Namanya Esterlita Hanggara Suparapto, putri bungsu pengusaha transportasi terkenal Anthony Hanggara Suprapto dan Hagia Selvia Suprapto.
Ester adalah gadis cantik berusia 20 tahun, karena statusnya yang merupakan putri bungsu ia mendapatkan kasih sayang berlebih dari kedua orang tuanya dan kedua kakak perempuannya.
Namun ternyata perlakuan itu menjadikan Esterlita menjadi sosok nona muda dengan segudang sifat dan sikapnya yang menyebalkan. Estelerlita menjadi sosok yang sangat arrogant dan suka merendahkan orang lain.
Pergaulannya kian liar,
Keributan demi keributan seringkali ia ciptakan, Titik kesabaran tuan Anthony mencapai batas ketika ia bertemu dengan sang putri di loby hotel bersama seorang pria yang sangat tidak ia suka.
Tuan Anthony marah bukan main,
keputusan di buat,
Jika Ester tak ingin kehilangan haknya atas semua fasilitas dari sang ayah maka ia harus mau menikah dengan Yoga Setyawan.
Supir pribadi sang ayah,
brugh....
Ester pingsan....
apa yang akan terjadi.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 2 Esterlita Hanggara Suprapto
Pukul 10 pagi,
Matahari telah mulai beranjak naik kian tinggi dari peraduannya dan kian menunjukkan keeksisannya.
Sinarnya yang terang benderang mulai terasa nyata menyiratkan rasa panas pada siapapun yang ada di muka bumi ini.
Ketika semua orang telah sibuk dengan segala rutinitasnya,
Seorang gadis cantik rupawan baru saja nampak keluar dari kamar mandi,
Masuk ke ruang ganti dan tak lama setelah menemukan pilihannya ia kembali keluar dan segera melangkah ke arah kaca riasnya yang ada di ruangan itu.
Rok mini berbahan jeans berwarna navy dengan panjang sedikit di atas lutut ia padukan dengan kemeja lengan pendek sebahu berwarna cream cerah menjadi pilihannya.
Gadis itu adalah putri bungsu tuan Anthony Suprapto.
Esterlita Hanggara Suprapto.
Sang putri terkecil kesayangan semua orang yang ada di rumah ini tanpa terkecuali termasuk para pelayan.
Meski kerap jengkel karena kelakuannya, tapi tetap saja mereka sangat menyayangi Ester.
Di karuniai dengan tubuh seksi dengan tinggi di atas rata rata seorang perempuan,
Penampilan Ester terlihat kian memukau.
Wajahnya yang cantik rupawan selalu mampu mempesona semua orang tanpa terkecuali,
Tapi sayang ...
Wajah yang cantik tak sejalan dengan tingkahnya yang Subhahanallah....
Esterlita sukses membuat kedua orang tuanya selalu mengelus dada melihat tingkahnya.
Kian dewasa bukannya semakin baik tingkah Ester semakin membuat tuan Anthony dan nyonya Hagia kian sakit kepala.
Dan akhir akhir ini, hubungan Ester dengan seorang pemuda semakin sukses membuat tuan Anthony jantungan.
Pasalnya pemuda itu yang ia tahu bukanlah pemuda baik baik meski ia berasal dari keluarga kaya raya dan baik baik sekaligus putra rekan bisnisnya.
Pietter John Seet,
Pria muda berdarah bule yang di klaim Ester sebagai pacarnya.
Padahal yang tuan Anthony tahu pemuda itu beberapa kali terjerat masalah hukum karena kasus pemakaian dan penyalah gunaan obat obatan terlarang.
Belum lagi kabar tentang pelecehan seksual yang pernah ia dengar pernah juga di lakukan oleh pemuda itu.
Tapi Ester seperti buta dan tuli, ia tak menghiraukan larangan sang papa. Nyatanya meski telah di larang keras oleh sang papa untuk berhubungan dengan Pietter,
Ia tetap saja masih bandel menjalin kasih dengan pemuda itu.
Dan Hari ini....
Ia ada janji dengannya,
Ester tak henti mematut wajahnya dan penampilannya di depan cermin, ia benar benar ingin terlihat perfect di hadapan pacarnya itu.
" perfext....darling...i am coming " cicitnya sambil tersenyum manja di depan kaca, setelahnya ia menyahut sling bag kesayangannya dan segera melangkah keluar kamar
Ester menuruni anak tangga dan melihat kedua orang tuanya sedang duduk di ruang tamu dengan seseorang yang juga duduk di depan mereka.
Jika dilihat dari jauh kedua orang tuanya itu seperti sedang mewawancara kerja seseorang.
Ester terkikik geli melihat itu, apalagi saat ia melihat sosok di hadapan mama papanya itu yang terus menunduk sejak tadi.
Ester terus melangkah dengan bola mata yang tanpa sadar terus terarah pada sosok yang ia tertawakan tadi.
Pemuda itu mendongak ketika ia telah berada di dekat mereka,
Mata mereka bertemu, Ester sedikit menarik alisnya keatas ketika ia melihat wajah pemuda itu.
" tampan juga....
tapi.....udik " cibir Ester di dalam hati, kening Ester berkerut ketika pemuda itu lebih dulu memutus tautan mata keduanya dengan menunduk.
" dasar kampungan....
sok jual mahal, lagian siapa juga yang mau lama lama liat liatan sama dia...
najis..."
umpatnya lagi di dalam hati merasa kesal karena pemuda itu yang lebih dulu memutus tautan mata keduanya.
Cara pandang Ester seketika berubah dan terlihat jelas merendahkan pemuda itu.
Salah satu ujung bibirnya sampai tertarik ke atas sangking ia menganggap remeh dan kesal pada pemuda itu.
" Ester....." tiba tiba sebuah panggilan dari sang papa membuatnya terkejut.
Ester menoleh kepada sang papa, tatapan sang papa terasa horor di matanya.
" apa sih pa....
apa coba salah Ester sampai papa liat Ester kayak begitu..." cebiknya
" jaga sikapmu itu,
tidak sopan melihat orang lain dengan ekspresi seperti itu.....
dia lebih tua darimu,
Seharusnya kau bisa menjaga sikap dan lebih sopan padanya " omel tuan Anthony.
Wajah pria baya itu berubah serius, begitupun dengan sosok di sisinya.
Sang mama,
nyonya Hagia juga menatap Ester dengan tatapan penuh selidik.
Menelisik sikap sang putri yang sungguh jauh dari kata sopan.
Tatapan nyonya Hagia berlanjut pada penampilan Ester.
Wanita baya itu terus menatap penampilan sang putri bungsu dari atas kebawah.
" mau kemana kamu dengan pakaian seperti itu hemm... ?! " tanya nyonya Hagia kemudian dengan ketus.
" keluar sebentar sama Neta dan Jasmin ma....
bentar aja " jawab Ester manja.
" kemana ? " kali ini tuan Anthony yang bertanya.
" ngemall bentar pa....bagi duit dong, masak ngemall nggak bawa duit pa "
" ngemall apa ngemall ?! Yang jelas kamu kalau ngomong "
" duh sih papa....ngemal pa, suer...." jawab Ester
" ngemal pakai pakaian seperti itu, ganti nggak " oceh sang mama.
Yoga mendengar perdebatan itu dengan tetap menunduk.
Jantungnya terasa berdetak kencang,
Ternyata gadis itu adalah putri majikan ayahnya itu.
Ester menolak mengganti pakaiannya dengan alasan waktunya sudah mepet dan teman temannya sudah pada menunggu.
Nyonya Hagia dan pak Anthony yang memang tergolong terlalu memanjakan Ester akhirnya mengalah.
" janji...
ini adalah yang terakhir kamu memakai pakaian seperti itu Ester.
Kamu mau papa masuk neraka nanti "
" iya janji....ini yang terakhir " jawab Ester sambil mengangkat jarinya yang sudah berbentuk huruf V ke hadapan sang papa.
Tak lama ia segera berlalu meninggalkan tempat itu setelah menyalimi dan mencium kedua pipi mama dan papanya.
" jangan pulang malam atau papa akan seret kamu dari hadapan teman temanmu " peringatan terakhir tuan Anthony yang hanya di angguki oleh Ester sebelum ia benar benar pergi dari tempat itu.
Langkah kaki Ester yang penuh keyakinan di iringi tatapan mata dan gelengan kepala nyonya Hagia dan tuan Anthony.
Ester langsung masuk ke dalam mobil, di dalam mobil ia mengecek saldonya.
Senyum segera tersungging di bibirnya kala ia melihat saldo di rekeningnya bertambah.
Mesin mobil Ester terdengar mulai berderum dan tak lama mobil yang ia kendarai itu mulai bergerak.
Mundur dan keluar dari area garasi rumahnya dan akhirnya Ester benar benar membawa mobilnya keluar dari area pelataran rumahnya.
Melewati pagar tinggi rumahnya dan masuk ke area jalan raya beraspal.
Di dalam mobil ponselnya nampak berkedip,
Tangan Ester terulur meraih ponselnya.
Keningnya berkerut, sebuah pesan masuk dari nomor seseorang yang ia beri nama my honey.
Ester membukan pesan itu.
( sayang....
sorry....kita nggak bisa ketemu hari ini, ada acara di rumah dan aku harus hadir.
sekali lagi maaf sayang....besok aja ya kita ketemunya....)
Bunyi pesan itu,
Wajah Ester seketika berubah keruh.
" apasih Piet....
kenapa ngabarinya dadakan gi.....e...e......akhh.....!! "
Ester yang emosi membanting ponselnya ke kursi mobil dan pandangannya teralih dari jalanan di hadapannya.
Dan ketika ia mendongak ia sadar ia terlalu ketepi.
Ia segera menginjak rem mobil,
Tapi ia terlambat.....
Bruakk.....
Mobil Ester menabrak rombong seorang pedagang kaki lima yang berjualan bakso hingga naik ke trotoar jalan.
Kepala Ester terbentur setir dan membuat luka di sana,
darah segera keluar dari luka itu.
Ester masih dalam kondisi terkejut ketika kaca mobilnya di gedor dari luar dengan kasar.
brak brak brak....
" hei...keluar....tanggung jawab kamu......!! "
makasih udah up di hari Minggu ya Kak Thara, aku beneran ga nyangka, love sekebon deh😍😍😍😍
ngakuuuuuuuuuu udah mulai tersepona dan teryoga yoga🤣🤣🤣