NovelToon NovelToon
Seseorang Yang Datang Saat Aku Rapuh

Seseorang Yang Datang Saat Aku Rapuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Cintamanis / Office Romance / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:25.2k
Nilai: 5
Nama Author: LyaAnila

"Tidak ada pengajaran yang bisa didapatkan dari ceritamu ini, Selena. Perbaiki semua atau akhiri kontrak kerjamu dengan perusahaan ku."

Kalimat tersebut membuat Selena merasa tidak berguna menjadi manusia. Semua jerih payahnya terasa sia-sia dan membuatnya hampir menyerah.

Di tengah rasa hampir menyerahnya itu, Selena bertemu dengan Bhima. Seorang trader muda yang sedang rugi karena pasar saham mendadak anjlok.

Apakah yang akan terjadi di dengan mereka? Bibit cinta mulai tumbuh atau justru kebencian yang semakin menjalar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LyaAnila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 34: Ketenangan Semu

Selena masih duduk di tempat yang sama. Pasir putih yang dingin mulai menembus telapak kakinya seiring matahari benar-benar tenggelam di ujung garis pantai. Langit perlahan berubah menjadi jingga yang menggantung. Seperti janji yang belum ditepati.

Bhima masih setia duduk di samping Selena. Tidak terlalu dekat tapi cukup untuk membuat kehadirannya terasa.

Keduanya sama-sama diam, mendengarkan deburan ombak serta membiarkan angin pantai membawa pikiran buruk mereka masing-masing.

"Jalan yuk. Nggak bosen kamu duduk terus?" Bhima beranjak dari duduknya lalu menepuk-nepuk pasir yang menempel di celananya.

"Kemana?" tanya Selena dengan masih menatap Bhima.

"Jalan aja. Biar kaki kena air. Katanya, ombak tidak menghakimi, kan?" Bhima menoleh dengan senyum tipis yang tak pernah Dion dan Bagas lihat. Ia mengulurkan tangannya pada Selena. Berniat untuk membantunya berdiri.

"Ya. Itukan katanya. Bukan faktanya. Siapa tau yang bilang kek gitu supaya orang-orang makin ke pantai. Jadinya diciptakan lah statement seperti itu," respon Selena yang masih belum menerima uluran tangan Bhima.

"Nggak mau diterima nih. Udah kram nih," celetuk Bhima. Hal itu membuat senyum Selena kembali.

Mereka pun berjalan beriringan di tepi pantai. Sesekali ombak kecil menyentuh keduanya yang terasa dingin, menenangkan dan menyegarkan.

Selena reflek mengangkat ujung celananya. Berbeda dengan Bhima yang membiarkan celananya basah.

"Kenapa lu aneh," ujar Selena memecah keheningan diantara keduanya.

"Aneh kenapa?"

"Kemarin lu menghilang dan sekarang lu muncul. Terus ajak gue healing. Maunya gimana?"

"Ya maaf ya. Kemarin aku ada urusan mendadak. Makanya aku tiba-tiba hilang."

Selena terdiam beberapa langkah di belakang Bhima. Ombak kecil silih berganti menyentuh pergelangan kakinya. Dinginnya naik perlahan seolah menguji seberapa jauh ingin melangkah hari ini.

"Urusan mendadak apa sampai harus menghilang?" Tanya nya. Suaranya terdengar datar, tetapi matanya menatap lurus ke arah punggung Bhima. Bhima tidak menyadari bahwa Selena sudah berhenti beberapa langkah darinya.

Bhima yang baru menyadari bahwa Selena sudah tertinggal beberapa langkah di belakangnya, menghampiri dan mensejajarkan posisi tubuh Selena.

"Ada urusan keluarga dan — beberapa hal yang sepatutnya belum kamu ketahui."

"Alasan klasik." Selena terkekeh pelan mendengar pernyataan Bhima.

"Terserah kalau kamu mau nggak percaya. Aku cuma nggak mau kalau boong itu setengah-setengah," balas Bhima. Kali ini, netranya tidak lepas memandang Selena.

Selena sempat terkejut dengan tingkah Bhima, dengan sekuat tenaga ia mencoba melepaskan diri dari tangkupan tangan Bhima yang kekar dan usahanya akhirnya berhasil.

"Udah ah, yok jalan lagi. Malu dilihatin sama Rani, Dion sama Bagas," kata Selena dan dengan cepat ia berlari kecil meninggalkan Bhima.

Bhima tersenyum simpul melihat lari kecil nya Selena.

"Akhirnya dia tersenyum. Senyum terus ya, Selena. "Gumam Bhima dan berlari mengikuti Selena.

*****

Rani berdiri agak jauh dari kedua manusia yang tengah deep talk. Sementara, Dion dan Bagas duduk di atas tikar dan memegang minuman kaleng masing-masing.

"Eh Gas. Lu sadar nggak?" Tanya Dion sambil menyikut lengan Bagas. "Kali pertama gue lihat Bhima tenang di hadapan cewek."

"Bener banget. Biasanya dia diem tuh bukan nenangin orang. Malah lagi mikir keras."

"Selena juga kelihatan lebih seger dari biasanya," timpal Rani.

"Nah bener itu. Bukan sekedar senyum ramah-tamah aja."

"Eh... Eh.... Selena hati-hati. Ombaknya naik," peringatkan Bhima pada Selena sambil menunjuk laut yang ombaknya sudah mulai meninggi pelan.

"Lu takut?" Tantang Selena.

Belum sempat Bhima merespon Selena, tiba-tiba ombak datang tanpa diundang dan sudah membasahi celana Selena sampai lututnya.

"ASTAGA.... BHIMAA.....!" Refleks Selena karena terkena air tiba-tiba.

"Hehehe. Kan sudah ku peringatkan. Bandel sih. Makanya dengerin kalau orang ngomong tuh. Jangan batu!"

Selena menatap Bhima sejenak. Lalu dengan segera ia mengayunkan kakinya yang sudah berada di air untuk dicipratkan nya ke arah Bhima.

"Eh— Astaga Selena!"

"Hahahaha. Rasakan itu Bhima. Tadi kata lu, ombak nggak menghakimi?" Selena terkekeh kecil dengan mata yang berbinar-binar.

Melihat perlakuan Selena padanya. Bhima tidak tinggal diam. Ia membalas cipratan itu. Air laut mengenai bahu, rambut bahkan wajah keduanya.

"Apa lho Bhim. Lu curang banget!"

"Siapa bilang ini curang. Justru kita seri," respon Bhima pada Selena sambil tertawa pelan.

"Seneng banget akhirnya dia senyum tanpa beban lagi," gumamnya.

******

Matahari mulai malu melihat Selena tertawa terbahak-bahak. Bulan pun menguasai bumi. Lampu-lampu kecil di warung dekat pantai mulai dinyalakan. Keduanya kelelahan dan berhenti sebentar sambil menatap laut.

"Aduh, capek juga ternyata," keluh Selena.

"Bukan capek, tapi setidaknya sedikit lebih lega." Bhima mengoreksi.

Selena terdiam. Karena memang benar bahwa hari ini sedikit meringankan beban pikirannya. Keduanya duduk di pasir dengan kondisi sudah basah kuyup.

"Bhima. Lu tau," dengan pelan Selena akhirnya membuka suara setelah terdiam beberapa detik.

"Hari ini tuh rasanya kek gue dibolehin Tuhan jadi diri gue yang nggak selalu dituntut untuk waspada." Terangnya.

"Berarti itu hal baik, dong." Bhima menoleh dan kembali menatap wajah Selena.

"Tapi sejujurnya, gue masih ada rasa takut juga," kata Selena dengan jujur.

"Kenapa malah takut?" Tanya Bhima kembali sambil mengukir namanya di pasir.

"Biasanya, setelah gue ngerasa aman. Akan terjadi sesuatu sama gue."

Bhima menghentikan aktivitasnya mengukir namanya di pasir.

"Kalau misalkan nanti ada hal yang bikin kamu nggak nyaman atau goyah. Aku harap kamu ingat masih ada aku sama temen-temen disini sama kamu," hiburnya.

"Janji nggak akan ngilang lagi lu?" Tanya Selena serius.

Bhima mengangguk pelan. "Akan aku usahakan, ya." Tuturnya kembali.

******

Langit mulai gelap keseluruhan. Keduanya akhirnya kembali ke tikar yang sudah ada Dion, Bagas dan Rani yang menunggu kedatangan mereka.

Dion pun langsung melemparkan handuk kecil ke arah Bhima.

"Habis balik dari sini kek gitu terus bisa kan? Jangan sepaneng mulu. Dikira nggak capek apa ngadepin lu sepaneng mulu pikirannya," goda Dion pada Bhima.

"Ribut banget si lu," respon Bhima singkat.

"Len, lu oke kan." Perlahan, Rani mendekati Selena yang duduk tak jauh darinya.

"Hehehe. Iya Ran," ujar Selena.

"Huhhh. Syukurlah kalau begitu. Gue ikut seneng kalau lu seneng, Len."

******

Sesaat semuanya terhanyut dengan suasana pantai dan mereka juga barbeque an bersama, Selena mengambil gawainya. Namun kali ini gawainya menyala karena satu notifikasi muncul.

Lagi-lagi, nomor tak dikenal.

Ia mengeryit perlahan. Jantungnya berdegup sedikit lebih cepat dari biasanya.

Pesan itu singkat, namun penuh makna.

"Aku senang melihat mu tertawa lagi seperti dulu, Selena." Kata pesan teks tersebut.

Seketika, jantung Selena seolah berhenti berdegup. Ia langsung melihat Bagas, Rani, Bhima dan Dion. Mereka biasa saja. Bahkan tidak ada yang memegang gawai.

Lalu, pesan kedua akhirnya datang kembali.

"Selamat menikmati liburan yang seru ini, Selena."

Mendapatkan pesan kedua itu, Selena sudah tidak bisa berpikir positif. Tangannya sedikit gemetar dan langsung mengunci layar gawai tanpa membuka bahkan membalas pesan tersebut.

"Kenapa Len?" Tanya Bhima tiba-tiba karena melihat gerak-gerik Selena mencurigakan.

Selena langsung menggeleng cepat. "Ah, tidak apa-apa."

Langit diatas lantai kali ini sangat indah. Untuk sesaat Selena percaya bahwa kebahagiaan ini nyata. Sama yang ia dapatkan dari ayahnya dulu ketika masih ada.

******

1
Risa Sangat Happy
Bhima kamu harus melindungi Selena dari kejahatan Gatra
@dadan_kusuma89
Selena, berpikirlah positif! Mungkin saja dengan hadirnya Bhima dalam hidupmu, akan bisa membantu dan meringankan problematika yang sedang kau alami. Kau tak perlu menutup diri untuk itu.
@Yayang Suaminya Risa
Tujuan Gatra meneror Selena kira kira apa ya
Risa and My Husband
Bhima kamu harus ada di dekat Selena terus
@dadan_kusuma89
Selena, kau butuh seseorang untuk berbagi keluh kesah, meski hanya sekedar untuk mendengarkan ceritamu. Kau harus menumpahkan itu semua, jangan kau pendam, karena lama-lama bisa konslet kalau di pendam diri sendiri terus.
Yayang Risa Always Together
Kasihan mental Selena pasti terganggu akibat teror terus menerus
Risa Nikah Dong
Bhimaa dan teman temannya cari bukti kejahatan Gatra biar cepat di tangkap polisi itu Gatra
Risa Yayang Married
Selena lain kali ke kamar mandi dulu sebelum tidur supaya ngga kebelet dong
Risa Selalu Teristimewa
Rani nyenyak tidurnya sampai Selena ke kamar mandi tetap masih tidur Rani
Risa Selalu Beautiful
Selena kamu tenangkan dirimu dulu soalnya sahabat kamu sedang menyelidiki pelaku yang teror kamu
Risa Happy With Yayang
Kasihan Selena sendirian karena sahabatnya sibuk bersama Bhima dan teman temannya
Yayang Guanteng Milik Risa
Rani kamu berbohong demi kebaikan jadi ngga usah merasa bersalah
Yayang Guanteng Milik Risa
Selena kamu pengertian banget ngga mau ganggu Rani yang sedang tidur
Risa Cuantik Yayang Tuampan
Rani, Bhima, dan teman temannya Bhima ngga tidur buat bahas rencana penyelidikan Gatra
Risa Yayang Couple Selamanya
Bhima dan teman temannya cepat tangkap orang yang meneror Selena
Risa And My Husband
Selena jangan banyak pikiran sahabat kamu sedang menyelidiki kasus kamu
Wida_Ast Jcy
tetap semangat ya bima
Wida_Ast Jcy
nggk... itu maksudnya apa Thor. nggak ya. usahakan jangan disingkat begitu ya thor🙏🙏🙏
Suamiku Paling Sempurna
Selena jangan takut ya soalnya mereka menjaga kamu dari jauh
@Me and You Married
Selena Rani dan Bhima serta teman temannya bakal bantu kamu temukan orang yang teror kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!