Jatuh cinta pada anak tiri seiring nya waktu karena istri selingkuh terus menerus?! padahal... Renzo Draja adalah pria mapan.. bagaimana konflik mereka dan cara Renzo Draja mengatasi nya?
Setelah bercerai dengan istri nya, entah bagaimana caranya Nias Wiliam yaitu mantan istri nya Renzo Draja mendapatkan uang, sedangkan Renzo Draja nyaris menguasai semua bisnis di kota.
Setelah bercerai, Renzo di perintahkan untuk kencan buta dengan para wanita pilihan Ayah Renzo Draja, yaitu Jhonson Draja.
Gaskeun mampir baca novel ku cuyy!
[Karya Official Wulan.Chanz]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wuna.Chanz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 Kesibukan
Jhonson menghela nafas, mengangguk.
"Iya, Ayah paham", Jawab Jhonson dengan singkat.
"Coba aja dulu nak", Bujuk Vione dengan lembut, berharap Renzo mau.
"Coba pikirin aja dulu, ini juga demi kebaikan kamu", Vione bujuk lagi, Renzo menghela nafas.
"Iya, Renzo coba mutusin lagi", Jawab Renzo, Ayden berjalan masuk ke ruang makan, tersenyum gugup melihat tatapan Jhonson bagaikan elang itu.
"E-Eh.. Om Jhonson, hehe", Sapa Ayden dengan takut-takut lalu berjalan cepat ke samping nya Renzo, duduk di kursi.
...****************...
Sarapan pagi di mulai dengan hanya suara alat makan yang berbunyi.
* Mngh? aku udah beberapa hari jadi anak tiri di sini, ternyata rasa makan bersama tetap kayak gini ya? canggung banget, buat aku sih canggung nya, tapi aku bingung, kenapa kok kayak diam-diam semua? *
Tanya Zelia dalam hati.
* Aku jadi kangen suasana makan bersama di pantai asuhan *
Ujar Zelia dalam hati, tersenyum mengingat nya.
-Putar ulang waktu-
Zelia berjalan ke ruang makan dan membawa piring makanan di kedua tangan nya yang berisi makanan sederhana yaitu sayur mayur, tempe tahu dan telur.
"Yey makanan datang!", Ucap salah satu adik pantai asuhan dengan bersemangat, Zelia tersenyum lalu menaruh piring-piring makanan di meja, Elisa datang lalu menaruh gelas dan teko air.
"Bagi-bagi ya makan nya?", Tanya Elisa dengan penuh kelembutan.
"SELAMAT MAKAN!!!", Ucap salah satu adik pantai asuhan yang sudah sangat lapar, suasana sungguh riuh, mengobrol, bercanda, dan ada juga yang makan dengan tenang, Zelia tersenyum, menikmati suasana keluarga panti asuhan dengan nyaman.
* Walau bukan kandung, tapi rasa nya keluarga banget *
Ucap Zelia dalam hati.
-Kembali ke masa sekarang-
Zelia menghela nafas pelan, Renzo melirik lalu kembali fokus pada makanan nya.
...****************...
Setelah selesai sarapan.
"Ayah tunggu informasi selanjut nya tentang kamu yang mau kencan buta atau enggak ya nak?", Tanya Jhonson.
"Bunda sama Ayah harap sih kamu mau kencan buta", Ujar Vione, lalu Jhonson dan Vione berdiri.
"Ayah sama Bunda pergi dulu, ada urusan di kantor", Ucap Jhonson, Renzo mengangguk.
"Hati-hati, Ayah, Bunda", Ujar Renzo, lalu Jhonson dan Vione pergi, Renzo bersandar ke kursi, menghela nafas.
"Widih, kencan buta lo?", Tanya Ayden.
"Ya mau gimana lagi? gue harus coba", Jawab Renzo dengan muak.
"Daddy pasti bisa temuin jodoh Daddy", Ucap Zelia sembari tersenyum, Renzo menoleh, mengangguk.
"Ayo Baby, siap-siap", Ajak Renzo, bangkit dari kursi.
"Eh kemana Daddy?", Tanya Zelia dengan kebingungan.
"Ke kantor Daddy, ingat kan janji Daddy? mau ajarin Baby jadi assisten Daddy?", Tanya Renzo.
"O-Oh iya benar, Baby lupa", Zelia bangkit juga dari kursi.
"Lah gue boleh ikut kagak?", Tanya Ayden, Renzo melirik dengan tatapan tajam, Ayden melompat bangkit.
"Woy lah jangan liat gue kayak gitu! tatapan lo kayak Ayah lo anjir! takut gue! trauma berat~", Ujar Ayden dengan menggeram ketakutan.
"Lagian lo ngikut mulu! muak gue! udah ah sana pulang!", Perintah Renzo menepis angin seolah-olah mengusir, Ayden cemberut, menyilangkan kedua tangan nya di depan.
...****************...
Kantor pusat Draja ternyata mengagumkan, gedung tinggi, mewah, dan sungguh mengagumkan, Zelia berbinar melihat gedung Draja.
"Woah...", Puji Zelia dengan kagum, Renzo turun dari mobil, membukakan pintu mobil lalu mengulurkan tangan nya.
"Ayo Baby", Ajak Renzo dengan tersenyum, Zelia mengangguk, menerima tangan Renzo.
"Ini keren Daddy", Puji Zelia, beberapa karyawan dan karyawati berbisik-bisik.
"Eh? lihat, siapa itu? Tuan Renzo tapi sama siapa itu?", Tanya Karyawati.
"Eh iya siapa ya?", Tanya balik dari Karyawan, Renzo menuntun Zelia ke dalam perusahaan, saat Renzo dan Zelia masuk, Jessy berlari mendekati Renzo.
"Pagi Tuan, pagi Nona", Sapa Jessy, Zelia tersenyum, lalu Jessy berdiri di sisi nya Renzo, semua karyawan dan karyawati membungkuk saat Renzo melewat.
...****************...
Saat sampai di ruang pribadi nya Renzo.
"Tuan, izin kan saya memberi tau jadwal kita hari ini", Ucap Jessy, Renzo duduk di kursi kebesaran nya, membiarkan Zelia jalan-jalan untuk melihat-lihat.
"Ya, boleh", Jawab Renzo, Jessy mengangguk, berdiri di samping Renzo, membuka tablet nya.
"Buat pagi ini, karena beberapa hari Tuan Renzo tidak bekerja, Tuan Renzo harus kerjakan beberapa pekerjaan yang tertunda, lalu siang nya makan siang, dan sore nya ada meeting", Ujar Jessy, Renzo mengangguk, walau di dalam diri nya terpukul karena harus mengerjakan lebih banyak pekerjaan hari ini.
* Yah.. sudah aku duga, banyak masalah akhir-akhir ini, belum nanti malam kencan buta, huft... gimana aku ngajarin Baby Zelia? gak papa, abis kencan buta aku bakal ngejelasin beberapa materi bisnis ke Zelia *
Ujar Renzo dalam hati, membuat beberapa susunan pribadi di pikiran nya.
...-Bersambung-...
-Bersambung-