Kalimat 'Mantan Adalah Maut' rasanya tepat jika disematkan pada rumah tangga Reya Albert dan suaminya Reyhan Syahputra
Reyhan merasa jika dirinya yang hanya seorang staff keuangan tidaklah sebanding dengan Reya yang seorang designer ternama, setidaknya kata-kata itu yang kerap ia dengar dari orang-orang disekitarnya
Hingga pertemuannya dengan Rani yang merupakan mantan kekasihnya saat sekolah menengah menjadi awal dari kehancuran bahtera rumah tangga yang telah dibangun selama tujuh tahun itu
Apa yang akan terjadi pada pernikahan ini pada akhirnya? Dapatkah Reya mempertahankan rumah tangga yang ia bina walaupun tanpa restu dari orang tuanya? Atau pada akhirnya semua akan berakhir?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CTPS 34
"Mih, Pih"
Sepasang suami istri itu berbalik, keduanya cukup terkejut melihat kedatangan putra tunggal keluarga Wilson
Putranya yang ternyata masih ingat jika memiliki keluarga
"Darren!" Liliana bangkit, memeluk tubuh tegap putranya itu dengan linangan air mata
Sebagai seorang ibu, Liliana jelas merasa rindu, terlebih Darren adalah satu-satunya putra mereka
"Kamu dari mana aja sayang? Mami kangen banget sama kamu Darren!" Liliana mengusap wajah tampan putranya dengan begitu lembut
"Maafin Darren Mih! Darren sayang sama Mami" Pria tampan itu membalas pelukan sang ibu
"Masih ingat rumah kamu? Papi pikir kamu gak kenal sama kedua orang tua kamu lagi, Darren!" Ujar Robert
Darren lalu memeluk sang ayah, Robert menepuk punggung putranya itu dengan bangga
Walaupun Darren sangat jarang dirumah, tapi putranya itu selalu bisa membuatnya bangga
Siapa yang tak kenal dengan perusahaan keluarga Wilson saat ini? Dan semua itu berkat Darren sang putra
***
Kini ketiganya telah duduk bersama diruang tengah, Darren memasang wajah serius
"Ada apa sayang? Katanya kamu mau bicara serius?" Tanya Liliana karena sejak tadi putranya itu diam saja
"Emm" Darren lebih dulu menghela napasnya "Aku mau mami sama Papi menemani aku untuk melamar seorang wanita!"
Robert yang tengah menyesap kopinya tersedak. Sudah bertahun-tahun ia meminta putranya itu untuk menikah namun Darren selalu menolak dan hari ini putranya itu ingin dilamarkan seorang wanita
"Kamu mau nikah?" Tanya Liliana seolah tak percaya
"Ayolah Mih! Aku serius sama dia!"
"Mami gak keberatan kalau emang kamu mau nikah, tapi perempuan itu siapa?" Tanya Liliana
"Wanita yang masuk di keluarga Wilson harus jelas bibit bebet serta bobotnya, Darren"
Wajar jika Robert mengatakan itu, mengingat Darren adalah pewaris tunggal kekayaan keluarga Wilson
"Namanya Reya, dia seorang janda dengan satu anak!" Jawab Darren apa adanya
"Janda?" Liliana tak percaya ini
Dirinya serta sang suami bahkan menjodohkan putra semata wayangnya itu dengan gadis dari keluarga baik-baik dan Darren malah jatuh cinta pada seorang janda dengan satu anak
"Dia temen Darren saat masih sekolah, dia..!"
"Tunggu Darren!" Ucapan Darren belum selesai dan sang ayah memotong ucapannya
"Papi gak masalah jika dia seorang janda! Tapi papi harus tau apa dia berasal dari keluarga baik-baik atau tidak!"
"Dia seorang designer ternama, pernikahan sebelumnya gagal karena suaminya meninggalkan nya demi wanita lain!" Ujar Darren
"Dia Reya Albert, putri tuan Albert dan nyonya Alina Albert!"
Robert diam, ia jelas tau nama yang disebutkan oleh putranya itu
"Albert?" Darren mengangguk "Dia Albert rekan bisnis keluarga Wilson?"
"Kamu menjalin hubungan dengan putri keluarga Albert?" Liliana tampak antusias
Darren mengangguk "Jadi gimana? Papi sama Mami mau kan melamar Reya untuk aku?"
"Tentu saja, papi sudah menjodohkan kamu dengan putri tuan Albert sejak kalian masih kecil!"
Robert sedikit bercerita tentang masa lalunya bersama tuan Albert, bagaimana persahabatan keduanya terjalin sejak masa sekolah menengah
Darren merasa lega, besok ia akan melamar kekasihnya itu. Wanita yang ia cintai sejak sepuluh tahun yang lalu
***
"Papi sama Mami kamu terima kalau aku seorang janda kan?" Tanya Reya
Keduanya tengah mengobrol lewat sambungan telepon, Darren bercerita tentang dirinya yang telah meminta restu kedua orang tuanya
"Mereka gak akan punya pilihan lain selain setuju, sayang!" Ujar Darren
"Jadi gak sabar!"
"Aku lebih gak sabar lagi!" Ucap Darren jujur "Aku udah nunggu hari ini sejak sepuluh tahun yang lalu!"
Reya terharu mendengarnya, begitu besarnya cinta pria itu padanya, hingga Darren rela menunggu selama itu hanya demi untuk bisa bersamanya
Lagi pula siapa yang tak ingin menjadi pendamping seorang Darren Wilson, jika dia masih seorang pria culun dengan kacamata nya mungkin wanita-wanita itu akan menolak
Tapi ini Darren Wilson yang jauh berbeda, tampan dan kaya raya. Ia heran saja kenapa Darren tidak mencoba mencari wanita lain yang jauh lebih pantas
***
Hari ini rumah keluarga Albert kedatangan tamu spesial. Robert tak mengulur waktu. Begitu putranya mengatakan ingin menikah maka pria paruh baya itu bergerak cepat
Terlebih Darren ingin melamar putri dari sahabatnya, membuat Robert tak berpikir lagi
"Selamat datang Robert!" Tuan Albert mengulurkan tangannya dan langsung disambut oleh pria didepannya
"Terima kasih Albert, akhirnya!"
Keduanya tersenyum, rencana yang telah disusun selama bertahun-tahun akhirnya terwujud juga
"Tapi aku harus mengatakan jika putriku seorang.."
"Seorang Janda?"
Tuan Albert terkejut, ia pikir Robert akan terkejut dan mempertimbangkan tentang status Reya
Tapi sepertinya sahabatnya itu telah mengetahui semuanya, itu artinya Darren tak menyembunyikan apapun tentang Reya dari kedua orang tuanya
"Lalu kenapa Albert, kita sudah membicarakan ini sejak lama, status putrimu jelas bukan masalah" Ujar pria setengah baya itu
"Aku lega Robert, setidaknya putriku akan diterima dengan baik oleh keluarga mu!" Ujar tuan Albert lega
"Kita lupakan masa lalu, dan mulai masa depan yang lebih baik"
Keduanya tersenyum, ada kelegaan yang terpancar dari wajah tuan Albert dan istrinya
Setidaknya putri serta cucunya akan bersama orang-orang yang menyayangi mereka
"Jadi kapan kita bisa melangsungkan pernikahannya?" Tanya Robert tiba-tiba
"Tentu saja secepatnya! Kita akan menyelenggarakan pesta yang meriah, bukan?"
Kedua keluarga konglomerat itu sepakat, bahkan saran Reya yang ingin pesta pernikahan yang sederhana tak diindahkan
Kedua keluarga itu akan membuat pesta pernikahan itu menjadi Wedding of the year
"Apa satu bulan cukup untuk melakukan persiapan?" Tanya Liliana
"Ya, itu terlalu terburu-buru!" Alina menimpali
Para suami hanya menentukan waktu saja tanpa berpikir bagaimana sulitnya mempersiapkan segala kebutuhannya
"Lebih cepat lebih baik, kan?" Ujar Robert dan tuan Albert setuju
"Tapi bagaimana dengan persiapan nya? Gaun, gedung?"
"Kita akan gunakan semua yang terbaik!"
"Aku ingin menggunakan bajuku sendiri untuk pernikahan ini!" Ujar Reya
Sejak tadi semua orang bicara, dan tak mendengar apa yang hendak ia sampaikan
Tentu saja sayang! Ini pernikahan kamu" Ujar Robert
Ia sudah mendengar dan mencari tau tentang calon menantunya itu, dan nama Reya memang terkenal sebagai salah satu designer terbaik
"Tapi semuanya butuh waktu!"
"Apa satu bulan tidak cukup untuk merampungkan gaun itu?" Tanya tuan Albert pada putrinya
"Aku mau semuanya sempurna!"
"Baiklah, bagaimana kalau dua bulan?" Robert memberi saran
Bagaimanapun ini pernikahan Reya dan wanita itu ingin semuanya sempurna
"Itu cukup!"
Mendengar jawaban Reya semua orang dapat bernapas lega, dua bulan rasanya cukup untuk melakukan persiapan yang sempurna
"Baiklah, kita akan menyelenggarakan pesta meriah itu dua bulan lagi!"