"Ra,kakak mohon menikahlah dengan Mas Ardi ,jagalah Aluna untuk Kakak ,kakak mohon hanya kamu yang Kakak percaya" Nayla
Menikah muda bukan keinginan Naura, namun karena permintaan sang kakak tercintanya terpaksa dia harus menikah di usianya 21 tahun.
Ardi sebagai suami Alm Nayla pun terpaksa harus menikahi adik kandung istrinya itu,dia tidak punya pilihan lain.
Di awal pernikahan tidak ada keharmonisan terjadi diantara mereka,namun seiring berjalan nya waktu mereka bisa melaluinya.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka,yuk ikuti ceritanya😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#Bab 33 "Terima kasih"
Mentari telah menampakan sinarnya,menandakan pagi telah tiba,kedua insan yang masih terbalut selimut menyipitkan kedua matanya setelah sinar mentari menyoroti keduanya melalui celah jendela.
pukul 3 pagi mereka benar benar baru bisa terlelap tidur ,dikarenakan malam tadi Ardi tak membiarkan Naura begitu saja,mereka melakukannya beberapa kali.
Ardi merasa aneh dengan dirinya sendiri,dulu waktu dengan Nayla dia tidak seperti itu,tapi dengan Naura rasanya ingin lagi dan lagi.
Naura membuka matanya perlahan,dia meringis kesakitan diarea kewanitaan,bagaimana tidak Ardi melakukan bukan hanya satu kali,tapi Naura sendiri tidak bisa menolak,karena dia juga menikmatinya.
Naura menatap wajah tidur Ardi,dia sangat terpesona akan wajah tampan suaminya itu.Tapi tiba tiba pikiran sedikit terganggu.
"Ka Nay,maafkan aku bukan maksud aku merebut ka Ardi,maaf ka Nay,maaf.."Batin Naura,dia merasa sedikit tidak enak pada Alm kakaknya itu.
"Kakak tau kakak tampan ko Ra.."
Naura teperanjat kaget,saat aksinya yang sedang memandang wajah suaminya itu ketahuan.
"Apaan sih ka.."Ucap Naura sambil memukul pelan dada Ardi.
"Ra,,Terima kasih ya.."Ucap Ardi sambil mencium kening Naura.
"Makasih untuk..?"
"Ya sudah memberikannya pada kakak.."
"Itu kewajiban ka,ka kita melewatkan shalat shubuh loh..".
"Astagfirllah aladzim,sekarang pukul berapa Ra..?"Tanya Ardi
"Emmmm,udah pukul 8 pagi ka.."
"Ya sudah udah terlanjur Ra,kita mandi yuk,kamu mau jalan jalan kemana lagi ..?"
"Ya udah yuk kita mandi ka.."Tapi belum sempat turun dari tempat tidur Naura berteriak.
"Awwwww...sakit ka.."
"Masih sakit Ra..?Maaf ya,ayo sini kakak gendong aja.."
"Ihh gak..gak Naura bisa sendiri ko.."
"Udah jangan banyak ngomong,kakak kan udah lihat semalam semuanya.."
Blusshhhhhh
Pipinya Naura merona ,dia nampak malu sekali.
"Kakak iiihhh..."Ucap Naura sambil memukul dada Ardi lagi,sedangkan Ardi tertawa licik.
"Tapi benar kan kakak sudah lihat semua Naura.."
Belum sempat Naura menjawab Ardi sudah menggendong tubuh Naura menuju ke kamar mandi,dan mereka mandi bersama tanpa melakukan apa apa hanya pegang pegang saja (hahah).
****
Setelah selesai mandi bersama dan sarapan mereka pun berencana pergi jalan jalan,tapi sebelum pergi ada sedikit drama.
"Ayo kita jalan jalan Ra,waktu kita disini tinggal hari ini.."Ujar Ardi
Tapi Naura malah diam saja,membuat Ardi merasa heran.
"Kamu kenapa Ra..?Tanya Ardi.
"Sakit ka,kayanya gak kuat buat jalan jalan.."Ardi tau sakit apa yang Naura maksud.
"Sakit banget ya,Maafin kakak ya..,!!ya udh kita disini aja.."
"Eh gak deh ka,ayo pergi aja.."Ujar Naura lagi
"Loh tadi katanya sakit,yakin kuat jalan ..?"
"Iya kuat deh ko,nanti juga ilang pasti ka.."
"Atau biar gak sakit,kita ulangi aja yang malem Ra.."Ucap Ardi sambil menaik naikkan kedua alisnya menggoda Naura .
Sedangkan Naura yang digoda,menunduk malu dan terlihat rona merah dipipinya.
"Apaan sih kakak ko mesum gitu sih .."
"Ya gak papa kali mesum sama istri sendiri juga.."Ucap Ardi lagi
"Udah yu ah kita berangkat aja ka,aku gak mau melewatkan hari terakhir kita ini.."
"Yuk.."Ajak Ardi sambil menggandeng tangan Naura
Mereka pun mengelilingi tempat wisata diBali,mereka sama sama menikmati liburannya,apalagi dengan Naura yang nampak sangat bahagia ,hingga senyum nya tak pernah hilang.
"Kamu cantik Ra,sama cantik nya dengan Nayla,ijinkan aku untuk mencintaimu Naura,dan untukmu Nay,perasaan sayang aku ke kamu akan tetap ada ko..tunggu kita disana Nay.."Batin Ardi.
"Ka tolong fotoin aku disitu,jangan ngelamun aja iih.."Rengek Naura yang sedikit kesal karena Ardi yang terlihat melamun.
"Ayo kita foto berdua dari tadi kamu foto sendiri aja,ga ajak ajak kakak"
"Yeh,kirain gak mau difoto,ya udah ayo kita minta fotoin orang aja ya.."
Mereka menghabiskan waktunya sampai hingga sore hari,setelah mereka sama sama lelah dan sekarang mereka sudah berada dikamar hotel.Dan sama sama sudah berganti pakaian.
"Uhhhhh,,lelah juga ka.."Ucap Naura yang sudah merebahkan tubuhnya ditempat tidur.
"Iya Ra,kamu seneng ?"
"Seneng banget ka,makasih ya ..cup."Naura yang tiba tiba memeluk dan mencium pipi Ardi.
"Kamu nakal ya sekarang,jangan menggoda kakak Ra.."Ucap Ardi sambil membalas memeluk erat Naura.
"Siapa juga kan yang mengajarkan aku Nakal coba..!!"
"Siapa ..?"
"Ya kakak Lah.."
"Dasar kamu ya.."Ardi menggelitik litikkan tubuh Naura hingga mereka berdua berakhir saling bertatap mata,dan posisi Ardi sudah ada dia atas Naura.
Mereka masih saling tatap,dan lambat laun Ardi mendekatkan wajahnya ke wajah Naura dan menempelkan bibirnya ke bibir Naura.
Dan malam itu menjadi malam panjang untuk mereka berdua,sekarang candunya Ardi bukan hanya ciuman tapi lebih dari itu. Dan malam itu pula Ardi benar benar tidak membiarkan Naura diam,gairahnya sangat membuncah,Entahlah rasanya Ardi ingin melakukannya lagi dan lagi.
***