NovelToon NovelToon
Mr. Profesor

Mr. Profesor

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dosen / Cintapertama
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Amabillis.13

POV:
Kamu jatuh cinta pada dosen dingin dan tampan… lalu berusaha keras mengejarnya.
Mulai dari cari perhatian, pura-pura kebetulan ketemu, sampai diam-diam cemburu pada perempuan lain di dekatnya.

Tapi plot twist-nya...

Dosen itu ternyata tunanganmu sendiri. 😭
Tunangan hasil perjodohan yang dulu kamu tolak sebelum sempat bertemu!

Sekarang siapa yang sebenarnya sedang mengejar siapa?

✨ Romance kampus
✨ Professor x mahasiswa
✨ Lucu, manis, bikin gemas
✨ Banyak momen salting & cemburu

Baca gratis di NovelToon:
Mr. Profesor⁠�

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amabillis.13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 15

“memang benar aku memiliki tunangan sejak kecil. Tapi kami belum pernah bertemu.”

Entah mengapa, Arlo merasa dirinya perlu menjelaskan hal itu pada Zoya.

“Aku khawatir dia akan menyebarkan rumor tentang kesalahpahaman tadi,” katanya pelan. “Tapi kamu tidak perlu cemas. Aku akan membereskannya.”

Zoya sebenarnya memang ingin menanyakan soal tunangan itu. Namun ia tidak menyangka Arlo justru membahasnya lebih dulu.

“Mengapa kalian tidak pernah bertemu?” tanyanya hati-hati.

Arlo menjawab tanpa curiga sedikit pun.

“Karena pertunangan itu hanya kesepakatan lisan antara kakekku dan kakek pihak tunanganku,” jelasnya tenang. “Dan kabarnya… tunanganku sangat keras kepala. Dia tidak menyukai perjodohan ini dan selalu menolaknya.”

Tatapan Arlo sedikit menurun.

“Jadi aku juga berpikir untuk melepaskan pertunangan itu. Aku tidak ingin mengikat seseorang yang tidak menginginkannya. Hanya saja, aku belum pernah menemukan kesempatan untuk bertemu dengannya. Kabarnya dua tahun lalu dia pergi ke luar negeri, dan sejak itu masalah ini terus tertunda.”

Mendengar jawaban itu, hati Zoya perlahan merasa lega.

Selama Arlo tidak menyukai tunangannya, berarti dirinya masih punya kesempatan.

Lagipula, jika tunangan itu sendiri juga tidak menyukai Arlo, maka seharusnya tidak ada yang salah jika ia mencoba mendekati pria ini.

Namun jika Arlo benar-benar mencintai tunangannya, Zoya tahu dirinya pasti akan mundur.

Ia tidak ingin menjadi orang ketiga.

Setelah Arlo pergi malam itu, Zoya berdiri di depan jendela besar apartemennya sambil menatap mobil Arlo yang perlahan menjauh. Lampu belakang kendaraan itu semakin kecil sebelum akhirnya menghilang Di balik gelapnya jalanan.

Tangannya mengusap dagunya perlahan, sementara alisnya berkerut tipis tenggelam dalam pikirannya sendiri. Ia masih berdiri diam untuk beberapa saat, sambil mengulang kembali setiap ucapan dan tatapan pria yang ia temui tadi di kepalanya.

Entah kenapa, ada perasaan aneh yang tertinggal di dadanya.

Bukan takut... Atau panik.

Justru rasa penasaran yang perlahan mengusik ketenangannya.

Bibirnya mengerucut kecil sebelum ia menghela napas pelan, lalu memalingkan pandangannya dengan ekspresi masih dipenuhi tanda tanya.

Arlo mengatakan bahwa pria itu selalu menjadi saingan bisnis keluarganya. Namun Zoya memperhatikan, sebelum pria itu menyadari keberadaannya, tatapannya kepada Arlo terlihat sangat ramah... bahkan seperti penuh sanjungan. Dan Zoya yakin, sikap itu tampak tulus.

Namun...

Mengapa tatapannya berubah begitu dingin saat melihatku? Dan kenapa dia sengaja menyebut soal tunangan itu sambil terus memandangku seperti sedang memprovokasi?

Ia yakin orientasi seksual Arlo normal, tetapi ia tidak begitu yakin dengan pria tadi. Tatapannya benar-benar terlihat seperti seseorang yang sedang memergoki perselingkuhan.

Mmm… bahkan sesaat ia sempat mengira pria itu sedang cemburu.

Jika di katakan kalau pria itu memusuhinya. Ia yakin ini adalah pertama kalinya mereka bertemu. Jadi mustahil jika pria itu memusuhinya… bukan?

Yang lebih membuatnya penasaran adalah…

Siapa sebenarnya tunangan Arlo… sampai membuat pria yang selalu tenang itu terlihat cemas?

Meskipun Arlo selalu tampak tenang saat bersamanya, Zoya bisa melihat dengan jelas bahwa gerakan tubuh pria itu sejak tadi dipenuhi ketegangan.

Keesokan harinya, Zoya kembali ke lokasi syuting.

Selama dua hari ketidakhadirannya, proses syuting difokuskan pada adegan para pemeran pendukung. Karena sebagian besar dari mereka adalah aktor veteran, suasana syuting berjalan cukup santai dan lancar.

Sejak pagi, area set sudah dipenuhi obrolan ringan dan tawa kecil para kru. Beberapa aktor senior tampak duduk santai sambil membaca naskah dan menyeruput kopi di sela pengambilan gambar, sementara yang lain bercanda akrab dengan staf seolah sudah seperti keluarga sendiri.

Begitu melihat Zoya datang, Rahengga langsung menyapanya dengan senyum lebar.

“Wah, sudah kembali?”

Zoya mengeluarkan dua kantong plastik dari dalam tasnya lalu menyerahkannya kepada Rahengga dan Claeton.

“Ini cemilan pedas cumi buatan saya sendiri. Untuk di campur dengan nasi kotak, sangat enak.”

Mata Rahengga langsung berbinar.

Ia membuka salah satu plastik sambil tertawa, “Wah, Zoya… kau bukan cuma jago bela diri, tapi juga jago masak. Pantas saja blog memasakmu sangat terkenal. Aku harus mencicipinya sekarang.”

Tanpa menunggu lama, Rahengga mengambil sepotong cumi dan langsung memasukkannya ke mulut.

Detik berikutnya, matanya membelalak.

Rasa pedas sambalnya begitu khas, aroma cuminya harum, dan sama sekali tidak memiliki rasa pengawet ataupun bau makanan lama. Rasanya segar dan sangat menggugah selera.

Sebagai seorang foodie sejati, Rahengga hampir langsung menghabiskan seluruh bagiannya dalam sekejap.

Lalu…

Tatapannya perlahan beralih ke kantong plastik di tangan Claeton.

Tatapan itu begitu penuh arti.

Claeton yang menyadarinya langsung bergerak cepat menyembunyikan miliknya ke balik jaketnya.

“Ini bagian saya.”

Rahengga: “…”

Melihat tidak ada harapan merebut milik Claeton, Rahengga segera menoleh pada Zoya dengan ekspresi serius.

“Begini saja,” katanya penuh harap, “kebetulan dua hari ini kau tidak punya jadwal penting. Bagaimana kalau aku memberimu libur dua hari lagi? Kau pulang dan buatkan lagi untukku. Aku suka udang, jadi lain kali buat yang rasa udang juga.”

Zoya: “…”

Sudut bibir Zoya berkedut kecil.

“Sutradara Engga… kalau Anda suka, lain kali akan saya buatkan lagi.”

Mendengar jawaban itu, Rahengga tampak kecewa karena rencananya gagal. Namun ia sadar tidak mungkin memaksa seseorang pulang hanya demi memasak makanan ringan untuknya.

Ia hanya bisa menghela napas penuh penyesalan sebelum buru-buru menambahkan,

“Tapi lain kali buat yang banyak, ya! Satu kantong plastik begini mana cukup? Ini bahkan cuma cukup nyangkut di sela gigiku.”

Zoya: “…”

Rahengga terkenal sebagai sutradara besar baik di dalam maupun luar negeri.

Namun siapa sangka…

Di balik wajah serius dan temperamennya yang keras kepala, ia ternyata seorang pecinta makanan tingkat akut.

Benar-benar tidak bisa menilai seseorang hanya dari penampilannya.

Zoya duduk di kursi istirahatnya sambil mempelajari naskah.

Hari ini, sebagian besar adegan pemeran pendukung sudah hampir selesai. Jadwal yang tersisa hanyalah pengambilan gambar adegan romantis antara Adira yang diperankan Meilan dan Marlon.

Meilan baru datang ketika syuting hampir dimulai.

Namun yang membuat Zoya tercengang bukanlah Meilan…

melainkan pria yang datang bersamanya.

Pria itu memiliki wajah yang begitu indah hingga bahkan terasa lebih cantik daripada seorang wanita. Kulitnya pucat bersih, garis wajahnya halus, dan senyum samar di bibirnya membuat beberapa staf perempuan tanpa sadar melirik dua kali saat ia lewat.

Suasana di sekitar pintu masuk sempat hening sesaat. Beberapa kru yang sedang sibuk bahkan berhenti berbicara sejenak, diam-diam memperhatikan pria asing itu dengan rasa penasaran.

Namun tubuh Zoya langsung menegang begitu melihat wajah pria itu dengan jelas.

Matanya membelalak kecil. Napasnya sempat tertahan sesaat, seolah otaknya terlambat memproses kenyataan di depan matanya. Jemarinya yang semula memegang naskah perlahan mengencang tanpa sadar.

Dia mengenal pria itu.

Sangat mengenalnya.

Berbagai ingatan langsung melintas begitu saja di kepalanya, membuat jantungnya berdetak lebih cepat. Ia bahkan hampir mengira dirinya salah lihat.

Sementara itu, pria tersebut yang semula berjalan santai tiba-tiba berhenti kecil saat menyadari ada tatapan tajam yang mengarah padanya. Ia langsung menoleh.

Dan tepat ketika mata mereka bertemu, ekspresinya berubah drastis.

Matanya yang semula tenang langsung membulat terkejut sebelum perlahan dipenuhi kilatan gembira yang begitu jelas, seolah baru saja menemukan seseorang yang selama ini ia cari.

Sudut bibirnya terangkat pelan, nyaris seperti menahan senyum.

Tak seorang pun menyadari perubahan ekspresi itu…

kecuali Zoya.

1
Tamirah
Semangat Thor untuk selalu berkarya.Novel mu menarik untuk dibaca bila belummm ada komentar bukan karena gak suka tapi masih mengikuti alur cerita nya komplik belum terlalu panas. masih aman-aman saja Thor.
fhallenopsis amabilis: trmkasii, o iya ini pertama kali nya nulis... sedikit kesulitan 🤭
total 1 replies
Tamirah
Menarik cerita ini,Arlo gak tahu Kalau Jaiden dan Zoya kakak beradik. Apa lagi Arlo tahu Jaiden seorang casanova.bayangan dia jangan sampai Jaiden jatuh cinta sama Zoya menakutkan.Apa reaksi Arlo Kalau tahu Zoya adik nya Jaiden.
Tamirah
Zoya sang artis yg terpikat pada dosen nya tapi ia tidak memperlihatkan ketertarikan biar tidak dianggap murahan.Karena banyak wanita yang mendekati dosen tampan itu dgn menggunakan cara yg sdh bisa ditebak oleh dosen tsb.Beda nya sang artis punya pertanyaan jitu yg bernuansa ilmiah dan juga tdk banyak omong gestur tubuh annggun,gerakan tubuh normal tidak ada unsur menggoda .Justru itu yg membuat dosen tampan penasaran.
fhallenopsis amabilis: Jadi, Gimana.. apakah metode mengejar Zoya ini ampuh? 😄
total 1 replies
Hizbi Hizbi
tentang dunia hiburan?
Ratna Sriistiani
bagus banget 🤗
Nuznul aini
kerennn
Nuznul aini
kerennn👍
EvhaLynn
Semangat Thor😉
fitriana dian85
Thor, tuan muda saksomo kakaknya zoya sangat ketat sama adiknya! kasian arlo
Rahil Ziazun
ih.. seru juga ternyata 😍🤣 semangat Thor 💪
Alia Chans: seru nih, semangat ✍️ nya

dan jangan lupa ya kalo ada waktu mampir juga😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!