NovelToon NovelToon
Sembilan Phoenix Agung : Jalan Kultivasi Terlarang

Sembilan Phoenix Agung : Jalan Kultivasi Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Lin Chen, seorang pemuda yang dianggap sampah karena memiliki Meridian Spiritual rusak, secara tidak sengaja menyentuh Phoenix bayi yang sedang bereinkarnasi. Pertemuan itu justru memberinya warisan terlarang tertinggi — "Sembilan Ikatan Phoenix Abadi".

Teknik kultivasi ini mengharuskan ia menikahi dan melakukan kultivasi ganda dengan Sembilan Phoenix Agung. Semakin banyak Phoenix yang ia taklukkan, semakin kuat ia. Namun, teknik ini dianggap melanggar tatanan langit, sehingga seluruh dunia kultivasi ingin membunuhnya.

"Dunia bilang aku terlarang? Baiklah… aku akan menikahi semua Phoenix dan membakar langit ini hingga hangus!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 : Sekte Tengkorak Perak Tidak Menyerah

Mereka menemukan jejak Lin Chen dan Huo Ling'er pada hari ketiga perjalanan di Hutan Songhua.

Namun kali ini, yang datang bukan kelompok yang sama seperti di Lembah Angin Merah.

Jumlah mereka hanya lima orang, jauh lebih sedikit dari pasukan sebelumnya. Akan tetapi, cara mereka bergerak membuat Lin Chen langsung memahami bahwa kelompok ini jauh lebih berbahaya.

Mereka tidak membuat suara.

Tidak meninggalkan jejak yang jelas.

Dan tidak menunjukkan niat menyerang secara terbuka.

Mereka bergerak seperti bayangan.

Lin Chen menyadari keberadaan mereka hampir dua jam sebelum kontak visual terjadi. Pola pergerakan mereka terlalu rapi dan terkoordinasi untuk dianggap sebagai pemburu atau pengembara biasa.

Yang paling menarik perhatiannya adalah simbol yang dikenakan pemimpin kelompok itu.

Lambang tengkorak perak masih terpasang di dada jubah hitamnya, tetapi di bawahnya terdapat satu garis merah tipis.

Lin Chen mengenali simbol itu dari pengetahuan yang ia ketahui di perpustakaan Klan.

Unit Bayangan.

Satuan khusus Sekte Tengkorak Perak yang bertugas memburu, melacak, dan menangkap target bernilai tinggi.

Mereka jarang bergerak tanpa alasan penting.

Saat itu Lin Chen dan Huo Ling'er sedang beristirahat di tepi sungai kecil yang membelah sebagian wilayah Hutan Songhua.

Dari luar, mereka tampak seperti dua kultivator pengembara yang sekadar mengisi kantong air.

Namun sebenarnya, keduanya sedang memperhatikan setiap gerakan yang terjadi di balik pepohonan.

"Mereka menaikkan tingkat ancaman kita," kata Lin Chen pelan.

Huo Ling'er duduk di atas batu besar sambil memandang aliran sungai.

"Apa maksudnya?"

"Berita dari Lembah Angin Merah sudah sampai ke tingkat atas Sekte Tengkorak Perak."

Lin Chen menutup kantong airnya.

"Kelompok seperti ini tidak dikirim untuk target biasa."

"Mereka takut menyerang langsung."

"Benar." Lin Chen melirik ke arah hutan. "Mereka akan mengikuti kita. Mengamati kebiasaan kita. Menunggu saat kita lengah atau kelelahan."

"Jadi mereka tidak akan menyerang sekarang."

"Belum."

Huo Ling'er berpikir sejenak. "Lalu apa rencananya?"

"Kita tidak bisa membiarkan mereka terus mengikuti."

"Menyerang langsung juga bukan pilihan terbaik."

Lin Chen mengangguk. "Lima orang. Kita belum mengetahui posisi pasti semuanya."

Huo Ling'er menatapnya. "Kalau begitu?"

Senyum tipis muncul di wajah Lin Chen. "Ada pilihan ketiga."

Beberapa menit kemudian, keduanya kembali melanjutkan perjalanan seperti biasa.

Tidak ada perubahan arah.

Tidak ada tanda-tanda kewaspadaan.

Dari sudut pandang Unit Bayangan, target mereka tidak menyadari sedang diawasi.

Dan itulah yang diinginkan Lin Chen.

Selama dua jam berikutnya, situasi perlahan berbalik.

Alih-alih mencoba melarikan diri atau menyerang, Lin Chen dan Huo Ling'er mulai mempelajari pola gerakan para pemburu tersebut.

Mereka mencatat posisi.

Menghitung ritme perpindahan dan memprediksi jalur komunikasi.

Sedikit demi sedikit, mereka mulai memahami cara kerja kelompok itu.

Kemudian mereka membalikan keadaan.

Dengan memanfaatkan medan hutan dan kemampuan Huo Ling'er menyembunyikan jejak Qi, keduanya perlahan keluar dari pengawasan tanpa diketahui.

Lalu mereka mulai mengikuti balik.

Empat puluh menit kemudian, Unit Bayangan yang semula menjadi pemburu berubah menjadi pihak yang diburu.

Pemimpin kelompok itu baru menyadari ada sesuatu yang salah ketika jejak target yang mereka ikuti tiba-tiba menghilang.

Ia menghentikan langkahnya.

Naluri sebagai pelacak langsung memberi peringatan.

Terlambat.

"Sedang mencari kami?" Suara tenang itu muncul dari depan.

Pemimpin Unit Bayangan menoleh cepat.

Lin Chen berdiri sekitar sepuluh langkah di depannya.

Di pergelangan tangannya, Rantai Ikatan Phoenix telah terurai dan melingkar di telapak tangan seperti ular merah tua yang hidup.

Cahaya merah keemasan mengalir samar di setiap mata rantainya.

Mata pemimpin Unit Bayangan langsung membesar.

Ia mengenali artefak itu.

Atau setidaknya mengenali tingkat keberadaannya.

"Rantai itu..." suaranya berubah. "Dari mana kau mendapatkannya?"

Lin Chen tidak menjawab pertanyaan itu.

"Hutan Songhua menyimpan lebih banyak rahasia daripada yang diketahui sekte kalian."

Tatapannya tetap tenang.

"Sampaikan itu kepada siapa pun yang mengirim mu."

Pemimpin Unit Bayangan menyadari situasinya sudah berubah.

Namun sebelum ia sempat memberi perintah, Huo Ling'er muncul dari sisi lain.

Jalur mundur mereka telah tertutup.

Pertarungan berlangsung singkat.

Sangat singkat.

Lima anggota Unit Bayangan memang terlatih, tetapi mereka tidak datang untuk menghadapi lawan secara langsung.

Mereka adalah pelacak.

Bukan pasukan tempur.

Lin Chen dan Huo Ling'er memanfaatkan kelemahan itu sepenuhnya.

Dalam waktu kurang dari dua menit, seluruh anggota Unit Bayangan telah terjatuh.

Tidak ada yang mati.

Lin Chen sengaja menahan diri.

Mayat hanya akan memancing lebih banyak masalah.

Sebaliknya, ia meninggalkan mereka dalam keadaan hidup, tetapi cukup terluka sehingga membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk pulih sepenuhnya.

Pesan yang ingin ia kirimkan jauh lebih penting daripada jumlah musuh yang terbunuh.

Mereka telah memperoleh artefak kuno.

Mereka semakin kuat.

Dan mereka tidak akan berhenti berjalan ke depan.

Setelah memastikan tidak ada ancaman lain di sekitar, Lin Chen dan Huo Ling'er kembali melanjutkan perjalanan.

Hutan Songhua perlahan menelan jejak mereka.

Pepohonan tua kembali berdiri dalam keheningan abadi, seolah tidak pernah terjadi apa-apa.

Di pergelangan tangan Lin Chen, Rantai Ikatan Phoenix memancarkan cahaya yang sangat redup.

Hampir tidak terlihat di bawah bayangan hutan.

Namun kehangatannya terus terasa.

Seperti sebuah janji dari masa lalu yang belum selesai.

Menurut perhitungan mereka, perjalanan melalui Hutan Songhua masih membutuhkan sekitar dua minggu lagi.

Setelah itu, mereka akan meninggalkan wilayah kuno ini dan melanjutkan perjalanan menuju Domain Es Terlarang.

Tidak lama setelah itu, mereka akhirnya keluar dari Hutan Songhua pada pagi hari ketiga belas.

Lin Chen sempat menoleh ke belakang ketika mereka melewati batas hutan. Tatapannya tertuju pada lautan pepohonan hijau tua yang kini tampak seperti hutan biasa dari kejauhan.

Namun ia tahu kenyataannya.

Hutan itu tidak pernah biasa.

"Dua minggu lebih lama dibanding jalur utama," ujar Huo Ling'er sambil berjalan di sampingnya menuju jalan tanah yang membentang di kejauhan. "Tapi setidaknya kita keluar tanpa ada yang mengikuti."

"Untuk sementara," jawab Lin Chen.

Tangannya tanpa sadar menyentuh Rantai Pengikat Phoenix yang melingkar di pergelangan tangannya. Kebiasaan itu sudah terbentuk selama perjalanan mereka di Hutan Songhua. Rantai itu tetap hangat seperti biasanya, seolah memiliki kehidupan sendiri.

"Sekte Tengkorak Perak bukan lagi masalah utama."

Huo Ling'er meliriknya.

"Jadi sekarang ada masalah yang lebih besar?"

Lin Chen mengeluarkan selembar kertas tipis dari dalam jubahnya.

Kertas itu ia temukan di meja kamar penginapan mereka sebelum memasuki Hutan Songhua. Saat itu ia belum terlalu memikirkannya, tetapi setelah melihat pola pergerakan Unit Bayangan Sekte Tengkorak Perak, ia mulai memahami sesuatu.

"Mungkin memang sudah ada sejak awal," katanya.

Huo Ling'er menerima kertas itu dan membacanya.

Hanya ada satu kalimat yang ditulis dengan tulisan tangan rapi.

"Sekte Langit Besi sudah mendengar tentang kalian. Bergeraklah lebih cepat."

Huo Ling'er mengernyit.

"Siapa yang menulis ini?"

"Aku tidak tahu."

Lin Chen mengambil kembali kertas itu lalu menyimpannya.

"Tapi orang itu tahu di mana kita menginap. Ia juga memiliki kesempatan untuk menyerang, namun memilih memberi peringatan. Itu berarti ia bukan musuh."

"Atau seseorang yang punya tujuan lain."

Lin Chen mengangguk. "Itu kemungkinan yang lebih masuk akal."

Mereka berjalan beberapa saat dalam keheningan.

Angin pagi bertiup lembut dari arah utara, membawa hawa yang semakin dingin dibanding wilayah selatan yang telah mereka tinggalkan.

"Sekte Langit Besi..." gumam Huo Ling'er. "Seberapa besar ancamannya?"

Lin Chen menatap ke depan.

"Jauh lebih berbahaya daripada Sekte Tengkorak Perak, kayaknya"

Nada suaranya tetap tenang, tetapi ada keseriusan yang tidak bisa disembunyikan.

"Sekte Tengkorak Perak mengejar kita karena keuntungan. Mereka menginginkan darah Phoenix dan teknik yang kita miliki untuk dijual atau dimanfaatkan."

"Tapi Sekte Langit Besi berbeda?"

"Berbeda."

Lin Chen menarik napas perlahan.

"Mereka termasuk sekte tingkat menengah atas. Pengaruh mereka menjangkau banyak wilayah, dan mereka memiliki hubungan dengan beberapa Klan Abadi Kuno."

Huo Ling'er terdiam.

Hubungan dengan Klan Abadi Kuno bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh.

Itu berarti kekuatan di belakang mereka jauh lebih besar daripada yang terlihat di permukaan.

"Mereka tidak mengejar kita demi keuntungan semata," lanjut Lin Chen. "Mereka mengejar karena apa yang kita miliki dianggap ancaman terhadap tatanan yang selama ini mereka lindungi."

Huo Ling'er menyilangkan tangan di dada.

"Musuh yang bergerak karena keyakinan biasanya lebih merepotkan daripada musuh yang bergerak karena uang."

"Jauh lebih merepotkan."

Lin Chen mengangguk.

"Orang yang mengejar keuntungan akan berhenti ketika harga yang harus dibayar terlalu besar."

"Tapi orang yang mengejar keyakinan..."

"Akan terus datang, bahkan ketika tahu mereka bisa kalah."

Keheningan kembali menyelimuti langkah mereka.

Beberapa saat kemudian, Lin Chen mempercepat langkahnya.

"Kita harus mencapai wilayah utara secepat mungkin."

"Karena perbatasan provinsi?"

"Ya."

Setelah melewati wilayah utara, pengaruh sekte-sekte selatan akan jauh berkurang. Keinginan mereka tidak lagi mutlak, dan pergerakan pasukan dalam jumlah besar akan lebih mudah terdeteksi.

Itu bukan jaminan keamanan. Tetapi setidaknya memberi ruang bernapas.

Huo Ling'er mengangguk pelan.

Ia tidak mengajukan pertanyaan lagi.

Keduanya mempercepat langkah tanpa perlu berdiskusi lebih lanjut.

Mereka sama-sama memahami satu hal.

Sekte Tengkorak Perak hanyalah awal.

Musuh yang sesungguhnya baru mulai memperhatikan mereka.

Dan semakin dekat mereka menuju Domain Es Terlarang, semakin banyak mata yang akan mengikuti jejak perjalanan mereka.

Di kejauhan, cakrawala utara mulai berubah warna.

Awan kelabu menggantung rendah di langit.

Udara terasa semakin dingin.

Pertanda bahwa wilayah es abadi sudah tidak terlalu jauh lagi.

Di sanalah Phoenix kedua menunggu.

Dan tanpa disadari siapa pun, takdir mereka perlahan mulai bergerak menuju titik pertemuan yang tidak bisa dihindari.

1
Green Boy
ayo lanjut lagi thor🙏🙏
Daryus Effendi
bosan bacanya terlalu lambat alzrnya.bertele tele
Hadi Hadi
up up 👍
Hadi Hadi
up up 😍😍
Anonymous
lanjut thor seru ceritanya🙏
Si Suka Baca
Vote meluncur
Ihwan12
mantap lanjut lagi thor💪💪👍👍
Xiao Lin—Gold Author
satu mawar 🌹
Xiao Lin—Gold Author
niceeeee👍👍👍
Xiao Lin—Gold Author
Mantap👍👍👍
Xiao Lin—Gold Author
Suyin mungkin udah ketagihan sama pedang ajaib Wei Hao🤔/Sly//Doge/
Celestial Quill: /Facepalm/
total 1 replies
Xiao Lin—Gold Author
Mantap👍
Shu Qing
Luar biasa
Fatih Al
awal yang bagus👍👍
Green Boy
Bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!