Syafira anindita putri seorang gadis cantik yang berusia 18 tahun. Hobi nya adalah membuat masalah. Ia tak pernah terhindar dari masalah. Sehingga suara hari masalah yang tak pernah diharapkan malah datang kepadanya. Syafira hamil. Pria yang menghamili Syafira tidak mau bertanggung jawab.Ia memilih menikahi gadis lain.Syafira benar benar terpuruk.Tapi ia tetap menjaga janin yang ada di dalam kandungannya dengan baik. Suatu hari seorang pria datang ke dalam kehidupannya. Pria itu adalah keenan aldebaran bright. keenan bukannya seorang ceo atau direktur.Ia hanya seorang pria konyol yang mencoba masuk ke dalam kehidupan Syafira.
lalu bagaimana kah kisah mereka berdua?
ikuti kisah nya hanya di Bukan Janda
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ririn Calliesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sah
Hari demi hari telah terlewati, hari ini adalah hari pernikahan Keenan dan Syafira. Semua anggota keluarga Keenan dan Syafira sibuk mengurus pernikahan Keenan. Mereka mencari kan penghulu untuk menikahkan putra putrinya itu.
Sementara Syafira, ia masih berada di kamarnya. Syafira sedang dirias oleh beberapa tukang rias terkenal. Itu semua atas permintaan Mahendra. Ia ingin memberikan yang terbaik untuk calon menantunya.
Wajah Syafira yang sudah cantik, kini lebih cantik lagi karena dirias. Bahkan tukang rias nya sampai terbengong bengong melihat kecantikan Syafira.
"Nah sekarang sudah selesai deh, mbak bisa lihat sendiri hasilnya" ucap tukang rias itu.
Syafira membuka matanya pelan pelan dan melihat wajahnya di cermin. Ia tersenyum, bukan karena wajahnya melainkan karena hari ini adalah hari pernikahannya.
Syafira kini sudah siap dengan tampilan kebaya cantik berwarna putih dan mahkota kecil di rambutnya.
Wina masuk ke dalam kamar putrinya. Ia terkesima melihat wajah putrinya yang sangat cantik. Lalu Wina menghampirinya.
"Ayo sayang kita turun ke bawah. Pengantin pria dan penghulu nya sedang menunggumu"
Syafira mengangguk. Lalu ia berjalan dengan dituntun oleh ibunya. Saat Syafira turun, semua orang menatapnya. Kecantikan Syafira memang tak dapat diragukan lagi. Keenan bahkan tak bergerak dan melihat ke arah Syafira.
Syafira di dudukkan di kursi samping Keenan, kini kedua nya duduk bersebelahan.
"Baiklah, bapak ibu mari kita mulai saja acaranya" ucap penghulu.
"Baik pak"
Tio, ayah dari Syafira kini menjadi wali nikah dari Syafira. Ia bersiap menjabat tangan Keenan. Keenan mengulurkan tangannya dan menatap wajah Tio.
"Keenan Aldebaran Bright, Saya nikahkan engkau dengan putri Saya, Syafira Anindita putri binti Tio hermawan dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan uang sebesar 1 triliun dibayar tunai"
Keenan menghembuskan nafasnya. Ia tidak mau ada kesalahan sedikit pun, ia takut salah menyebut nama Tio dengan almarhum lagi.
"Tio hermawan, Tio hermawan, Tio hermawan"
Setelah siap, ia mengucapkan kata katanya dengan lantang. "SAYA TERIMA NIKAHNYA SYAFIRA ANINDITA PUTRI BINTI TIO HERMAN DENGAN MAS KAWIN TERSEBUT DI BAYAR TUNAI"
Keenan menghembuskan nafasnya lega. Tapi suasana sangat hening, ia melirik ke semua orang. "Ada apa?" tanya nya.
Syafira menyenggolnya sedikit lalu berbisik. "Om salah mengatakan nama ayah, nama ayah itu Tio hermawan bukan Tio herman"
Oh my god, Keenan benar benar malu sekali. Sifat konyolnya tidak akan pernah hilang walau di pernikahannya sendiri.
"Ayo Keenan, om tahu kamu sangat gugup sampai sampai salah menyebut nama om. Kali ini kamu harus benar"
"Baik om"
"Keenan Aldebaran bright, saya nikahkan engkau dengan putri saya Syafira Anindita putri binti Tio hermawan dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan uang sebesar 1 triliun di bayar tunai"
"Saya terima nikahnya Syafira anindita putri binti Tio hermawan dengan mas kawin tersebut di bayar tunai"
"Alhamdulillah"
Semua orang bernafas lega. "Sekarang kalian sudah sah menjadi suami istri, untuk pengantin pria silahkan cium istri anda dan untuk pengantin wanita, cium tangan suami anda"
Keenan mencium kening syafira lama, ia juga menyentuh ubun ubunnya lalu membacakan doa. "Jadi lah istri shalehah dan bidadari surgaku" ucapnya.
Sekarang giliran Syafira, ia mengambil tangan Keenan dan mencium nya. Ia bahkan menjatuhkan air matanya di tangan Keenan. "Bimbinglah aku menuju surga, imamku"
Mela dan Wina memeluk suaminya masing masing. Mereka sangat terharu dengan pernikahan Keenan dan Syafira.
Keenan dan Syafira menghampiri Mela dan Mahendra. Kedua nya meminta doa restu. Keenan memeluk kedua orang tua nya secara bergantian. "Keenan, sekarang kamu sudah menjadi seorang suami. Sekarang kamu punya tanggung jawab yang besar untuk menjaga, dan membimbing istrimu" pesan Mahendra.
"Iya pa"
Lalu Syafira menyalami calon mertua nya satu persatu. Mela memeluk Syafira dengan sangat erat. Akhirnya ia punya menantu juga. Mela mencium kedua pipi Syafira dengan gemas. Kemudian ia menghapus kedua bulir air matanya.
Lalu Keenan dan Syafira menuju ke arah Tio dan Wina. Dan melakukan hal yang sama.
"Syafira, jadilah istri yang baik bagi Keenan. Layani dia dengan sebaik baiknya. Jangan sampai membuatnya marah atau kesal. Taati perintah suamimu. Sekarang surga mu ada pada suamimu"
Wina menjedanya sebentar "Sekarang, kamu adalah milik suami mu"
Wina menangis, ia terharu dan juga sedih. Ia sedih karena ia harus merelakan putrinya untuk bersama suaminya.
"Jangan khawatir ibu, syafira akan melakukan tugas sebagai seorang istri dengan baik"
Kini giliran Tio yang memberi nasehat. "Keenan, tolong jaga putri ayah dengan baik. Jangan sampai membuatnya menangis apalagi terluka, dan sekarang panggil aku ayah. Sekarang kamu adalah menantuku"
"Iya ayah"
Semua nya tersenyum. Lalu Keenan dan Syafira digiring menuju kamar yang berbeda. Mereka akan bersiap siap untuk acara resepsi pernikahan di pantai. Semua tamu undangan sudah tiba di sana. Jadi mereka berdua cepat cepat bersiap.
Kali ini syafira tidak mengenakan kebaya lagi, ia memakai gaun yang sangat indah. Yang pas dengan dirinya. Sedangkan Keenan, ia memakai jas dengan warna sesuai gaun Syafira.
Di tempat lain
Semuanya sudah selesai, dekorasi sudah sesuai dengan tema yang diminta Keenan. Itu semua berkat kerja keras anak anak Lavenzi. Mereka saling membantu untuk menyelesaikannya.
"Akhirnya, tugas gue udah kelar juga. Badut nya udah ada, balon udah dipasang, terus kolam ikan diganti Akuarium. Nah upin ipin nya sudah diedit memakai baju barbie" ucap Reno.
"Lo hebat banget Ren bikin kek ginian, kapan kapan lo bantuin gue juga ya di acara nikahan gue" ucap Farhan sambil merangkul Keenan.
"Ogah, emang lo siapa gue. Teman bukan sodara bukan" ucap Reno.
"Gue kan kesayangan lo Ren"
"Sayang dari hongkong"
"Ren, Han, lebih baik kita siap siap dan ganti baju. Gak mungkin kan kita pakai baju ini untuk datang ke pernikahan Keenan" ucap Kevan.
"Benar juga, ya udah mending kita pulang dulu dan siap siap" ucap Reno.
Semua anggota Lavenzi kembali ke rumahnya dan membersihkan diri.
Keenan dan Syafira masuk ke dalam mobil. Mereka sedang dalam perjalanan menuju ke tempat pernikahan mereka.
"Om"
"Kenapa sayang?" Jawab Keenan. Keenan tidak lagi memanggil Syafira dengan sebutan janda.
"Aku masih tidak menyangka kalau kita sudah menjadi suami istri"
"Aku juga masih tidak menyangka, kalau kamu sekarang milikku"
Beberapa menit kemudian, mereka telah sampai di tempat resepsi pernikahan mereka. Supir membukakan mobil untuk kedua pengantin tersebut.
Semua tamu undangan menyambut kedatangan kedua pengantin tersebut. Keenan dan Syafira berjalan di atas karpet merah. Mereka berjalan perlahan lahan sambil bergandengan tangan.
Tamu undangan bertepuk tangan dengan meriah, selain tema pernikahannya yang unik. Kedua pasangan itu sangat serasi. Yang satu cantik dan yang satu lagi tampan.
Keenan dan Syafira berdiri di atas panggung kecil yang dibuat khusus untuk pengantin. Keenan melihat semua nya telah hadir. Mulai dari teman teman nya, orang tua nya dan mertuanya.
Keenan mengambil mic yang ada di dekatnya lalu ia berdiri. "Assalamualaikum warahmutahhi wabarakatuh, pertama tama saya bersyukur kepada allah swt yang telah mempertemukan kita disini, dan juga terima kasih kepada kedua orang tua kami yang telah membimbing dan memberi kami banyak nasehat. Untuk anak anak Lavenzi, aku juga berterima kasih sama kalian. Karena kalian lah yang telah mempersiapkan semua ini"
Reno mengacungkan tangan ke atas dan diikutin yang lainnya.
"Saya, Keenan Aldebaran Bright ingin memperkenalkan istri saya kepada kalian semua. Ayo sayang" ucap Keenan.
Syafira pun berdiri dengan pelan lalu menatap semua tamu undangan. "Pertama tama, saya ingin mengucapkan terima kasih untuk semua tamu undangan karena telah hadir di pernikahan kami hari ini. Saya juga ingin meminta doa restu dari kalian semua. Doakan semoga pernikahan dan cinta kami bisa seperti Ali dan siti fatimah"
Di tengah tengah pidato Syafira, seseorang menyela pembicaraan.
"Sekarang sudah selesai pidato nya, sekarang kita akan menunjukkan video video kebersamaan kalian. Kita ingin memberikannya sebagai hadiah pernikahan kalian" ucap Eka.
Ya, orang yang menyela pembicaraan Syafira adalah Eka. Ia mewakili semua teman temannya.
"Dito, cepat putar video nya"
"Ok"
Video pun mulai ditanyangkan, melalui layar yang telah disiapkan. Dalam video itu berisi foto foto Keenan dan Syafira.
Keenan dan Syafira melihat video itu dengan seksama. Mereka sangat bahagia sekali hari ini. Video itu selesai dengan dengan gambar terakhir Keenan yang mencium tembok. Semua orang tertawa melihat hal itu.
Di pernikahan Syafira dan Keenan dihadiri banyak wartawan. Mereka ingin mewawancarai Keenan yang notabene nya pembalap terkenal sekaligus pemilik perusaan Bright Dorm.
Salah satu wartawan maju ke depan dan mengajukan pertanyaan. "Pak Keenan Aldebaran, mengapa anda memilih tema seperti ini di pernikahan anda? Apa ini permintaan anda sendiri atau ada alasan lain?"
Keenan berdeham sebelum menjawab. "Ini atas permintaan saya dan istri saya. Saya tidak ingin tema pernikahan yang mewah. Karena itu sudah banyak yang melakukannya. Saya hanya ingin sebuah pernikahan yang sederhana dan unik seperti ini"
"Apakah pak Keenan sangat mencintai bu Syafira?"
Keenan menjawab "Pertanyaan macam apa itu, tentu saja saya sangat mencintainya. Apa perlu saya membuktikannya?"
Keenan berbalik dan menangkup kedua pipi Syafira. Ia mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Syafira. Syafira membulatkan matanya, bisa bisanya Keenan melakukan hal itu di depan semua orang. Keenan lalu melepaskan ciumannya.
"Ini pertanyaan yang paling penting buat bapak, apakah setelah menikah bapak akan kembali ke perusahaan atau masih ingin di dunia balapan motor?"
"Saya akan tetap memantau perusahaan saya. Dan saya masih akan tetap di dunia balapan motor"
"Terima kasih karena bapak telah menjawab semua pertanyaan kami"
Setelah wartawan itu pergi. Tiba tiba Rendi berteriak. "NAN, NYANYI DONG. PERSEMBAHKAN LAGU BUAT ISTRI LO"
"Setuju"
"Iya ayo dong pak Keenan"
"Ayo Keenan"
"Ungkapkan rasa cinta lo melalui lagu" ucap Kevan.
Mela, Mahendra, Tio dan Wina juga ikut berteriak menyetujui usul dari Rendi.
"Baiklah kalau begitu, saya akan mempersembahkan lagu untuk istri saya"
Keenan menyanyikan lagu Badai-Melamarmu
Di ujung cerita ini
Di ujung kegelisahanmu
Kupandang tajam bola matamu
Cantik, dengarkanlah aku (Keenan menatap bola mata Syafira dengan sangat dalam. Dan dibalas dengan tatapan cinta oleh Syafira)
Aku tak setampan Don Juan
Tak ada yang lebih dari cintaku
Tapi saat ini 'ku tak ragu
'Ku sungguh memintamu (Keenan menempelkan tangan Syafira ke pipinya dan menciumnya. Kemudian Keenan berlutut)
Semua wanita berteriak histeris melihat keromantisan Keenan.
Jadilah pasangan hidupku
Jadilah ibu dari anak-anakku
Membuka mata dan tertidur di sampingku
Aku tak main-main
Seperti lelaki yang lain
Satu yang kutahu
Kuingin melamarmu
Aku tak setampan Don Juan
Tak ada yang lebih dari cintaku
Tapi saat ini 'ku tak ragu
'Ku sungguh memintamu
Jadilah pasangan hidupku
Jadilah ibu dari anak-anakku
Membuka mata dan tertidur di sampingku
Aku tak main-main
Seperti lelaki yang lain
Satu yang kutahu
Kuingin melamarmu
Jadilah pasangan hidupku
Jadilah ibu dari anak-anakku
Membuka mata dan tertidur di sampingku (di sampingku)
Aku tak main-main (main-main)
Seperti lelaki yang lain
Satu yang kutahu
Oh, satu yang kumau
Kuingin melamarmu
Keenan menyelesaikan lagu nya dengan satu ciuman di hidung Syafira.
Prok prok prok
Semuanya bertepuk tangan. "Suara om Keenan bagus banget, aku gak nyangka dia bisa menyanyi seindah ini" batin Syafira.
"Apakau kamu suka dengan lagu nya?" tanya Keenan.
"Suka" jawab Syafira.
Syafira tersenyum. Lalu acara demi acara telah mereka lewati. Kini saatnya semua tamu undangan mengucapkan selamat kepada para pengantin dan pulang.
Syafira melihat semua nya mengucapkan selamat kepada dirinya dan Keenan. Lalu matanya tak sengaja menatap seseorang. Seseorang yang ia undang melalui Ana kemarin.
"Rena" ucap nya.
Rena mendekati Syafira, ia menundukkan kepalanya.
"Rena, kamu disini? Apa kamu baik baik saja?"
"Kenapa Fir, kenapa kamu masih bisa bersikap baik setelah apa yang aku lakuin sama kamu" ucap Rena.
"Karena aku sudah memaafkanmu" ucap Syafira.
"Aku benar benar malu fir, aku sangat menyesali perbuatanku. Hukum aku fir, hukumlah aku." Rena menangis di depan Syafira.
"Enggak, aku gak akan pernah menghukum kamu."
Saat Syafira masih berbicara dengan Rena, Adit tiba tiba saja muncul. Ia mengucapkan selamat kepada Keenan.
"Selamat atas pernikahan kalian, tolong jangan sakiti Syafira"
"Kau tidak pantas mengatakan hal seperti itu padaku, karena kamu sendiri adalah orang yang menyakiti Syafira"
Adit terdiam, lalu ia menatap ke syafira. "Selamat ya fir" ucapnya.
"Terima kasih"
Rena yang saat itu masih disana, ia melihat Adit. Rena bersiap akan pergi namun dicegah oleh Syafira. "Rena.."
Mendendar nama Rena, Adit menoleh ke arah Rena. Matanya terkejut melihat Rena ada disini.
"Rena" lirih nya.
Rena menatap mata Adit dengan dalam, lalu ia berlari pergi. Ia meninggalkan Adit disana. Syafira menepuk bahu Adit. "Kejar dan selesaikan masalah kalian"
"Terima kasih fir"
Adit mengejar Rena yang masih berlari. Ia menangkap pergelangan tangan Rena dan dengan cepat memeluknya. "Tolong jangan pergi dari hidupku"
Rena memberontak, ia terus berusaha melepaskan dirinya dari Adit, namun ia tak bisa.
"Kenapa kamu masih peduli sama aku dit? Aku bukan wanita yang tepat untukmu. Aku telah menjerumuskan mu ke dalam dosa. Aku tidak pantas untukmu"
"Enggak, jangan katakan apapun lagi. Kita berdua sama sama salah. Jadi tolong, jangan menyalahkan dirimu sendiri."
Adit menjeda sebentar lalu mengatakan "Aku masih mencintaimu Rena"
Rega kaget, ia mengira bahwa Adit sudah membencinya.
Adit melepaskan pelukannya lalu menangkup wajah Rena.
"Ayo kita mulai dari awal, kita buka lembaran baru. Kita lupakan saja masalah ini, lagi pula Syafira sudah memaafkan kita. Yah walau aku tahu penyesalan kita tidak akan hilang. Tapi setidaknya kita telah dimaafkan. Apa kamu masih mau bersama ku?"
"Iya, aku mau"
"Terima kasih, aku sangat menyayangimu Rena"
"Aku juga Dit'
Sukses thor dan terus semangat dengan karya - karyanya dan selalu sehat, aamiin.
salut juga buat mama nya keenan