NovelToon NovelToon
SARANG

SARANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Single Mom / Janda / Bullying di Tempat Kerja / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:455
Nilai: 5
Nama Author: Shikacikiri

"Sudah ku katakan namaku Sarah bukan sarang! " seru Sarah pada polisi yang membawanya itu.

Meski belum fasih bahasa korea, tapi dia mengucapkan dengan jelas apa yang dia katakan.

Dia masih saja harus menjelaskan pembetulan ejaan namanya pada mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shikacikiri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

He Jin mengibaskan tangannya, berisyarat agar Jin Guk pergi saja.

Suaranya melemah untuk bercerita, dia mundur sambil melambaikan tangan pada Sarah yang membalas lambaian tangannya.

He Jin mendelik, merasa Sarah hanya baik terhadap Jin Guk tidak dengan padanya.

"Jadi.... " He Jin memulai.

Sarah bangun dan bergabung duduk di sofa sembari membawa coretannya.

".... pertama... apa judulnya? " tanya He Jin.

"Aku pikir yang ini bagus" ucap Sarah.

Mereka mulai meeting, membicarakan semuanya. Mulai dari judul, pemilihan tokoh utama, sampai pemeran yang akan di undang untuk memerankannya.

Hingga akhirnya, lampu luar kantor dimatikan oleh pegawai lain.

Ki Yong melirik, merasa hari sudah sangat malam. Dia menatap Sarah yang masih menjelaskan pada He Jin.

"Hei.... kenapa lampunya dimatikan! " seru Jin Guk.

He Jin dan Sarah melirik ke arah pintu. He Jin sadar ternyata suara dari luar cukup keras terdengar ke dalam. Dia mengerti kenapa Sarah tadi tak mau bicara dengannya.

"Aku datang...! " seru Jin Guk dengan dua kantung besar berisi makanan di tangannya.

Tak ada yang merespon, tapi Ki Yong langsung menyiapkan makanan untuk Sarah.

Makanan yang sudah siap, digeser mendekati Sarah, namun He Jin langsung mengambilnya dan makan.

Ki Yong menghela, dia kesal pada He Jin, tapi langsung menyiapkan lagi, namun Jin Guk mendahuluinya.

"Ini untuk mu! " seru Jin Guk dengan senyum lebar.

"Terimakasih! " jawab Sarah mengambil makanannya namun menaruhnya lagi di meja.

"Makan dulu, pak Go juga makan" ucap Jin Guk.

Sarah menatap makanannya, lalu beralih pada kertas di tangannya.

"Jadi siapa yang kau pilih sebagai tokoh utamanya? " tanya Sarah.

Mereka masih belum bisa menentukan meski sudah tau siapa saja yang akan ditawari peran peran itu.

"Makan dulu, siapa tau dapat ide setelah makan" ucap Ki Yong.

He Jin menelan makanannya, kemudian menunjuk dengan sumpit ke arahnya.

"Kau! " ucap He Jin.

"Tidak.... " Sarah tidak mau.

"Kenapa tidak mau? Lalu siapa? Jin Hyuk? Kau mau mewawancarainya lagi? Bertanya lebih dalam tentang kehidupannya? " He Jin tersedak lalu minum.

Sarah terdiam, jelas dia tidak mau melakukannya.

"Tidak mau kan? " ucap He Jin kembali makan.

"Makan dulu! " Ki Yong menyodorkan makanan tepat di depan wajahnya.

Sarah mengambilnya, tapi kemudian menaruhnya lagi.

"Jika aku yang jadi tokoh utama, itu berarti kau harus mulai dari kedatangan ku di bandara Jeju lalu interogasi yang mendadak itu, lalu...."

Tiba-tiba Ki Yong menyuapkan makanan ke mulutnya.

".... baru ke penculikan... " lanjutnya dengan mulut penuh makanan.

Sarah mengambil makanannya dan sumpit ditangan Ki Yong. Dia menaruhnya di meja. Ki Yong hanya bisa menghela.

Mereka selesai, tapi sudah cukup larut malam. Sarah merapikan semua coretan mereka dan menaruhnya di laci.

He Jin dan Jin Guk sudah pergi terlebih dahulu, sementara Ki Yong menunggu Sarah yang masih membekali dirinya sendiri kertas dan pulpen di tasnya.

Ki Yong tak sabar, dia kembali ke ruangan He Jin, namun mereka tak sengaja berpapasan diambang pintu.

Sarah terkejut, dia terhentak ke belakang, Ki Yong langsung menangkap pinggangnya agar tak jatuh.

Mata Sarah membulat, terkejut merasa sudah benar-benar akan jatuh.

"Astaga.... aku pikir akan benar-benar jatuh" ucap Sarah yang masih dalam pelukan Ki Yong.

Tapi perhatian Ki Yong tertuju pada mata Sarah yang terlihat indah dalam cahaya remang remang.

Sarah merangkul leher Ki Yong agar bisa bangkit, tapi Ki Yong tak menjaga keseimbangannya, wajahnya malah mendekat dan mereka pun berciuman.

Sarah langsung berdiri, mendorong dada Ki Yong yang juga terkejut dengan yang terjadi.

Situasi menjadi canggung, Sarah terdiam, hendak pergi tapi jalannya terhalang Ki Yong yang terpaku diambang pintu.

"Aku.... " Sarah gugup.

"Maaf aku... " Ki Yong jelas merasa bersalah.

"... aku mau lewat" ucap Sarah menarik baju Ki Yong untuk minggir.

Dia berjalan cepat ke arah lift sambil mengusap wajahnya karena malu.

"Aduhhh kenapa bisa sampe begitu... " gumamnya menyesalinya.

Ki Yong menyusul, mendengar ucapannya dan hanya bisa diam.

Di dalam lift juga mereka saling diam, tak berani saling menatap.

Saat pintu lift terbuka, Ki Yong hendak mengatakan akan mengantarnya ke kedai, namun Sarah langsung pergi ke arah pintu samping gedung mengambil jalan lebih dekat ke kedai.

"Aku lewat sini, bye Ki Yong! " ucapnya kemudian berjalan cepat.

Ki Yong menghela, dia tak bisa memaksa untuk mengantar, jelas mereka akan kikuk.

"Apa yang aku lakukan! " gumam Ki Yong.

Jin Guk membunyikan klaksonnya, lamunan Ki Yong buyar. Dia langsung keluar dari gedung dan masuk ke mobil.

"Mana Sarah? " tanya Jin Guk.

"Pulang" jawab Ki Yong tak berani menatap Jin Guk.

Jin Guk yang heran, memperhatikan raut wajah Ki Yong.

"Kenapa dengan wajah mu? Kenapa merona begitu? " tanyanya.

Ki Yong meraba pipinya.

"Apa maksudnya merona, maksudnya merah? Mana mungkin" ucap Ki Yong mengipasi wajahnya.

Jin Guk semakin heran.

"Kau mengusirnya pergi ke pintu samping ya? " seru Jin Guk menebak kebiasaan Ki Yong yang suka memarahi orang seenaknya.

Ki Yong mengambil nafas dalam, merasa tebakan Jin Guk terlalu mengada ada.

"Untuk apa aku marah padanya? " Ki Yong mencoba untuk mengendalikan diri.

"Lalu? Kenapa Nuna sampai pergi lewat pintu samping? " Jin Guk kesal.

"Apa? Nuna? " Ki Yong gagal fokus dengan panggilan Jin Guk pada Sarah.

"Kau ini, jangan begitu padanya. Meskipun dia baru, tapi dia sudah sangat lelah dengan rencana film ini! " Jin Guk malah meracau.

"Siapa yang memarahinya? " tanya Ki Yong dengan sedikit berteriak.

Jin Guk menyalakan mobilnya dan pergi ke kedai.

Melihat arah jalan menuju kedai, Ki Yong protes.

"Tidak usah ke sana! " serunya melarang Jin Guk.

"Kenapa? " Jin Guk menantangnya.

Ki Yong benar-benar kesal, dia akan semakin canggung kalau Jin Guk bertanya pada Sarah.

Mereka sampai ke kedai, namun Jin Guk terdiam melihat Sarah sedang bicara berdua dengan Seon Yu.

Posisi mereka membelakangi mobil, sehingga tidak tau kalau Jin Guk dan Ki Yong yang keluar dari mobil.

Awalnya mereka akan langsung menyapa, namun langkah mereka terhenti saat Seon Yu bicara.

"Sebenarnya apa hubungan mu dengan Ki Yong 8 tahun lalu? " tanya Seon Yu.

Sarah terdiam, tak bisa menjawab.

"Aku dengar kamu bilang kamu harus pindah kerja lagi kalau Ki Yong tau orang yang dia maksud adalah kamu" lanjut Seon Yu.

Sarah mengusap wajahnya, seolah tertekan.

"Aku mau tanya tadi pagi, tapi kamu buru buru pergi" ucap Seon Yu.

"Lupakan! Lupakan aku pernah bicara seperti itu, aku hanya takut saja, tidak ada yang terjadi" ucap Sarah ingin Seon Yu tak memikirkannya.

...****************...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!