Kisah seorang anak gadis yang melarikan diri ke negri Jiran Malaysia untuk jadi TKW,
perjalanan panjang dan penuh perjuangan, hingga bertemu dengan seorang pria
penasaran kan yuk simak kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fuad bertemu dengan teman lama
" saya di wakuru juga,," jawab Ais. " Saya anaknya pak Ramli kalau memang mas ini orang Sana tentu kenal dengan pak Ramli salah satu tokoh masyarakat setempat yang disegani " lanjutnya.
" ohhh kalau tidak salah pasti kamu ini Aisah to? Adik bungsu nya Fuad. Bagaimana kabarnya Fuad sekarang ini?" Tanya sopir itu dengan antusias
" iya betul.. Fuad kakak tertua. Oh iya Fuad ada di Pontianak ini.. kebetulan kami datang bersama. " ucap Ais lalu Ais meminum jus buah nya. Hingga setengah nya. " Fuad mau cari kerja disini.. katanya untuk menghilangkan kegabutan nya karena kak Fuad baru berpisah dengan istrinya, Resti. " ucap Ais.
" jadi,,, Fuad sudah menceraikan istrinya itu,'? Oh syukurlah.. Resty itu bukan orang baik', $ ucapnya " ohhh dari tadi saya belum perkenalkan diri,, saya Rahman,, " ucapnya sambil mengulurkan tangannya.
Alex pun menyambut uluran tangannya
" Alex ,, suami Ais,,"
" Alhamdulillah,,, saya bertemu dengan orang satu kampung di rantau orang ini,,, lain hari kalian jalan jalan di tempat ku.. ajak sekalian dengan Fuad. " ucap Rahman antusias
," begini saja ,,, kalau mau bertemu dengan Fuad , sekarang pun bisa.,, Kebetulan Fuad ada di hotel tadi waktu kamu jemput kami. " ucap Ais. " nanti saya telpon kak Fuad supaya menunggu di lobby hotel,, " lanjutnya.
" oh iya boleh juga itu... " jawab Rahman antusias
Setelah membayar pesanan mereka, Alex Ais dan Rahman segera pulang ke hotel..
Rahman begitu senang,, karena akan bertemu dengan sahabat lamanya
Dalam perjalanan Ais memberi kabar pada Fuad agar menunggu di lobby hotel.
Sampai di hotel Fuad sudah menunggu..
Alex dan Ais berjalan menuju tempat Fuad menunggu
" Hay kak,, coba tebak Ais bawa siapa ?" Tanyanya dengan senyuman manis
" yah Kakak tidak tau,,, kan Ais belum kasih tau " ucap Fuad sambil berdiri menyambut Ais.
" heheheheehhe tu orang nya.. " kata Ais sambil menunjuk kearah Rahman yang sejak tadi berdiri di belakang Alex .
Fuad menoleh kearah yang di tunjuk Ais ,, setelah beberapa saat Fuad tersadar.. setelah itu Fuad Lin mendekat kearah Rahman,begitu juga Rahman. Lalu kedua orang itu berpelukan seolah mereka sepasang kekasih yang lama memendam rindu.
.
" Rahman,,," lirihnya
.
" Fuad.. oh sahabat lamaku. "
Ais dan Alex hanya tersenyum melihat tingkah kedua orang itu.
.
Namun tiba tiba sikap jahil Ais muncul..
" cie cie ,,,, yang lagi melepas rindu.. " ucapnya dengan nada dibuat buat.
Rahman dan Fuad jadi salah tingkah.
Setelah tersadar ternyata mereka jadi pusat perhatian dari orang sekitarnya.
Sadar jadi perhatian orang lain, Rahman dan Fuad pun melepaskan pelukannya..
Lalu duduk di sebelah Ais.
Sedangkan Ais hanya geleng-geleng kepala..
" ihkkk kakak ini ada ada saja. Bisa bisa orang orang disini aka salah paham. Dikiranya nanti kakak dan Rahman ini kaum belok. Iuhhh" ucap Ais pura pura kesal.
" oke oke,, kakak minta maaf. Tapi Memang kakak ini bahagia bertemu dengan dia .. dia sahabat kakak yang paling baik. " ucap Fuad.
Sedangkan Rahman hanya senyum saja menanggapi hal itu.
Walau bagaimanapun ketika mereka di kampung dulu,, Fuad dan dia telah bersahabat baik.
Tiba tiba Rahman teringat akan Resti istri Fuad.
" ngomong ngomong ini Fuad , bagaimana kabar istri mu Resti?" Tanyanya
I" Resti pergi dengan laki laki lain. Bahkan uang dari Ais sebagian Dia yang bawa.. " ucap dengan kilat kemarahan di matanya.
" maaf Fuad. Saya tidak bermaksud untuk membuka luka lama... Tapa itu lebih baik , dari pada kamu bertahan hidup dengannya hanya untuk memanfaatkan kamu.. " ucap Rahman lalu menepuk pundak Fuad untuk memberikan semangat.
" iya kamu benar, sekarang ini saya kan fokus pada diriku sendiri.. makanya saya ikut Ais dan suami nya kemari. Mau cari pengalaman baru. " ucap Fuad melirik adik dan suaminya.
" bagus itu, tapi kalau kamu mau saya bisa bantu cari kerja.. kebetulan saya ini jadi sopir taksi. Yah memang sih penghasilan mu tidak seberapa, tapi bisa menyambung hidup dan bisa juga di kirim untuk keluarga di kampung. " ucap Rahman
" ohh bagus juga,, tapi kalau itu saya harus ijin dulu adikku yang ini.. takut nanti dia ngambek.. ";ucap Fuad bercanda.
," itu sih terserah kakak saja. Nyaman nya kerja Dimana , tapi kau tempat tinggal, kakak harus tinggal di dekat rumah Ais. " Jawab Ais sambil memakan es krim yang dibeli nya tadi.
" oke,,, oh ya Rahman kapan kapan kita bertemu , ini nomor telepon ku. " ucap Fuad lalu menyerahkan kertas kecil berisikan nomor telepon Fuad.
.
Rahman pun mengambil handphone nya lalu memasukkan nomor telepon Fuad.
" kalau begitu saya jalan dulu. Mau tarik lagi. " ucapnya sambil berdiri.
" ehhh, tunggu,, ini untuk bayaran kamu tadi
Sekalian bonus sudah membawa kami jalan jalan. " ucap Alex sambil menyerahkan beberapa lembar uang merah.
Sebenarnya Rahman sungkan untuk menerima uang itu. Tapi melihat tatapan penuh harap darinya , terpaksa Rahman menerima nya.
" oh iya Rahman nanti jam tujuh malam datang jemput kami disini. Kebetulan malam ini kami mau pulang ke rumah.. " ucap Alex lagi
" oke nanti kabari saja. " jawabnya sambil tersenyum lalu bergegas pergi dari sana
Fuad , Ais , dan Alex juga segera pergi menuju kamar masing masing.
Sampai nya di kamar, Alex dan asi bergantian untuk bersih-bersih badan.
Setelah nya mereka menyusun barang bawaan mereka yang dari kampung..
Karena Ais membawa Banyak barang
Malam pun tiba. Kini mereka bersiap untuk pulang. Rahman dan Fuad sudah menunggu di lobby.
Setelah beberapa saat kemudian, Ais dan Alex muncul..
Rahman dan Fuad membantu mereka untuk memasukkan barang bawaan mereka kedalam bagasi mobil.
Karena barang bawaan Ais dan Alex banyak. Maka Rahman menghubungi teman satu profesi nya. Untuk mengantarkan mereka ke tempat tujuan.
" ayo kak, kakak naik taksi yang sana saja. Ais dan Alex sama Rahman Saja' ucap Ais.
" oke,,, " jawab Fuad sambil mengangkat jempolnya tanda ' ok'
"Ini alamatnya yah pak. Nanti ikutin saja kami dari belakang. Memang lumayan jauh dari sini, ,, " ucap Alex sambil menunjuk kan alamat mereka .
" baik,, " ucapnya
Taksi yang dikendarai mereka jalan beriringan
Mobil yang di tumpangi Alex dan Ais lebih dulu melaju. Lalu mobil yang di tumpangi Fuad.
Perjalanan mereka menuju ke rumah Alex memakan waktu dua jam baru sampai.
Mereka berangkat dari jam delapan malam.
Sampai di rumah Alex kini sudah pukul sepuluh malam.
Tidak ada yang aneh pemandangan yang terlihat dari luar.
Lampu menyala semua di bagian luar dan juga di lampu di ruang tamu serta dapur.
Alex dan Ais Saling pandang lalu bergegas masuk.
Alex dan Ais semakin heran. Karena kunci yang mereka gunakan justru tidak cocok..
Alex menghubungi seseorang yang bertanggung jawab atas rumah itu selama Alex dan Ais pulang ke kampung halaman Ais di Raha Sulawesi Tenggara.
Namun nomor nya tidak bisa dihubungi.
Ais pun mendekat kearah Alex dan berbisik.
" siapa yang menempati rumah kita Lex ?" Tanyanya bingung.
Alex pun berinisiatif menekan bel
Tak lama pintu terbuka.
Alex dan Ais Saling pandang melihat siapa yang keluar.
,tanpa basa basi Alex langsung bertanya.
" siapa yang mengijinkan kamu untuk tinggal disini... Dan kenapa dengan tidak tau malunya malah kamu mengganti kunci rumah ini, katakan?" Bentak nya.
" ibumu,,,,?
" apa,,,,,,?