NovelToon NovelToon
GADIS POLOS MILIK MAFIA KEJAM

GADIS POLOS MILIK MAFIA KEJAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Bullying dan Balas Dendam / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Elizabeth antika

Seorang gadis polos/biasa (kemungkinan Tika) secara tidak sengaja terlibat dengan seorang bos mafia atau pria berkuasa yang kejam/dingin (kemungkinan Robert).
Keterlibatan ini bisa karena hutang, perjodohan paksa, atau insiden tertentu.
Awalnya, Robert bersikap kasar, kejam, atau dingin, namun seiring berjalannya waktu, sifat polos Tika meluluhkan hati Robert, dan ia mulai memanjakan Tika habis-habisan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elizabeth antika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 34 jejak darah dingin

Tika menyeka keringat dingin di dahi Robert. Setelah membersihkan luka tusukan yang dalam itu dengan cairan antiseptik—proses yang membuat Robert mengerang pelan dan memegang erat sprei—Tika membalutnya dengan perban. Ia tahu Robert membutuhkan jahitan, tetapi ia harus melakukannya sendiri, dengan peralatan seadanya yang ia temukan di lemari obat apartemen.

"Ini akan sakit," bisik Tika, tangannya gemetar saat memegang jarum bedah kecil yang ia temukan.

"Lakukan saja," ujar Robert. Matanya tertutup, rahangnya mengeras. "Aku sudah terbiasa."

Mendengar kata-kata itu, hati Tika teriris. Terbiasa. Pria tampan ini, yang seharusnya menikmati hidup mewah, ternyata terbiasa dengan rasa sakit dan pengkhianatan.

Saat Tika mulai menjahit luka itu dengan hati-hati, ia bisa merasakan ketegangan di tubuh Robert. Jarum itu menusuk kulitnya, dan Robert mengeluarkan desahan yang tertahan, namun ia tidak berteriak.

Tika berusaha menyelesaikan jahitannya secepat mungkin. Konsentrasinya penuh pada luka itu, namun tanpa sengaja, jemarinya menyentuh kulit perut Robert yang panas. Kulitnya terasa seperti perunggu, keras, tetapi saat ini dipenuhi panas demam.

Saat sentuhan itu terjadi, Robert membuka matanya. Pandangan kelabunya, yang tadinya teralih menahan sakit, kini menatap Tika dengan intensitas yang tidak bisa ia hindari.

"Kau punya tangan yang lembut," bisik Robert, suaranya kini jauh lebih lembut, hampir terdengar seperti gumaman.

Pujian sederhana itu membuat Tika merasa panas di pipinya. Selama dua bulan, Robert hanya pernah memberinya perintah dan gumaman dingin. Sentuhan dan pengakuan ini, meskipun dalam situasi genting, terasa sangat intim.

"Aku... aku seorang koki yang gagal," jawab Tika mencoba melucu. "Tanganku terbiasa meremas adonan, bukan menjahit..."

Robert tersenyum tipis, senyum yang nyaris tidak terlihat namun cukup untuk meluluhkan pertahanan Tika. Itu adalah senyum pertamanya yang ia tunjukkan pada Tika. Senyum yang berbahaya, namun sangat menawan.

Setelah Tika selesai menjahit dan membalut lukanya, ia menyelimuti Robert. Demamnya tinggi, dan ia mulai meracau dalam bahasa asing. Tika menaruh handuk dingin di dahinya.

Tika duduk di lantai kayu di samping kasurnya, bersandar di dinding. Ia tidak berani tidur. Ia harus mengawasi Robert, dan ia juga takut.

Di tengah malam yang larut, Robert tiba-tiba membuka matanya. Demamnya sedikit turun. Ia menatap Tika yang sedang menatap kosong ke dinding.

"Kenapa kau tidak tidur?" tanyanya, suaranya serak namun jernih.

"Aku tidak bisa," jawab Tika jujur. "Aku takut. Takut mereka kembali, atau takut kau... memburuk."

Robert terdiam lama. Ia menggeser tubuhnya sedikit, meskipun itu menyakitkan.

"Aku tahu ini tidak adil untukmu, Tika," katanya, suaranya dipenuhi rasa bersalah yang berat. "Aku menyeretmu ke dalam dunia ini."

"Kenapa kau melakukannya?" Tika memberanikan diri. Ini adalah pertanyaan yang mengganjalnya sejak awal. "Kenapa kau memilih apartemenku? Kenapa kau memaksaku tinggal di sini?"

Robert menarik napas dalam. "Aku tidak memilihmu. Tepatnya, aku tidak memilih apartemen ini." Ia menunjuk ke luar, ke arah tembok tebal apartemen. "Ini adalah lokasi aman yang paling sulit ditembus di Jakarta. Aku butuh tempat yang bersih, tanpa koneksi, dan tanpa jejak digital."

"Lalu aku?"

Robert menoleh. Tatapannya kini tidak hanya dingin, tetapi penuh penyesalan. "Kau hanya kesalahan dalam sistem. Aku menemukanmu di sini, dan awalnya aku berniat mengusirmu, atau lebih buruk..."

Tika menahan napas. Atau lebih buruk? Membunuhnya?

"Tapi kau berbeda," lanjut Robert. "Kau membuat kopi dengan mug bergambar kucing. Kau membuat remah-remah di dapur. Kau hidup. Dan aku menyadari..." Robert menghela napas, menutup mata lagi. "Aku menyadari aku tidak bisa menghancurkan hidupmu, Tika. Bahkan untuk keselamatanku sendiri."

Robert, si Mafia kelas atas yang ditakuti, baru saja mengakui bahwa ia tidak sanggup menyakiti seorang karyawati biasa. Kerentanan yang tiba-tiba itu menusuk Tika lebih dalam daripada jarum bedah tadi.

Tika berdiri, lalu berjalan pelan ke sisi Robert. Ia berlutut.

"Dengarkan aku, Robert," katanya, suaranya tenang dan tegas, mengambil alih kendali situasi. "Aku tidak peduli dengan duniamu, atau mengapa kau di sini. Tapi saat ini, kau terluka. Dan aku akan menjagamu."

Ia meraih tangan Robert yang tebal dan berurat, lalu menggenggamnya. Telapak tangan Robert dingin, tetapi ia tidak menariknya.

"Aku tidak akan bertanya apa-apa," janji Tika. "Tapi kau harus janji padaku. Saat kau sembuh, kau akan jelaskan bagaimana aku bisa keluar dari ini, dengan aman."

Robert membalikkan tangannya, membalas genggaman Tika. Cengkeramannya lemah, namun tulus.

"Aku janji, Tika," bisik Robert. "Setelah ini selesai, aku akan membuatmu aman. Di mana pun kau mau."

Malam itu, di kamar kecil yang remang-remang, mereka tidak lagi terpisah oleh keacuhan dan perbedaan status. Robert adalah seorang pria yang terluka dan membutuhkan perlindungan, dan Tika adalah satu-satunya orang yang bisa memberikannya. Genggaman tangan mereka adalah batas baru: ikatan yang dipaksakan oleh bahaya, tetapi diperkuat oleh kerentanan.

Hari-hari berikutnya berlalu dalam kabut ketegangan. Tika mengambil cuti mendadak dari kantor dengan alasan sakit, sementara Robert berjuang melawan infeksi dan rasa sakit yang menyiksa.

Kamar Tika menjadi seluruh dunia mereka. Tirai selalu tertutup. Makanan disiapkan di dapur utama, lalu disajikan diam-diam di dalam kamar. Mereka berbicara dengan berbisik, seperti dua narapidana yang berbagi sel.

Perlahan, Tika mulai mengenal Robert, bukan sebagai "Robert si Mafia," tetapi sebagai seorang pria.

Ia menemukan bahwa Robert suka membaca buku tebal, meskipun semua sampulnya polos dan isinya tentang strategi geopolitik. Ia melihat bahwa Robert sangat benci direpotkan, tetapi ia selalu mengucapkan "terima kasih" setiap Tika mengganti perban atau memberinya segelas air.

"Dunia ini..." Robert pernah berbisik suatu malam, saat Tika menyuapinya bubur hambar. "Dunia ini tidak punya ruang untuk kelembutan, Tika. Kelembutan adalah kelemahan. Dan kelemahan akan membunuhmu."

Tika memandangnya. "Kau tidak lemah sekarang, Robert. Kau hanya terluka."

"Sama saja," Robert mendengus, tetapi nada suaranya tidak setajam biasanya. "Aku membiarkan penjagaku lengah. Itu kelemahan."

"Kau manusia," kata Tika lembut.

Robert menatapnya dengan pandangan terkejut, seolah kata itu adalah sebuah konsep asing baginya.

Tika menyadari, Robert adalah pria yang terperangkap dalam sangkarnya sendiri, sebuah sangkar baja yang ia bangun dari kekuasaan dan ketakutan.

Suatu sore, Tika sedang mencari obat pereda nyeri di laci Robert, yang kini ia izinkan untuk Tika masuki. Ia terkejut menemukan sebuah kotak musik kecil di antara tumpukan dokumen rahasia.

Kotak musik itu berdebu dan tua, kontras dengan semua barang mewah dan berteknologi tinggi milik Robert.

Tika membawanya ke kamar. Robert sedang tertidur. Tika membuka kotak itu. Dari sana, mengalunlah nada-nada lembut sebuah lagu pengantar tidur kuno.

1
Ning Dhiroh
Hebat banget, thor ini pintar bikin pembaca penasaran!
Rini Antika: Thank You 😊😊akan ada part selanjutnya
total 1 replies
Rubí 33-12
Oke bangett
Rini Antika: terimakasih 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!