"Dia cinta pertamaku, dan aku ingin berjuang untuk mendapatkannya"
Irena, gadis berkacamata yang sebelumnya bahkan tidak mempunya teman pria, namun tiba-tiba jatuh cinta pada pandangan pertama pada seorang pria tampan bernama Andreas. Pertama kali merasakan jatuh cinta, membuat dia antusias untuk bisa mendapatkan hati pria itu. Meski tidak jarang perjuangannya sama sekali tidak dihargai oleh Andreas. Bahkan pria itu seolah tidak menganggap kehadirannya.
"Sebaiknya kau berhenti berjuang dengan perasaanmu itu, karena aku tidak akan pernah membalas perasaanmu, semuanya hanya sia-sia"
Berbagai macam penolakan Irena bisa pahami, dia tidak menyerah begitu saja. Namun, ketika Andreas sendiri yang mengatakan jika dia tidak akan pernah mencintainya, karena ada perempuan lain yang dicintainya. Maka saat itu semua harapan runtuh tanpa jejak, semua perjuangan sia-sia. Dan Irena mulai mundur, mengasingkan diri dan mencoba melupakan cinta pertamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penguntit
Akhir pekan ini mereka pergi ke sebuah Mal untuk menonton dan berjalan-jalan. Bergandengan tangan selama perjalanan, dan mereka terus berbincang banyak hal. Situasi saat ini benar-benar menunjukan mereka adalah sepasang kekasih pada umumnya. Meski dalam hati masing-masing masih ada sebuah kejanggalan atas hubungan ini. Ada rasa yang sulit di jelaskan.
"Mau makan dulu? Filmnya masih setengah jam lagi"
Irena mengangguk, mereka pergi ke sebuah Restoran di dalam Mal. Memesan makanan dan menunggu di meja dekat jendela.
"Aku ke toilet sebentar" ucap Bisma, dia melirik seorang pria berpakaian serba hitam yang duduk di meja sudut tepat belakang meja mereka. Pria itu menarik topinya lebih ke bawah agar wajahnya tidak jelas terlihat.
Irena ikut menoleh ke arah pandangan Bisma, dia mengerutkan keningnya melihat pria yang seperti seorang penguntit itu. Apa mungkin dia sengaja mengikutiku untuk...
"Kamu hati-hati dengan orang itu, aku merasa tidak enak dengannya. Aku pergi ke toilet sebentar" ucap Bisma sambil mengelus kepala Irena.
"Iya Mas"
Setelah Bisma pergi, Irena kembali berbalik dan membelakangi pria itu. Sebenarnya sejak dia berada di Mal, memang dia merasakan ada seseorang yang mengikutinya. Irena hanya berpikir satu orang yang mungkin melakukan ini, membuat dia membuka ponselnya dan menelepon Yumna.
"Hallo Ren, ada apa?"
"Yumna, kau tahu nomor ponsel Kak Andreas yang sekarang?"
Di rumahnya, Yumna mengerutkan keningnya bingung. Dia keluar kamar dan menemui suaminya di meja kerja. "Sayang, nomor ponsel Andreas masih sama? Irena menanyakannya"
"Nomor Andreas tidak pernah ganti, masih sama dengan yang dulu. Mungkin irena juga punya"
Yumna mengangguk pelan, dia kembali menempelkan ponselnya di telinga. "Ren, kata suamiku nomor ponsel Andreas masih sama seperti dulu, dan mungkin kamu punya nomor ponselnya. Atau sudah menghapusnya"
Irena terdiam, baru menyadari jika Andreas adalah seorang pengusaha, dan tidak akan sering mengganti nomor ponsel karena akan banyak rekan bisnis yang menghubunginya di nomor ponsel yang sudah di tetapkan itu.
"Ah baiklah, terima kasih ya"
"Iya Ren, kamu mau menghubunginya lagi?"
"Ti-tidak, hanya bertanya saja"
Irena memutuskan sambungan telepon, kembali menoleh ke arah belakang dan ternyata pria berpakaian serba hitam itu sudah tidak ada disana.
"Apa mungkin aku saja yang terlalu berpikir berlebihan. Lagian tidak mungkin juga kalau dia sampai menyuruh orang untuk memata-matai aku"
Akhirnya Irena menghapus semua pikiran negatif itu. Melanjutkan makan dan nonton seperti rencana awalnya dengan Bisma. Di dalam ruangan dengan lampu yang redup, layar besar di depannya dan mereka menikmati film yang sedang di putar dengan popcorn dan minuman yang menemaninya menonton. Bisma menarik kepala Irena untuk bersandar di bahunya, mereka berdua menikmati saat-saat berdua seperti ini.
"Aku tahu kalau kamu tidak pernah benar-benar membuka hati untukku. Cintamu masih milik dia, dan aku tidak mau terus berada diantara kalian dan hanya jadi penghalang saja. Kita terus bersama juga tidak akan pernah benar-benar menemukan kebahagiaan. Sebaiknya kamu pergi dan kembali padanya"
Cuplikan dalam film itu membuat Irena dan Bisma sedikit tegang. Bahkan Irena langsung menegakkan tubuhnya kembali. Sepasang kekasih yang akhirnya harus berpisah karena salah satu dari mereka masih terjebak dengan cinta masa lalu yang tidak bisa dilupakan. Dan kekasihnya memilih ikhlas melepaskannya agar bahagia, daripada terus berada diantara mereka hanya menjadi penghalang saja.
Irena melirik pada pria yang duduk di sampingnya. Wajah Bisma terlihat datar, namun pandanagn matanya menerawang. Irena melipat bibirnya, tiba-tiba merasa sangat gugup dan canggung.
"Terima kasih karena sudah bersamaku dan selalu ada untukku. Tapi, maaf karena aku tidak bisa bersamamu selamanya, aku tidak bisa menjadi pendamping hidupmu seperti yang kau mau. Kau benar, ternyata perasaan tidak bisa di paksakan"
Si wanita akhirnya pergi dan kembali pada cinta pertamanya yang sudah mengambil seluruh hati dan perasaannya. Sehingga dia tidak bisa benar-benar membuka hati untuk pria yang sudah bersamanya dan menjadi kekasihnya itu.
Semua orang kembali berdiri dari duduknya dan mulai keluar satu persatu dari ruangan ini. Sebagian dari mereka terlihat puas dengan akhir dari film ini, ada juga yang menggerutu kesal karena perempuannya malah memilih kembali pada cinta pertamanya. Namun, sebagian orang ada yang mengomentari jika cinta sejati memang tidak bisa di pisahkan oleh jarak dan waktu.
Ketika keluar dari ruangan, Irena melirik pada pria yang berjalan di sampingnya. Melihat Bisma yang sejak tadi hanya diam, tidak banyak bicara dan tidak mengomentari apapun tentang filmnya.
"Kita langsung pulang saja ya, Mas. Sudah malam juga"
"Iya, aku antar kamu pulang"
Selama perjalanan pun hanya ada keheningan, seperti dua raga yang bersama tapi hati dan pikiran mereka melayang entah kemana. Sibuk dengan pikiran masing-masing.
*
Keningnya berkerut tajam, matanya begitu dingin menatap layar ipad di tangannya. Menggeser foto-foto yang baru saja di kirim oleh anak suruhannya, dan semuanya membuatnya kesal, apalagi setiap foto menunjukan Bisma dan Irena yang terus bergandengan tangan. Ada juga yang menunjukan Bisma yang sedang mengelus kepala irena. Senyuman gadis itu saat berbicara dengan Bisma, dan beberapa foto lain yang semakin membuat Andreas ingin melempar ipad di tangannya.
"Sial, kenapa kau harus mengirim foto yang seperti ini? Membuatku marah saja!"
Pria berpakaian serba hitam di depannya hanya menunduk pelan. Bingung bagaimana menjawab ucapan Andreas barusan, sementara dia hanya menuruti perintahnya untuk menyelidiki gadis bernama Irena dan terus mengikutinya. Namun memang itu adalah yang dia dapat, tapi sekarang Andreas malah marah-marah karena foto yang dia ambil.
"Mereka adalah sepasang kekasih, dan sepanjang perjalanan memang saya hanya melihat kemesraan itu, sesuai di foto"
Tatapan Andreas begitu tajam pada pria di depannya. Semakin kesal dan marah, membuat pria itu semakin menunduk takut.
"Mereka akan segera berpisah sebentar lagi, karena Irena hanya akan menjadi milikku sampai kapanpun!"
Tidak menjawab lagi, pria itu memilih untuk pergi meninggalkan Andreas yang masih saja marah-marah atas foto yang dia kirim. Merasa heran karena Bosnya itu bertingkah begitu aneh hanya untuk seorang gadis yang sudah mempunyai kekasih.
"Tuan Andreas ini memang benar ingin mendapatkan kekasih orang lain ya. Setelah putus dari Nona Natasha, kenapa malah memilih kekasih orang"
Kebingungan yang tidak terjawab, dia hanya memilih pergi dan tetap menuruti perintah Andreas karena tidak mau sampai di pecat dari pekerjaannya.
Sementara di dalam ruangan, Andreas masih saja berdecak kesal melihat foto-foto di layar ipad nya.
"Sial, aku tidak bisa melihat mereka lebih lama seperti ini"
Bersambung
Masih pada nabung bab, beneran gue santet online ya kalian😭
kan papa Andreas seorang diri pasti Irena
menerima dengan senang hati wanita tulus biasanya mau melakukan hal baik
tujuan nya baik pasti akan selalu di sayang
banyak orang,,,ga sabar papa Andreas gendong cucu menjaga nya dan teriak Irena anak mu nagis minta susu ,,, bagaimana bahagia nya papa Andreas ,,,ibu ayah di kelilingi banyak orang baik'
akan kelain hati ❤️🌹🌹😂😂sweet banget si bikin n baper unyu unyu
seolah mengakui bahwa Ak lah ibu nya ,,,
ibu yang seperti apa ,,, tidak seperti keluarga calon mertua putramu hidupnya sederhana tidak punya harta berlimpah hanya cukup buat makan dan hidup sehari-hari tetapi sangat menyayangi putra dan putrinya hingga putramu selalu merebes matanya ketika melihat calon mertuanya menasehati anak anak nya dengan lemah lembut ,,,
ak sudah mak 😂jadi ngalah deh buat yang masih jomblo 😁
untung ga pingsan,,, aduh itulah para tuan tua sultan kalau sudah BUCIN mana ad yang bisa menggangu nya bisa senyap sekejap
sare,,,Tuhan tidak tidur,,sudah kehilangan pekerjaan mana menanggung adek atau orang tua atau cicilan dan di tambah tidak bisa bekerja di kantor manapun di beklis
pada mimpi' apa semalam lihat Yumna istri Bos Gavin mantan suaminya kan jahat sekarang nasibnya di hotel prodeo,,,👍😁