NovelToon NovelToon
Terpaksa Menjadi Istri Tuan Muda

Terpaksa Menjadi Istri Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: heni

Seorang kakak laki-laki, harusnya menjadi pelindung bagi keluarganya, khususnya adik perempuannya. Tapi, hal itu dilupakan oleh Gildan. Demi mimpinya, Gildan nekat pergi bersama calon istri, seorang tuan muda. Hingga tuan muda itu marah, dan membalas dendam pada adik perempuan Gildan.

Rashita sangat tahu, pernikahan ini adalah awal kegelapan dalam hidupnya, namun dia harus menikah dengan tuan muda itu, demi menyelamatkan kedua orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 Perasaan Aneh

Dua mobil mewah itu memasuki area hotel mewah, 'Scarletz Hotel' logo tulisan itu yang terpampang begitu besar dan di bagian bawahnya tertulis Emanuel Group. Mata Shita masih memandangi hotel tersebut. Mobil itu berhenti tepat di depan pintu besar yang terbuka lebar, para pegawai hotel berbaris di depan pintu itu, menyambut pemilik hotel yang datang bersama keluarga calon istrinya. Saat Mark turun dari mobil, di ikuti oleh Shita, semua pegawai sedikit menundukkan kepala mereka, memberi hormat pada pemimpin mereka.

"Pak Bill, tolong antar mertua saya ke kamar mereka," perintah Mark.

Langsung saja laki-laki paruh baya itu di ikuti tiga pekerja laki-laki yang lain mengikutinya, dia berjalan mendekati Sammy dan Ana yang masih berdiri dekat mobil yang mereka tumpangi sebelumnya.

"Tuan, nyonya, mari ikut saya," pinta laki-laki yang bernama Pak Bill tersebut.

Ana dan Sammy mengikuti Bill, sedang tiga pegawai yang lain menurunkan koper mereka.

"Kau ikut aku!" Seru Mark pada Shita, Shita tersentak kaget, karena dari tadi dia melamun memandangi hotel tersebut.

***

Baru melangkahkah masuk, juntaian bunga-bunga yang menjuntai ke bawah yang menempel di plafon hotel menyambut mata yang melihatnya. Di ujung sana ada Altar untuk mengikat janji suci pernikahan besok hari.

Sammy dan Anna sudah jauh berjalan, mereka tidak terlihat lagi oleh pandangan mata Shita. Shita terperanjat saat Mark memeluknya dari belakang. Mark menyisihkan rambut Shita, hingga dia nyaman menempatkan wajahnya di ceruk leher Shita dan mulai berbisik. "Ini hari ter akhir hari kebebasanmu, saat kau meng ikrarkan sumpah pernikahan bersamaku di sana, maka itulah hari-hari mu yang penuh derita akan di mulai," bisik Mark.

Jantung Shita berdetak tidak karuan, ini pertama kalinya seorang laki-laki memeluknya, bukan cuma hal itu yang membuat jantungnya seakan berontak, tapi rasa takut yang mulai menyelimuti hatinya saat mendengar ancaman dari Mark.

Shita berusaha bernafas dengan normal, mengatur debaran jantung yang tidak menentu. "Shita … ingat apa kata Jane, jangan buat Mark puas dengan menakutimu, ayo Shita … semangat!" Ucap batinnya.

"Siapa bilang setelah mengikat sumpah denganmu aku akan menderita? Justru aku akan merasa semakin di hormati dan di segani, terima kasih, karena telah memilihku menjadi pendamping hidupmu, kau tau ini kesempatan yang di nanti oleh wanita belahan dunia ini, menjadi istri seorang CEO muda dan tampan," seru Shita, dia berusaha menarik bibirnya yang kelu agar menjadi sebuah senyuman kemenangan.

Mark sangat marah mendengar dan melihat bagaimana Shita menanggapi ancamannya. "Sial! Dia sama sekali tidak berduka lagi atas pernikahan ini, aku akan menyiksa kamu dengan cara lain!" Gerutu hati Mark, dia membalikan badan Shita, sehingga mereka saling berhadapan, sedang tatapan matanya tajam menatap Shita.

"Terima kasih tuan muda telah memberiku derajat kehormatan ini," seru Shita dengan senyumannya.

"Kau memang istriku, tapi kau tidak akan pernah jadi istriku! Camkan itu!" Bentak Mark.

Shita masih memasang senyuman di wajahnya sambil membalas tatapan Mark.

"Pelayan! Antar dia kekamarnya, bersamanya membuatku seperti di serang asma saja!" Gerutu Mark sambil meninggalkan Shita berjalan begitu saja.

Setelah Mark pergi, wajah Shita yang tadi penuh senyuman langsung berubah pada wajah yang menggambarkan keadaan hatinya saat ini.

"Wah, ternyata Jane benar, berbahagia saja di depan matanya, perasaan hatiku, cukup aku yang tau." seru hati Shita.

"Mari ikut saya nona muda," sapaan seorang pelayan membuat Shita tersentak, dia segera mengikuti pelayan itu menuju kamarnya.

****

Dalam kamar tersebut gaun pengantin terpasang pada sebuah manekin, nampak sangat indah, Shita berjalan mendekati gaun pengantin yang bewarna putih tersebut. Jemarinya mulai membelai gaun pengantin tersebut.

"Putih, kenapa harus putih? Putih itu lambang kesucian cinta, kenapa dia tidak menyiapkan gaun pengantin berwarna hitam, bukanlah pernikahan ini mengantarkanku pada lembah kegelapan?" Gerutu Shita sambil berjalan memutar, mengitari gaun pengantinnya, sedang jemari tangannya masih menyentuh gaun putin nan indah tersebut.

Puas memandangi gaun pengantinnya, Shita berjalan ke arah kamar Mandi, dia mengganti bajunya. Selesai mengganti baju, Shita berjalan ke arah jendela kamarnya, lalu membuka jendela itu, dia ingin angin dari luar ruangan ini menyapa hatinya yang gerah karena dilema yang dia hadapi saat ini. Dia berdiri menyamping dari jendela itu.

Angin terasa berhembus dengan kencang. Berulang kali menerpa rambutnya yang tergerai itu. Angin yang datang lagi lebih deras, sehingga rambutnya menerpa rambutnya, hingga menerbangkan helaian hitam yang tergerai tersebut. Saat yang sama Mark masuk kedalam kamar Shita, sehingga melihat pemandangan yang memukau. Sedang Shita memejamkan matanya menikmati hembusan angin yang menyapa tubuhnya.

Mark segera menyadarkan dirinya yang mulai terpesona dengan pesona Shita, saat menyadari gadis itu mulai membuka matanya.

Saat membuka matanya Shita sangat terkejut dan takut pada sosok laki-laki di depan matanya, namun dia berusaha santai dengan melempar senyumannya pada Mark. "Hai tuan muda, sudah rindu padaku ya?" Sapa Shita, dia berusaha menyembunyikan kesedihannya.

"Siapa yang rindu kamu, aku hanya ingin menikmati hidanganku lebih dulu," seru Mark sambil menutup pintu kamar dan menguncinya.

Shita merasa ketakutan, namun kata-kata Jane selalu dia ingat. Dia memasang senyuman manis pada Mark, berharap laki-laki itu menyerah untuk menyakiti dan menakutinya.

Mark terus berjalan ke arah Shita sambil melepas jasnya dan melempar jasnya kesembarang arah, kini tangannya mulai membuka kancing kemejanya satu persatu. Hingga kemejanya terbuka sempurna, dia menarik Shita kedalam pelukannya.

Ketakutan Shita semakin menjadi-jadi karena Mark menarik tubuhnya hingga menempel pada tubuh Mark. Shita menarik sedikit wajahnya, agar wajahnya tidak terlalu dekat dengan Mark.

Pertama kali sedekat ini dengan laki-laki selain Gildan. Perlakuan Mark membuat darah Shita terasa mendidih, wajahnya terasa panas, saat beradu pandangan dengan Mark yang tidak mau melepaskan dirinya. Shita berusaha menahan nafasnya. Berharap rasa takut yang berkecamuk di batinnya mereda

"Sial! Kenapa tatapannya begitu aneh!" Gerutu hati Mark. Namun sulit bagi Mark melepaskan pandangannya pada Shita. Melihat bibir Shita yang sedikit terbuka membuat jiwa nakalnya bergelora. Mark mendekatkan wajahnya pada wajah Shita, sedang Shita berusaha memundurkan wajahnya. Agar menjauh dari wajah Mark.

Ting! Tong!

Bunyi bel pintu.

Membuat Mark tersadar dengan perbuatannya, dia langsung melepaskan tubuh Shita dari pelukannya, seketika Shita langsung jatuh ke lantai karena posisi sebelumnya tubuhnya condong ke belakang agar menjauhkan wajahnya dari wajah Mark.

"Sial! Harusnya aku sadar dia mengerjaiku," gerutu hati Shita sambil mengelus pant*tnya yang sakit karena terjatuh begitu saja ke lantai, sedang Mark berjalan menuju pintu untuk membukakan pintu tersebut sambil mengancing kembali kancing kemejanya yang dia buka.

Ting! Tong!

Bel berbunyi kembali karena pintu belum terbuka. Selesai mengancing kembali kancing kemejanya Mark membukakan pintu kamar hotel tersebut.

"Mark? Maaf maksud saya tuan muda," sapa Ana, ketika melihat Mark yang membukakan pintu kamar hotel. Sedang Shita langsung berdiri saat mendengar suara ibunya, walau pant*tnya masih ngilu karena terjatuh.

"Mama," Mark menyapa Ana kembali.

"Shita ada?"

"Ada mah, ayo masuk," seru Mark sambil membukakan pintu selebarnya.

Ana langsung berjalan mendekati Shita dan langsung memeluk putrinya yang akan jadi pengantin. "Sayang, Jane dan Ara sudah kamu undang?" Tanya Ana sambil melepaskan pelukannya.

Shita memandang ke arah Mark.

"Undangannya hanya digital mah, itu acces agar yang di undang bisa masuk, mungkin Ara dan Jane belum menerima, tapi saya pastikan akan mengundang mereka," seru Mark.

"Baguslah, mama kira Shita lupa dengan sahabat dan temannya itu," seru Ana. Sedang Shita hanya bisa tersenyum menanggapi ucapan mamanya, namun merasa lega karena Ara dan Jane juga di undang oleh Mark.

Setelah Ana keluar dari kamar hotel Shita, Mark masuk kedalam mengambil jas nya lalu juga keluar, dia tidak mampu menahan perasaan aneh yang entah dari mana datangnya.

1
Jasmine
udh baca thor
Jasmine
perdana dirimu author buat tgl rilis dan berakhirnya...sdh byk aku baca novel masih ga tau author A buat karya xxx dirilis ataupun berakhirnya kpn
Jasmine
🤣🤣🤣🤣🤣
oneng kau mark...bayi disitu lahir hrs menangis
Jasmine
anaknya cwo kah?? krn tak ada diberitahukan setiap periksa kandungannya shita
Jasmine
akhirnya petualangan Mark berlabuh ditepian shita....happy ending
Jasmine
memang ide abi cemerlang bgt...dan benar2 profesional
Jasmine
pintar bgt skenario Mark .... cium peluk jauh mark
Jasmine
tipu..tipu...mark merekayasa kematiannya pd andreas sahabatnya biar dianggap dramatisir shita mengakui rasa cintanya dan mau memaafkan mark...abi...aku pdmu
Jasmine
mana tim keamanan yg menjaga mark 24 jam
Jasmine
hahaha...mau bunuh diri dgn obat tidur atau merangsangg si paman
Jasmine
cinta itu tulus bukan menyakiti...km menyakiti dirimu sendiri dan org2 yg km rugikan cin...sadarlah sebelum karma menghampirimu
Jasmine
helehhh...ular bludak blm insaf jg toh...kasih ganjaran pd cindy segera Mark
Jasmine
🤣🤣🤣🤣🤣
aura pembunuh Gimar membuat Shita mau muntah...kecian calon anak Mark
Jasmine
Mark senangnya ruarrr biasa...tanpa ragu dan bimbang Abi rencananya berhasil
Jasmine
hampir kecolongan tuh abi...mark suka ingkar janji
Jasmine
Abi bisa aja membuat Mark kelimpungan dgn perasaannya
Jasmine
Abi....kamu genius bgt!!!
Jasmine
benarkan dugaanku...shita tinggal ditempat panti abi dulu
Jasmine
Abi mungkin membawa shita ke panti aauhan tempat dia dulu tinggal
Jasmine
Abi...abi...banyak akal jg dirimu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!