NovelToon NovelToon
Dijodohkan Dengan Pria Gemulai

Dijodohkan Dengan Pria Gemulai

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / Aliansi Pernikahan / Cintapertama
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Asha dijodohkan oleh keluarga dengan tuan muda dari keluarga Rahardi. Keluarga nomor satu di kota mereka. Pria itu tampan, mirip aktor luar negara, bahkan terlihat bak anime hidup. Hanya saja, itu saat ia tidak bergerak saja. Jika ia bergersk atau berbicara, dia berbeda dari yang kaum hawa harapkan. Pria itu gemulai, kemayu, pria bertulang lunak atau apapun lah itu sebutan untuk dia yang berbeda dari pria pada umumnya.

Perjodohan itu karena hutang budi papa Asha pada keluarga Irza. Namun, dibalik itu semua, ada hal tersembunyi yang Asha tidak ketahui. Apakah hal tersembunyi itu? Yuk! Ikuti kisah mereka sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps*28

Seperti yang telah mereka bicarakan tadi pagi, keduanya beranjak meninggalkan rumah hanya untuk belanja. Iya, Sha yang tidak pernah belanja, kali ini ikut Irza ke pusat perbelanjaan. Cukup aneh rasanya, tapi wanita itu juga merasa cukup tertarik akan hal tersebut. Hal yang belum pernah ia coba sebelumnya, sekarang, dia melakukannya.

Entah karena sudah cukup sering jadi pusat perhatian, Sha sekarang sudah tidak lagi terlalu perduli dengan pandangan orang lain terhadapnya. Maklum, sejak bersama Irza, jadi pusat perhatian adalah hal yang paling wajar. Di manapun mereka berada, tatapan mata untuk Irza pasti ada.

Ditambah lagi mereka seperti pasangan yang posisinya tertukar. Biasanya, wanita yang sibuk memilih barang belanjaan. Tapi kali ini, tidak. Yang sibuk memilih malah laki-lakinya. Mulai dari kebutuhan dapur, hingga kebutuhan seisi rumah. Irza lah yang memilih semuanya. Sha hanya diam sambil menemani. Saat di tanya bagus atau tidak, atau cocok atau nggak, Asha akan jawab.

"Bagus kok." Atau .... "Iya, cocok." Atau bahkan hanya jawab. "Oke." Singkat, padat, sampai terasa tidak ada pendapat sedikitpun di sana.

Mungkin, kalau Irza adalah seorang wanita, Asha sudah kena imbasnya. Bukan hanya tidak diajak bicara, mungkin juga kena omelan panjang kali lebar. Beruntung saja Irza lelaki. Walau ada rasa kesal, ia malah langsung menghilangkan perasaan itu dengan cepat.

Setiap toko yang mereka lalui semuanya terlihat biasa. Hingga akhirnya, mereka tiba di toko paling ujung. Toko peralatan pecah belah rumah tangga.

"Sha. Ke sini sebentar yuk."

"Ha? Ngapain?"

"Lihat perlengkapan dapur, mungkin ada yang tertarik."

"Hei! Emang rumah kita kurang apa?"

"Sepertinya, sendok deh, Sha."

"Ha? Memangnya, sendok di rumah kurang? Perasaan cukup deh untuk kita berdua," ucap Asha tanpa pikir panjang.

Mendengar percakapan itu, hati si penjual tertarik untuk ikut bicara. "Kalian berdua, pasangan ya?"

Sontak, Sha langsung menoleh. Ekspresi wajahnya pun ikut berubah. Sementara Irza, wajah anak itu malah langsung terlihat cerah. Dengan bangga ia angkat tangannya yang di mana ada cincin nikah yang sedang melingkar di jari manis.

"Iya, Bu." Irza berucap dengan lembut, terlihat sangat bahagia.

"Wah ... ternyata benar. Pasangan istimewa."

"Kalian baru menikah ya? Istrinya cantik banget. Mas nya juga ganteng. Kalian pasangan yang sangat serasi."

Asha hanya diam saja. Pujian itu masuk ke telinga Sha malah berubah arti. Malah jadi sebuah penghinaan untuk hati Asha yang masih belum bisa menerima Irza dengan sepenuhnya. Jangankan sepenuh hati, separuh hati saja ia masih enggan.

"Wah ... makasih banyak, Bu. Pujiannya benar-benar bikin saya melayang," ucap Irza tanpa beban.

Entahlah. Semakin lama, suara ibu-ibu semakin jauh saja di telinga Asha. Ingin sekali Sha pergi dari sana. Menghilang secepatnya agar tidak lagi dilihat oleh mereka-mereka yang memuji tapi rasanya meremehkan.

"Za. Ayo cepat! Aku ingin ke kamar mandi soalnya," ucap Sha pada akhirnya.

Saat itu, wajah Asha bisa Irza lihat dengan sangat jelas. Wajah tidak suka. Wajah tertekan. Irza langsung mengerti akan apa yang sedang Asha rasakan. Tanpa menunggu lama lagi, pria itu beranjak meninggalkan toko tersebut. Tentunya, setelah berbasa-basi terlebih dahulu dengan si ibu penjual yang sebelumnya ia ajak bicara.

Beberapa langkah menjauh, keduanya memilih diam. Hingga pada akhirnya, suara lembut Irza memecah keheningan yang tercipta di antara mereka berdua. "Sha ... maaf."

"Untuk apa?" Asha berucap tanpa menoleh.

"Untuk ... untuk aku yang sudah bikin kamu merasa gak nyaman. Aku tahu, aku salah, Sha. Aku gak seharusnya begitu. Gak kasi tau pada semua orang hubungan kita. Aku ngerti kamu malu. Dan itu hal yang wajar. Aku-- "

"Za. Cukup." Asha berucap sambil menoleh. Langkah kakinya pun dia hentikan. "Kamu mungkin benar dengan apa yang baru saja kamu ucapkan barusan. Tapi ... ya ... tidak perlu minta maaf. Karena ... kamu gak salah."

"Aku memang butuh waktu, tapi kamu gak salah, Za. Jadi, tidak perlu merasa bersalah begitu," ucap Asha lagi.

"Iya ... tapi aku udah bikin kamu merasa gak nyaman."

"Lupakan saja. Aku gak mau bahas lagi."

"Tapi-- "

"Za."

"Iya. Baiklah."

Tidak mudah memang untuk menyatukan dua hal yang berbeda. Tidak pula mudah untuk membiasakan hal yang telah dipaksakan. Segalanya butuh waktu, butuh kesabaran, butuh perjuangan yang besar. Ini masalah hati, masalah perasan, masalah yang paling rumit untuk diselesaikan.

*

Beberapa hari berlalu, semua berjalan dengan tenang. Libur satu minggu yang mereka ambil akhirnya sudah selesai. Kehidupan kampus kembali seperti semula.

"Sha ... sudah siap belum?" Irza berucap sambil menunggu di depan pintu.

"Iya. Bentar lagi, Za. Lagi beresin tas nih."

"Iya, deh. Tapi, esok kalo aku mau bantu jangan halangin yah."

"Jangan ngomel. Kamu jadi kek emak-emak entar baru tau."

"Asha ... jangan ngomong gitu."

Mereka pun meninggalkan apartemen. Tentu saja, ratu tepat diratukan. Irza dengan senang hati membukakan pintu mobil untuk Asha. Saat sampai di kampus, hal yang sama ia lakukan. Pintu mobil ia bukakan untuk istri tercinta. Tak hanya itu saja, Tas Asha, dia juga yang bawa. Singkatnya, ini bukan pemandangan suami istri pada umumnya. Malahan terlihat bak pelayan dengan majikan.

"Za. Gak perlu. Biar aku bawakan sendiri saja tasnya."

"Gak papa, Sha. Ini enteng. Biarkan aku yang bawa."

"Ya karena enteng biar aku yang bawa."

"Gak papa."

Untuk pertama kalinya setelah menikah, mereka kembali ke kampus. Ke tempat umum yang paling berisik. Yang paling sibuk, yang banyak sekali cobaan dengan berbagai macam pandangan dan pembicaraan tentang kehidupan mereka berdua.

Mereka harus sangat menebalkan telinga, menguatkan iman, meninggikan kesabaran. Karena kehadiran mereka ke tempat ini lagi akan membuat kesabaran mereka diuji dengan sedemikian rupa. Maklum, gosip akan semakin marak. Tatapan mata akan semakin tajam. Dan pembicaraan tentang mereka tidak akan pernah ada habisnya.

Benar saja. Baru juga menjejakkan kaki ke lorong, eh ... malah sudah ada yang mengajak mereka berdua bicara.

"Eh, Asha. Irza. Manten baru nih. Akhirnya datang ke kampus juga. Udah lama gak kelihatan kalian berdua. Habis bulan madu ya," ucap salah satu gadis yang mereka temui di lorong tersebut.

Kata-kata itu tentu saja sebuah cemoohan. Sebuah penghinaan untuk Irza yang mereka anggap tidak normal sebagai seorang pria.

Belum pula sempat Sha menjawab, eh ... biang malah yang lainnya malah sudah ikut berdatangan. "Ngomong apa sih? Mana ada mereka bulan madu. Gak akan mungkinlah ya."

"Iya. Secara, astaga, hampir saja aku bicara yang enggak-enggak. Tapikan, ini kenyataan kan, Sha? Kalian gak bulan madu kan ya," ucap yang lainnya pula.

"Ya jelas enggak. Irza kan gak mungkin bulan madu dengan Asha. Secara-- "

1
partini
secara what hah ?aihhhh gemulai gitu kalian pikir gemulai si Otong juga ikut lunglai CK CK CK
ga salah juga ya Thor secara melambai 🤭🤭😂
Kar Genjreng
siap siap tempur ya Sha Jangan ngira Suami gemulai lantas tidak punya senjata Kamu salah BESAR. coba sekali Kamu Ok,, langsung di exekusi oleh si gemulai hingga loyo ,,,nnt terheran mengapa si gemulai senjatanya mirip jagung bakar jumbo hahaha

🤣🤣🤣🤣
Patrick Khan
sah sahhhhh👏👏👏👏
Kar Genjreng
suka suka kamu lah Asha. cuma jangan keseringan di perlakukan seperti itu tidak baik juga buat suami jadi ga punya harga diri karena selalu ngalah,,, begitu di masalh ada pas di rumah , tetapi bila di luar kamulah yang bisa menghargai,,,👍
Dew666
🩵🩵🩵
Dew666
Kok kasian sama irza ya
Hari Dunddung
Aku yakin ujung² nya Sha akan bucin sama Irza🥰🥰
vania larasati
lanjut kak
Kar Genjreng
selamat ya Irza dan Ashanty semoga menjadi pasangan shikinah mawadah warahmah hingga menua bersama banyak anak memperbaiki keturunan agar tidak seperti orang tuanya ,,hanya anak satu satu Nya,,,👍👍lope lope sekebon bunga' 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Kar Genjreng
Asha jg ga meragukan suaminya jangan kaget nanti kena serangan beronde ronde hingga serangan fajar ha 🤣 kapok Lo nanti jalan nya kaya bebek geol geol karena abis di serang benda tumpul super jimbo jagung bakar Afrika,,besarrrrr,,!!!!!!!! pokonya Marem lah merem melek nanti malam,,,siap siap 😂😂
Kar Genjreng
emang mulut orang ga bisa di prediksi kasian kenapa wong pria beneran ko bukan bengkok cuma polahnya saja,,, tetapi biarlah bagaikan anjing menggonggong kafilah berlalu,,, gitu hidup hidup mereka dan tidak menyakiti orang orang itu terlebih lagi mereka bahagia,,,bagi Asha mungkin belum karena belum terbukti semua desas desusnya nanti hanya Asha yang akan merasakan rasanya ga beda dengan yang merasa jantan justru Irza lebih dari itu,,✌️
partini
sehhh apa suami mu alien welehhh😂
visualnya pas jadi manten itu kaya pemuda jepang jaman now yg jadi temennya Ani" kesepian
Thor pernah lihat dokumentasi ga Thor cowok jepang jaman now
Kar Genjreng
sikat cepat dan lugas wis ga pakai ini ono tinggal rebesss berea beres dan tanggung josss 😇ga usah ikut mikirin malah tambah pusing apa lagi seandainya ikutan keluar fulus tambah pusing tujuh turunan dan tujuh puluh tanjakan gunung kale ye 🤣 orang mau nikah dua minggu sudah menunggu sepuluh tahun ga kebayang kan seandainya Gatot Irza bisa melajang seumur hidup,,✌️👍
Rani: ha ha ha🤣🤣🤣
ah, ya sudahlah. eh tapi tenang, othormu gak jahat2 amat kok. percaya deh.
total 1 replies
partini
dua Minggu yah udah sah jadi suami istri nanti kalau udah MP mungkin cara pandang udah beda 🤭🤭🤭
ga gemulai lagi
Rani: Ho ho ho😂😂😂😂
nunggunya harus sabar. soalnya, masih sepuluhan bab lagi. Kisaran di bab 30 an deh.
total 3 replies
Kar Genjreng
tidak pernah melawan sekali nya balas juga suaranya keren,,, biarlah orang mau bilang apa ya Za biarlah siapa tau nanti ada terkena tuai nya sendiri sudah berani menghina mentah mentah,,, hidup hidup gw orang mau bilang apa sebodo Amir ya Irza,,
Rani: Iya-iya, benar juga. ah tapi gak semudah itu. aish ya sudahlah😅
total 1 replies
Kar Genjreng
mulut mulutnya pada jahat seandainya ada di antara Mereka keluarga nya ada yang gemulai bahkan suka sesama jenis bagaimana,,,bisa pada mencela padahal belum tentu dirinya sendiri sempurna,,, karena mereka hanya bermulut besar tong kosong bunyinya nyaring,, makanya cepat buktikan nikah ga lama Asha hamil kembar' sekalian biar yang menghina pada melongo,, Salam waras,
Rani: Eh ... tau aja kamu apa yang aku pikirkan yah.
total 1 replies
Kar Genjreng
Dimas memang si mungkin banyak laki laki yang mengidolakan tetapi kan kalian semua tidak tau kronologi nya mengapa Asha di jodohkan,,,ga perlu tau kalian lah rahasia keluarga,,, Irza gemulai tetapi senjata ga lebih buruk dari kalian buktikan saja nanti ya,,,Asha cantik Irza ganteng kinclong Anak Anak nya nanti pasti ganteng dan cantik bibirnya unggul gemulai bukan ngondek lah 😂😂
Rani: 😂😂😂😂
ah sudah. tolong, main senjata lagi. ini otor mu nih yang bisa guling2 kalo gini ceritanya. kelen pada bahas senjata mulu dah. ampun .....
total 1 replies
Kar Genjreng
tapi benar Irza sudah berjanji mau membahagiakan Arshanty dan gemulai bukan dari lahir kan sudah di jelaskan,, jadi aman masalah didikan orang tua baik memang tidak sombong siap ya di lamar dan di nikahin jangan lama-lama pokonya
Rani: hohoho .... uhuk! Aku batuk eh.
total 1 replies
partini
kesabaran kamu tuh harus luas seluas samudra Hindia Atlantik dan seluruh planet lah sha bersuamikan irza si raja gemulai 😂😂🤭
Rani: kah kah kah ha ha ha.
🤣🤣🤣🤣
gak segalaksi sekalian kah?
total 2 replies
Kar Genjreng
terpenting sudah mau ya di jodohkan dengan Irza,,,tapi asha sejelek apapun laki laki lebih jauh langkah nya ketimbang kita wanita jadi jangan merendah fisik irza karena bila nanti memang jodohmu kamulah yang akan ketakutan suaminya di gaet wanita lain,,
Rani: uwuuuuu .... Jadi mikir, Irza tahan godaan gak ya? 😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!