NovelToon NovelToon
Pernikahan Paksa Dengan Pembullyku Di Masa Lalu

Pernikahan Paksa Dengan Pembullyku Di Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Rania Wiratama seorang gadis yang dipaksa menikahi pembully-nya di Masa lalu atas keinginan terakhir Eyang Kartika, Rania bekerja sebagai Photography dan penjual foto lewat website.
Arga Prananda seorang pria yang bekerja di anjungan laut lepas, nampak menyesali perbuatannya pada Rania. Rasa bersalah selama bertahun-tahun mengubahnya menjadi obsesi sekaligus cinta. Rania yang sudah memendam rasa benci dan trauma tak mampu menatap apalagi bersama Arga. Tapi Arga selaku suami dan Imam bagi Rania berjanji untuk membimbing dan menuntun istrinya ke jalan agama, sekaligus mencintai Rania. Bagaimana akhir pernikahan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Minggu siang.

Rania beserta rombongan open trip lainnya, turun dari puncak Gunung Prau.

Tubuhnya lelah, kakinya pegal, namun perasaanya amat ringan---kadang wajah sang suami masih terlintas di benaknya.

Saat di perjalanan turun, Rania juga sempat berkenalan dengan para pendaki lainnya.

Para gadis yang masih single, kadang ada yang sudah memiliki suami dan anak.

Rania bisa membayangkan jika memiliki anak, dan hobinya terhalang.

Rania berbicara akrab dengan salah seorang pendaki wanita, dari rombongan open trip---sempat bertukar nama.

"Hallo, darimana Mbak?" tanya salah seorang gadis.

"Hallo dari Jakarta, Mbak sendiri darimana?" jawab Rania sekaligus bertanya.

"Dari Depok," jawabnya singkat.

Keduanya sempat berbincang akrab, jadi mereka tak terasa sudah turun.

Sesampainya di basecamp pendakian, sebagian rombongan memilih duduk santai sambil ngopi dan bercanda.

Sebelum pulang, mereka juga makan-makan dulu.

Sementara Rania berbeda, gadis ini memilih mandi dan membersihkan diri.

Setelah mandi, tubuhnya terasa segar, wajahnya kembali cerah, rambut ikalnya basah.

Cuaca dingin tak menghentikan Rania, untuk mandi.

Soal makan, Rania nanti akan makan di stasiun KRL Cawang saja.

Makan pecel lele atau ayam bakar, Karena Rania mau segera kembali pulang untuk menelepon suaminya.

Sejak tadi saat turun sang suami selalu menanyakan soal keadaannya, dan Rania langsung menjawab.

"Aku lagi turun Mas, nanti deh sampai rumah aku nelepon kamu," ucap Rania mengirim pesan singkat pada sang suami.

Semua perjalanan ini bukanlah keputusan yang mendadak, Rania sudah dari seminggu lalu merencanakannya.

Dua hari sebelumnya, yakni hari Selasa----Rania sudah lebih dulu minta izin pada Arga lewat telepon.

Kemana pun Rania sekarang harus izin pada suaminya, karena restu suami sama dengan restu orangtua.

Rania dulu jika mau mengadakan open trip dengan uang hasil kerja kerasnya sendiri, selalu minta izin pada sang ayah.

Jika ibunya---Lena---pasti mengizinkan karena dulu ibunya pernah open trip juga mengelilingi Indonesia bahkan Thailand.

Beruntungnya Arga memberikan izin pada Rania, dengan syarat tak boleh ada teman pria.

"Aku izinin kamu, tapi dengan syarat jangan ada teman pria," kata Arga di video call.

Rania hanya mendengus sebal, karena sang suami mengira dirinya akan bersama pria.

Bagaimana bisa Arga tak percaya padanya, padahal saat Bonar mengirimkannya pesan----Rania selalu cerita pada Arga.

Untuk Arga sendiri belum cerita jika di tempat kerjanya dirinya malah bertemu Karin, Arga berpikir untuk apa bercerita pada istrinya.

Toh, Karin disana hanya sebagai Gundik pemuas nafsu Pak Akram yang menjadi investor dan penanam saham Anjungan laut lepas.

Jadi Arga secara pribadi sudah tak memiliki rasa pada Karin lagi, karena pikirannya selalu memikirkan Rania.

Rania tengah berbicara dengan suaminya lewat pesan WhatsApp, dirinya juga mengirim foto bersama para gadis.

"Kamu sekarang percaya 'kan Mas?" tanya Rania.

"Iya, iya, aku percaya." Arga membalas pesan yang di kirimkan Rania.

"Kamu tuh yang nggak setia pasti disana banyak perempuan cantik 'kan?" ucap Rania.

"Siapa?? Disini kebanyakan gundik atasan aku, kali tuh gundik mau aku embat yang ada aku kehilangan jabatan aku," tulis Arga membuat Rania tertawa.

Rania juga mengirimkan foto-foto kebersamaannya dengan para pendaki perempuan.

Di status maupun di kirim pada sang suami bukan untuk pamer agar memastikan jika Rania tak pernah selingkuh.

Beruntungnya Arga percaya.

"Lagian, Mas Arga. Aku disini selingkuh Ama siapa? Sama genderuwo?" ucap Rania yang tak habis pikir.

Rania sedang menikmati gorengan dan makanan ringan, lalu pemandu berteriak mengumpulkan para peserta open trip.

"Ayo semua kumpul!" ujarnya memanggil para peserta open trip.

Panitia mau mendata, dan sebelum pulang mereka berdoa lebih dulu.

Setelah berdoa dan memastikan semua anggota rombongan lengkap, Rania dan peserta yang lain menaiki mobil elf.

Rani juga memastikan barang-barangnya sudah lengkap, yang utama adalah kamera dan ponsel.

Untuk baju dia hanya membawa satu stel, di dalam elf.

Rania menyetel lagu menggunakan headset, sebagian sudah bersandar dengan lelah.

Rania menghela napas lega, lalu meraih ponsel mengabari sang suami.

Di telinganya tengah mendengarkan musik, jari-jarinya mengetik dengan cepat.

Namun, hal yang membuatnya keringat dingin adalah.

Sebuah pesan dari raja terakhir.

Dian Prananda.

"Loh mamah?" ucap Rania.

"Rania kamu dimana? Tadi mama ke rumah kamu nggak ada?" ujar Dian mengetik pesan pada menantunya itu.

"Waduh, mama ke rumah lagi tadi pagi!" gumamnya dengan panik, matanya membulat menatap layar ponsel.

Rania menelan ludah.

Lalu tangannya dengan gemetar berusaha menelepon ibu mertuanya, dan segera meminta maaf.

"Hallo mama, assalamualaikum."

Rania nampak mengigit bibirnya, menelepon mertuanya di dalam mobil elf.

"Wallaikumsalam, kamu dimana Rania?" tanya Dian Prananda.

"Aku lagi open trip, Mah. Dan hari Selasa udah izin kok Ama Mas Arga," ucap Rania yang ragu-ragu.

"Hadehh kamu ini," marah Dian yang rupanya amat marah.

"Udah menikah masih aja keluyuran!" tegur Dian.

Dian hanya bisa mendengus kesal, karena biasanya menantu keluarga Prananda itu di batasi.

"Mamah mau ngapain ke rumah mah?" tanya Rania.

"Mama mau ngomong Ama kamu mengenai hal intim," kata Dian.

Rania menelan ludahnya, rupanya ibu mertuanya akan turun tangan untuk masalah ini.

"Rania dengar mama, nggak mau dengar alasan apapun pokoknya, sprei malam pengantin harus ada setelah Arga pulang!" ucapnya tegas.

Rania sejenak menjauhkan ponselnya, lalu menarik napas untuk menjawab mertuanya.

"Yah, nanti dirumah kita obrolin!" ujar tegas ibu Mertuanya.

"Assalamualaikum," ucap Dian.

"Walikumsalam," sahut Rania.

Rania menelan ludahnya kasar, setelah mertua mematikan telepon.

Perjalanan open trip yang seharusnya damai dan ceria, mendadak terasa jauh lebih menegangkan daripada masuk wahana rumah hantu.

Jalur gunung Prau memang menegangkan tapi jika berhadapan dengan mertua lebih menegangkan lagi.

Gadis berambut ikal itu hanya memejamkan mata, kepalanya berdenyut nyeri memikirkan mertuanya yang akan bertindak.

"Udah Napa satu aja...jangan dua...eyang Kartika di tambah mama Dian," batin Rania yang menggerutu.

*

*

*

1
Dias Larasss
kok lama bgt Thor up nya, kangen rania😌
Putri Sabina: maaf ya kemarin lagi renov rumah🤭 ttp komen ya kak biar author update sehari satu bab, janji dehh🙏
total 1 replies
DewiKar72501823
kak putri cerita mu bagus sekali..the best 👍🏻🥰
Putri Sabina: makasih kakak udah mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!