Febian memiliki tetangga baru seorang wanita, awalnya Febian tidak tertarik sedikitpun kepada wanita itu hingga akhirnya semuanya pun berubah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33
Nadila merasa bimbang, setelah pesan singkat yang ia terima malam tadi Nadila tak tau apakah ia harus menceritakan hal ini kepada Fabian atau tidak.
Tapi mengingat mereka yang masih bertengkar dan juga Fabian yang belum jujur tentang pertemuan dengan sang Mamah membuat Nadila nekat.
Nadila memutuskan untuk tidak memberitahu Fabian, karena Nadila ingin mendengar sendiri apa yang keduanya bicarakan.
Nadila memiliki 5 jam lagi untuk datang ke apartemen Ernest .
" Kalau ada yang Fabian sembunyikan, gue harus tau sendiri apa itu "
...
Teguh dan Fabian mulai mencari tau siapa orang yang mengambil foto-foto ini.
" Kira kira siapa yang tau tentang Nadila selain lo dan gue Bi ? "
Fabian mencoba mengingat, kemudian tiba-tiba satu nama terlintas dipikirannya.
Nia..
" Nia.. Sahabat Nadila, dia orang yang cukup dekat sama Nadila "
" Lo punya nomor Nia ga Bi ? "
" Ada, gue ada nomor nya "
Fabian menunjukkan nomor itu kepada Teguh, namun Teguh mulai menyadari sesuatu.
" ini orangnya Bi ? "
" Iyah ini Nia, kenapa lo kenal ? "
Teguh mengingat bahkan sangat ingat, Teguh pernah melihat Nia saat Nadila dan dirinya sedang berada dicafe.
" Anjing, dia Fabian dia. Dia yang ada dibalik foto-foto ini "
" Lo serius guh ? "
" Serius, gue liat cewe ini waktu gue sama Nadila di cafe. Dan ternyata dia lebih pintar dari kita Bi, dia pakai orang lain buat ambil foto kita padahal dia pelaku utamanya "
" Anjing Nia, berarti kita harus cari Nia sekarang "
" Bi, foto-foto ini sebenernya bukan tujuan utama mereka Bi "
" Ah Guh gue udah bisa satuin semua puzzle ini "
" Apa ? "
" Foto-foto ini sengaja mereka kirim setelah pertemuan gue dan Mamah Nadila, itu artinya mereka emang pengen bikin hubungan gue retak sama Nadila "
" Pasti sekarang ada seseorang yang akan datang buat nemuin Nadila Guh, kita harus ketemu Nadila sekarang "
" Yaudah kita ke apartemen lo sekarang "
Tanpa menunggu waktu lama, segera mereka pun pergi menuju apartemen Nadila.
...
Ernest kembali mengancam Nia..
Namun kali ini Nia ingin menyerah dan mengaku kepada Nadila.
Belum sempat Nia menghubungi Nadila, Ernest sudah lebih dulu mengawasinya.
....
Nadila benar-benar datang ke apartemen itu sendirian.
Tujuan Nadila satu, yaitu sang Mamah.
Tepat pukul jam 3 sore, Nadila sampai di apartemen milik Ernest lebih tepatnya didepan pintu unit miliknya.
Sebelum Nadila membuka pintu, Ernest sudah lebih dulu menyambut kedatangan Nadila
Dengan sebuah senyuman Ernest menyambut kedatangan Nadila
" Masuk Nad, ayo " ucap Ernest
Tanpa Nadila tau, saat ini Nadila sudah masuk kedalam neraka yang Ernest ciptakan.
...
Ponsel milik Nadila tidak dapat dihubungi, bahkan apartemen nya pun kosong tidak ada penghuninya.
" Lacak Bi lacak " ucap Teguh panik
" Ga bisa, nomornya ga aktif "
" Perasaan gue ga enak Guh, gue takut terjadi sesuatu sama Nadila "
Ditengah-tengah kepanikan mereka, Fabian melihat tab Nadila yang menyala.
" Chat, gue harus liat apa ada orang yang ngechat Nadila lagi " ucap Fabian
Fabian tau jika Nadila selalu mengkloning chatnya di tab miliknya, segera Fabian pun membuka tablet itu.
Dan disaat yang bersamaan ponsel milik Fabian berdering panggilan masuk.
" Nia bi " ucap Teguh
Segera Fabian mengangkat panggilan itu.
" Masih berani lo telp gue Bangsat, gue udah tau lo sebenarnya siapa " ucap Fabian
" Nadila dalam bahaya Fabian "
" Ini bukan cuma soal Mamahnya "
" Tapi Ernest , dia jauh lebih bahaya dari yang kalian pikir "
Dan benar saja, malam tadi Nadila kembali mendapatkan pesan masuk dari nomor asing.
" Kita ga punya waktu lagi Bi, kita harus pergi sekarang "
" Sialan Ernest sialan "
....
" Mana ? Lo mau nunjukin apa soal Fabian ? "
" Ssttt pelan pelan dong Nadila "
" Mana Mamah gue, dimana dia ? "
Ernest melempar foto Fabian dan Mamahnya di cafe hari itu.
" Apa yang ada dipikiran lo Nad melihat Fabian diam-diam ketemu sama Mamah Lo ? "
" Lo mau tau apa yang mereka bicarain ? "
" Mereka itu sepakat buah pisahin kalian berdua Nad "
" Dan Fabian mengiyakan, dia juga ragu buat nikahin lo "
" Ernest Ernest , omongan sampah apasih itu ? "
" Sekarang gue tanya sama lo Nad, cowok lo cerita ga kalau apa aja yang diomongin sama Mamah lo ? "
" Engga kan pasti ? "
" Udahlah Nad, Fabian itu ga bener bener serius sama lo. "
" Mau lo apasih Ernest ? kenapa lo maksa gue buat balikan sama lo ? "
" Simple, karena nyokap lo itu udah ngejual lo ke gue Nad. Jadi gue ga mau dong rugi gitu aja "
" Dasar gila, orang gila Lo "
Nadila ia hendak keluar dari apartemen Ernest , namun tangan Ernest sudah lebih dulu menahan tangan Nadila.
" Lo mau kemana Nad ? "
" Lepasin gue Ernest , lepasin gue "
" Ga akan sayang, gue mau kita nikmatin hari ini yah mau ya sayang "
Ernest membawa nadila kedalam kamarnya, melempar Nadila dengan kencang keatas kasur
" Setelah ini gue jamin Nad, lo ga akan bisa kabur dari gue. "
" Masuk sekarang " teriak Ernest
Tak lama hadir sosok Nia, kedua mata Nadila pun membulat sempurna melihat Nia disana.
" Sahabat yang lo anggap baik selama ini, justru sahabat yang nusuk lo dari belakang Nad "
Tubuh Nadila membeku, ia tak percaya dengan apa yang dia dengar.
Nia tak menjawab apapun, namun Nadila menganggap diam itu menjadi jawaban.
" Gue ga mau Ernest "
Tolak Nadila saat Ernest hendak mencium bibirnya
" Ayo Dil, gue tau lo juga pengen kan "
Saat Teguh dan Fabian sampai, segera mereka pun mendobrak pintu apartemen milik Ernest .
Fabian menarik kerah baju Ernest dari belakang, hingga laki itu terpental jauh.
" Bangsat lo Ernest , bajingan "
lanjut ya thor👍😄