Disuatu masa terjadi pergolakan dan pembantaian diberbagai daerah yang ditimbulkan oleh sebuah aliran perguruan yang bernama perguruan Raga Abadi,tidak jelas apa yang melatar belakangi pembantaian tersebut tpi banyak rumor yang menyebut mereka ingin supaya nama mereka dikenal didunia persilatan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shine Joe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketegangan menjelang Perang
" Siapa kalian ? Jangan jangan kalian mata mata pihak musuh ? " Terdengar suara bertanya dengan nada membentak dari salah satu Raksa yang memimpin pasukan diluar gerbang utama kota Dayeuh Puseur
" Kami berdua bukan mata mata pihak musuh.Kami mau melaporkan hal yang sangat penting tentang pasukan musuh yang akan menyerbu Kerajaan Lingga Buana " Jawab laki laki muda berpakaian serba hitam yang tidak lain adalah Wira
" Siapa percaya omonganmu.Tangkap mereka,jika melawan bunuh saja " Jawab Raksa itu lagi yang bernama Sigunting diakhiri perintah kepada para punggawa bawahannya
" Raden Raksa Sigunting mereka bukan mata mata.Mereka adalah orang orang kepercayaan Pangeran Cakra Ningrat.Tadi sore mereka keluar gerbang hendak melakukan penyelidikan terhadap pihak musuh " Tiba tiba seorang punggawa berpangkat Lurah Pedang maju dan memberikan keterangan kepada Raksa Sigunting
Sesaat Raksa Sigunting menatap kepada punggawa berpangkat Lurah pedang itu yang bernama Lancah Maung
" Apakah benar keteranganmu ki Lurah Lancah Maung ? " Tanya kembali Raksa Sigunting kepada Lurah Lancah Maung
" Benar Raden Raksa Sigunting.Meskipun hari telah gelap,saya masih mengenali mereka.Tapi tadi sore mereka melakukan perjalanan bertiga " Jawab ki Lurah Lancah Maung menjawab pertanyaan Raksa Sigunting
Hmmm...
" Maafkan saya yang tidak mengenali orang sendiri "
" Kalau boleh tahu apakah yang akan kalian laporkan tentang pasukan musuh kepada kami ? "
Kata Raksa Sigunting dengan sopan,tapi tetap berwibawa.Yang diakhiri dengan pertanyaan kepada Wira dan Sekar Langit "
" Kami mau melaporkan kalau pasukan musuh sekarang sudah bergerak untuk menyerbu kemari.Diparisan paling depan adalah pasukan pemanah yang mungkin mencapai seribu orang.Sisa pasukan lainnya menyusul tidak jauh dibelakang pasukan pemanah itu " Jawab Wira memberikan laporannya
" Segera siapkan seluruh pasukan Raden Raksa.Saya pun yakin di dua gerbang lainnya pun akan mengalami serangan serentak seperti disini " Kata Wira kepada Raksa Sigunting
Meskipun Raksa Sigunting tidak senang mendengar perkataan Wira yang seperti bernada memerintah,tapi dia segera menghubungi Raksa Lainnya.Terutama Raksa Bumi dan Raksa Langit,untuk segera bersiap menyambut serbuan pasukan musuh.Yang menurut laporan Wira,Pasukan musuh sudah bergerak dan sedang menuju ke situ untuk menyerbu
Raksa Sigunting sampai lupa untuk menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Wira dan Sekar Langit
Raksa Langit yang bernama Mandala Seta,dengan sebutan Raden Raksa Mandala Seta segera memerintahkan seluruh Raksa untuk mengatur barisan pasukkan
Seluruh pasukkan pun segera diatur dibarisannya oleh Lurah Lurah pasukan yang dikomandoi oleh para Raksa
Raksa Langit juga segera memerintahkan dua utusan dengan menunggang kuda untuk menyampaikan informasi penyerbuan oleh pasukan musuh.Kepada pasukan diluar kedua pintu gerbang kota Dayeuh Puseur yang lainnya
Wira segera menarik tangan Sekar Langit untuk pergi melesat ke atas tembok benteng kota Dayeuh Puseur.Bersama para punggawa yang bertugas jaga diatas tembok benteng itu Wira dan Sekar Langit segera memantau keadaan sekitarnya
Dari atas tembok benteng itu memang lebih leluasa untuk memantau ke tempat yang lebih jauh daripada dari bawah
" Sekar kira kira akan ada pihak lain tidak yang akan membantu pihak kerajaan selain perkumpulan Bulan Perak ? " Tanya Wira kepada Sekar Langit
Sekar Langit sedikit terkejut karena pikirannya saat itu sedang tertuju pada kejadian senja tadi.Terasa indah,tapi sekarang dia benar benar merasa malu kepada Wira
Owh... eh... itu...
" Kamu bertanya apa tadi kakang ? Eeehhh maksudku Wira " Sekar Langit malah balik bertanya dengan sedikit gugup
" Tidak apa apa kamu memanggilku kakang.Itu terdengar lebih akrab.Dalam keadaan seperti ini aku sarankan jangan banyak melamun Sekar " Kata Wira dengan tersenyum
Lalu Wira mengulangi lagi pertanyaannya dan segera dijawab oleh Sekar Langit
" Tidak dapat dipastikan.Tapi mungkin gurumu kakek Singa Praja akan datang membantu.Selain itu semoga saja Perguruan Rajawali Emas,Perguruan Naga Terbang dan Perguruan Bambu Hijau turut pula membantu.Karena kalau Kerajaan Lingga Buana sampai terjatuh ke tangan Perguruan Raga Abadi.Semua perguruan dan aliran silat pasti berada dalam genggaman mereka.Termasuk tiga perguruan silat tadi "
" Yang tidak mau tunduk kepada mereka pasti akan dihancurkan dan dibinasakan.Jadi seharusnya akan banyak yang turut serta dalam peperangan melawan ambisi Perguruan Raga Abadi ini.Dan kita lihat saja bagaimana kejadiannya nanti "
Jawab Sekar Langit,sekaligus menjelaskan panjang lebar kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi
Hmmm...
" Begitu ya " Kata Wira dengan suara pelan
" Aku sudah sangat ingin bertemu dengan kakek Praja " Kata Wira mengungkapkan isi hatinya ingin bertemu dengan gurunya
Tiba tiba satu sosok berkelebat melesat dengan sangat cepat dari arah bawah.Dalam beberapa kejapan mata sosok itu telah berdiri tegak disamping Wira.Sosok itu berbadan tinggi tegap dengan tubuh penuh otot.Rambutnya panjang disanggul dibelakang atas kepala.Wajahnya menunjukan kegagahan dengan rahang kokoh.Sorot matanya pun tajam.Dia mengenakan pakaian tempur berlapis besi tipis yang sangat kuat
" Perkenalkan nama saya Raksa Mandala Seta.Saya adalah salah satu Raksa Langit dipasukan kerajaan Lingga Buana " Kata sosok itu memperkenalkan dirinya dengan diiringi salam hormat kepada Wira dan Sekar Langit
Wira dan Sekar Langit segera membalas salam hormat itu dan memperkenalkan nama mereka
" Nama saya Wira "
" Nama saya Sekar Langit "
Kata Wira dan Sekar Langit bergantian
" Wira dan juga Sekar Langit,apakah ada masukan dari kalian mengenai tindakan kepada pasukan musuh yang sedang bergerak kemari ? " Tanya Raden Raksa Mandala Seta kepada sepasang pendekar muda itu
Sesaat Wira dan Sekar Langit saling lirik untuk menentukan siapa yang akan menjawab.Akhirnya Sekar Langit mengangguk ke arah Wira sebagai tanda Wira yang harus menjawab pertanyaan itu
" Maaf Raden Raksa Mandala.Kami tidak paham tentang taktik peperangan sebuah pasukan.Tetapi kalau boleh saya memberi saran.Bagaimana kalau kita menyerang terlebih dahulu !? "
" Saya yakin pasukan mereka tidak akan langsung menyerang.Tapi mereka akan beristirahat dahulu untuk memulihkan tenaga meskipun sebentar sambil mungkin mengatur strategi penyerangan yang lebih akurat " Jawab Wira memberikan pendapatnya
Hmmm...
" Saran yang sangat bagus.Tapi meski menyerang terlebih dahulu.Jika benar mereka akan mengambil jeda untuk istirahat.Ditempat luar gerbang ini harus tetap bersiaga pasukan.Setidaknya tiga perempat dari jumlah pasukan " Kata Raden Raksa Mandala Seta
" Baiklah aku terima saranmu pendekar muda.Sekarang terlebih dahulu aku akan mengirim telik sandi untuk mengintai pasukan musuh " Kata Raden Raksa Mandala Seta kemudian
" Iya silahkan Raden " Kata Wira menanggapi ucapan Raden Raksa Mandala Seta
Raden Raksa Mandala Seta langsung melesat kembali kebawah dengan gerakan ringan dan sangat cepat
" Tinggi sekali ilmu Raksa Langit yang satu tadi " Kata Sekar Langit setelah Raden Raksa Mandala Seta meninggalkan tempat itu
" Iya,cocok sekali dia menjadi seorang Raksa Langit " Kata Wira menanggapi ucapan Sekar Langit
Tidak lama setelah itu,seorang telik sandi berkepandaian sangat tinggi melesat pergi menggunakan ilmu lari cepat.Untuk memantau pasukan musuh
" Kakang Wira aku harap kita akan selalu bersama.Aku tidak ingin berpisah darimu " Kata Sekar Langit sambil pandangan matanya menatap Wira dengan lembut dan penuh perasaan cinta
" Iya semoga saja begitu " Kata Wira menanggapi perkataan Sekar Langit
" Kita tidak usah membahas masalah lain dulu.Sekarang kita fokus dulu kepada peperangan yang akan terjadi " Kata Wira lagi menambahkan
" Tapi kau benar mencintaiku kan kakang ? " Tanya Sekar Langit lagi memastikan
" Iya aku juga suka sama kamu dan aku juga sayang sama kamu " Jawab Wira dengan tidak menyebut cinta
Sebenarnya Wira belum meyakini apakah dia sekedar suka dan sayang kepada Sekar Langit ataukah dia memang benar cinta kepada gadis itu
" Awas kau kakang jika sampai kau berpaling dari aku.Kau akan tau akibatnya " Kata Sekar Langit dengan nada mengancam dan sorot mata sangat tajam
" Iiiya Sekar " Kata Wira dengan sedikit tercekat
" Ternyata sifat galak dan temperamennya belum hilang,bahkan lebih menyeramkan.Apakah semua wanita sifatnya seperti ini ya !!? " Ucap Wira didalam hatinya
Sekar Langit tersenyum manis mendengar jawaban Wira.Kemudian mereka terdiam dan terus memperhatikan keadaan
Situasi saat itu memang sangat menegangkan.Terasa benar ketegangan itu oleh semua anggota pasukan kerajaan.Tidak terkecuali oleh para Raksa sekalipun.Termasuk Raden Mandala Seta yang diposisi sebagai Raksa Langit
Meskipun wajahnya tidak menunjukan ketegangan tapi didalam hatinya dia merasakan ketegangan yang luar biasa.Tetapi dia tidak mau menunjukannya kepada yang lain karena itu bisa membuat semangat seluruh pasukannya menurun
Terlihat dia duduk tegap diatas seekor gajah jantan yang gagah dengan sepasang gadingnya yang panjang indah tapi terlihat garang.Dia berada didepan pasukan berkuda yang berada dibelakang pasukan panah
Saat itu ada sebelas ekor gajah yang ditunggangi oleh para Raksa dan yang ditunggangi oleh Raden Raksa Mandala Seta adalah gajah yang paling besar diantara kesebelas gajah itu.Sedangkan sisa Raksa yang lainnya menunggangi kuda
Panji panji perang kebesaran pasukan Kerajaan Lingga Buana terlihat berkibar kibar hampir disemua sudut.Terutama dibarisan depan dibelakang pasukan panah