NovelToon NovelToon
Suami Pilihan Putri Bangsawan Li

Suami Pilihan Putri Bangsawan Li

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Harem / Romansa Fantasi / Rebirth For Love / Cinta setelah menikah / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sri Wulandari

Ratu Shen Yue menikah di usia muda dan merebut tahta setelah tahun kelima pernikahannya. Setelah dia berhasil menduduki kekuasaan tertinggi. Wanita mulia itu tidak pernah menikah lagi. Dia hidup dalam kesendirian di sangkar besar yang ia gunakan untuk mengurung dirinya sendiri.

Di usianya yang hampir mencapai empat puluh tahun. Ratu Shen Yue menghembuskan napas terakhirnya.

Semua kehidupan itu seperti sebuah mimpi panjang. Di saat wanita itu membuka matanya untuk kedua kalinya. Dia sudah menjadi putri satu-satunya dari kediaman Bangsawan Li.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Waktu yang telah menyembuhkan luka

Di ruangan peristirahatan Kaisar. Li Qianzhi sudah berdiam menunggu kedatangan suaminya. Senyuman indahnya terlihat di saat suaminya berlari dari pintu masuk menuju kearahnya.

Zhang Wei memeluk istrinya dengan kuat. "Aku merindukanmu."

"Aku juga merindukanmu," ujar Li Qianzhi.

Kaisar Yan Ying tersenyum senang melihat wanita di depannya telah memiliki kehidupan bahagia. Bersama pria yang sangat ia cintai.

"Zhang Wei, aku hamil."

Bisikan Li Qianzhi membuat Zhang Wei menatap tidak percaya.

"Zhang Wei."

"Em, iya." Zhang Wei menatap kearah kedua mata jernih istrinya. "Aku akan menjadi Ayah?"

Li Qianzhi mengangguk.

"Aku akan menjadi Ayah." Dia segera mengangkat tubuh istrinya memeluknya dengan erat. Kebahagiaan terlihat di wajahnya. Selang beberapa saat dia baru tersadar jika mereka masih berada di hadapan Kaisar Yan Ying.

Kaisar Yan Ying mendekati Li Qianzhi. "Ibunda, selamat atas kehamilanmu." Senyuman tulus itu mengukir wajahnya.

Zhang Wei menarik tangan istrinya dan berusaha menyembunyikannya di belakang tubuhnya. "Permainan apa lagi yang, Yang Mulia perankan?" Tatapannya sangat tajam juga dingin.

"Perankan? Apakah aku mirip seperti pelakon? Hahah..." Kaisar Yan Ying justru tertawa mendengar perkataan dari Zhang Wei.

Kedua alis Zhang Wei menyatu dia masih saja waspada.

"Ibunda, sepertinya dia telah menganggapku gila." Sedikit memiringkan kepalanya agar bisa melihat Li Qianzhi. Yang berada tepat di belakang tubuh Zhang Wei. "Tidak kah seharusnya dia juga mengetahuinya. Jika tidak aku bahkan tidak akan bisa memiliki kesempatan untuk bertemu denganmu lagi."

Gadis di balik tubuh suaminya itu menahan tawanya. Dia menarik tubuh Zhang Wei perlahan agar dirinya bisa keluar dari perlindungannya. "Zhang Wei, aku tidak memintamu percaya. Tapi inilah kenyataannya." Menatap kedua mata tegas di depannya.

Zhang Wei mendengarkan dengan serius.

"Bagaimana menjelaskannya. Aku juga cukup binggung untuk mengatakannya," ujar Li Qianzhi mencoba mencari kata-kata yang pas untuk menggambarkan keadaannya.

"Apapun yang kamu katakan aku pasti akan percaya," kata Zhang Wei yang masih menanti.

"Di kehidupan sebelumnya aku Ratu Shen Yue. Dan di kehidupan ini aku putri satu-satunya Bangsawan Li. Meskipun tubuhku telah mati tapi ingatan di masa lalu masih ada di benakku," jelas Li Qianzhi.

Zhang Wei mendengarkan, tapi perkataan istrinya seperti angin lembut yang hanya menyapa sebentar di kedua telinganya. Membutuhkan waktu untuk otaknya mencerna perlahan setiap kata yang ia dengar. "Ratu Shen Yue?"

"Tidak masalah jika kamu tidak percaya. Aku sendiri masih tidak percaya dengan kehidupan kedua yang bisa aku dapatkan," ujar Li Qianzhi. Gadis muda itu menatap kearah Kaisar Yan Ying. "Yang Mulia, aku harus kembali sekarang. Meskipun dalang utama di balik perkumpulan para pembunuh bayaran belum di temukan. Setidaknya kita bisa menjatuhkan kekuatan besar lainnya yang bisa mengancam pemerintahan."

"Ibunda tenang saja. Aku akan mengerahkan semua prajurit bayangan untuk mencari keberadaan meraka. Juga ketua utama yang ada di balik layar," ujar Kaisar Yan Ying.

Li Qianzhi mengangguk mengerti. Di menarik tangan suaminya keluar dari ruangan itu.

Sepanjang perjalanan keluar dari istana hingga mereka menaiki kereta. Zhang Wei tetap saja diam. Dia seperti tenggelam dalam pikirannya sendiri.

Sedangkan Li Qianzhi sendiri tahu jika suaminya membutuhkan waktu untuk bisa memahami semua kenyataan yang ia katakan.

Kereta berhenti di depan pintu kediaman keluarga Zhang.

Zhang Wei keluar lebih dulu di ikuti istrinya.

"Nyonya muda, Tuan muda." Bibi pengasuh Ding berjalan cepat menghampiri Nyonya mudanya juga Tuan mudanya. "Makan malam telah kami siapkan di meja makan."

"Bibi Ding, kami akan makan nanti. Semua makanan bisa Bibi Ding berikan kepada para pelayan dan penjaga," ujar Li Qianzhi sembari berjalan menuju ke kamar utamanya.

"Baik." Bibi pengasuh Ding segara pergi membuat pengaturan baru.

Di halaman tempat mereka tinggal. Zhang Wei menghentikan langkahnya. "Zhizhi." Suara pelannya terdengar lembut juga hangat.

"Ya." Li Qianzhi membalikkan tubuhnya menetap suaminya. Pria di depannya memberikan tatapan kasih sayang dan cinta. Namun terselip kesedihan di dalamnya.

Zhang Wei berjalan cepat langsung memeluk istrinya. Dia mendekap sangat kuat. "Saat umurku baru menginjak lima tahun. Aku mendengar keberanian dan keteguhan Ratu pertama yang telah menduduki tahtanya di usia dua puluh tahun. Sejak kecil aku selalu mengaguminya karena telah dengan gagahnya menurunkan tahta Kaisar tirani. Tidak ada yang tahu alasan di balik keberaniannya menjatuhkan kekuasaan yang lebih kuat. Semua orang hanya menganggap jika wanita di atas tahta itu hanya mementingkan dirinya sendiri. Merubah kebijakan dan peraturan yang telah di tetapkan selama berabad-abad lamanya. Cemoohan, hinaan, fitnah terus di arahkan kepada dirinya. Dan penyerangan tanpa henti terus ia dapatkan. Namun wanita itu tidak bergeming. Dia justru membuat kejutan untuk semua orang dengan ke keberhasilannya membangun pemerintahan yang stabil. Hina napas terakhirnya namanya terukir di hati semua orang."

Air matanya menetes.

"Tapi tidak ada orang yang tahu seberapa besar penderitaan, rasa sakit, dan ketidakberdayaan yang pernah ia alami. Sebelum memutuskan mengarahkan pedangnya pada semua orang yang melawannya." Zhang Wei menekan kesedihannya.

"Di saat umurku delapan belas tahun. Aku telah berhasil memasuki pemerintahan dengan menjadi Ketua utama di Mahkamah Agung. Dan mengetahui setiap rahasia yang tersimpan dalam tentang Sang Ratu pertama. Zhizhi." kedua mata Zhang Wei telah basah akan air mata yang tidak hentinya mengalir.

"Em."

"Maaf."

"Untuk apa?"

"Karena takdir baru mempertemukan kita di kehidupan ini. Maaf, karena aku tidak bisa menemanimu di kehidupan sebelumnya."

Air mata Li Qianzhi menetes.

"Terima kasih, telah hadir dan menjadi tempat berteduhku di kehidupan ini. Zhang Wei, aku mencintaimu."

"Aku juga sangat mencintaimu. Di kehidupan ini aku tidak akan membiarkanmu terluka lagi. Setiap bagian di tubuhku adalah milikmu. Kamu bisa memanfaatkannya sesuka hatimu," ujar Zhang Wei.

Mendengar ucapan suaminya itu Li Qianzhi tertawa. Tangis dan kebahagiaan saling bercampur menjadi satu.

Empat musim datang silih berganti tanpa ada kata henti.

Kehamilan Li Qianzhi perlahan-lahan juga telah terlihat. Setiap hari selama satu minggu dan dua puluh empat jam penuh. Zhang Wei selalu siap menerima panggilan istrinya. Selama istrinya menjalani masa kehamilan. Semua tugas yang mengharuskan dirinya pergi dari Ibu Kota. Selalu di lemparkan ke Biro Pemerintahan Pusat.

Tepat di usia kandungan yang ke sembilan bulan. Li Qianzhi melahirkan anak laki-laki yang sangat tampan. Sangat mirip dengan Ayahnya.

Di tahun kedua setelah melahirkan anak pertama. Li Qianzhi mendapatkan anak kembar perempuan. Dan mirip dengan dirinya.

Kehidupan yang mereka jalani benar-benar sangat sempurna. Penuh dengan kebahagiaan yang selalu memenuhi dua kediaman Li dan Zhang.

Di suatu sore yang masih menyisakan kehangatan.

Di halaman kediaman utama, Li Qianzhi duduk santai memangku putri keduanya. Dan suaminya juga duduk di sampingnya memangku putri ketiganya. Sedangkan putra pertama mereka yang sudah bisa berjalan di asuh kedua kakeknya.

Hembusan angin terasa sejuk menyapa setiap wajah yang di penuhi kebahagiaan.

...~TAMAT~...

...~Cerita berlanjut di seri kedua. Tetap pantau, jangan sampai terlewatkan....

...~Seri kedua akan update awal bulan....

...Terima kasih untuk semua pembaca setia kisah Li Qianzhi.🌹❤️🤗...

1
chataleya
dia pernah jadi ratu. tapi kenapa masih sembrono 😄 rasakan nona Li...
nia kurniawati
ceritanya singkat padat dan menarik,
Sri wulandari: Terima kasih sudah setia mengikuti kisah Li Qianzhi kk. 🌹❤️🤗
total 1 replies
restu s a
.
Endang Sulistia
dah sekarat baru nyesal..banyak bacot
Endang Sulistia
mantap...
Imas Fatimah
ditunggu kelanjutannya thor🤣👍
Sri wulandari: Siap kk.
total 1 replies
sahabat pena
good job.. lanjut 💪💪💪
zylla
😭😭😭
restu s a
Lanjut thor😊
restu s a
terimakasih thor
Sri wulandari: Siap kk.🤗
total 1 replies
restu s a
good
Sri wulandari: Terima kasih sudah setia mengikuti kisah Li Qianzhi kk.🌹❤️🤗
total 1 replies
restu s a
.😭😢😢
restu s a
mampir thor
Sri wulandari: Siap kk.
total 1 replies
zylla
jail kaliii 🤣🤣🤣
zylla
astaga 🤣🤣🤣🤣
zylla
paksu cemburu ntar 🤣🤣🤣
sahabat pena
gmn ya ekspresi nya klo tau istrinya itu ternyata ratu terdahulu 🤣🤣🤣🤣
zylla
Ngungsi di rumah besan 🤣🤣🤣
zylla
Astaga, dianggep patung 🤣🤣🤣
Imas Fatimah
serasa dunia milik berdua,yg lain ngotrak🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!