NovelToon NovelToon
Membalas Dendam Suami Tak Tahu Diri

Membalas Dendam Suami Tak Tahu Diri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Balas Dendam / Selingkuh / Romansa / Konglomerat berpura-pura miskin
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: dava hanafisha

Seorang gadis dari keluarga kaya jatuh cinta pada pria biasa. Dia memalsukan identitas dan menikah dengan pria itu. Tidak hanya itu, karena dia secara diam-diam meminta bantuan keluarga untuk membantu karir suaminya.

Sayangnya, setelah sang suami sukses, wanita itu di selingkuhi dan bahkan di ceraikan.

Untuk membalas dendam, dia kembali ke keluarganya dan menjadi putri salah satu dari 10 keluarga terkaya di dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dava hanafisha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Satu minggu kemudian...

"Ren, apa kamu masih belum masuk kerja?."

"Belum, ada apa memang nya?."

"Apa tidak masalah, kalau kamu cuti selama ini?."

"Kamu tidak usah memikirkan pekerjaan ku, pikirkan saja persiapan kamu untuk persalinan." jawab nya dingin.

Winda terdiam dan segera meninggalkan Reno ke kamar."

Baru sampai depan pintu kamarnya, tiba-tiba saja perut Winda kembali sakit. "Ren, tolong aku." lirih Winda.

Dengan cepat Reno langsung menghampiri Winda, "Win, kamu kenapa?." tanya Reno, sambil membaringkan nya diatas kasur.

"Ren, perut aku sakit sekali." ucap Winda, menahan rasa sakitnya.

"Apa kita ke rumah sakit saja?."

Winda menganggukkan kepalanya, sebab sakit yang sekarang iya rasakan ini berbeda dengan kontraksi palsu minggu lalu.

Dengan sigap Reno langsung membawa Winda keluar apartemen, dan menuju ke mobil.

Beberapa saat kemudian, Winda dan Reno sudah tiba dirumah sakit. Winda langsung ditangani oleh tim dokter. Sedangkan Reno masih menunggu diluar ruangan.

"Semoga Winda dan anaknya diberikan kesehatan." ucap Reno panik. Sebab dalam perjalanan tadi ada cairan darah yang mengalir dan Winda tak sadarkan diri.

"Ya Allah, kenapa aku jadi sepanik ini memikirkan kondisi kedua nya, Win, maafkan atas sikap buruk ku kepada kamu. Aku memang lelaki jahat yang sudah menyakiti kamu Win. Aku bingung harus bersikap bagaimana, disatu sisi aku tak memiliki perasaan kepada kamu dan disisi lain aku tidak tau anak yang kamu kandung itu benar anak ku atau tidak. Tapi kenapa beberapa hari ini perasaan ku sangat berbeda dengan kamu, melihat kamu kesakitan seperti itu sedih sekali hati ku. Win, semoga kamu dan bayi kamu, diberikan kesehatan ya. Aku gak tau bagaimana rasa nya kalau terjadi apa-apa dengan kalian." tuturnya dalam hati.

Setelah menunggu hampir satu jam, belum ada kabar juga dari dalam ruangan tersebut. "Kenapa lama sekali tindakan didalam, membuat aku semakin panik saja, Win, aku yakin kamu pasti kuat."

Tak berselang lama, pintu ruangan tersebut terbuka dan Reno langsung bangkit dari duduk nya. "Keluarga ibu Winda?." panggil salah satu dokter.

"Iya dok." jawab Reno.

"Bapak suami nya ibu Winda?."

"I-iya dok, saya suami nya." jawab Reno ragu.

"Baik, bapak boleh ikut saya kedalam ruangan."

Akhirnya Reno masuk kedalam ruangan tersebut. Disana Winda terlihat masih tak sadarkan diri dan masih dalam penanganan tim dokter.

"Pak, ini anak bapak. Selamat ya, anak bapak laki-laki. Kondisi nya Alhamdulillah sehat." tutur dokter tersebut, sambil menunjukkan box bayi milik putranya itu.

"Lalu bagaimana dengan kondisi istri saya dok?." tanya Reno dengan raut wajah yang panik.

"Istri bapak baik-baik saja, tadi sempat membuka matanya sebentar. Namun karena dalam pengaruh obat bius, beliau kembali tertidur. Maka dari itu masih ditangani oleh tim dokter. Baik kalau begitu saya tinggal ya, Pak. Permisi." ucap dokter itu ramah, dan segera bergegas meninggalkan Reno.

Reno langsung mendekat ke box bayi tersebut. Dan segera berkumandang Adzan ditelinga putranya itu. "Assalamualaikum, jagoan papa. Alhamdulillah kamu sehat, Nak. Maafkan atas perlakuan jahat papa kepada mama kamu ya, papa masih tidak menyangka bisa memiliki kamu. Papa akui, memang papa sangat jahat kepada mama kamu, semasa menjalani kehamilan mengandung kamu selama 9 bulan, Nak. Tapi papa akan menebus semua kesalahan itu, Nak. Maaf kan papa ya." lirih Reno, tanpa iya sadari air mata nya mengalir deras dikedua pipi nya. Setelah kelahiran putranya itu dan melihat bayi mungil dihadapan nya hati Reno langsung luluh. Apalagi iya tak menyangka, kalau wajah bayi sangat mirip sekali dengan dirinya.

Setelah menghabiskan waktu beberapa menit dengan putra nya, kini Reno menghampiri Winda.

"Win, maafkan aku ya. Aku memang lelaki yang sangat jahat, sudah mensia-siakan kamu dan anak kita saat masih dalam kandungan. Kamu boleh Win, membenci ku. Tapi tolong jangan pisahkan anak itu dari aku." ucap Reno, iya sambil menggenggam tangan Winda.

Beberapa saat kemudian Winda tersadar dari tidurnya.

"Dimana aku?." tanya nya dan iya langsung meraba perutnya yang sudah mengecil. "Anakku dimana anakku?." ucap nya saat membuka mata.

Reno langsung menenangkan Winda. "Win, tenang dulu. Kamu dirumah sakit dan Alhamdulillah anak kamu baik-baik saja. Kamu sudah melahirkan nya dengan selamat." tutur Reno tersenyum.

"Apa boleh aku melihatnya."

"Tunggu ya, aku tanya dokter dulu."

Reno langsung bergegas meninggalkan Winda.

*****

"Sayang, gimana kondisi kamu?." tanya Arkana.

"Alhamdulillah, mas. Aku sudah lebih baik. Kamu kerja aj, gak enak cutinya kelamaan." jawab Yasmin.

"Tapi bener kamu udah gak apa-apa kalau aku tinggal kerja?."

Yasmin menjawab dengan anggukkan kepalanya.

"Ya sudah, kita sarapan dulu yu."

"Pagi, Yasmin, bagaimana kabar kamu hari ini." sapa Sinta, setelah Yasmin dan Arkana tiba dimeja makan.

"Pagi ma, Alhamdulillah aku sudah membaik." jawab nya pelan.

"Alhamdulillah kalau begitu. Makan yang banyak ya Yasmin, supaya gak sakit lagi." ucap Sinta, dengan tatapan sinis kepada Yasmin.

"Ya Allah, apa yang akan mama lakukan lagi kepada ku. Ingin sekali rasanya aku bilang sama mas Arkana atas perlakuan mama nya kepadaku. Tapi itu rasanya tidak mungkin, pasti mama tidak akan mungkin mengakui nya, yang ada hanya akan menjadi senjata untuk nya semakin menjahati aku. Tuhan, tolong lindungi aku. Kalau setiap pagi aku ikut mas Arkana kerumah ibu pasti mas Arkana akan curiga, begitu pun kalau aku ke butik bareng mas Arkana. Aku harus bagaimana menghindari mama mertua ku ini." ungkapnya lirih dalam hati.

"Sayang, kenapa diam saja, apa yang sedang kamu pikirkan?." tanya Arkana.

"Gak ada mas, aku gak mikirin apa-apa." jawab Yasmin.

"Pasti Yasmin sedang memikirkan tugas nya hari ini. Tenang Yasmin, aku sudah mempersiapkan tugas untuk kamu. Apalagi selama beberapa hari kemarin kamu bagaikan ratu, dan hari ini kamu harus membayarnya." imbuh Sinda dalam hatinya, dengan raut wajah licik.

Sementara itu...

"Bu, sebenarnya apa yang terjadi dengan Yasmin sih?." tanya Elenoa.

"Cuma kecapean aj, Nak. Kemarin juga karena dia telat makan saja. Makanya kondisi badan Yasmin jadi drop."

"Kecapean? Emang Yasmin kecapean ngapain disana? dulu aj dia waktu belum menikah bolak balik butik setiap hari dan bekerja dirumah biasa aj, tidak pernah sakit, kenapa sekarang dia jadi lemah sekali."

"Ibu juga gak tau, Nak, gak mau berpikir yang aneh-aneh. Asalkan adik kamu bahagia ibu ikut bahagia. Tapi Arkana itu sayang sekali dengan Yasmin, tidak mungkin juga dia melakukan hal buruk kepada istrinya."

Elenoa hanya menganggukkan kepalanya.

Disisi lain...

"Dok, apa boleh saya bertemu dengan anak saya?." tanya Winda penuh harap.

"Boleh saja bu, tapi tunggu dulu ya. Karena ibu sebentar lagi akan pindah keruang perawatan. Jadi nanti bayi ibu akan kami antar keruangan ibu." jawab dokter ramah.

"Tapi anak saya baik-baik saja kan dok?."

"Bayi ibu Alhamdulillah sehat. Tadi suami ibu juga sudah melihat kondisi nya. Apa ada yang bisa saya bantu lagi?." tanya dokter tersebut.

"Engga dok, terimakasih."

"Baik, saya permisi. Terimakasih." Dokter tersebut langsung meninggalkan Winda dan Reno.

Tak berselang lama, beberapa perawat menghampiri Winda. "Bu, mari saya antar keruang perawatan ya." ucap salah satu perawat.

Beberapa menit kemudian, usai tiba diruang perawatan.

"Ren, kamu sudah lihat anak ku tadi?." tanya Winda.

Reno menjawab dengan anggukkan kepalanya.

"Bagaimana anakku, apa wajahnya mirip dengan wajahku?." tanya Winda.

Reno tersenyum. "Wajahnya sangat mirip dengan wajahku, Win."

"Kamu serius?apa kamu sedang menghiburku?."

"Aku serius, anak itu sangat mirip dengan wajahku?."

"Apa kamu masih meragukan anak itu dan akan tetap melakukan tes DNA?." tanya Winda Lirih.

Deg...

Reno terdiam dan bingung entah harus menjawab apa. Kalau iya melihat dari wajah bayi tersebut, memang tidak bisa dibohongi kalau anak itu pasti memang anak kandung nya. Tapi bagaimana kalau orang tua nya mempertanyakan bukti valid yang meyakinkan kalau anak itu adalah putra kandung nya Reno.

"Kenapa kamu diam saja Ren, tak apa kalau kamu memang tetap akan melakukan hal itu. Aku mengizinkan nya." ucap Winda kembali.

Reno langsung menatap wajah Winda dalam-dalam. "Win, maafkan atas kesalahan ku kepada kamu, mungkin aku memang lelaki jahat, yang sudah menyia-nyiakan kamu ketika kamu hamil kemarin. Tapi aku melakukan itu semua karena aku gak tau harus berbuat apa. Kamu tau bagaimana perasaan aku kepada kamu dan aku juga meragukan anak itu. Aku merahasiakan pernikahan kita bukan karena Alisha saja, tapi juga orang tua ku Win, aku belum menceritakan hal ini kepada orang tua ku, aku meminta tes DNA anak itu untuk memberikan bukti kalau memang bayi itu anak ku, jika orang tua ku mempertanyakan nya, memang awalnya aku meragukan nya, tapi setelah aku bertemu dengan nya, kenapa aku merasa ingin memilikinya dan wajahnya pun sangat mirip dengan ku. Maaf kan aku Win, kamu boleh membenci ku, tapi tolong jangan pisahkan aku darinya." ucap Reno, sambil menggenggam tangan Winda.

"Tapi apa kamu masih meragukan anak itu?." tanya Winda lirih.

"Engga Win, maaf kan aku ya." ucap Reno, iya terus meminta maaf kepada Winda, karena merasa sangat bersalah atas perbuatan nya selama ini.

"Lalu apa kamu tetap akan melakukan tes DNA kepada anakku?." tanya Winda kembali, namun kali ini diiringi tetesan air mata.

1
dava hanafisha
👍
Anita Rahayu
Luar biasa
Akbar Razaq
kamu py orang tuakan kenapa kamu melakukan semaumu saja.tidak memikirkan kekhawatiran orang tua.
Akbar Razaq
Bukan salah suami dan keluarga jk kamu sendiri py kemampuan tp hanya diam menangis saja.
dava hanafisha
terimakasih kak 🥰 .. oke siappp
dava hanafisha
maaf typo kak 😁🙏
QueenRaa🌺
sakit semua ini sekeluarga😭
dava hanafisha: Gregetan ya 😫
total 1 replies
QueenRaa🌺
alurnya bagus, tpi ini typo ya thor? kata padamu seharusnya padaku kan?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!