LOVE PETAL FALLS SEASON 1& 2 [TAMAT]
Lima tahun lalu kesucian Sara di renggut paksa oleh seorang pria hingga dirinya hamil. Lima tahun kemudian Sara menjalani hidupnya bersama Putranya. Kelopak cinta di hati Sara yang sudah mengering membuatnya tak percaya lagi dengan apa itu cinta kasih seorang pria, sampai pertemuannya kembali dengan Ryuzen membuat hidupnya penuh kejutan dan air mata. Mampukah Ryuzen Han menumbuhkan kembali bunga indah yang dulu pernah ia rusak?
Bukan penulis pro. Tulisan ini dibuat semata-mata murni karena imajinasi penulis, mohon maaf jika masih banyak kesalahan penulisan dalam kalimat.
Nb : Jika ada persamaan peran, kalimat atau adegan itu semua semata-mata mungkin karena ketidak sengajaan/terinspirasi.
Let's do work and stop being copycats! Enjoy your own reading fellas😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon _Crhysalis_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chap 34 : Wanita Jahat
~ Kediaman Sara
Arvin menyalakan TV untuk mengusir kebosanannya. Ia menyandarkan tubuhnya di sofa sambil memainkan games favoritnya. Dan saat sedang asyik bermain games, tiba-tiba bell rumahnya berbunyi.
~Ting tung *suara bel berbunyi
"Siapa jam segini datang bertamu?" kata Arvin yang kemudian bangun untuk membukakan pintu. Arvin pun membuka pintu dari dalam, dan saat ia membuka pintunya ternyata adalah seorang wanita, yang tidak lain adalah Tina liang.
"Maaf Bibi, cari siapa?" tanya arvin.
"Hei kau bocah kecil, siapa kau?!" ujar Tina dengan keras, melihat Arvin yang keluar
"Justru aku yang tanya sama Bibi, kau itu siapa?" balas Arvin balik berteriak
"Kau berani berteriak padaku?!"
"Bibi duluan yang berteriak padaku, kenapa aku tidak boleh!"
"Bocah ini sebenarnya siapa? Jangan-jangan anak ini...?" tebak Tina di dalam pikirannya.
"Bibi, kau itu kerumahku ada urusan apa?" Arvin bertanya kembali pada Tina.
"Dimana Sara?!" balas Tina dengan kembali berteriak.
"Jadi Bibi galak ini kenal mami?" tanya Arvin dalam hati.
"Sara sedang tidak ada, besok saja kau kembali," ucap Arvin dengan tatapan tidak suka pada Tina.
"Hei bocah! Apa kau anaknya Sara Chen?"
"Kalau iya memangnya kenapa?!" ucap Arvin.
"Pantas saja, sama-sama menyebalkan. Anak ini sekilas tidak terlalu mirip Sara, justru mirip.... Tidak! Sara tidak boleh tau kalau anak ini anaknya Ryuzen Han." ujar Tina dipikirannya.
"Bibi kalau tidak ada urusan lain, kau silakan pergi!" Arvin meminta Tina pergi dari Rumahnya.
"Bocah tengik, kau berani mengusirku!"
"Kenapa aku tidak berani, lagi pula dari tadi Bibi itu hanya berteriak dan melotot seperti nenek sihir, itu sangat mengganguku tahu!" ujar Arvin tidak suka kehadiran Tina di rumahnya.
"Kau berani mengusirku dan sekarang kau meledekku dasar bocah sialan!" Tina mengankat tangannya dan hendak ingin memukul Arvin.
"Berhenti!" teriak seseorang yang baru saja datang dan melihat apa yang akan dilakukan oleh Tina.
"Thomas!" Seru Arvin memanggil Thomas yang baru saja tiba.
Thomas pun berjalan ke arah Arvin.
"Hei kau wanita jahat apa yang mau kau lakukan pada Arvin kesayanganku?!" kata Thomas dengan nada marah.
"Apa urusanmu, dasar pria setengah matang!" Tina mengejek Thomas
"Dasar wanita tua jahat!" balas thomas.
"Apa kau bilang, aku tua? Aku hanya dua tahun lebih tua dari Sara, dan kau sebut aku tua huh?" Tina panas disebut tua oleh Thomas.
"Bibi, kau pergi saja sana, sebelum aku panggilakan polisi untuk menangkapmu karena telah berbuat onar di rumahku."
"Kau berani mengancamku?!" teriak tina pada Arvin
"Aku tidak mengancam, aku serius, kalau kau tidak tinggalkan tempat ini sekarang, aku akan telepon polisi!"
"Sial! bocah tengik ini sama saja seperti ibunya. Sama-sama membuat aku muak!"
"Baiklah aku pergi, tapi lihat saja, akan aku buat kalian menyesal karena sudah berani mengusirku," ucap Tina dengan tatapan sinisnya.
"Ya... ya wanita jahat terserah kau saja," balas Thomas yang muak dengan Tina.
"Bye bye bibi penyihir!" ujar Arvin yang kemudian cepat-cepat masuk ke dalam rumah.
"Huh, akhirnya pergi juga bibi yang seram itu," ujar Arvin merasa lega.
"Untung saja aku datang, kalau tidak si wanita jahat itu pasti sudah memukulmu, kau tidak apa-apa kan my baby Arvin?" tanya Thomas, lalu memeluk Arvin dengan rasa cemas
"Iya tidak apa-apa, tapi kau memeluk terlalu kuat Thomas!" Seru Arvin yang sesak karena dipeluk Thomas. Thomas pun melepaskannya.
"Kira-kira, bibi itu siapa ya, apa dia temannya mami?" Arvin menebak-nebak di pikirannya.
~~
Sara baru saja tiba di villa dengan membawa bahan masakan yang telah ia belinya tadi sehabis dari toko buku.
*ceklek
Sara membuka pintu dan....
"Ya Tuhan!" teriak Sara kaget melihat Ryuzen tiba-tiba sudah muncul di depan pintu masuk.
Ryuzen mengangkat satu alisnya,
"Kau, sudah pulang?" tanya Sara yang masih belum beranjak ke dapur.
"Sudah!" jawab Ryuzen singkat.
"Ini baru jam 5 sore, tidak biasanya kau pulang jam segini?" ujar Sara yang kemudian mulai melangkah menuju dapur di ikuti Ryuzen yang berjalan dibelakang Sara.
"Memanganya kenapa? Aku ini kan Bos dan pemilik Emerald, jadi aku mau pulang jam berapa pun ya terserah aku," terang Ryuzen yang kini tengah berdiri menyandarkan tubuhnya di tepi meja dapur dengan kedua tangannya melipat diatas perut.
"Huh! Dasar Orang kaya!" gumam Sara kecil.
"Kau belanja?" tanya Ryuzen pada Sara yang kini tengah membereskan barang belanjaanya dan memasukannya ke kulkas dan lemari.
"Memang apa lagi, kalau aku tidak belanja memangnya kulkasmu itu ada isinya?" balas Sara.
Ryuzen menyeringai, dirinya yang tadi bersandar di meja, kini berjalan dan kini berdiri di belakang Sara yang sedang berjinjit mencoba menjangkau lemari untuk menaruh sekotak Sereal.
Jangan lupa like, comment dan votenya 😘Thank You 🌷
oh iya mampir yuk ke novel aku.
WANITA PEKERJA MALAM
by kak eja🌜
masih jadi favorit aku nih