NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Misi Menjadi Istri Jahat

Transmigrasi: Misi Menjadi Istri Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Wanita
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Digital

Menjadi editor sebatang kara itu membosankan, tapi dirampok sampai pingsan dan pindah ke dunia novel? Itu diluar nalar!

Lin Xia Yi bertransmigrasi menjadi Lin Xia Mei, wanita yang akan tewas karena cinta buta suaminya, Wei Zhu Chen. Untuk bertahan hidup, ia harus menurunkan tingkat rasa suka Wei Zhu Chen dari 99% ke 20%.

Bersama sistem berwujud kucing imut bersayap bernama Bao, Lin Xia Yi akan memulai misi demi kembali ke dunianya serta membawa pulang hadiah yang menggiurkan.

Hadiah menggiurkan menanti, tapi nyawa taruhannya. Siapkan camilan favoritmu dan temanilah Lin Xia Yi sampai akhir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

033~ Teringat Masa Lalu

Suara notifikasi pesan masuk secara berturut-turut memenuhi ruangan, hampir semua orang memberi reaksi kesal pada balasan Lin Xia Mei, tidak sedikit yang mengirim pesan pribadi dan sisanya mengamuk di grup.

Bao bertepuk tangan atas ide Inangnya, poin-poin terus masuk.

"Inang, keren sekali. 600 poin diterima." ucap Bao.

Lin Xia Mei tersenyum bangga.

"Wei Ji Xiang akan pindah sekolah, rugi jika aku tidak memanfaatkan mereka. Anak itu tidak akan menjadi bahan bully-an temannya, besok aku akan mengurusnya."

Bao menampilkan layar transparan, tertera jumlah poin Lin Xia Mei sudah 710 poin dan bisa membeli barang-barang di toko sistem.

"Inang, kau ingin membeli apa?"

"Simpan saja dulu Bao. Untuk jaga-jaga, siapa tahu tindakanku nantinya ada yang berbahaya, aku bisa beli obat ajaibnya untuk bisa bertahan disini."

"Baiklah Inang."

Lin Xia Mei merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, meski hatinya sedikit gelisah namun disisi lain ia juga merasa senang.

"48 persen, sudah setengah perjalanan." ucapnya lirih.

Ia memejamkan mata, mencoba menyingkirkan rasa gelisah yang sedari tadi mengganggunya. Dahinya berkerut saat dalam mata yang terpejam justru ia melihat kilas ingatan Wei Zhu Chen yang bersikap baik padanya, senyum dan kepeduliannya.

Dengan buru-buru ia membuka mata dengan ekspresi heran. Bersyukur Bao tidak sedang muncul, bisa-bisa sistem imut itu akan menampilkan layar yang berisi informasi perasaannya.

"Ck!" Lin Xia Mei berdecak kesal, ia mengusap wajahnya dengan kasar lalu bangkit berdiri.

"Lebih baik aku makan."

Sesampainya di dapur, ia membuka rak kaca dan terkejut didalamnya ada beberapa masakan yang masih sedikit hangat.

"Eh, baru saja aku akan memasak."

Diambilnya beberapa lauk dari rak ia menghirup aromanya.

"Ini baru dimasak." gumamnya pelan

Hatinya terenyuh seketika, matanya berkaca-kaca. Sama sekali tidak terlintas di pikirannnya Bibi Yu Si akan menyiapkan makanan sebelum ia pergi.

Ia melihat semua masakan, sangat tepat dengan seleranya.

Kini semua masakan tersusun rapi di atas meja, Lin Xia Mei duduk seorang diri tanpa ditemani siapapun.

"Di duniaku, aku sering sendirian tapi mengapa hari ini rasanya lebih menyakitkan?"

Lin Xia Mei mengambil udang tofu pedas dengan sumpit lalu memasukkannya ke dalam mulut dengan perlahan, matanya membulat saat mengenali rasanya.

"Sangat mirip masakan Ibu!"

Matanya berkaca-kaca seketika, ia mencicipi makanan lainnya dan rasanya tidak ada yang mengecewakan.

Dengan bibir bergetar ia kembali melahap makanan yang masih hangat itu. Matanya terpejam, mengingat masa lalu saat di dunianya.

Hari itu Lin Xia Yi memutuskan akan bersekolah di kota dan meninggalkan desa, meninggalkan kedua orang tuanya yang hidup sederhana dan ia bertekad mengubah nasibnya.

Namun ia tidak menyangka, lingkungan benar-benar berpengaruh, pelajaran yang tidak kunjung usai dengan biaya printilan yang tidak ada habisnya membuat ia mulai berubah. Teman sekelasnya merupakan orang-orang berada, berbeda dengan dirinya. Kebutuhan mereka sangat tercukupi dan memiliki waktu bermain, tapi itu tidak berlaku untuknya. Ia memilih menjadi guru privat bagi temannya yang akademiknya kurang.

Rasa iri mulai ada namun ia bisa melawannya, tetap diam meski dirinya sedang kesusahan. Hari itu uangnya habis, namun temannya belum membayar upahnya, ia mengirim surat berisikan permintaan maaf pada orangnya tuanya dan meminta sedikit kiriman uang.

2 hari berlalu, Ibunya benar-benar datang ke asramanya, Ibunya menangis sambil memberikan uang senilai 200 Yuan dan sekotak tofu udang yang sudah dingin.

"Yi, maafkan Ayah dan Ibu. Kami hanya bisa memberimu sedikit uang. Sudah lama kau tidak pulang, Ibu membawakanmu udang tofu, tapi ini sudah dingin, nanti hangatkan lagi ya."

Lin Xia Yi menangis menatap uang dan masakan Ibunya.

"Maafkan aku, harusnya aku tidak nekat pergi kesini, Ibu."

"Jangan pernah menyalahkan dirimu, Nak. Ini adalah keputusan yang benar, sekolah ini merupakan batu loncatan yang bagus untuk masa depanmu."

Sejak saat itu ia bertekad akan mengumpulkan banyak uang dan memilih tidak sering pulang ke desanya, setiap tahun baru ia hanya mengirim pesan dan permintaan maaf karena tidak bisa pulang. Ambisi besarnya membuat dirinya tidak pandai bergaul, ia hanya seorang diri dan tidak membuka diri karena khawatir kemunculan orang baru akan membuatnya hilang fokus. Siapa sangka itu terus terjadi hingga dirinya masuk perguruan tinggi, tuntutan ekonomi semakin berat, beasiswa tidak mengcover semua kebutuhannya, dan selama itu ia tidak pulang. Ia juga tidak mengizinkan orang tuanya berkunjung agar tidak khawatir melihat kondisi anaknya saat itu.

Setelah ia bekerja ia bisa mengirim uang pada orang tuanya namun ambisinya tak pernah padam, ia gila kerja dan bisa mencicil sebuah rumah, hidup seorang diri selama bertahun-tahun dan akhirnya tiba di dunia novel saat ini.

Ia merasa sangat sedih jika mengingat hal itu, bertahun-tahun lamanya ia tidak bisa merasakan sentuhan dengan keluarganya bagai hidup sebatang kara. Dan hari ini, Bibi Yu Si memasak makanan yang mirip dengan masakan Ibunya, rindu namun tidak bisa bertemu.

Tangisnya pecah saat itu juga, ia mengunyah makanannya sambil menangis.

"Setelah kembali nanti, aku sudah punya banyak uang dan waktu untuk kalian. Tunggu aku pulang!"

1
SENJA
aaaah bawang 😌
SENJA
aaah pelit lu , itu udah sampe jadi public enemy poin ga nyampe 1000😌😤
SENJA
waaah panen poin lagi 🤣
SENJA
wakaka ga bisa mantau🤣
SENJA
wakaka sadis jawabannya🤣
SENJA
bapak lu ke rumah sakit
SENJA
susah juga ya, agak psikopat nih cowo😳😤
SENJA
bucin banget dia 😤
SENJA
heh! lu jangan bikin gw bete lu pelit 🤮🤮
SENJA
baik banget 🤭
SENJA
addduh 😑
SENJA
addduh jangan luluh 🤣 jahatin anak itu sarana nurunin rasa suka 🤣
SENJA
yaaaah lumayan lah
SENJA
yayaya. .sabar sama bodoh itu betissss banget🥺
SENJA
jadi tontonan kaya gitu cuma 20 poin ciiih
SENJA
provokator tapi pelit lu 😤
SENJA
lama2 kok kesel ama bao kok pelit banget poin ihhh gila kali
SENJA
yaelaaah cuma 1 persen 😤
SENJA
lu pasti bakal diomelin terus deh 😅
SENJA
pasti ngeselin deh 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!