" Dia... Kenapa ada disini?"
Luna diam diam naksir pangeran sekolah selama delapan tahun. Luna adalah seorang gadis yang baru saja enam bulan bekerja pada sebuah perusahan raksasa tanpa sengaja bertemu kembali dengan cinta pertamanya yang bernama Zafran Mahesa.
Dari pertemuan yang tidak sengaja itu, membuat zafran perhatian padanya. zafran secara terang terangan mendekati luna. luna yang akan membuka hatinya, harus di kejutkan dengan hadirnya kembali cinta pertama zafran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NoorBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persalinan Baby Twins
Setelah dua puluh menit dokter salma menghampiri zaviar dan keluarga.
" pak zaviar, kondisi ibu khanza sekarang sangat lemah. Melalui alat rekam jantung, saya melihat detak jantung janin melemah dan tidak stabil akibat kekurangan oksigen dari darah ibu khanza. Darah segar keluar dalam jumlah banyak secara terus-menerus. Kondisi ini bisa memicu syok hipovolemik atau gagal fungsi organ akibat kehilangan banyak darah pada ibu khanza yang sudah mengalami anemia."
" Saya sebagai dokter sangat menyarankan untuk persalinan darurat karena kondisi sekarang sangat berbahaya bagi ibu dan bayinya. saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan keduanya. " semua yang mendengar penjelan dokter salma menangis terutama arleta dan kinan. Sedangkan zafran menggenggam erat tangan luna. Ia takut terjadi apa apa pada kaka iparnya. Sedangkan zaviar yang mencerna kata kata dokter salam tiba tiba di tepuk pundaknya oleh kaisan.
" semua keputusan gimana kamu de." zaviar menatap kaisan dan tak lama menatap dokter.
" dokter lakukan yang terbaik tapi bila.. Bila tidak memungkinkan, tolong selamatkan istri saya saja. Hanya istri saya dokter, saya mohon" ucap zaviar terisak.
" baik pak zaviar, silahkan di tanda tangani. Setelah di tandatangani akan segera kami proses."
Maafkan aku sayang, aku tidak ingin kehilangan kamu. Walaupun harus mengorbankan anak kita, aku gak sanggup kehilangan kamu
Zaviar menandatangi berkas itu dan dokter salma pamit meninggalkan mereka. Zaviar melihat ke istrinya dari jarak jauh, untuk pertama kali dalam hidupnya dia sangat takut kehilangan istrinya.
" keluarga ibu khanza, maaf sebelumnya apakah ada yang memiliki golongan darah o? Bila ada bisa ikut kami untuk melakukan transfusi darah?"
" saya sus" ucap kaira, erik, inda, dan luna
" baik silahkan ikut saya untuk melakukan transfusi. Untuk yang lain, kami akan memindahkan ibu khanza ke ruangan operasi. Silahkan keluarga bisa menunggu di depan ruang operasi lantai dua"
" sus apakah saya bisa menemani istri saya? " tanya zaviar
" mohon maaf pak zaviar, karena ini persalinan darurat keluarga pasien tidak diperbolehkan memasuki ruangan operasi" ucap suster lalu meninggalkan zaviar. Kaisan merangkul adik iparnya mencoba menenangkan.
Zafran menggenggam erat tangan luna.
" gpp.. Tunggu bentar yah, aku donor dulu untuk kaka" ucap luna lembut mengusap lengan zafran. Setelah mendapatkan persetujuan dari zafran, luna berjalanan mengikuti kaira, erik dan inda. Sedangkan yang lainnya pergi ke lantai dua.
" sus ambil darah saya yang banyak yang penting kaka saya bisa selamat" ucap inda sambil menangis
" tenang yah bu , dokter salma pasti akan berusaha yang terbaik. Luna mengusap punggung inda mencoba menenangkan inda.
" silangkan masuk, rileks yah kami akan mulai "
Sedangkan zaviar, dan yang lainnya menunggu di depan ruang operasi. Tak henti hentinya zaviar memanjatkan doa agar tuhan menyelamatkan keduanya terutama istrinya.
Setelah empat puluh menit, inda, luna , kaira dan erik bergabung bersama mereka. Zafran langsung menghampiri luna dan memapahnya.
" maaf yah sayang" ucap zafran
" gpp sayang. Ka khanza udah kaya kaka aku" ucap luna. Zafran mencium kening luna dan menyandarkan luna pada dadanya.
" istirahat lah.. " luna hanya mengangguk pelan.
sepuluh menit dua puluh menit tiga puluh menit berlalu, tetapi masih belum ada tanda tanda operasi selesai. Zaviar tidak beranjak dari tempatnya berdiri di depan ruang operasi. Baik kaisan, maupun dirgantara menyuruhnya duduk, tapi zaviar tidak bergeming. Inda, kaira dan luna terlelap sedangkan kinan sudah berenti menangis, menyisakan arleta yang masih menangis mengkhawatirkan putri kesayangannya dan dirgantara menenangkannya. Keen dan ditto juga sudah hadir di rumah sakit. Hanya tinggal kian yang kini masih berada di atas pesawat.
Setelah dua jam, dokter salma keluar dan seluruh keluarga menghampiri.
" bagaimana istri saya dok? "
" oprasinya berhasil. Putra dan putri anda sudah di bawa ke ruangan bayi oleh perawat pak zaviar. Untuk kondisi bayi alhamdulillah sehat tidak ada kekurangan sedikitpun tapi tetap masih harus kita pantau, karena lahir prematur. Lalu untuk ibu khanza masih belum bisa kami pindahkan ke ruangan, masih harus kami observasi, karena sampai saat ini kondisinya belum sadarkan diri" begitu mendengar itu zaviar serasa di sambar petir dan langsung lemas. Dia segera di tahan oleh kaisan. Sedangkan arleta, inda dan kaira langsung menangis, dan luna terisak.
" kita masih harus menunggu ibu khanza sadar agar memastikan semuanya baik baik saja. Doakan terus ibu khanza agar cepat kembali ke sisi kami"
" dok, apa saya boleh melihat istri saya, saya mohon" pinta zaviar
" baik pak zaviar silahkan ikut saya" tanpa berfikir lama zaviar segera mengikuti dokter salma.
" keluarga ibu khanza" panggil suster
" ya sus" jawab kaisan
" perwakilan keluarga silahkan ikut kamu untuk melihat bayi dan memastikan kesehatan bayi" ucap perawat. Kaisan dan kinan langsung mengikuti perawat.
" sayang, mau pulang? " tanya zafran lembut
" enggak sayang" jawab luna sambil mengusap punggung kekasihnya. Luna tau dalam otak lelakinya banyak yang di fikirkan tapi dia tetap memperhatikan luna.
***
" ya pah, ini juga luna masih di rumah sakit. Luna belum tau pulang atau enggak pah mah. Ka khanza belum sadar sampai sekarang. Malam ini harus lewatin masa kritis, jadi semua keluarga pada kumpul. Tadi zafran udah nawarin luna pulang tapi luna yang gak mau. "
" gpp nak. Temenin zafran disana. Pasti keluarga mereka terguncang. Kamu juga jangan lupa makan" ucap kaliandra
" ya pah makasih yah" ucap luna dan tak lama telefon di tutup.
sekarang sudah pukul sepuluh malam. Semua keluarga masih bersiaga di ruang tunggu. Luna memberikan kabar pada orang tuanya karena mereka juga khawatir pada kondisi khanza. Luna menghampiri zafran, dan zafran langsung merangkul tangannya pada pinggang luna.
" istirahat sini " ucap luna menepuk bahunya. Zafran menggelengkan kepalanya.
" kamu istirahat. Ka inda kaira pada tidur, kamu gak tidur hmm? "
" aku kan baru bangun tadi"
" ka khanza kuat, pasti dia lagi berjuang sekuat tenaga sayang karena ada dua bayi yang lagi nungguin ka khanza" ucap luna lagi
" ya sayang.. Aku takut.. Biar gimana juga dia kaka aku. Apalagi ka zaviar pasti rapuh banget kalau ka khanza gak ada" ucap zafran menunduk. Luna menarik pelan kepala zafran dan menaruh dibahunya. lalu dia mengusap punggung zafran.
Tak lama alarm di atas ruangan menyala merah menandakan ada pasien yang darurat. Tak lama pintu terbuka
" keluarga ibu khanza silahkan masuk ke ruangan, pasien mengalami henti jantung"
Zaviar langsung berlari ke ranjang istrinya. Di susul yang lainnya. sedangkan arleta yang sudah terlalu lemah langsung pingsan. Arleta, dirgantara, kinan, keen dan erik langsung membawa ke ruanganan lain yang di tunjuk oleh suster yang lain, sedangkan yang lainnya mengikuti zaviar.
Sesampainya di ruangan terlihat dokter dan perawat yang sudah sama tegangnya. Keluarga di larang mendekat ke ranjang.
dokter sudah menyuntikan obat ke selang infus. Sedangkan dokter yang lainnya sedang melakukan CPR
" Defibrillator" ucap dokter di atas ranjang. Perawat yang mendengar langsung menarik alat yang disana dan dengan sigap menempel kan alat alat itu di dada khanza.
" bagaimana ritmenya ?" tanya dokter yang berada di atas khanza tanpa berhenti melakukan CPR
" V- fib dok"
" siapkan isi hingga 100 joule"
" sudah terisi"
" mundur" ucap dokter itu saat menempelkan alat di dada khanza
" kejutkan" badan khanza terangkat seperti kejang karena Arus listrik dialirkan melalui lempengan pad yang ditempelkan di dada khanza tujuannya untuk mereset aktivitas listrik jantung agar detak alaminya dapat kembali bekerja. Setalah itu dokter melakukan CPR kembali pada khanza
" ritme?" tanya dokter yang melakukan cpr pada khanza
" V - fib dok"
" siapkan isi hingga 150 joule"
" sudah terisi"
" mundur "
" kejutkan"
Pada layar monitor bunyi monitor semakin kencang. Sedangkan salah satu dokter terus menekan dada khanza melakukan cpr
" bagaimana sekarang? "
" v - bif"
" isi 150"
" sudah terisi"
" mundur"
" kejutkan"
" sayang aku mohon jangan tinggalin aku " zaviar pada akhirnya dia menangis. Fiki dengan sigap menahan tubuh zaviar agar tidak mendekat ke ranjang.
" bu khanza kembalilah suami dan anak ibu sedang menunggu ibu" ucap dokter yang melakukan CPR di atas tubuh khanza.
" sayang bangun, aku harus gimana biar kamu bangun" tangis zaviar semakin pecah. Zafran dan fiki dengan susah payah menahan tubuh zaviar agar tidak mendekat. Garis monitor medis terlihat lurus atau datar suara yang dikeluarkan hanya satu suara bbbiiipppp.Tapi dokter tidak menyerah, mereka masih terus melakukan CPR pada khanza
" bu khanza bangun lah, suami ibu menunggu ibu" panggil dokter kembali
****