NovelToon NovelToon
Istri Kontrak Pria Arrogant

Istri Kontrak Pria Arrogant

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Tamat
Popularitas:318.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nurul Faoziah

٩(●˙—˙●)۶Jangan Lupa Like,Komen dan Vote Yaa🙂
٩(●˙—˙●)۶Makasih
------------------------------------------------------
Alex yang memiliki sifat random terjerat hubungan dengan Naurel yang memiliki Alter ego.Naura.

Hubungan mereka seperti jalan yang tidak beraspal banyak krikilnya. Apakah mereka bisa menyingkirkan krikil - krikil tersebut? sedangkan krikil itu seperti tidak mau disingkirkan slalu ada di setiap langkah. Bagaimana cara Alex dan Naurel menyingkirkan krikil itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Faoziah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terbangun

...بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ...

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Happy Reading 🍒

...✧༺♥༻✧...

Di sela - sela tangisnya, momy merasakan tangan yang ia pegang dari tadi bergerak. Momy yang melihat h itu lantas langsung memencet tombol disampingnya. Momy terlihat khawatir, takut terjadi sesuatu yang tidak dirinya inginkan.

Herman datang dua orang suster di belakangnya. Setelah sampai di hadapan momy, Herman bertanya apa yang membuat momy memanggil dirinya.

Momy menjelaskan sesingkat mungkin dan dokter itu paham apa yang dimaksud momy, Herman langsung saja mengecek keadaan Alex setelah momy selesai menjelaskan.

Herman mendekati Alex dan mengeluarkan sebuah senter kecil dan diarahkan senter itu ke matanya. Setelah selesai mengecek mata Alex, Herman mengecek bagian lainnya yang dirasa penting untuk di cek.

Selesai mengecek Alex dan bertepatan dengan masuknya Alan ke ruangan. Alan yang melihat Herman di dalam ruangan Alex membuatnya bingung dan berpikir apakah terjadi sesuatu tadi??.

Alam tanpa ragu bertanya "Ada ap dok? Apakah terjadi sesuatu sama Alex?! "

Momy yang tadinya akan bertanya tapi sudah didahului oleh Alan hanya bisa mengangguk.

Herman tersenyum kecil sebelum menjawab " Pasien akan segera sadar, mungkin tadi saat nyonya mengajak mengajak pasien berbicara, pasien merespon dengan menggerakkan jarinya. "

Alan dan momy tersenyum senang mendengarnya " Jadi, sebentar lagi Alex bangun dok? "

Herman mengangguk setelah itu izin pergi meninggalkan ruangan Alex, karna masih ada beberapa pasien lagi yang membutuhkannya.

...✧༺♥༻✧...

Di lain tempat dan waktu yang berbeda. Jika di tempat Alex siang hari namun tidak disini, disini malam hari.

Di ruangan itu hanya terdengar suara yang dikeluarkan oleh EKG yang menampilkan garis statistik detak jantung seseorang, jika garis statistik tersebut bergaris zig zag jantung orang tersebut masih berdetak, apabila garis statistik bergaris lurus bisa dinyatakan jika detak jantung orang tersebut berhenti.

Seseorang yang dari tadi melihat EKG kini mengalihkan pandangan nya ke arah seorang gadis yang masih terlelap di brangkarnya. Menghela nafasnya sejenak, kemudian kakinya melangkah ke arah gadis itu, ditatapnya wajah yang terlihat pucat tapi masih mengeluarkan kecantikannya.

"Sebenarnya siapa nama mu??? Cepat lah bangun nak, saya akan memberikan kejutan untukmu. Smogaa kamu menyukainya" Tersenyum tipis kemudian tangannya mengusap bagian kepalanya dengan lembut. Sebelum meninggalkan ruangan, orang itu mengecup keningnya lembut.

Setelah kepergian orang itu, tanpa di sadari gadis yang terlihat terlelap di bangkarnya mendengar orang yang tadi dikatannya, jari tangannya merespon, bergerak pelan dan kelopak matanya ikut bergerak seperti berusaha untuk terbuka. Tapi, hasilnya nihil.

...✧༺♥༻✧...

Kembali lagi di tempat Alex berada. Setelah dua jam menunggu Alex terbangun. Akhirnya yang ditunggu terbangun juga. Mata Alex mengedar mencari seseorang. Alex tidak perlu terlihat bingung di mana dirinya sekarang. Karna setelah melihat sekelilingnya yang bercat putih dan di punggung tangannya terdapat selang infus. Jangan lupakan tabung oksigen yang di hidungnya. Karna merasa sudah tidak memerlukan tabung oksigen itu, Alex melepaskan nya.

Alex melihat momy yang sedang menonton TV dengan santai ditemani beberapa cemilan dan buah - buahan. Di samping momy terdapat Alan yang tengah duduk tegap tapi ditangannya terdapat sebuah tab. Alan memang mengerjakan urusan kantor, yang seharusnya dikerjakan Alex malah teralih ke Alan.

" Khem. " Alex berdehem agar orang - orang yang masih duduk di sofa dengan tenang terkejut, atau mungkin agar menyadari bahwa Alex sudah bangun.

Tapi, dugaan Alex salah. Ternyata momy dan Alan masih anteng duduk di sofa, dan masih melanjutkan aktifitas nya. Kadang Alex bingung, sebenarnya sifat mereka seperti apa?? Alex merasa mereka bersifat random seperti dirinya. Tapi kok bisa. Hm ya begitulah.

Alex mencoba sekali lagi. " Khem. " Deheman itu naik satu oktaf dari yang tadi. Tapi mereka masih saja duduk di sofa dengan anteng, bahakan seperti tidak ke ganggu.

Mencoba satu kali lagi dengan cara yang berbeda. Alex mencoba bangkit dari baringnya dan ternyata sulit. Mencoba yang lain. Alex melirik ke arah nakas, kebetulan sekali di nakas terdapat buah - buahan.

Alex meraih salak dan melemparkan nya ke Alan, tidak kena. Mencoba lagi, tidak kena. Mencoba lagi, lagi dan lagi dan kali ini berhasil. Tepat mengenai tab yang Alan pegang alhasil tab itu jatuh dari tangan Alan. Untung di bawah Alan terdapat karpet yang berbulu, jadi tab itu tidak pecah atau pun rusak.

Alan tersentak begitupun momy, Alan berang. " Siapa yang ng lemparin salak ke gue!!. "

Momy diam tetapi mencari orang tersebut, orang yang telah ng lemparin salak ke Alan. Saat mengedarkan pandangannya momy terpaku sejenak saat matanya melihat Alex yang telah bangun dan kini tengah melihat ke arah Alan dan dirinya.

Momy cepat - cepat ke arah Alex. " Kamu udah bangun nak.? " Tanya momy

Alan yang melihat Alex sudah bangun ikut menghampiri, Alex memutar bola matanya malas. "Sudah." Jawab Alex dengan malas.

" Sejak kapan, atau kamu terbangun gara - gara teriakan Alan ya? "

Alan terkejut dengan pertanyaan momy yang melibatkan dirinya. Sedangkan Alex menyeringai. " Iya, kupingku sampai berdengung. "

Momy langsung mencubit tangan Alan. Alan yang dicubit hanya meringis, lagi pun Alan merasa bersalah gara - gara teriakan nya Ales jadi terbangun.

Eh, tapi bukannya bagus, kan Alex udah di tungguin bangunnya. Kenapa jadi nyalahin gue, harusnya ngucapin makasih gerutu Alan.

Momy melihat Alex yang terlihat pucat, lalu tangannya tidak tinggal diam. Mengelus kepala Alex dengan lembut seraya berkata.

"Alex, udah mendingan? "

Alex yang di perlakukan lembut oleh sang momy tersenyum.

"Alhamdulillah, sudah lebih baik mom. "

Momy dan Alan membalas dengan senyuman dan berucap beribu syukur. Alan teringat sesuatu lalu mengedarkan pandangannya.

"Eh Lex tadi liat ada orang yang ng lemparin salak ke w nggak?! "

Momy yang teringat ikut mengangguk kan kepalanya dengan wajah serius.

"Hm.. Liat"

Terkejut. Itulah yang menggambarkan Alan dan momy pasalnya tadi mereka tidak melihat orang selain mereka bertiga. Mereka mencerna dengan baik setelah di cerna. Mereka kompak menatap tajam Alex. Alex yang di tatap seperti itu menampilkan senyum pepsodent nya.

"Eh... Iya lex, ko lo bisa selamat dari pesawat.? "

Alex yang ditanya seperti itu teringat sesuatu, wajahnya berubah menjadi muram. Alan dan momy yang melihat perubahan wajah Alex khawatir, mereka berpikir. Apakah sudah terjadi sesuatu dengan Alex.

Momy menyentuh punggung tangan Alex dan berucap pelan. " Lex... "

Alex langsung tersadar ketika momy menyentuh punggung tangannya.

"Kamu... Ga papa kan nak, apa terjadi sesuatu. Sini cerita, nanti momy dengerin. Siapa tau momy punya solusinya. " Ujar Momy yang di angguki Alan.

Alex tersenyum paksa lalu menggelengkan kepalanya. " Engga mom, oh iya. Aku lagi pengin makan bubur ayam mom. "

Momy dan Alan mengerti arah perkataan Alex mengangguk. " Mmm.... Ya udah momy sama Alan keluar dulu. Mau cari bubur ayamnya sama manggil dokter. "

Alex mengangguk sebagai jawaban. Setelah itu ruangan Alex sepi, Alex terdiam dengan pikirannya yang berkelana.

...。.。:∞♡*♥ Bersambung ♥*♡∞:。.。  ...

...Alhamdulillah Hirobbil 'alamin...

...Wassalamu'alaikum wr. wb. ...

...Tbc...

1
netty marpaung
kurang nyambung sich ceritanya, but is ok lah.. semangat tor
Intan Nur aini
cemana lanjutan ceritanya
Intan Nur aini
kemana kelajutanya
Sawiru
.
Meli 123
ya
Amelia Syharlla
nanggung amat thor😔😔😔😔
Amelia Syharlla
rel jadi kecipirit kan🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Amelia Syharlla
di kamar diem aja giliran di dapur main sosor aja babang Alex 🤣🤣🤣🤣🤣
Amelia Syharlla
wah Alex tepat waktu ❤️❤️❤️❤️
Amelia Syharlla
cocok 😍😍😍
Finno Aditya
dah lama, hampir lupa ama ceritanya
Ziah: maaf ya😆
total 1 replies
Yuniarni Eni
ngak jelas, alurnya kemana2
Ziah: ya jangan dibaca, kok repot😄
total 1 replies
Mama Nanik
pusing gak ngerti
Evi Yuliastutik
bagus critax
Siti Komariah
jngn lama2 upnya y,,,,cz bnyk yg gantung ni ceritanya JD penasaran kn,,,,
Siti Komariah
senengnya punya mertua yg asik,,,,,lanjut
Siti Komariah
awal awal g tertarik baca,banyk kalimat yg g penting,tp lama2 oke,,,,,,asik ,,,,,semangat
Anai,😘😘😘😘
lqjut tor ,,,Masi Batak yg jdi pertanyaan ku
pertama rencana Alex yg ujung" bikin sakit hati"
yg ke dua musuh nya
Soraya Anie
lnjut yg bnyk k up nya
Ryegar sormin channel
ya ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!