Demi memperbaiki ekonomi keluarga kecilnya, Novia pergi ke luar negri. Setelah enam tahun berlalu Novia kembali dengan kejutan besar.
Kevin suaminya yang sudah menantinya dengan kesetiaan harus menelan pahitnya kenyataan saat Novia hamil benih pria lain.
Betapa mahal kesetiaan yang Kevin lakukan nyatanya tak berarti apa-apa. Ekonomi mereka memang sudah sangat baik namun tidak dengan hubungan mereka.
Beribu kali Novia menuntut cerai dari Kevin nyatanya Pria itu enggan menjatuhkan talaknya. Kevin seakan berjalan dia antara hamparan pecahan kaca, yang dimana Kevin sama sama terluka jika berhenti maupun melanjutkan kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indahnya halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Iblis betina penghuni jahanam
"KAU?"
Novia, kehilangan suaranya nyalinya tiba tiba saja menciut sekecil lubang jarum. Pria itu?
Novia kembali menggali ingatannya yang sedikit terganggu, tapi ia sangat yakin jika dirinya tidak salah jika pria yang kini mendekat kearahnya benar benar pria yang menghabiskan waktu dengannya tempo hari. Novia tak mungkin keliru dalam mengenali seseorang sekalipun dirinya dalam keadaan mabuk.
"Kau-" Novia menggantung kalimatnya, suaranya kembali tercekat, tenggorokannya seakan ketelak duri ikan, sakit dan getir secara bersamaan.
Tapi tunggu dulu, bukankah Kevin pernah mengatakan jika pria itu akan mempercayai ucapannya tempo hari jika seandainya Novia membawa pria yang menyerupai Kevin di hadapan suaminya.
Tanpa mencarinya pria itu kini mendatanginya.
Tak perlu memikirkan apapun, Novia kini berjalan mendekat kearah suaminya, ia mengabaikan pria yang memiliki anting di telinganya.
Novia tak menyadari jika seraut wajah Kevin sudah pucat pasi layaknya seorang Vampire.
"Vin, kaulihat pria itu? Dia, dia pria yang ku maksud dia-"
"Stt,,, ya Novia aku tau, aku tau." Kevin menahan agar istrinya tidak melanjutkan kalimatnya, di sana bukan hanya ada mereka saja, ada ibunya juga Kendrick. Bagai mana jadinya jika Novia mengatakan jika pria itu adalah ayah dari bayinya?
"Kumohon Novia diamlah!" tatapan Kevin terlihat memohon membuat Novia bertanya tanya dalam hati, bagai mana bisa mereka? Maksudnya bagai mana bisa Kevinnya memiliki wajah serupa dengan pria itu juga sebaliknya?
"Dia, adik kembarku. Namanya Kendrick Sanjaya. Aku juga baru mengetahui hal itu." wajah Kevin berpaling, ia tak kuat menghadapi raut terkejut Novia.
"Kembar? Bagai mana bisa?"
"Tentu saja bisa. Aku yang melahirkan mereka." ibu Maryati mendekati menantunya yang terlihat kebingungan.
"Lalu untuk apa ibu tidak berterus terang?" Novia mengemukakan ketidak bersuara ibu suaminya, bisa bisanya ibu mertuanya menutupi hal ini selama puluhan tahun.
"Aku memiliki alasan untuk itu kau tak perlu tau!" ibu Maryati masih bersikap ketus terhadap menantunya, mengingat menantunya hamil benih pria lain dan bukan cucunya membuat ia semakin geram.
"Baiklah itu hak ibu." Novia berujar pasrah ia tak bisa membantah apapun yang di katakan mertuanya. Novia mengalihkan tatapan karna tak nyaman dengan pandangan tajam mertuanya, sesekali wanita itu menunduk dan menutupi perutnya yang cukup membesar.
Kendrick masih bungkam, ia kesulitan merangkai kalimatnya untuk bertanya, meski ia sangat yakin jika wanita yang ia tiduri malam itu adalah Novia.
"Terus terang saja, aku muak melihat kau dan anak haram itu." Kalimat ibu Maryati sama sekali tidak berperi kemanusiaan, Novia menatap sendu ibu mertua yang kerap kali berkata tak layak.
Kendrick tercenung sebentar, otak cerdasnya kembali berpikir ia merasa bodoh kali ini, 'Anak haram? Apa itu artinya bayi di perut Novia bukan berasal dari benih Kevin. Mungkinkah jika-" Kendrik tak melanjutkan ucapannya ia tengah berpikir beberapa hal juga kemungkinan yang bisa saja terjadi.
Demi Tuhan Kendrik berharap jika bayi yang di kandung wanita itu adalah benihnya.
"Bu, hentikan ucapan yang berasal dari mulutmu. Tolong jangan menyakiti istriku terus menerus, tidak kah ibu kasihan? Istriku tengah mengandung Bu!" Kevin terlihat marah akan ucapan ibunya yang di luar batas.
"Kau yang bodoh Kevin. Ibu sudah menyuruhmu meninggalkan Novia, tapi kau tetap saja ingin mempertahankan pernikah konyolmu dengannya. Pernikahan yang sudah Novia khianati hingga wanita murahan itu menumbuhkan benih pria lain di rahimnya, setelah ia puas bersenang senang iatrimu baru pulang dan menimpakan bebannya terhadapmu Kevin!" Suara ibu Maryati menggelegar bak petir yang menyambar di siang hari ini. Cuaca terik seakan mendukung kemarahan wanita itu.
Maryati seakan lupa akan kesalahannya di masa lalu dan wanita itu kini menghakimi menantunya dengan makian makian beracunnya.
"Ibu!" Kevin membentak ibunya dan segera berdiri tepat di hadapan Novia, ia sembunyikan tubuh istrinya di belakang tubuh kekarnya, satu tangan Kevin ***** tubuh Novia yang berdiri di belakangnya.
"Diam Bu! Ibu tak berhak menilai istriku! Ibu tak sesuci itu untuk menghakiminya. Jangan memancing emosiku Bu." Satu telunjuknya terangkat sebagai peringatan jika Kevin tengah tidak menyukai apa yang ibunya katakan.
Kendrick tak mengatakan apapun, pria itu masih memperhatikan, dapat ia lihat jika Kevin benar benar pria yang mencintai istrinya sekalipun istrinya melakukan hal fatal.
"Apa? Kau ingin memarahi ibu? Istrimu itu murahan. Kita tidak tau bibit si brengsek mana yang tengah tumbuh di rahimnya. Kau bodoh Kevin! Kau bodoh! Berulang kali ibu katakan padamu agar kau menyuruh Novia menggugurkan kandungannya!"
"Kubilang Diam!"
Kevin kembali mengangkat tangannya, kali ini bukan lagi satu jemarinya, melainkan kelima jemari Kevin terangkat sepenuhnya, pria itu hampir saja melesatkan tamparan kepada wajah ibunya, atas kejahatan mulut ibu kandungnya.
Beruntung Novia segera bergelayut di lengan kekar suaminya.
"Vin, tolong jangan menjadi durhaka karna aku. Sungguh aku tidak papa Vin, lagi pula apa yang di katakan ibu benar adanya. Aku bukan wanita baik. Tapi sungguh aku tidak papa."
Novia tak mengira begitu besar tekanan dan pengaruh mertuanya, wanita itu bahkan mengatakan menyuruh Kevin unntuk menggugurkan kandungannya, tapi Kevin tak mengatakan apapun padanya.
"Menyesal aku sempat mengira jika bayi itu adalah cucuku."
Ingin sekali Novia mengatakan jika anak yang tengah tumbuh itu memang cucu mertuanya meskipun bukan berasal dari benih Kevin.
"Kau lihat? Novia sudah mengakui jika dirinya murahan. Aku bahkan mengutuk pria berengsek yang tidak tau diri itu!" ucap Maryati di penuhi kilatan amarah.
"Jaga batasanmu!"
"Vin, tidak usah berdebat. Aku tak papa, anggap saja yang di katakan ibu adalah benar." Novia membawa tangan Kevin yang terkepal untuk ia kecup berulang ulang kali.
"Aku tak bisa menyumpahi Novia karna dia wanita yang kau cintai. Tapi aku tetap nengutuk pria berengsek pemilik benih itu. Semoga pria itu tak pernah mendapatkan kebahagiaan."
"Pria berengsek yang kau kutuk adalah aku!"
Kendrick berjalan mendekati ibunya dengan seraut wajah mencekam juga kemarahan, saat mendengar ibunya menyuruh Kevin menggugurkan vayi dalam kandungan Novia, yang kemungkinan besar adalah darah dagingnya sendri.
Kendrick tak menyangka jika ibunya, seiblis itu. Ibunya bukanlah wanita terhormat, benar kata Ayahnya, jika Ibunya adalah jelmaan iblis betina penghuni Zahanam.
Kalimat dan umpatan seperti itu tak pantas di katakan oleh seaorang wanita terhadap kaumnya sendiri.
Untuk pertama kalinya Kendrick bersyukur tak pernah mengenal sosok ibunya yang seperti dewi medusa, sosok mitologi yunani yang di gambarkan dengan wanira mengerikan kepala yang bertaburan ular berbisa.
Kendrick tak menduga hal ini, ia juga tak bisa menebak setertekan apa Kevin saat hidup dengan ibunya itu.
"A-a, apa maksudmu?"
"Akulah pria yang kau katakan keparat! Akulah pemilik benih dari bayi yang di kandung menantumu. Jadi bagai mana? apa kau mau meralat atau membatalkan kutukanmu?"
#tanda merah dijasad putriku
#salah imam
#gelora wanita perusak akad
#perangkap cinta pertama
#hidden brondong
hayu thor selesaikan satu persatu aku setia menunggu mu
💜💜💜💜💜💜