NovelToon NovelToon
Charming The Beast

Charming The Beast

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Jeonndhhh

Kenzo Arkana adalah definisi hidup dari kekejaman. Sebagai raja penyelundup barang terlarang, ia memerintah dunianya dengan tangan besi dan hati yang membeku. Baginya, wanita hanyalah gangguan tak berguna hingga malam itu, di sudut remang kelab eksklusifnya, seorang wanita lancang bernama Aara datang mengusik ketenangannya.
Aara bukan wanita biasa. Di balik gaun merah yang menggoda dan sikap centilnya, ia adalah agen rahasia elit yang sedang menjalankan misi mustahil: menjatuhkan kekaisaran Kenzo. Ia harus memikat sang "Monster" untuk mencuri rahasia terdalamnya.
Namun, di dunia di mana pengkhianatan dibayar dengan nyawa, siapa yang akan terjatuh lebih dulu? Apakah Aara berhasil menuntaskan misinya, atau justru ia yang terjerat dalam kegelapan Kenzo yang mematikan?
Satu rayuan. Satu misi. Satu taruhan nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeonndhhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gema di Atas Danau

Enam bulan telah berlalu sejak Samudra Pasifik menelan ambisi terakhir Ouroboros. Dunia tidak pernah tahu tentang perang frekuensi di dasar palung, namun mereka merasakan dampaknya: jaringan internet global menjadi lebih stabil, polusi elektromagnetik berkurang drastis, dan frekuensi kecemasan kolektif seolah-olah mereda secara misterius.

Di sebuah rumah panggung kayu yang sederhana namun elegan di tepi Danau Toba, Sumatera Utara, kehidupan baru telah berakar. Ini bukan lagi markas militer atau bunker rahasia. Ini adalah rumah.

Aara berdiri di beranda, menghirup aroma kopi Sidikalang yang baru saja diseduh. Ia tidak lagi mengenakan baju taktis polimer atau menyembunyikan pisau di balik kebaya. Pagi ini, ia hanya mengenakan daster sutra panjang dengan rambut yang dibiarkan tergerai bebas.

"Kenzo, jangan terlalu keras padanya. Dia baru belajar memancing, bukan meretas satelit," teriak Aara sambil tersenyum ke arah dermaga kecil di depan rumah mereka.

Di ujung dermaga, Kenzo duduk dengan kemeja flanel terbuka, memperlihatkan tato naga yang kini tampak lebih seperti hiasan daripada peringatan maut. Di sampingnya, Adrian yang kini tampak lebih tinggi dan pipinya lebih berisi sedang memegang joran pancing dengan ekspresi sangat serius.

"Memancing butuh kesabaran yang sama dengan menunggu target sniper, Adrian," ucap Kenzo rendah. "Kau harus merasakan getaran air, bukan mengontrolnya."

Adrian menutup matanya. Pendaran perak di matanya tidak lagi menyala terang, hanya sekilas cahaya lembut yang muncul saat ia berkonsentrasi. "Aku merasakannya, Papa. Ada ikan mas besar yang sedang menertawakan umpan kita."

Kenzo tertawa, suara tawa yang kini terdengar lepas, tanpa beban kecurigaan. "Kalau begitu, gunakan frekuensi kecilmu untuk memberitahu dia bahwa kita lapar."

Nusantara tidak dibubarkan, namun diubah fungsinya secara total oleh Baskara. Organisasi itu kini menjadi yayasan filantropi terbesar di Asia Tenggara yang fokus pada pembersihan limbah elektronik dan perlindungan anak-anak dengan kecerdasan luar biasa.

Saraswati tetap berdiri sebagai akademi, namun kini lebih terbuka. Anak-anak di sana tidak lagi dilatih sebagai tentara bayangan, melainkan sebagai ilmuwan, seniman, dan penjaga harmoni bumi.

Sore itu, Baskara datang berkunjung menggunakan kapal feri kecil. Ia membawa sebuah koper perak yang tampak akrab.

"Tuan Kenzo, Nyonya Aara," sapa Baskara dengan hormat yang tak luntur oleh waktu. "Saya membawa sisa-sisa terakhir dari Proyek Poseidon. Semuanya sudah dihapus secara permanen dari server manapun. Kunci emas putih di leher Adrian kini benar-benar hanya menjadi sepotong perhiasan sejarah."

Aara mengambil koper itu, lalu tanpa ragu, ia melemparkannya ke tengah danau yang dalam. "Biarlah dia menjadi bagian dari legenda Danau Toba, Baskara. Kita sudah cukup dengan teknologi yang mencoba menjadi Tuhan."

Malam harinya, mereka bertiga duduk mengelilingi api unggun di tepi danau. Adrian menyandarkan kepalanya di bahu Aara, sementara Kenzo merangkul mereka berdua.

"Mama, apa Mereka akan datang lagi?" tanya Adrian pelan, teringat pada ancaman terakhir Ouroboros.

Aara mencium puncak kepala putranya. "Dunia akan selalu punya tantangan, Adrian. Tapi kali ini, dunia punya pelindung yang tidak perlu bersembunyi di bayangan. Dan kau tidak sendirian. Kau punya ribuan teman di Saraswati, dan kau punya kami."

Kenzo menatap langit malam yang bersih. Bintang-bintang tampak begitu dekat, tidak lagi terasa mengancam seperti saat satelit induk menguasai atmosfer.

"Dulu, hidupku adalah tentang membunuh. Lalu hidupku adalah tentang melindungimu," bisik Kenzo pada Aara. "Sekarang, hidupku adalah tentang mencintai kalian berdua. Dan itu adalah misi yang paling sulit, sekaligus yang paling indah."

Aara tersenyum, matanya berkaca-kaca karena bahagia yang murni. Ia mengeluarkan sebuah harmonika kecil dari sakunya hadiah dari Eyang Ratri. Ia mulai meniupkan nada-nada sederhana, sebuah lagu pengantar tidur yang dulu sering ia dengar di masa kecilnya yang jauh.

Adrian mengikuti irama itu dengan mengetukkan jarinya pada kayu dermaga. Tanpa disadari, air danau di depan mereka mulai menari, membentuk riak-riak geometris yang indah, mengikuti resonansi kebahagiaan mereka.

Tidak ada lagi perang. Tidak ada lagi serum. Tidak ada lagi konspirasi global.

Hanya ada sebuah keluarga, sebuah danau yang tenang, dan sebuah simfoni keabadian yang kini dimainkan dengan nada cinta. Perjalanan panjang dari Islandia hingga ke jantung Nusantara telah mencapai pelabuhan terakhirnya.

Dan di bawah sinar rembulan Sumatera, sang Alpha kecil akhirnya tertidur dalam pelukan kedamaian yang sesungguhnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!