NovelToon NovelToon
JADIAN YUK!!

JADIAN YUK!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Idola sekolah
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ananda Anggit

Arjuna Baskoro adalah ketua Geng Petir yang tampan, kaya, dan berpengaruh di SMA Cendekia. Ia dikenal sebagai pemuda yang suka bersenang-senang dan menganggap hubungan dengan wanita hanya sebatas hiburan semata. Semua berubah saat ia bertemu Laila Arsyila-siswi berprestasi, sederhana, mandiri, dan harus bekerja paruh waktu untuk membantu kehidupan keluarganya.

Awalnya Arjuna hanya iseng mengganggu Laila, karena gadis itu satu-satunya yang tidak terpesona dan selalu berani melawannya. Namun rasa penasaran itu perlahan berubah menjadi cinta yang tulus untuk pertama kalinya. Sementara Laila yang awalnya kesal dan menolak, mulai melihat sisi baik Arjuna di balik sikap nakalnya.

Dengan latar belakang kehidupan yang sangat berbeda, keduanya harus menghadapi berbagai rintangan mulai dari kecemburuan orang lain, pandangan lingkungan, hingga tantangan untuk saling memahami. Mampukah cinta mereka menyatukan dua dunia yang terasa begitu jauh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. Ciuman Tak Sengaja

Dengan gerakan cepat dan panik, Arjuna langsung melangkah mendekat ke arah jendela. Matanya membelalak melihat Laila yang masih nangkring di atas bingkai, kakinya sedikit menggoyangkan karena takut.

“La! Sadar La! lo masih muda, hidup lo masih panjang banget!” serunya dengan suara gemetar. “Buang fikiran lo buat bunuh diri, Kalo ada masalah cerita ke gue. inget orang tua lo La, orang tua lo pasti sedih banget kalo lo nekat begini!”

Laila yang sedang sibuk memikirkan cara turun langsung terkejut mendengar ucapan Arjuna. Dia menundukan kepala, matanya bingung melihat wajah laki-laki itu yang penuh ketakutan. “Apasih? Ngga jelas banget! Dah sana minggir, gue mau loncat!” teriaknya, sudah ancang-ancang menggeser tubuhnya untuk melompat.

“Anjing… masih keras kepala juga!” Arjuna semakin panik melihat Laila sudah bersiap. Dia segera menoleh ke teman-temannya yang masih agak terkejut melihat situasi. “Cepat cari tangga atau alat bantu apa kek! Jangan diem aja nyet!” titahnya dengan nada tegas dan panik.

Dengan sigap, Gibran, Bowo, dan Rian berpencar mencari apapun yang bisa digunakan untuk menyelamatkan Laila.

Laila yang melihat mereka tergesa-gesa malah semakin bingung.Tapi Laila hanya masa bodoh. Tanpa berpikir panjang lagi, dia memejamkan mata, mengumpulkan keberanian, dan langsung melompat dari atas jendela.

“LA! JANGAN!” teriak Arjuna sekuat tenaga.

Tanpa waktu untuk berpikir, Arjuna langsung maju kedepan dan mengadahkan tangannya untuk menangkap tubuh Laila yang terjatuh.

BRUK!

Dia berhasil menangkap Laila dengan tepat, tapi karena kurangnya keseimbangan, kedua tubuh mereka terjatuh ke tanah bersama. Dalam kejadian yang tidak disengaja, bibir mereka saling bersentuhan sebentar sesudah tubuh mereka mendarat di tanah.

Keduanya diam sejenak, mata saling menatap dengan terkejut. Waktu seolah berhenti hanya untuk mereka berdua.

Tidak lama kemudian, Bowo muncul dengan membawa matras yang dicari. “Bos, ini matrasnya—”

Kata-katanya terhenti di tengah saat melihat posisi Arjuna dan Laila. Tanpa basa-basi, Bowo langsung memutar balik badan. Gibran dan Rian yang ikut datang juga langsung mengerti dan berjalan menjauh sambil tertawa pelan.

“Kita ke kantin duluan ya, Bos! Jangan lupa makan ya!” teriak Rian sambil berjalan membelakangi mereka.

Bibir mereka sudah tidak lagi bersentuhan, tapi Laila masih berada di atas pangkuan Arjuna. Kedua orang itu masih dalam kebingungan dan syok.

“Ekhmm… nyaman banget ya duduk di pangkuan gue?” ucap Arjuna dengan suara pelan, sedikit menggoda untuk memecah keheningan.

Laila langsung terkejut, segera berusaha berdiri. Tapi saat mengangkat tubuhnya, dia langsung meringis kesakitan...lututnya yang sudah terluka ternyata semakin banyak mengeluarkan darah, membuatnya terpaksa duduk kembali di samping Arjuna.

Arjuna melihat itu dan langsung duduk lebih dekat. Dia memegang lutut Laila dengan lembut, matanya memandang luka yang berdarah itu. Saat melihat keadaan Laila yang terluka, rahangnya mengeras dan wajahnya berubah serius.

“Maksud lo apa sih loncat dari jendela gudang tadi? tuh liat , akhirnya luka parah kan!” ucapnya dengan nada sedikit marah tapi penuh perhatian.

Belum sempat Laila menjawab, Arjuna langsung mengangkat tubuh Laila dengan gaya bridal style membuat Laila terkejut dan memejamkan mata karena malu. Tanpa memedulikan pandangan orang lain, Arjuna langsung berjalan cepat menuju ruang UKS sekolah.

Semua siswa yang melihat itu terkejut dan berbisik-bisik. Di antara mereka, Salsabila dan kedua temannya berdiri diam melihat pemandangan itu. Wajah Salsabila memerah menahan amarah yang meluap.

“Sialan! Ternyata ngga ada kapoknya cewek cupu deketin Arjuna!” geramnya.

1
Rafi Hafizh
hati hati Laila🫣
Rafi Hafizh
vampir kali jun🤣
Ananda Anggit
🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!