Kemungkinan ada narasi adegan nyerempet 21th+
Pembaca mohon lebih bijak dalam memilih bacaan yang sesuai usia! Cerita cuma fiksi jgn terlalu baper
Setelah mengetahui perselingkuhan tunangannya dengan saudara tirinya, Beatrice justru dipertemukan dengan Alexander, seorang CEO ganteng, kaya, dingin yang sangat menyayangi dan memanjakannya. Awalnya Alex hanya penasaran terhadap Beatrice, pasalnya penyakit alerginya terhadap wanita sama sekali tidak kambuh saat bersentuhan dengan Beatrice. Sahabat sekaligus dokter pribadinya, Harris menyuruhnya terus bersentuhan dengan Beatrice sebagai upaya terapi untuk kesembuhan alergi yang diderita Alex. Namun lama-lama sikap posesif dan cemburuan Alex terhadap Beatrice semakin menjadi, membuatnya sadar bahwa dia telah jatuh hati pada Beatrice. Alex ingin pernikahan kontrak mereka menjadi pernikahan sungguhan. Akankah hati Beatrice terbuka untuk Alex?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 Rumah bagi Beatrice dan Colton
Pada hari ketiga, dokter menyatakan Alex telah pulih sepenuhnya dan boleh pulang, serta di saat yang bersamaan, Colton juga diperbolehkan pulang. Tanpa ragu sedikit pun, Beatrice memutuskan membawa Colton ke mansion Alex alih-alih kembali ke kediaman Brooks. Ia tahu, di rumah lama mereka, tidak ada lagi kehangatan yang tersisa untuk mereka, Benjamin sudah tidak peduli pada mereka sejak adanya Daisy dan Rosela.
Colton hanya bisa menatap takjub saat mobil memasuki gerbang megah mansion Alex. Alex, sebelumnya, telah memerintahkan Sam untuk menyiapkan sebuah kamar untuk Colton, bukan sekadar kamar tamu, melainkan kamar permanen. Alex tidak keberatan adik iparnya itu tinggal bersamanya, entah kenapa Alex dan Colton langsung merasa 'klik' satu sama lain.
"Mulai hari ini, mansion ini adalah rumahmu juga, Colton," ucap Beatrice saat mereka melangkah masuk ke ruang utama.
Namun, langkah Colton terhenti saat dua makhluk besar berbulu gelap berlari ke arah mereka. Hades dan Athena, sepasang Doberman milik Alex yang tampak sangat mengintimidasi, berlari dan berdiri tegak tepat di depan Colton. Mereka mengendus-endus Colton. Colton sampai menahan napas.
Sebenarnya Colton dan Beatrice sangat suka binatang tapi sejak kedatangan Daisy dan Rosela, Benjamin melarang adanya binatang di rumah dengan alasan Rosela punya alergi pada bulu binatang. Tapi sebenarnya itu hanya alergi palsu, Risela tidak punya alergi terhadap binatang, dia hanya ingin menunjukkan pada Beatrice dan Colton kalau dia lebih penting bagi Benjamin dibandingkan mereka berdua. Bahkan kucing-kucing Beatrice dibuang entah kemana saat Beatrice sedang pergi sekolah.
Tapi seolah memahami bahwa remaja di depan mereka adalah bagian dari keluarga tuannya, Hades dan Athena tidak menggonggong ataupun menggeram pada Colton. Kedua anjing itu justru menundukkan kepala dan dengan lembut mengeluskan moncong mereka ke tangan Colton, seolah meminta perhatian.
"Wah... mereka sangat gagah dan keren!" seru Colton, matanya berbinar bahagia. Ia segera mengusap bulu halus kedua anjing itu dengan penuh kasih sayang.
"Hm... Mereka menyukaimu... Sama seperti Beatrice, mereka langsung menerima keberadaanmu. Benar-benar aneh, padahal mereka biasanya sulit menerima keberadaan orang asing di rumah ini. Bahkan ibuku saja takut pada mereka karena itulah dia tidak pernah berkunjung," gumam Alex yang berdiri di samping Beatrice, sambil tersenyum.
Suasana makan malam di mansion malam itu terasa begitu hangat dan lengkap. Di atas meja makan yang panjang, hidangan sehat tersaji untuk mendukung pemulihan pasca sakit Alex dan juga Colton. Di bawah meja, Hades dan Athena berbaring dengan tenang di dekat kaki Colton, seolah menjaga anggota keluarga baru mereka.
Sambil menyantap makanannya, Alex meletakkan sendoknya perlahan dan menatap Colton dengan serius namun lembut.
"Aku sudah bicara dengan Dokter Jose," buka Alex. Beatrice dan Colton seketika menghentikan aktivitas makan mereka, menyimak dengan saksama. "Kondisimu memang membaik secara signifikan, tapi belum cukup stabil untuk langsung masuk ke ruang operasi. Dokter Jose ingin meminimalisir risiko sekecil mungkin."
Beatrice menggenggam tangan Colton di bawah meja, memberikan kekuatan.
"Dokter menjadwalkan operasi besar itu sekitar tiga bulan lagi," lanjut Alex. "Selama periode ini, kau harus disiplin mengonsumsi obatmu tanpa terlewat satu kali pun."
Colton mengangguk paham. Ada binar tekad di matanya yang biasanya tampak sayu. "Tiga bulan... itu pas sekali dengan berakhirnya ujian akhir sekolah. Aku sudah ketinggalan banyak materi pelajaran selama di rumah sakit. Aku tidak mau sampai harus ijin lagi dan tertinggal lebih jauh. Aku ingin menyelesaikan ujian akhirku dulu dengan tenang, dengan begitu aku bisa fokus total pada operasi dan pemulihan. Aku tidak mau tinggal kelas, aku ingin lulus bersama teman-temanku"
Beatrice merasa bangga sekaligus terharu, adik kecilnya sekarang sudah hampir lulus sekolah menengah atas. Dia berharap Colton tidak akan kuliah di kota lain karena dia pasti akan merindukan Colton.
Alex tampak terkesan dengan jawaban Colton. Ia mengangguk setuju. "Keputusan yang bagus, Colton. Pendidikan itu penting, dan mental yang tenang akan sangat membantu keberhasilan operasimu nanti. Jangan khawatir soal materi yang tertinggal. Aku busa membantumu soal pelajaran. Jika kau menginginkan guru privat, aku juga bisa menyediakan yang terbaik untukmu"
Colton tersenyum, "Terima kasih banyak, Alex! Aku akan belajar dengan giat."
Beatrice menatap Alex dengan pandangan penuh rasa terima kasih.
jgn lupa subscribe, like, komen, kasih rating dan gift, gift yg free jg gpp nonton iklan aja bentar 🤣