NovelToon NovelToon
Frosen King OF Calestial

Frosen King OF Calestial

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:527
Nilai: 5
Nama Author: Raja Ilusi

Cerita ini mengisahkan tentang Kaelen, Raja Es Kerajaan Celestial yang hidup terisolasi selama seratus tahun dalam kesendirian dan dingin yang abadi. Hidupnya berubah drastis saat kedatangan Lira, seorang wanita dari dunia luar yang datang meminta bantuannya untuk melawan kekuatan gelap yang mengancam nyawa banyak orang. Seiring berjalannya waktu, terungkap bahwa Lira memiliki kekuatan es yang sama dengan Kaelen, yang mengindikasikan adanya hubungan rahasia antara dirinya dan Kerajaan Celestial.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raja Ilusi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5:Jejak Masa Lalu Dan Keputusan Yang Tegas

Matahari pagi menyelinap melalui jendela-jendela es istana, memantulkan cahaya yang berkilauan dan menyebarkan kilauan ke seluruh ruangan. Lira bangun dengan perasaan yang berbeda dari hari-hari sebelumnya. Tubuhnya terasa sedikit lelah setelah latihan kemarin, tapi hatinya penuh dengan semangat dan harapan. Dia tahu dia telah membuat kemajuan yang besar, dan itu memberinya kepercayaan diri yang baru.

Saat dia keluar dari kamar, dia melihat Kaelen sudah menunggunya di koridor. Pria itu berdiri dengan tegap, rambut putihnya bersinar di bawah cahaya pagi, dan matanya biru yang tenang menatapnya dengan senyum kecil.

"Selamat pagi, Lira," kata Kaelen, suaranya lembut. "Apakah kamu tidur dengan nyenyak?"

Lira mengangguk, tersenyum kembali. "Ya, Yang Mulia. Terima kasih. Saya tidur dengan sangat nyenyak."

"Bagus," kata Kaelen. "Hari ini, kita tidak akan berlatih di ruang latihan. Saya ingin membawa kamu ke suatu tempat—suatu tempat yang mungkin bisa memberikan kita petunjuk tentang masa lalumu dan hubunganmu dengan Kerajaan Celestial."

Lira terkejut, tapi juga penasaran. "Tempat mana itu, Yang Mulia?"

"Perpustakaan Kerajaan," jawab Kaelen. "Di sana, ada banyak buku kuno dan catatan sejarah yang berisi informasi tentang Kerajaan Celestial dan tentang kekuatan es. Mungkin di sana kita bisa menemukan sesuatu yang bisa menjelaskan mengapa kamu memiliki kekuatan seperti saya."

Mata Lira berbinar. "Oh, itu ide yang bagus, Yang Mulia. Saya sangat ingin pergi ke sana."

Mereka pun berjalan menuju perpustakaan kerajaan. Perpustakaan itu terletak di sayap utara istana, sebuah bangunan yang besar dan megah yang terbuat dari batu dan es. Saat mereka masuk ke dalam, Lira terpesona oleh pemandangan di depannya. Rak-rak buku yang tinggi menjulang sampai ke langit-langit, dipenuhi dengan ribuan buku dengan sampul yang terbuat dari kulit dan kertas kuno. Udara di dalam perpustakaan berbau seperti kertas tua dan kayu, sebuah bau yang membuat Lira merasa tenang dan nyaman.

"Ini luar biasa," bisik Lira, matanya memindai sekelilingnya dengan kagum.

Kaelen tersenyum. "Ya, ini adalah salah satu harta terbesar Kerajaan Celestial. Di sini, tersimpan pengetahuan dari generasi ke generasi. Mari kita mulai mencari."

Mereka mulai mencari di antara rak-rak buku. Kaelen mencari buku-buku yang berisi tentang sejarah kerajaan dan tentang kekuatan es, sementara Lira mencari buku-buku yang berisi tentang cerita-cerita kuno dan legenda. Mereka mencari selama berjam-jam, membaca halaman demi halaman, namun mereka belum menemukan apa pun yang bisa menjelaskan tentang hubungan Lira dengan Kerajaan Celestial.

"Saya tidak menemukan apa pun," kata Lira akhirnya, duduk di sebuah kursi kayu di dekat jendela dengan napas yang lelah. "Mungkin tidak ada apa pun di sini yang bisa menjelaskan tentang saya."

Kaelen duduk di sebelahnya, menaruh buku yang dia pegang di meja. "Jangan menyerah dulu, Lira. Kita baru saja mulai mencari. Mungkin kita perlu mencari di tempat lain, atau mungkin kita perlu mencari dengan cara yang berbeda."

Tiba-tiba, mata Lira tertuju pada sebuah buku kecil yang tersembunyi di sudut rak, di balik tumpukan buku yang tebal. Buku itu memiliki sampul yang terbuat dari kulit biru yang sudah pudar, dan di atasnya ada sebuah ukiran es yang berbentuk seperti bintang.

"Yang Mulia," kata Lira, menunjuk ke buku itu. "Lihatlah buku itu. Saya belum pernah melihatnya sebelumnya."

Kaelen menoleh, dan matanya tertuju pada buku itu. Dia berdiri, berjalan ke arah rak, dan mengambil buku itu. Dia meniup debu yang menempel di sampulnya, lalu membuka halaman pertamanya.

"Ini adalah buku catatan pribadi nenek moyang saya, Raja Arion," kata Kaelen, suaranya penuh dengan kekaguman. "Saya sudah lama tidak melihatnya. Saya pikir buku ini sudah hilang bertahun-tahun yang lalu."

Kaelen dan Lira duduk kembali di kursi, dan mereka mulai membaca buku catatan itu bersama-sama. Buku itu berisi tentang kehidupan Raja Arion, tentang perjuangannya untuk memimpin Kerajaan Celestial, dan tentang pemikirannya tentang kekuatan es. Namun, saat mereka membaca halaman-halaman terakhir, mereka menemukan sesuatu yang mengejutkan.

Di salah satu halaman, Raja Arion menulis tentang sebuah perjalanan yang dia lakukan ke dunia luar ratusan tahun yang lalu. Dia menulis tentang bagaimana dia bertemu dengan seorang wanita cantik dari dunia luar, dan bagaimana mereka jatuh cinta. Dia menulis tentang bagaimana mereka memiliki seorang anak, dan bagaimana dia harus kembali ke Kerajaan Celestial karena tugasnya sebagai raja, meninggalkan istri dan anaknya di dunia luar. Dia menulis tentang bagaimana dia selalu memikirkan mereka, dan bagaimana dia berharap suatu hari nanti mereka bisa bertemu lagi.

Di bawah tulisan itu, ada sebuah gambar kecil yang digambar dengan tinta. Gambar itu menunjukkan seorang wanita dengan rambut cokelat dan mata cokelat yang indah, dan seorang anak kecil yang sedang memegang tangannya. Wajah anak itu mirip dengan wajah Lira—sangat mirip.

Lira merasa jantungnya berdegup kencang. Dia menatap gambar itu dengan mata yang terbelalak. "Yang Mulia," bisiknya, suaranya gemetar. "Apakah itu... apakah itu saya?"

Kaelen menatap gambar itu, lalu menatap Lira. Dia mengangguk perlahan, matanya penuh dengan kekaguman. "Ya, Lira. Itu terlihat sangat mirip denganmu. Dan berdasarkan tulisan Raja Arion, itu berarti kamu adalah keturunan dari nenek moyang saya. Itu berarti kamu memiliki darah Kerajaan Celestial di dalam tubuhmu. Itulah sebabnya kamu memiliki kekuatan es seperti saya."

Lira tidak bisa berkata apa-apa. Dia merasa terkejut, bingung, tapi juga bahagia. Dia akhirnya tahu siapa dia sebenarnya. Dia tahu mengapa dia selalu merasa berbeda dari orang lain, dan dia tahu mengapa dia memiliki kekuatan yang tidak biasa. Dia bukan hanya manusia biasa. Dia adalah bagian dari Kerajaan Celestial.

"Jadi," kata Lira akhirnya, suaranya lembut. "Saya adalah keturunan dari Raja Arion. Saya memiliki darah kerajaan di dalam tubuh saya."

"Ya," kata Kaelen, mengangguk. "Dan itu berarti kamu bukan orang asing di sini, Lira. Kamu adalah bagian dari keluarga ini. Kamu adalah putri Kerajaan Celestial."

Lira merasa air mata mengalir di pipinya. Dia merasa bersyukur karena akhirnya mengetahui kebenaran tentang dirinya. Dia merasa bersyukur karena dia memiliki keluarga, dan dia merasa bersyukur karena dia memiliki tempat untuk pulang.

"Terima kasih, Yang Mulia," katanya, suaranya gemetar. "Terima kasih karena telah membantu saya menemukan kebenaran."

Kaelen tersenyum, dan dia mengangkat tangannya untuk menyeka air mata di pipinya. "Kamu tidak perlu berterima kasih padaku, Lira. Kita adalah keluarga, dan keluarga harus saling membantu."

Mereka duduk di sana selama beberapa waktu, membaca lagi buku catatan itu, dan berbicara tentang masa lalu mereka. Mereka merasa lebih dekat satu sama lain sekarang, karena mereka tahu bahwa mereka memiliki hubungan yang lebih dalam dari yang mereka pikirkan.

Setelah itu, mereka keluar dari perpustakaan dan kembali ke ruang makan untuk makan siang. Namun, saat mereka sedang makan, seorang pelayan masuk ke dalam ruangan dengan wajah yang cemas.

"Yang Mulia," kata pelayan itu, membungkuk hormat. "Ada berita buruk dari dunia luar. Kekuatan gelap itu semakin kuat. Mereka telah menyerang lebih banyak desa, dan orang-orang semakin menderita. Mereka memohon bantuan Anda dengan sangat mendesak."

Kaelen dan Lira saling menatap. Mereka tahu bahwa waktu mereka semakin sedikit. Mereka tidak bisa menunda lagi. Mereka harus pergi ke dunia luar dan melawan kekuatan gelap itu secepatnya.

"Baiklah," kata Kaelen, suaranya tegas. "Kita akan pergi besok pagi. Kita akan bersiap-siap hari ini. Kita akan membawa semua yang kita butuhkan, dan kita akan pergi ke dunia luar untuk melindungi orang-orang dan mengalahkan kekuatan gelap itu."

Lira mengangguk dengan tegas. "Saya siap, Yang Mulia. Saya akan pergi dengan Anda. Kita akan melawan bersama-sama."

Mereka tahu bahwa perjalanan mereka akan berbahaya dan sulit. Mereka tahu bahwa mereka akan menghadapi banyak rintangan dan bahaya. Tapi mereka juga tahu bahwa mereka tidak sendirian lagi. Mereka memiliki satu sama lain, dan mereka memiliki kekuatan yang besar di dalam diri mereka. Dan mereka berjanji satu sama lain bahwa mereka akan berjuang sampai akhir, sampai mereka mencapai tujuan mereka.

Hari itu, mereka sibuk bersiap-siap untuk perjalanan mereka. Mereka mengumpulkan makanan, pakaian, dan peralatan yang mereka butuhkan. Kaelen juga mengajari Lira beberapa teknik pertahanan diri yang lebih lanjut, dan dia memberinya sebuah pedang es yang terbuat dari kristal murni yang kuat dan tajam.

"Pedang ini adalah hadiah untukmu, Lira," kata Kaelen, menyerahkan pedang itu padanya. "Ini adalah pedang yang dibuat dari kristal es Kerajaan Celestial, dan itu sangat kuat. Gunakanlah ini untuk melindungi dirimu dan untuk melawan musuh-musuh kita."

Lira mengambil pedang itu, dan dia merasakan kekuatan yang mengalir melalui tubuhnya saat dia menyentuhnya. "Terima kasih, Yang Mulia. Saya akan menjaga pedang ini dengan baik, dan saya akan menggunakannya dengan bijak."

Malam itu, saat mereka berbaring di tempat tidur mereka, mereka memikirkan tentang perjalanan mereka yang akan datang. Mereka merasa cemas, tapi mereka juga merasa berani dan berharap. Mereka tahu bahwa apa pun yang terjadi, mereka akan menghadapinya bersama-sama.

1
Ridwani
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!