Rivaldo Xendrick yang mengalami cacat fisik akibat terkena siraman air keras dari selingkuhan kekasihnya yang bernama Lucas Anderson.
Kecacatan fisik itu, membuat hidupnya menderita dan dicampakkan oleh semua orang. Banyak orang yang menjauh darinya karena menganggap bahwa Rivaldo sebagai monster yang menakutkan. Hidup menggelandang tanpa siapapun yang peduli akan hidupnya, sampailah suatu hari, ada seorang wanita yang suka rela merawat dirinya dengan tulus.
Bagaimana kehidupan Rivaldo setelah itu? Akankah ia bisa bangkit kembali dari keterpurukannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liska Oktaviani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cinta Seorang Bos Mafia : Episode 34
Setelah dua hari naik jabatan, Rivaldo telah memutuskan untuk menjemput cintanya yang telah ia tinggalkan demi kehidupan baru.
Rumah, mobil, bahkan kemewahan lainnya telah ia dapatkan kembali, setelah ia menjemput Denisa, mereka akan tinggal dalam satu atap dalam ikatan suci pernikahan.
Pria itu tengah berdiri di samping helikopter pribadinya berwarna navy. Ia memakai celana jeans dan balutan texudo berwarna navy.
Ia menatap Nathan yang masih berada di kejauhan, karena mereka akan segera pergi menjemput Denisa—sang pujaan hatinya.
“Apakah semua telah siap, Boss?” Nathan bertanya, saat ia sudah berada di samping Rivaldo.
“Ayo!” Rivaldo segera melangkah masuk ke dalam helikopter pribadinya.
Kedua pria itu dengan bersama salah satu orang Juru terbang pribadi telah melepas landas ke udara dalam hitungan detik. Rivaldo selalu mengembangkan senyuman di wajahnya, ia merasa teramat bahagia untuk sekarang waktu.
Rasanya sudah tak sabar lagi untuk bertemu dengan Denisa.
Pria itu sama sekali tidak memberitahukan kepada Nathan bahwa mereka akan menjemput Denisa. Rivaldo akan memberikan kejutan kepada Nathan bahwa ia telah menemukan pasangan hidup yang pantas untuknya, seperti Denisa.
“Bos, sebenarnya kita mau ke mana?” Nathan masih bingung dan penasaran, sejujurnya ia sudah sangat muak dengan sandiwara ini.
"Lihat saja nanti, kau akan tahu sendiri, Nathan." Rivaldo tertawa kecil melihat Nathan yang dari kemarin seperti anak-anak.
Mendengar jawaban dari Rivaldo, membuat Nathan hanya terdiam. Pria itu menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya perlahan. Rivaldo menatap ke arah luar jendela.
***
Rasa terobsesi yang luar biasa, membuat Arya buta akan cinta. Pria itu ingin sekali memiliki Denisa, hanya wanita itu yang ia inginkan.
Hanya Nisa dan Nisa. Tiada yang lain.
Arya telah memutuskan untuk membawa Denisa kabur dan menikah dengan wanita pilihannya. Hari ini, ia sudah menyiapkan sebuah gedung acara untuk diperlihatkan kesemua orang bahwa ia telah menikah dengan wanita yang ia cintai.
Meski kedua orang tuanya menentang pernikahan ini, tidak membuatnya mundur. Ia tetap ingin menikah dengan gadis itu. Meski semua orang mengatakan bahwa dirinya gila pun tidak masalah.
Pria itu tengah duduk di dalam mobil dengan arogant. Ia telah membayar beberapa orang untuk menculik Denisa di rumahnya. Sedangkan pria itu duduk diam di dalam mobil, sambil menunggu kedatangan calon mempelai wanitanya.
Tok-tok-tok!
Beberapa pria berbaju hitam dengan menutup mulut mereka mengenakan masker hitam. Mereka dibayar dengan harga mahal untuk menculik satu wanita.
Pintu terbuka, Denisa heran siapa laki-laki yang ada di hadapannya ini? Atau jangan-jangan orang jahat?
“Siapa kalian?” Denisa mengerutkan dahinya heran, dirinya bertanya-tanya siapa mereka.
“Apa betul Anda yang bernama Denisa?” tanyanya lagi, tanpa menjawab apa yang ditanyakan oleh Denisa.
“Ya, saya sendiri. Ada apa?” jawab Nisa sedikit curiga. Tapi wanita itu masih tetap tenang.
“Bawa dia!” perintah salah satu pria berbaju hitam kepada anak buahnya.
Denisa menatap tak percaya, akankah ia mau diculik? Tanpa aba-aba lagi, seseorang membungkam bibir Denisa menggunakan kain, pria itu membawa gadis itu menuju mobil, di mana keberadaan Arya.
Gadis itu pun meronta-ronta meminta dilepaskan, ia tidak dapat meminta tolong kepada siapapun. Karena bibirnya sudah dibungkam, ia meronta sebisanya agar terlepas dari pria itu.
Pria itu memasukan Denisa ke dalam mobil, alangkah terkejutnya Nisa saat mendapati Arya di sampingnya dengan senyuman penuh kemenangan.
“Akhirnya kita bertemu lagi, Sayang.” Arya mencengkram dagu Nisa dengan kuat, senyumannya penuh kemenangan.
“Lepaskan aku brengsek!” Nisa mencoba melepaskan tangan Arya yang mencoba mencengkram dagunya.
Ia benci dengan laki-laki satu ini, sungguh benci. Matanya sudah berkaca-kaca, ia sudah tidak tahu lagi bagaimana cara mengusir pria gila yang terobsesi dengannya ini.
Sudah dua hari belakangan ini juga, pria gila ini selalu menghantuinya dengan berbagai macam cara, agar ia menyetujui untuk menikah dengan Arya.
“Jalankan mobilnya!” Arya memerintahkan kepada sopir untuk segera meninggalkan rumah Denisa dan pergi ke gedung pernikahan.
“Berhenti! Aku katakan berhenti!" pekik Denisa marah, air matanya telah turun dengan banyak.
“Kau!” Arya mengangkat tangannya hendak menampar Denisa, “Tetap jalankan! Jika kau berhenti aku akan memecatmu!”
“Tidak usah dengarkan! Jika kau melanjutkan mobil ini, bearti kau sendiri ikut terlibat atas penculikan anak gadis orang lain!” Denisa menekankan kalimatnya membuat sang sopir pun refleks segera berhenti.
Mobil berhenti, membuat Denisa yakin untuk segera keluar dari dalam mobil pria gila itu. Dengan gerak cepat, Denisa membuka pintu mobil dan menutupnya dengan kuat, sehingga membuat jari tangan Arya terjepit.
“Jerk!” pekik Arya marah kepada sang sopir.
Nisa lari terburu-buru, ia harus segera pergi dari sana dan tidak kembali ke rumahnya. Kalaupun ia kembali ke rumah, pasti pria gila itu akan menangkapnya lagi.
Air matanya turun dengan deras. Mengapa bisa Arya menjadi gila karena obsesi itu?
Ia tak tahu lagi harus melangkahkan kakinya ke mana, ia melihat ke arah belakang banyak laki-laki yang mengejar kepergiannya. Apalagi itu adalah orang suruhan Arya.
"Ke mana lagi aku harus pergi?" Nisa bermonolog sambil belari mencari tempat berlindung yang aman.
Saat melihat sebuah helikopter telah mendarat, Denisa berinisiatif untuk bersembunyi di balik badan helikopter itu agar tidak terlihat oleh Arya maupun anak buah lainnya.
Denisa menghirup udara dengan panjang, lalu ia mengembuskannya perlahan. Ia sudah berada di balik badan helikopter berwarna biru itu.
Dilihatnya telapak kakinya telah tergores dengan luka. Alas kakinya sudah terlepas saat dirinya berlari. Pikirnya.
Namun saat pintu helikopter itu terbuka, membuat Denisa refleks ia terjatuh.
Nathan yang membuka pintu itu pun terkejut, saat mendapati seorang wanita terjatuh di sana, ia segera memapah Denisa agar berdiri. Saat Nisa merapikan anak rambutnya, ia terkejut. Melihat seorang pria yang pernah menolongnya pada waktu itu.
“Siapa itu, Nathan?” Rivaldo keluar dari dalam sana, dan berjalan mendekati Nathan.
Denisa bisa mengenali suara itu. Ya, suara itu mirip dengan seseorang yang dicintainya.
Nisa menatap seseorang itu, Rivaldo mengalihkan pandangannya menatap gadis itu.
“Nisa?” Rivaldo membelalakan matanya tak percaya.
“Mas?” Denisa merasa tak percaya.
Rivaldo menarik lengan Denisa dari sahabatnya—Nathan. Ia memeluk Nisa dengan erat, melepaskan kerinduannya selama ini, meski terpisah beberapa hari, tetapi rasanya cukup lama.
Nathan melihat aksi di depan matanya merasa ada sesuatu yang nyeri di hatinya. Ia berusaha untuk tetap baik-baik saja. Jadi, gadis penolong Boss-nya ini adalah gadis yang dicintainya? Pikir Nathan menebak.
“Kamu kenapa, Sayang?” Rivaldo masih memeluk gadis itu dengan erat, seraya mengelus lembut punggung Denisa.
“Mas, hiks ... hikss.” Denisa menangis di dalam pelukan Rivaldo.
“Hei, Sayang. Ada apa? Ceritakan padaku, tolong jangan membuatku cemas.” Rivaldo melepaskan pelukannya, ia mengangkat wajah Denisa menatap dirinya.
“DENISAAAAAAAAAA!”
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Mampir juga di karya teman Author, tak kalah serunya dengan karya ini, dan juga mampir di karya Author satu lagi yah, terima kasih 😊
Kontrak Pernikahan Season 2 \= Samuderaa Lee
Cinta Untuk Renata \= Liska Oktaviani
Kala bener Rivaldo seorang Mafia, dia akan menugaskan anak buah nya utk membuntuti dan melaporkan setiap gerak gerik nya Viona, melaporkan segala rencana buruknya...
Tapi Rivaldo bukan Mafia, cuma pedagang senjata aja...