda masuk ke persembunyian saya saat itu”
“Untuk kenapa anda tak bisa mendengar mungkin karena anda dan kami berbeda dalam hal faksi”
“Kami memiliki porsi dunia”
“Yang membuat kami dan dunia ini dianggap sama” Cakra menjelaskan.
.
.
“Hmmm aku paham”
“Baiklah nak kau bisa lanjutkan…” Handa merasa agak pesimis dengan Cakra.
.
“Baik”
“Saat di persembunyian bersama Cakra…”
“Aku menemukan jikalau para magis ingin memanggil mahluk dari luar dunia”
“Aku juga melihat latar belakang mereka” Marisa berbicara dengan nada meyakinkan.
Tak lama suara pintu digebrak.
*Brak!!! Pintu dibuka dengan ditendang.
“HAHAHAHA”
“Handa….”
“Sekarang kau bisa menyelesaikan titah raja kan”
.
“KKKAU?”
“Argou!”
“Titah apanya sialan”
“Aku tak akan menyerahkan anakku kepadamu” Menutupi marisa.
.
“Hahahaha”
“Kau tidak punya pilihan” Berpindah dan memperlihatkan Rupas dibelakangnya.
Marisa dan Cakra langsung maju.
“Rupas!” Marisa berteriak.
.
“Hmm”
“Aku tak menyangka kau mengenalku”
Handa kaget.
“Rupas?”
“Bukannya dia harusnya sudah mati?”
“Bagaimana mungkin?”
.
“Akan kulanjutkan penjelasanku”
“Dia adalah manusia dari dunia ini yang dibentuk oleh makhluk luar dunia”
“Kemampuan”
“Pengetahuan”
“Kepercayaan”
“Pikiran”
“Prilaku”
“Semuanya berasal dari mereka” Marisa menjelaskan secara tergesa gesa.
Cakra maju kedepan Marisa.
“Kau yakin ingin melawanku?”
“Nabi palsu?” Cakra dengan nada meremehkan.
.
“Kau!!!”
“Hah!”
“Tenang saja lawanmu bukan aku!”
*Crack terlihat ruang retak, dari dalamnya muncul Hades.
“Tuan Hades”
“Bantulah hamba untuk menerangi jiwa yang malang itu” Rupas menunduk.
.
“Hades”
“Rupanya ini bentukmu”
Hades membuka matanya.
“Aku penguasa segala jiwa”
“Penguasa alam bawah”
“Kau semut kecil!”
“Berani meremehkanku?”
.
“Hah?”
“Penguasa jiwa?”
“Kau lupa?”
“Kau belum memiliki otoritas dunia ini”
.
“Kekuatan ku sekarang pun cukup untuk menghancurkanmu”
Hades mengarahkan tangannya ke Cakra seperti menggenggam.
“Hah?”
“Kau ngapain? Hoaaam” Cakra menguap.
.
“Hah?”
“Apa?”
Hades mencoba ke salah satu prajurit yang dibawa Argou dan terlihat prajurit tersebut langsung mati di tempat. Dirinya juga mencoba ke satu prajurit lagi dan sempurna mengubah prajurit itu menjadi pasukannya.
“Bagaimana mungkin?”
.
“Haaaaaah” Cakra meregangkan badan.
Cakra membuka tangannya, membuat celah ruang menarik hades dan pasukan yang telah dia ubah ditarik kedalamnya.
“AAAAAAAA” Hades menghilang dan celah ruang pun tertutup.
.
“Tu Tuan Hades?”
“Diusir?”
“Kau….”
“Bagaimana mungkin kau bisa?”
Cakra mengeluarkan auranya.
“Kau…”
“Apa kau tak sadar kau sedang dibohongi?”
.
“Tuan tak mungkin berbohong”
“Kalianlah yang bodoh menolak penyelamat!”
Rupas langsung menghentakkan tongkatnya dan mereka menghilang dari posisi.
“Hmph”
“Kabur?”
“Lagipula….” Cakra menatap ke langit.
“Kalian masih ingin membohongi dunia ini seperti dunia kami?”
*Duar!!!! Petir menyambar di sekitar istana…
“Dia…”
“Siapa dia?”
“Jangan bilang…”
“Dia juga berasal dari dunia lain?”
“Bukankah dia harusnya memuja kita sebagai dewa kalau begitu?”
.
“Tenanglah Zeus”
“Apa kau lupa?”
“Makhluk itu menghapus kita dan membuat kita menjadi fiksi”
“Kita tak lebih dari cerita anak anak”
Kemarahan Zeus membuat Void tersingkap memperlihatkan sebuah latar putih.
Hiss memang lagi mode survival tapi jangan kebanyakan atuh...