NovelToon NovelToon
New Mama Untuk Alesha

New Mama Untuk Alesha

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Kumi Kimut

Olivia Caroline adalah seorang wanita matang dengan latar belakang kedua orang tua broken home. Meski memiliki segalanya, hatinya sangat kosong. Pertemuan dengan seorang gadis kecil di halte bis, membuatnya mengerti arti kejujuran dan kasih sayang.

"Bibi, mau kah kamu jadi Mamaku?"

"Ha? Tidak mungkin, sayang. Bibi akan menikah dengan pacar Bibi. Dimana rumahmu? Bibi akan bantu antarkan."

"Aku tidak mau pulang sebelum Bibi mau menikah dengan Papaku!"

Bagaimana kisah ini berlanjut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kumi Kimut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31

Malam ini, Aarav merasa senang karena bisa lepas dari jeruji besi dan mendapatkan kebebasan. Aarav masih berpikir bagaimana cara membuat Olivia yakin tentang perasaannya, tapi Olivia bukan cewek yang mudah.

Pikirannya yang terus terbayang oleh Olivia, menjadikannya tak bisa tidur. Aarav lantas naik ke balkon. Disana ia merenungi semua hal yang sudah terjadi padanya.

**

Di balkon ...

Aarav duduk dengan santai di balkon mewahnya. Dia mengambil segelas wine. Rasanya sudah lima tahun dirinya tak menenggak minuman satu ini. Soalnya Rachel selalu melarangnya. Sampai dimana, Rachel tiada dan membuatnya kehilangan arah.

"Aku tetap tidak minum karenamu, tapi karenamu juga aku harus menenggak wine, meski hanya dua gelas saja Rachel. Aku sangat merindukanmu. Sosok yang mirip denganmu, bahkan tak melirikku sama sekali. Aku ragu, dia cinta atau tidak sama aku."

***

Keesokan paginya ...

Kamar Tamu ...

Olivia membuka matanya, dia menatap jam jam dinding. Dia melihat penampakan jam 05.00 pagi, tapi rasanya masih sangat ngantuk.

"Hoam, ini pertama kalinya aku tidur di rumah orang tapi serasa rumah sendiri," ucap Olivia yang malas beranjak. Tapi bagaimanapun juga, ini adalah rumah Aarav, mana boleh bertingkah seenaknya.

Olivia lantas keluar dari ruang tamu, lalu menuju ke dapur. Di sana ada seorang pelayan, kalian itu menyapa Olivia." nona sudah bangun?" ucapnya.

"Iya, btw di mana orang-orang? kenapa sepi sekali?" tanya Olivia sambil melihat ke sekelilingnya.

"Bi Amarta dan Nona Kecil sedang pergi ke pasar. Mau beli ikan segar katanya."

"Lalu, Aarav?"

"Pak Aarav tidur di balkon nona."

Olivia mengernyit, mencoba memahami maksud dari kata-kata sang pelayan. "Tidur di balkon? Kenapa?"

Pelayan itu menghela napas sebelum menjawab, "Tuan Aarav sering menghabiskan malam di sana, menatap langit. Katanya, itu membuatnya merasa lebih tenang. Bibi Amarta ingin Anda melihat sendiri."

Olivia ragu sejenak, tapi rasa penasaran mengalahkan keraguannya. Dia berjalan menuju balkon, sementara sang pelayan membukakan pintu geser besar yang mengarah ke luar. Angin pagi yang sejuk menyapu wajahnya, membawa aroma bunga melati yang tumbuh di sekitar rumah itu.

Di salah satu kursi panjang, Aarav masih tertidur, selimut tipis melilit tubuhnya. Wajahnya tampak damai, jauh dari kesan pria pebisnis yang dikenal Olivia sebagai orang yang tegas dan berwibawa. Matahari pagi mulai menyorot ke arahnya, menampilkan sosok yang lebih manusiawi, lebih rapuh.

Olivia menoleh ke pelayan, "Apa dia selalu begini?"

"Sering. Dia bilang ini membantunya berpikir," jawab pelayan itu.

Tanpa sadar, Olivia duduk di salah satu kursi di dekat Aarav. Dia menatap pria itu, bertanya-tanya apa yang memenuhi pikirannya hingga memilih tidur di tempat terbuka seperti ini.

Tidak lama kemudian, Aarav menggeliat, kelopak matanya bergerak sebelum akhirnya terbuka perlahan. Tatapannya sempat kosong sebelum akhirnya menyadari keberadaan Olivia. "Kau sudah bangun?" suaranya serak, seperti seseorang yang baru saja terbangun dari tidur panjang.

Olivia mengangguk. "Ya, tapi aku heran kenapa rumah ini begitu sepi. Dan... kenapa kamu tidur di sini?"

Aarav mengusap wajahnya, seakan mencoba mengusir sisa kantuk yang masih menggelayut. "Kebiasaan lama. Aku lebih suka udara segar daripada terkurung di dalam kamar."

Olivia mengamati raut wajahnya. "Itu tidak sehat."

Aarav tersenyum kecil, lalu menatap jauh ke arah langit. "Mungkin. Tapi begini caraku menjalani hari."

Hening sejenak. Olivia merasa ada banyak hal yang ingin ia tanyakan, tapi entah kenapa ia memilih untuk diam. Rasanya tidak sopan mengorek terlalu dalam.

Namun, Aarav sendiri yang akhirnya berbicara lebih dulu. "Aku tahu pelayan mengajakmu ke sini karena ingin kamu melihat sesuatu."

Olivia menatapnya dengan penuh tanda tanya. "Melihat apa?"

"Aku. Aku yang sesungguhnya," Aarav menjawab dengan lirih. "Aku bukan hanya seorang pebisnis yang selalu bangun pagi dan sibuk dengan angka serta dokumen. Aku juga manusia yang butuh waktu untuk merasakan hidup."

Olivia terdiam. Ada sesuatu dalam cara Aarav berbicara yang membuatnya berpikir. Seolah ada beban berat yang dipikul pria itu, sesuatu yang selama ini disembunyikannya di balik sosoknya yang sempurna di mata publik.

"Dan apa yang ingin kamu perlihatkan?" tanya Olivia akhirnya.

Aarav menghela napas. "Bahwa kita semua memiliki sisi yang berbeda. Dan kadang, kita butuh seseorang yang bisa melihat sisi itu tanpa menghakimi. Apalagi aku baru saja melewati hari yang sulit, huft."

1
Elisabeth Ratna Susanti
like plus subscribe 🥰 salam kenal 🙏
kalea rizuky
berarti santi ma Arab bneran kah tidur bareng
Eva Karmita
lanjut thoooorr 🔥💪🥰
Eva Karmita
semangat Olive jangan menangisi mantan tapi tataplah masa depan 💪😍😍😍😍
Eva Karmita
peluk Olive sabar ya mungkin Mario bukan jodoh mu 🤗🤗🤗
Eva Karmita
lanjut thoooorr 🔥💪🥰
Eva Karmita
💓
Eva Karmita
mampir otor 🙏😊
KumiKimut: siap kak makasih ya, semoga suka/Kiss/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!