NovelToon NovelToon
Aku Sayang Kakak Iparku

Aku Sayang Kakak Iparku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: B.E.P

Rara terpaksa tinggal dirumah kakaknya untuk sementara waktu. Ia terpaksa karena ada masalah financial yang menimpanya.

Ia adalah wanita yang manis, menarik dan menggoda. Tak ada satu pun pria yang bisa memalingkan wajah saat melihatnya.

Sejak Rara melihat malam yang penuh gairah dikamar kakaknya. Ia perlahan mulai ada ketertarikan dengan suami dari kakaknya. lambat laun perasaan yang seharusnya tak ia selami terlalu dalam, berubah menjadi keinginan untuk memikat pria yang atletis itu.

Lalu gimana dengan perjalanan rumah tangga kakaknya ?. Ikuti kisahnya disini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B.E.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Bab 18

Energi Rara sore ini cukup terkuras habis. Semakin ia mencoba melupakan, semakin bertambah juga rasa frustasinya. Akhirnya ia pun menyerah.

Rara beranjak dari kasur untuk membersihkan dirinya agar terasa lebih segar dan pikirannya kambali lebih jernih. Ia mengambil baju gantinya, handuk dan alat mandi yang tersimpan ditas kecil anti air. Ia lalu keluar kamar dan melangkah menuju kamar mandi yang ada di lantai bawah.

Rara berharap dilantai bawah tidak bertemu kakak iparnya. Jikalau nanti berpapasan, ia akan menolak tatapan mata dengannya. Ia tak ingin lagi ingatan adegan intim kakaknya yang tak sengaja ia lihat, terputar kembali diotaknya.

Suasana dilantai 1, masih sepi. Nadia belum pulang dan Rio juga belum keliatan. Menurutnya kakak iparnya masih diluar, bisa jadi ia masih ngobrol sama tetangga sekitar.

Rara melangkahkan kaki dengan lancar sampai pintu kamar mandi. Ia pun langsung membukanya. Ia sontak terkejut melihat bayangan badan ditirai yang menutupi seorang manusia dibawah pancuran air shower. Tidak salah lagi, seorang itu adalah Rio. Kalau kakaknya tidak mungkin, karena bayangan badan Nadia tidak sebesar itu.

Detak jantung Rara kini terasa berdegup kencang. Matanya langsung terbelalak melihat bayangan itu dilangkah pertama saat masuk ke kamar mandi.

Perlahan Rara menarik kembali pintu dan melangkah balik. Pintu pun tertutup.

Ra kanapa sih lo nggak ketuk dulu pintunya ? Kenapa sih lo ceroboh gini ? Sekarang dirumah ini kan tidak hanya ada Nadia. Tapi sekarang ada Rio. Kenapa sih lo bisa lupa ? Makin kacau kan sekarang.

Kalimat itu seketika muncul ke batin Rara. Sekarang perasaannya semakin kacau. Belum juga berhasil melupakan kejadian tadi malam, sekarang ia sudah dikejutkan melihat kakak iparnya mandi.

Rara perlahan menjauh dari pintu yang sudah tertutup rapat. Ia masih terlihat syok. Tanpa sengaja, kakinya menabrak tempat sampah. Seketika ia membeku beberapa detik memastikan apakah suara tempat sampah yang jatuh di dengar oleh Rio. Jika suara itu sampai ke telinganya, Rara siap untuk berlari ke kamar. Syukurnya suara itu tak di dengar oleh Rio. Ia mulai merasa sedikit lega.

Rara segera memunguti sampah yang tercecer dilantai. Tangannya dengan cepat mengambil dan memasukkan kembali ke tempat sampah.

Disisi lain terdengar suara deru mobil berhenti didepan rumah. Rara langsung terkesiap, itu pasti Nadia. Ia pun segera dengan cepat membereskan kekacauan. Setelah selesai, ia langsung berjalan menuju kamar. Disaat itu juga, pintu utama terbuka dan Nadia masuk ke dalam.

Rara langsung menutup kamar rapat. Ia melempar handuk, pakaian ganti, dan tas kecil anti air ke atas kasur. Ia langsung merasa bersalah dan panik. Yang ia permasalahkan dalam hatinya adalah kenapa ia bisa ceroboh dan tak mengetuk pintu lebih dulu sebelum masuk. Ia juga panik, berharap Nadia tidak melihat dirinya yang berjalan cepat ke lantai atas.

"Kenapa bisa sih gue lupaaaa, sekarang itu udah ada Mas Rio," gumamnya sambil mengusap wajahnya yang mulai bekeringat.

Rara kini duduk di pinggir kasur setelah berjalan mondar-mandir tak karuan. Ia menghela napas dan mengusap wajahnya. Ia sangat merasa bersalah atas tindakannya yang sangat ceroboh. Ia pikir kakak iparnya masih ada diluar, ternyata dibalik ketenangan suasana dalam rumah, Rio ada di kamar mandi.

Rara membutuhkan waktu lama untuk menenangkan dirinya. Ia kembali melangkah kembali ke kamar mandi, saat Rio dan Nadia sedang ngobrol didalam kamar. Ia langsung mengunci pintu kamar mandi setelah berhasil masuk. Ia pun bisa mandi, namun masih ada perasaan bersalah dihatinya.

1
Rumah Pena
lanjutt thorrr..
Pena Biru
jangan lupa like yaa...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!