NovelToon NovelToon
Langit Dan Samudra

Langit Dan Samudra

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Yatim Piatu / Beda Usia / Teman lama bertemu kembali / Pengawal / Kriminal dan Bidadari
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Na_1411

Kisah cinta antara dua anak manusia yang di pisahkan jarak dan waktu, kehidupan yang keras dan penuh dengan manipulasi membuat mereka saling terpisah satu sama lain.

Akankah Samudra dan langit akan bersatu…? Jika penasaran dengan ceritanya, baca novel ini ya…?

Jangan lupa tinggalkan komentar dan like nya, karena dengan like dan komentar kalian bisa menambah semangatku untuk melanjutkan cerita selanjutnya, salam hangat…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_1411, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan eli ke alex.

Saat ini oma eli yang menemui alex yang berada di kediamannya, dengan langkah perlahan oma eli menghampiri ruang kerja alex. Melihat pintu ruangan yang tertutup oma eli mengulurkan tangannya, dengan beberapa kali ketukan terdengar suara alex menyuruh sang pengetuk pintu masuk.

“Mama…” alex segera berdiri dari kursi kebesarannya, dia segera menghampiri eli dengan langkah cepat.

“Apakah sesibuk itu kerjaan kamu lex, sampai ke rumah mama saja kamu hanya sekejap.” Eli berjalan menuju ke arah sofa.

“Maaf ma,” alex menundukkan kepalanya, merasa bersalah dengan kesibukannya selama ini.

“Mama ingin bicara sesuatu yang penting sama kamu lex, mama harap kamu menyetujuinya.” alex mengeryitkan kedua alisnya melihat eli.

“Jika aku belum tahu apa yang mama inginkan, bagaimana aku bisa tahu keinginan mama.” Eli tersenyum jumawa mendengar ucapan alex yang terkesan tertekan.

“Aku ingin kamu menguliahkan langit bersama samudra, aku ingin samudra mengawasi langit dua puluh empat jam.” Eli berbicara dengan tegas dan sedikit menekan agar alex menuruti permintaannya.

“Mana mungkin ma, aku tidak yakin jika samudra bisa mengawasi putri maksudku langit dua puluh empat jam. Sedangkan mama tahu jika samudra juga aku minta mengawasi kediaman mama, aku tidak ingin kejadian anak buah papa yang menculik langit dna membuat mama syok terjadi lagi.”

“Kamu tenang saja, aku dan papamu sudah membuat perjanjian. Ternyata papamu meminta samudar menjadi langit, dan jika sesuatu terjadi dengan langit maka dia dengan terpaksa akan membawa langit ke luar negri.” Alex terkejut mendengar ucapan eli, sampai dia memelototkan kedua matanya karena rasa terkejutnya.

“Mana boleh ma, papa membawa putri ke luar negri. Sedangkan aku sebagai papanya belum pernah membawa langit tinggal disini karena permintaan mama yang memaksa harus menyetujui langit tinggal bersama mama.” Alex melirik tajam ke arah mamanya, terkesan dia sedang memojokkan eli.

“Hahaha… langit membuat rasa rinduku terobati lex, kamu tahu sendiri jika aku sangat menyayangi senja. Jadi ketika aku kangen dengan senja aku akan menatap lama lama wajah putri.” Eli tersenyum membayangkan wajah langit yang tersenyum.

“Ma… tapi aku sebagai papanya juga berhak bersama dengan putriku yang lama hilang, apalagi setelah mengetahui hasil dna…” alex dengan tiba tiba menghentikan ucapannya, terlihat eli melirik tajam ke arah alex.

“Apa kamu bilang…!!? Apa hasil dna putri dan angel sudah keluar…?”

Alex mengangukan kepalanya pelan, dengan segera eli menatap alex tajam.

“Apa hasilnya lex, apakah dia benar benar putri yang selama ini kita cari.”

“Iya ma, 99,99% hasilnya dia adalah putri. Anak senja yang selama ini hilang, dan telah kita temukan berkat informasi dari samudra.” Alex mengakui jika dia sangat berhutang dengan samudra.

“Syukurlah, apa kamu sudah memberikan imbalan untuk samudra.” Tanya eli menatap putra semata wayangnya.

“Sudah ma, aku telah memberikan dia sebuah mobil keluaran terbaru. Dia tadinya akan menolak pemberianku, tapi aku memaksa dia untuk mau menerimanya. Menurut mama apa itu sudha cukup, atau masih kurang.”

Eli tersenyum menatap alex, diam diam eli menyeringai melirik alex yang mengeryitkan alisanya melihat eli.

“Menurut mama masih kurang lex.”

“Apanya yang kurang menurut mama, aku sudah mengeluarkan banyak uang untuk membelikan samudra mobil tersebut.” Alex mendengus kesal dengan ucapan eli.

“Lalu bagaimana dengan masalah kuliah langit dan samudra.” Tanya eli mengalihkan pembicaraan.

“Terserah mama, aku pasrahkan semuanya sama mama. Sebaiknya kita kuliahkan mereka bersama angel, agar samudra bisa mengawasi angel dan langit secara bersama.” Eli menganguk anggukan kepalanya, dia memikirkan saran dari alex.

“Baiklah kamu atur semuanya, mama ingin mendengar semua sudah beres.” Eli beranjak dan berjalan menjauh dari ruang kerja alex, sedangkan alex yang sudha terbiasa dengan tingkah mamanya hanya diam dan menatap kepergian mamanya.

Dengan segera alex menghubungi arnold, dia akan menyuruh bawahan setianya itu untuk mengurus segala keperluan masuk kuliah langit dan samudra.

Sedangkan samudra yang baru saja datang ke kediaman oma eli, dengan segera masuk ke dalam ruang tengah. Dia ingin mencari langit dna menemui adik nakalnya tersebut, dengan langkah yang terlihat mengendap endap samudra menuju ke kamar langit.

Tampak pintu kamar langit spterlihat sedikit terbuka, samudra sengaja mengintip apa yang sedang di lakukan langit di dalam kamarnya. Terlihat langit sedang berbaring sambil memainkan handphonenya, dia tidak menyadari bahwa ada seseorang yang sedang memperhatikannya di luar pintu kamar.

Samudra tersenyum melihat tingkah langit, dengan sengaja samudra membuka pintu kamar langit dna masuk perlahan ke dalam. Langit yang masih fokus membaca novel di handphonenya, tidak menyadari kedatangan samudra yang masuk ke dalam kamarnya.

“Ehem….”

Samudra sengaja berdehem untuk mengalihkan perhatian langit, refleks langit menoleh dan melihat samudra. Dengan segera langit melemparkan handphone nya ke atas kasur dan segera menghampiri samudra, dengan memeluknya erat.

“Kakak…. Ish… kemana saja sih, aku kangen tau…” jerit langit sambil memeluk samudra.

“Baru berapa hari nggak ketemu kakak, masa sudah kangen. Pasti ada yang mau di sampaikan ke kakak kan…?”

Langit segera melepaskan pelukannya dan menatap wajah tampan samudra, dia mengangukan kepalanya mantap.

“Katakan… “ ucap samudra yang tahu akan gerak terik langit.

“Mama akan menguliahkan aku sama kakak, dan kita akan kuliah bareng.”

Samudra terkejut dan tidak percaya dengan ucapan langit, samudra tersenyum meremehkan ucapan langit.

“Tidak mungkin kita akan kuliah bersama, yang ada kamu yang akan meneruskan kuliah kamu.” Dengan iseng samudra mencubit hidung mancung langit, dia gemas dengan ucapan langit yang tidka masuk akal.

“Beneran kak, kalau kakak tidak percaya ya sudah. Nanti biar oma yang langsung bilang aja sama kakak, kalau aku yang bilang kakak pasti tidak percaya.”

Langit mengerucutkan bibirnya, dengan gemas samudra merangkul langit dan menuntunnya menuju ke pinggir tempat tidur. Dengan segera dia menduduk kan langit, dia juga mengikuti langit untuk duduk di sampingnya.

“Jika memang benar, maka pasti ada udang di balik batu. Pasti kakak akan di suruh menjaga kamu.” Tebak samudra yang memang benar, langit tersenyum sambil menatap samudra.

“Iya memang benar, aku bilang sama oma jika aku mau kuliah tapi harus dengan kakak.”

Samudra menghela nafasnya, alamat tugas sebagai pengawal akan berlipat ganda.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!