Note: Ini cuma sekedar novel santai aja, kemungkinan besar dari kalian akan bosan membacanya. karena alurnya yang lambat, jadi jangan tanya author masalah debeh, aksi gelut gelut dan semacamnya yaa...😀
Xiao Yan bereinkarnasi ke dunia kultivasi modern sebagai bayi dengan status dan keahlian maksimal menyentuh angka 9999. Di tengah tragedi serangan monster yang merenggut nyawa ayahnya dan mengancam ibunya, dia tanpa sengaja melepaskan satu tembakan energi mematikan yang menghapus sang monster beserta daratan sejauh tiga kilometer dalam sekejap. Demi kehidupan yang damai dan tenang, Xiao Yan memutuskan untuk menyembunyikan identitasnya, meski takdir dan sistem di kepalanya seolah terus memaksanya untuk bertindak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
"Ugh..."
Suara kecil dan serak itu keluar dari bibir yang basah. Mata Xiao Yan terbuka perlahan. Pandangannya buram dan berputar. Dia merasakan tubuhnya sangat berat, seolah tulang-tulangnya terbuat dari kapas basah. Dia mencoba mengangkat tangannya, tetapi yang terlihat di depan wajahnya adalah lengan mungil berwarna merah muda.
"Kenapa suaraku seperti ini? Tanganku... kenapa sangat kecil?"
Xiao Yan menggerakkan jari-jarinya. Semuanya terasa canggung. Otaknya memproses informasi secara lambat. Ingatan terakhirnya adalah tertidur di depan layar komputer setelah bermain game, dan sekarang dia berada di tempat yang terasa sangat dingin. Bau obat antiseptik dan bau anyir darah bercampur pekat di udara.
"Hah... Hah..."
Suara napas yang berat dan putus-putus terdengar dari sisi kirinya.
Xiao Yan memutar kepalanya dengan susah payah. Di sebelahnya, tergeletak seorang perempuan muda dengan rambut hitam yang berantakan. Wajahnya pucat pasi. Ada luka robek besar di perutnya, dan darah segar terus mengalir membasahi seprai tempat tidur putih tersebut.
Perempuan itu menatap Xiao Yan dengan mata yang setengah tertutup. Tangannya yang gemetar terulur, menyentuh pipi Xiao Yan dengan lembut.
"Uhuk! Uhuk!"
Perempuan itu batuk, mengeluarkan cipratan darah dari mulutnya.
"Sayangku..." ucap perempuan itu dengan suara bergetar. "Semoga... semoga kamu menjadi anak yang baik... jika sudah besar nanti..."
Xiao Yan menatap mata perempuan itu. Jantungnya berdetak kencang.
"Dia... Adalah ibuku? Aku bereinkarnasi?"
Belum sempat Xiao Yan memproses situasi sepenuhnya, lantai ruangan itu bergetar hebat.
Brak!
Dinding beton di depan mereka hancur berkeping-keping. Puing-puing batu bata dan besi tulangan berjatuhan ke lantai. Rumah sakit tempat mereka berada kini berlubang dan terbuka langsung ke arah luar. Langit malam yang gelap terlihat jelas, dihiasi asap hitam tebal.
"Grrrraaaa!"
Raungan keras menggema, membuat telinga Xiao Yan sakit. Di luar lubang raksasa itu, berdiri seekor monster kera berbulu besi dengan tinggi sepuluh meter. Mata monster itu merah menyala, menatap tajam ke arah perempuan yang terbaring tak berdaya dan bayi di sebelahnya. Monster itu mengangkat tangan kanannya yang memiliki cakar tajam sepanjang pedang.
"T-Tidak..." lirih ibu Xiao Yan. "Kumohon... jangan anakku..."
"Sial. Monster apa itu? Dia akan membunuh kami berdua jika seperti ini," pikir Xiao Yan. Dia mencoba menggerakkan tubuhnya untuk lari, tetapi kaki dan tangannya sama sekali tidak merespons perintah otaknya. Dia hanyalah seorang bayi yang baru lahir.
Di tengah kepanikan dan rasa tidak berdaya itu, sebuah layar cahaya berwarna biru transparan tiba-tiba muncul di depan wajah Xiao Yan. Layar itu persis seperti antarmuka pengguna dalam game yang sering dia mainkan di kehidupan sebelumnya.
Ding!
Teks putih bermunculan di layar biru tersebut:
[Sistem Terhubung]
[Nama: Xiao Yan]
[Usia: 0 Tahun]
[Status]
HP: 9999 (Maksimal)
MP: 9999 (Maksimal)
Kekuatan Fisik: 9999 (Maksimal)
Kelincahan: 9999 (Maksimal)
Kecerdasan: 9999 (Maksimal)
Xiao Yan membaca teks itu dengan cepat.
"9999? Semuanya maksimal? Apa-apaan ini?"
Layar biru itu berkedip sesaat, kemudian memunculkan daftar baru.
[Skill Dikuasai: 9999 Skill]
[Menampilkan 5 Skill Acak]
[Sinar Penghancur - Level Maksimal]
[Pemulihan Ilahi - Level Maksimal]
[Langkah Hampa Udara - Level Maksimal]
[Tameng Absolut - Level Maksimal]
[Manipulasi Ruang - Level Maksimal]
Monster kera di luar sana sudah mengambil ancang-ancang. Otot lengannya menegang. Cakar tajam itu bersiap menebas masuk ke dalam ruangan.
"Tidak ada waktu untuk berpikir," batin Xiao Yan.
Dia mengarahkan tangan kanannya yang mungil dan gemetar ke depan, lurus ke arah dada monster tersebut. Dia mengingat sensasi bermain game, memfokuskan pikirannya pada satu nama keahlian yang ada di daftar pertama.
"Sinar Penghancur."
Ujung telunjuk bayi itu bersinar terang. Titik cahaya seukuran kelereng berkumpul dalam hitungan milidetik. Xiao Yan tidak merasakan tarikan energi apa pun dari tubuhnya. Semuanya terasa sangat ringan dan alami.
Lalu, cahaya itu melesat.
Booooom!
Suara ledakan memekakkan telinga merobek udara. Gelombang kejut yang luar biasa kuat tercipta dari ujung jari Xiao Yan. Pilar cahaya biru keputihan berdiameter lima meter meluncur deras.
Monster kera itu bahkan tidak sempat berkedip. Pilar cahaya tersebut menghantam dadanya, menguapkan tubuh monster itu tanpa sisa seketika. Namun, serangan itu tidak berhenti di sana. Pilar cahaya tersebut terus melesat lurus menembus gedung-gedung di belakang rumah sakit, meratakan hutan di pinggiran kota, dan membelah awan malam.