NovelToon NovelToon
Jendral Muda Dan 5 Pasukan Bayangan

Jendral Muda Dan 5 Pasukan Bayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Budidaya dan Peningkatan / Keluarga & Kasih Sayang / Ahli Bela Diri Kuno / Kultivasi Modern
Popularitas:192k
Nilai: 4.6
Nama Author: ganesa

Diego Xu adalah seorang anak yatim piatu yang hidup di sebuah desa yang jauh dari kota, sejak kecil dia tidak pernah tau siapa orang tuanya.
Di desa ia dirawat oleh kepala desa dan warga sekitar, setelah kepergian kepala desa, dia berjuang mencari uang sendiri, tapi takdir mempertemukan dia dengan peninggalan sang ayah yaitu lima pengawal yang setia menemaninya dan terbantainya keluarganya, membuat dia bertekat untuk membalaskan dendamnya, dua tahun berlalu, dia mencoba mencari keberuntungan di ibu kota dengan modal keahlian beladirinya, dia berhasil menggagalkan aksi penculikan anak semata wayang dari pasangan miliarder perusahaan ternama dan di adopsi oleh keluarga tersebut, melihat bakat Diego diatas rata rata, orang tua angkatnya mendaftarkan Diego di camp militer, dan dari sinilah perjalanan Diego Xu dimulai..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ganesa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Beberapa tahun telah berlalu sejak pertempuran pertama antara Diego dan Ordo Bayangan. Kehidupan di bumi dan di Abyss berjalan normal, namun Diego tetap selalu waspada. Sejak serangan terakhir, Abyss hidup dalam damai, tetapi ancaman Ordo Bayangan terus membayangi.

Mereka tidak tinggal diam setelah kekalahan pertama; setiap tahun mereka mengumpulkan kekuatan, merancang taktik, dan merekrut lebih banyak pengikut yang fanatik. Diego tahu, cepat atau lambat, pertempuran besar akan terjadi lagi.

Selama tahun-tahun ini, Diego berlatih keras, mempelajari lebih banyak teknik dan memperdalam kekuatannya. Leandro dan Selena, yang bangga dengan perkembangannya, bahkan mengajarkan Diego ilmu rahasia kuno yang hanya diwariskan kepada keturunan mereka.

Kekuatan yang ia miliki kini melampaui bayangan yang dulu hanya ia impikan. Abyss sendiri telah bersiap dengan teknologi terbaru dan pasukan terlatih.

Di saat yang sama, Diego terus menjaga kedamaian di bumi, menghabiskan waktu bersama keluarga angkatnya, Edward, Mala, dan adik-adiknya yang kini sudah lebih besar.

Pada suatu malam yang dingin di Abyss, saat bulan-bulan di langit tampak bersinar lebih redup dari biasanya, sebuah kabar buruk datang.

Ordo Bayangan telah menyatukan kekuatan besar dan menyerang salah satu wilayah penting di Abyss. Kali ini, mereka membawa pemimpin baru yang misterius, sosok dengan aura kegelapan yang luar biasa.

Dengan cepat, Diego bersiap untuk berangkat, menyadari bahwa ini mungkin adalah pertempuran yang menentukan. Ia meraih gelang pelindung pemberian Selena, mengenakan jubah pertempuran, dan mengaktifkan gerbang menuju Abyss.

Ketika ia tiba di sisi lain, pemandangan mengerikan terpampang di depannya. Kota-kota Abyss terbakar, dan suara pertempuran terdengar di mana-mana.

Asap hitam memenuhi langit, dan cahaya sihir merah dari Ordo Bayangan membuat suasana tampak kelam.

Leandro dan Selena telah memimpin pasukan pertahanan, tetapi jumlah musuh begitu besar, dan pemimpin baru Ordo Bayangan tampak jauh lebih kuat dari yang mereka duga.

Diego melangkah maju, bergabung dengan pasukan Abyss yang terdesak. Leandro menyambutnya dengan wajah serius, namun di matanya tampak harapan besar. “Diego, kami tidak bisa mundur lagi. Pemimpin mereka, ‘Kegelapan Tak Berwujud,’ memiliki kekuatan yang bahkan sulit kami hadapi,” ucap Leandro.

Dengan mantap, Diego menatap ayahnya. “Ayah, aku datang bukan untuk mundur. Jika ini adalah pertempuran yang akan mengakhiri Ordo Bayangan, maka aku akan memastikan mereka tidak bisa bangkit lagi.” Dalam hatinya, ia merasakan panggilan yang kuat untuk melindungi kedua dunianya sekaligus.

Dengan tekad yang membara, Diego maju menuju garis depan. Tak lama kemudian, ia berhadapan langsung dengan pemimpin baru Ordo Bayangan, seorang sosok misterius yang mengenakan jubah hitam yang tampak seolah-olah menyatu dengan bayangan.

Kegelapan melingkupi dirinya, memancarkan aura kebencian dan kematian. Sosok itu berbicara dengan suara yang dalam dan menyeramkan. “Diego, pahlawan Abyss. Kau tidak akan bisa melindungi kedua dunia ini. Kami, Ordo Bayangan, akan menghancurkan segalanya dan memulai dunia baru dari reruntuhan mereka.”

Diego menatapnya dengan tajam, tanpa gentar. “Kalian telah menghancurkan cukup banyak. Ini adalah akhir dari kalian.”

Pertempuran besar pun dimulai. Serangan demi serangan dilancarkan, dan kekuatan kegelapan yang memancar dari pemimpin Ordo Bayangan tampak begitu mengerikan. Namun, Diego tidak gentar.

Dengan kemampuan yang telah ia latih selama bertahun-tahun, ia melawan dengan penuh keberanian. Ia menggunakan teknik-teknik yang diwariskan oleh Leandro dan Selena, serta kekuatan yang ia miliki dari cintanya pada kedua dunia.

Di tengah pertempuran, Diego merasa sesuatu berubah di dalam dirinya. Kekuatan baru yang tak terhingga muncul, sebuah kekuatan yang ia sadari berasal dari cinta yang mendalam untuk keluarga di bumi dan Abyss.

Kekuatan ini memberinya energi yang tak terhitung, membawanya ke tingkat yang jauh melampaui lawannya. Sadar bahwa ia kini memiliki kesempatan untuk menang, Diego mengerahkan seluruh kekuatannya dalam satu serangan pamungkas.

Dengan cahaya yang memancar dari tubuhnya, Diego mengarahkan serangan itu langsung ke pemimpin Ordo Bayangan.

Serangan itu begitu kuat hingga memusnahkan kegelapan yang menyelimuti sosok pemimpin itu, mengubahnya menjadi abu.

Tak ada yang tersisa, bahkan jiwa pemimpin Ordo Bayangan terkunci dalam kehancuran abadi, tanpa harapan untuk bereinkarnasi.

Pasukan Ordo Bayangan, melihat pemimpin mereka musnah, segera mundur dan menyerah. Abyss kembali dalam keheningan, dengan kemenangan di pihak mereka.

Leandro dan Selena menghampiri Diego, memeluknya dengan bangga dan penuh kasih. “Kau telah melindungi kita semua, Diego. Dunia ini dan dunia di bumi, mereka aman berkat keberanian dan kekuatanmu,” ucap Selena sambil menahan air mata haru.

Diego tersenyum lega. “Aku hanya melakukan apa yang harus kulakukan, Ibu. Abyss dan bumi adalah rumahku, dan aku tidak akan membiarkan siapa pun menghancurkan keduanya.”

Setelah pertempuran, Diego dan keluarganya kembali ke istana. Mereka duduk bersama, menikmati ketenangan setelah peperangan yang panjang.

Diego merasakan kebahagiaan yang mendalam, menyadari bahwa ia telah berhasil melindungi orang-orang yang ia cintai..

Namun, ia juga tahu bahwa meskipun Ordo Bayangan telah hancur, tantangan baru mungkin akan datang suatu hari nanti. Tetapi, kini ia lebih siap dari sebelumnya.

Selama beberapa hari, Abyss merayakan kemenangan besar ini. Penduduk berkumpul, memberikan penghormatan kepada Diego dan keluarganya. Leandro mengumumkan kepada semua bahwa Diego adalah pahlawan sejati, pelindung yang menjaga keseimbangan dua dunia.

Setelah beberapa waktu, Diego memutuskan untuk kembali ke bumi. Ia sadar bahwa meskipun ia adalah pahlawan di Abyss, kehidupannya di bumi tak kalah penting..

Keluarganya di bumi membutuhkan dirinya, dan Diego ingin menjalani hari-hari damai bersama mereka setelah melewati pertempuran besar.

Sebelum kembali, Leandro dan Selena memberikan Diego penghormatan tertinggi, menyatakan bahwa ia selalu memiliki tempat khusus di Abyss, dan pintu ke dunia ini akan selalu terbuka untuknya.

Diego kembali ke bumi dengan hati yang tenang dan penuh kedamaian. Ia tahu bahwa dalam dirinya ada kekuatan yang besar, tetapi ia tetap memilih menjalani hidup yang sederhana bersama keluarga angkatnya, Edward, Mala, Lucia, dan Clara, menikmati setiap momen kecil yang membangun kebahagiaan mereka.

Kini, dengan kedua dunia yang aman, Diego bisa menjalani kehidupan sebagai kakak yang penyayang dan pelindung yang setia bagi kedua dunia yang dicintainya.

Meski tantangan mungkin akan datang lagi suatu saat, Diego tahu bahwa ia siap menghadapi apapun demi menjaga keseimbangan dua dunia yang telah menjadi bagian dari hidupnya.

Pada suatu sore yang cerah di bumi, Diego akhirnya memenuhi janjinya kepada Lucia. Hari itu, ia membawa adik-adiknya, Lucia dan Clara, ke Abyss untuk pertama kalinya sejak pertempuran besar berakhir.

Abyss telah kembali damai, dengan keindahan futuristiknya yang menakjubkan dan langit yang dihiasi tiga bulan berwarna biru, putih, dan jingga.

Diego tersenyum melihat adik-adiknya begitu antusias, terutama Clara, yang menatap takjub pada setiap bangunan dan kendaraan melayang di sekitar mereka.

Ketika mereka tiba di istana Leandro dan Selena, orang tua kandung Diego menyambut mereka dengan hangat. Selena berjongkok, menatap Lucia dan Clara dengan senyum lembut.

“Kalian akhirnya datang! Ayah dan Ibu sudah tidak sabar untuk menunjukkan semua hal menakjubkan di sini,” ucapnya.

Clara menatap ayah dan ibu Diego dengan kagum, menggenggam erat tangan Lucia.

“Ibu Selena, aku ingin tahu banyak hal di sini! Apakah ada robot seperti yang Kak Diego ceritakan?” tanyanya dengan mata berbinar-binar.

Selena tertawa kecil dan mengangguk. “Ada, bahkan lebih dari yang kalian bayangkan. Salah satunya, kami sudah menyiapkan kejutan kecil untuk kalian.”

Diego membawa kedua adiknya menuju sebuah ruangan besar di mana berbagai robot dalam berbagai bentuk dan ukuran bergerak dengan keanggunan teknologi yang menakjubkan.

Tapi perhatian Clara dan Lucia segera teralihkan pada sebuah robot besar berbentuk kelinci, dengan bulu metalik mengilap yang tampak halus, berwarna perak, dan telinga panjang yang lembut.

Robot kelinci itu setinggi mobil, lengkap dengan mata besar yang berwarna biru cerah dan senyuman manis yang terpancar dari ekspresi wajahnya.

“Oh, lihat, Kakak! Kelinci itu besar sekali!” seru Clara sambil berlari mendekatinya, penuh rasa ingin tahu.

Diego tersenyum dan membiarkan adik-adiknya mendekat. Ia berbicara dengan robot kelinci tersebut, yang kemudian merendahkan badannya, memberikan ruang bagi Clara dan Lucia untuk naik ke punggungnya.

“Kalian boleh menaiki kelinci ini. Robot ini dirancang untuk mengantar anak-anak keliling kota dengan aman. Jadi jangan khawatir,” jelas Diego.

Lucia memandang Diego dengan mata berbinar penuh kebahagiaan. “Serius, Kak? Kita benar-benar boleh naik?”

Diego mengangguk, tersenyum senang melihat kegembiraan adik-adiknya. “Tentu saja, ini hari istimewa kalian. Nikmatilah.”

Clara langsung memanjat punggung robot kelinci itu sambil tertawa bahagia, sementara Lucia duduk di belakangnya.

Dengan gerakan lembut, robot kelinci itu mulai bergerak, berjalan pelan mengelilingi ruangan besar di istana dengan kedua gadis kecil di atas punggungnya.

Tawa Clara dan Lucia memenuhi ruangan, membuat Diego dan kedua orang tuanya tersenyum lega dan penuh kasih.

Selena, yang menyaksikan kebahagiaan mereka, mendekati Diego dan berbisik, “Aku tahu mereka sangat senang berada di sini. Tetapi kelihatannya Clara sedikit enggan berpisah dengan kelinci ini.”

Diego tertawa kecil. “Ya, Clara memang selalu punya ketertarikan yang besar pada hal-hal lucu dan unik.”

Selena memandang kedua gadis itu yang masih asyik bermain, lalu tersenyum hangat. “Kalau begitu, aku punya ide.” Ia berbalik, melambaikan tangannya ke arah salah satu asisten robotnya.

Tak lama kemudian, dua robot kelinci kecil seukuran meja masuk ke ruangan. Satu berwarna merah muda, warna kesukaan Clara, dan satu lagi berwarna ungu, warna favorit Lucia.

Ketika Clara dan Lucia turun dari robot besar, Selena menghampiri mereka sambil membawa dua robot kelinci kecil itu.

“Ini hadiah untuk kalian. Sekarang, kalian tidak perlu khawatir berpisah dengan kelinci di sini. Kalian bisa membawa dua kelinci kecil ini ke bumi,” kata Selena sambil tersenyum.

Clara melompat kegirangan dan langsung memeluk robot kelinci merah muda miliknya. “Terima kasih banyak, Ibu Selena! Aku akan merawatnya baik-baik!”

Lucia, dengan senyum lebar di wajahnya, menyentuh robot ungu itu dengan penuh kagum. “Ini benar-benar hadiah terbaik! Terima kasih, Ibu Selena. Aku akan selalu menjaga kelinci ini.”

Diego melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah adik-adiknya dan merasakan kebahagiaan yang mendalam.

Mereka menghabiskan hari itu menjelajahi Abyss, ditemani oleh robot kelinci besar yang mengantar mereka ke berbagai tempat di kota, termasuk taman kota Abyss yang dipenuhi dengan bunga-bunga yang bersinar di malam hari.

Keduanya terpesona melihat pemandangan yang indah dan teknologi canggih yang mengelilingi mereka.

Ketika malam tiba, Clara dan Lucia duduk di samping Diego di bawah langit Abyss, memandangi tiga bulan yang menghiasi langit.

Clara yang duduk di antara kedua robot kelincinya,

“Kak, bisakah kita sering-sering ke sini? Tempat ini seperti negeri dongeng.” tanya Clara

Diego merangkul kedua adik kecilnya dan tersenyum lembut. “Tentu saja. Kita bisa datang kapan saja kalian mau. Dan jika kalian ingin tahu lebih banyak, aku akan dengan senang hati mengajarkan kalian semua yang kupelajari di sini.”

Lucia menatap Diego dengan penuh rasa sayang. “Kakak memang kakak terbaik di dunia. Kita beruntung punya kakak seperti Kak Diego.”

Diego menatap kedua adik kecilnya dan merasa beruntung bisa berada di sana bersama mereka, di antara dua dunia yang kini bisa hidup damai. Ketika mereka akhirnya kembali ke bumi dengan dua robot kelinci hadiah dari Selena,

Diego tahu bahwa ia telah memenuhi janjinya, bukan hanya untuk menunjukkan dunia yang menakjubkan kepada adik-adiknya, tetapi juga untuk menjaga mereka dan memastikan mereka selalu bahagia.

Kehidupan mereka kini dipenuhi dengan cinta dan persahabatan yang tak tergoyahkan, di bumi dan di Abyss, membawa kebahagiaan bagi kedua dunia yang kini menjadi bagian dari hidup mereka.

1
pembaca gabut
untuk sekelas anak jendral dan berpangkat letnan herfika naif banget 🗿 sumpah dah
Rahim Muhammad
Thoor jgn ganti" namax mls bacax
🎧✏📖
semangat🙏
Jamaluddin Bidi
Luar biasa
Asho 99
aduh malas Baca.. baru begini langsung anu... cari novel lain...
buat athor sukses selalu.. beda orang beda imajinasi...
Ayiem❤️‍🔥Zila❤️‍🔥A&Z
Luar biasa
Arjuna Wera
update terus thor semangat sllu
Arjuna Wera
mantap ceritanya nie lanjutkan thor semangat sllu
aris pang
seperti hambar
aris pang
terlalu cepat
aris pang
mulai bingung alur ceritanya
aris pang
lanjut
aris pang
ap yaaa🤔🤔🤔
aris pang
ok gaiss
aris pang
bisa
aris pang
ya gas
aris pang
hmmm
aris pang
gasss
aris pang
lanjutkan
aris pang
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!