NovelToon NovelToon
Hanya Sebatas Istri Kontrak

Hanya Sebatas Istri Kontrak

Status: tamat
Genre:Aliansi Pernikahan / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:841.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Virzha

Setelah gagal mendapatkan cinta pertamanya, Daniel menutup diri dari dunia percintaan. Ia mengalihkan rasa sakit hatinya dengan terus bekerja dan melupakan segalanya.

Namun, desakan dari orang tua yang ingin menjodohkan Daniel dengan wanita pilihan mereka membuat Daniel mencari wanita lain agar bisa diajak untuk melakukan pernikahan kontrak.

Hingga ia dipertemukan dengan Mayra, seorang pegawainya yang sedang membutuhkan pinjaman uang dengan jumlah yang cukup besar. Hal itu langsung saja dimanfaatkan oleh Daniel untuk meminta Mayra menjadi istri kontraknya.

Bagaimana kelanjutan kisahnya? Akankah benih-benih cinta tumbuh dihati keduanya? Atau Daniel tetap akan menganggap Mayra sebagai istri kontraknya?

****

Spin off dari cerita Pernikahan Balas Dendam, semoga kalian suka ya ....

JANGAN LUPA TEKAN TOMBOL LIKE, KOMEN, SUBSCRIBE DAN VOTENYA YA GENGS!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ingin Memiliki Anak.

Pagi-pagi sekali, Keisya terlihat sudah bangun, ia sedang mendekati Radha yang tengah menyiapkan sarapan pagi. Wanita itu sepertinya ingin melakukan sesuatu agar membuat Radha terkesan.

"Tante kenapa sibuk memasak, seharusnya ini tugasnya Mayra 'kan?" Ujar Keisya.

"Tidak apa-apa, Tante memang suka masak," sahut Radha sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu.

"Ya, tapi sekarang Tante sudah punya menantu, lagian Mayra pasti juga nggak sibuk kalau pagi," cetus Keisya.

"Kamu kenapa ada disini? Biasanya kamu kalau pagi juga belum bangun." Radha mengalihkan pembicaraan dengan hal lain.

"Nggak apa-apa sih. Ehm, Tante, bagaimana menurut Tante tentang video kemarin? Nggak nyangka banget loh Mayra bisa seperti itu," kata Keisya terus mengompori Tantenya ini.

"Daniel pasti bisa menyelesaikannya, lagipula Tante tidak yakin kalau Mayra seperti itu. Ini pasti hanya akal-akalan orang yang ingin menjatuhkan Mayra," ucap Radha yakin jika menantunya tidak akan melakukan hal sekejam itu.

"Kenapa sih Tante begitu percaya pada Mayra? Aku bukan ingin mengompori Tante, tapi Tante pasti berpikir kenapa sampai saat ini Mayra belum hamil juga, aku curiga kalau dia sengaja belum ingin hamil karena masih ingin bersenang-senang. Apalagi jika video itu benar, kita bisa menilai sendiri bagaimana sifat asli Mayra." Keisya segera melayangkan serangan terakhir, jika menyangkut tentang anak, pasti Radha akan memikirkannya.

Terbukti sekarang wajah wanita itu tampak berubah ragu.

"Maaf kalau aku lancang Tante, tapi alangkah baiknya jika mulai saat ini mereka harus memikirkan tentang anak, apalagi umur Kak Daniel sudah tidak muda lagi," ucap Keisya dengan wajah pura-pura prihatinnya.

"Maksudmu Mayra sengaja menunda kehamilannya begitu?" Radha memandang Keisya dengan kerutan di dahinya.

"Aku tidak mau menuduh, tapi bisa saja hal itu terjadi Tan, Mayra belum ingin memiliki anak karena sibuk memikirkan kuliahnya," kata Keisya lagi.

Radha terdiam, ia mulai terpengaruh dengan ucapan Keisya yang mengatakan kalau Mayra sengaja menunda kehamilan. Ditambah dengan video yang menunjukkan bagaimana sikap kasar Mayra, membuat kepercayaannya pada Mayra sedikit goyah.

"Mama, ya ampun, maafkan Mayra ya Ma udah bangun kesiangan. Mama jadi repot begini." Mayra tiba-tiba datang ke dapur dengan tampilan yang masih acak-acakan. Ia baru bangun, karena semalam ia dan Daniel tidur dihari menjelang pagi karena sibuk bergumul panas.

"Kamu ini gimana sih May, nggak kasihan sama Tante Radha," celetuk Keisya dengan sengaja, ia melirik Mayra sekilas namun ia kaget bukan kepalang melihat leher dan tengkuk Mayra penuh dengan kissmark.

"Tidak apa-apa Sayang, sebaiknya kau mandi saja, pasti capek banget 'kan?" Radha malah tersenyum tipis melihat hal itu, ia senang karena tahu jika hubungan anak dan menantunya baik-baik saja.

"Mama yang pasti lebih capek, aku bantuin ya?" Dengan cekatan, Mayra mengambil alih pisau yang ada ditangan Radha, ia mulai memasak tanpa menggubris Keisya yang terang-terangan menatapnya penuh kekesalan.

Dasar wanita pintar cari muka, lihat saja setelah ini. Aku yakin Tante Radha tidak akan percaya denganmu lagi.

"May, kenapa kamu belum hamil? Kamu dan Kak Daniel kan udah nikah lama, apa kamu sengaja menundanya?" Tanya Keisya tanpa basa-basi sama sekali.

Mayra tertegun, pertanyaan itu entah kenapa sangat tidak disukainya, ia kebingungan harus menjawab apa.

"Aku tidak pernah menundanya, tapi aku memang belum diberikan oleh Tuhan," jawab Mayra lirih.

"Benarkah? Apa diam-diam kamu minum pil kontrasepsi?" Ujar Keisya kembali menuduh seraya menyipitkan matanya.

"Aku rasa kau terlalu ikut campur, jika kau berpikir kalau aku menunda kehamilan, itu semua salah besar. Aku dan Daniel juga sangat menantikannya, untuk apa aku harus menunda-nunda?" Sergah Mayra menahan dirinya untuk tidak berteriak pada sepupunya ini.

"Aku hanya bertanya, kenapa kau marah-marah?" Kata Keisya.

"Maka, bertanyalah sesuai porsimu." Suara itu berasal dari balik punggung Mayra, terlihat Daniel berdiri disana dengan wajah dinginnya.

"Kak Daniel?" Seru Keisya syok.

"Coba ulangi sekali lagi yang kau katakan tadi," ucap Daniel berjalan dengan langkah tegapnya.

"Tidak apa-apa Daniel, sudah jangan membahas hal ini lagi. Mama pusing, sebaiknya kita keluar saja, biarkan pelayan yang memasak," kata Radha segera menengahi sebelum suasana semakin memanas.

"Aku hanya penasaran, kenapa Keisya selalu ikut campur masalah rumah tanggaku? Apa ibumu tidak mengajarkanmu sopan santun?" Kata Daniel sudah mulai kehilangan kesabaran kepada sepupunya ini.

"Daniel sudah, Mama nggak mau kalian bertengkar. Keisya tadi hanya bertanya, kalau Mayra memang tidak melakukannya ya sudah. Tidak perlu memperpanjangnya lagi. Keisya, ayo kembali ke kamarmu," tegur Radha tidak ingin anaknya melontarkan kata-kata pedas yang memperkeruh suasana. Ia segera menarik tangan Keisya dan membawanya pergi meninggalkan dapur itu.

Kini hanya tersisa Mayra dan Daniel, keduanya saling padang seraya menghela nafas panjang.

"Kenapa ada di dapur? Aku kan sudah bilang jangan pernah menyentuh benda-benda ini," ujar Daniel menarik kedua tanah Mayra dengan lembut.

"Maafkan aku belum bisa memberimu anak." Mayra tidak menjawab pertanyaan Daniel, ia malah membahas hal yang membuat dadanya begitu sesak.

"Aku sudah bilang padamu, tidak perlu memikirkannya," kata Daniel memegang kedua pipi Mayra agar wanita itu menatapnya.

"Tapi Mama sudah sangat menginginkan cucu Daniel, aku-"

"Ssshhh ..." Daniel meletakkan tangannya dibibir Mayra agar wanita itu diam. "Semua orang berhak memiliki keinginan, tapi bukan berarti kita harus selalu memberikannya. Jika kau memang belum hamil, itu artinya Tuhan memang belum mempercayai kita, kau tidak perlu menangis seperti ini," ucap Daniel mengusap-usap lembut pipi istrinya.

Bukannya berhenti menangis, Mayra malah semakin sesenggukan, ia langsung memeluk Daniel dengan erat.

"Terima kasih, terima kasih sudah mengerti Daniel," ucap Mayra.

"Ya, itu memang tugasku. Tapi kau yakin tidak pernah menggunakan kontrasepsi apapun bukan?" Tanya Daniel.

Mayra mengerutkan dahinya, wajahnya terlihat langsung berubah mendengar pertanyaan itu. Menyadari hal itu, Daniel segera menggelengkan kepalanya, ia baru sadar dengan apa yang baru saja dikatakan.

"Tidak perlu menjawabnya, aku percaya padamu," ucap Daniel kembali menarik Mayra kedalam pelukan hangatnya.

*******

Pagi mulai datang kembali, kicauan burung terdengar memecah kesunyian pagi. Mayra langsung terbangun, ia membuka jendela kamarnya agar cahaya matahari bisa masuk kedalam. Mayra lalu melihat kalender yang berada disamping nakas, ia melihat tanggalan yang menunjukkan tanggal 20.

"Sudah dua hari, apakah aku hamil?"

Selama dua bulan ini, hal itulah yang Mayra lakukan, ia selalu melihat kalender untuk mengecek apakah dia terlambat datang bulan atau tidak. Dan bulan ini ternyata sudah terlewat tanggalnya membuat Mayra cukup senang.

"Sedang apa?"

Mayra menoleh mendengar suara serak suaminya, Daniel terlihat baru bangun dari tidurnya dan masih bergelung selimut seraya menatap Mayra.

"Aku sedang melihat kalender, ternyata aku sudah terlambat dua hari," kata Mayra menjelaskan.

Namun, sedetik kemudian ia terkejut bukan kepalang demi melihat Daniel yang tiba-tiba melompat dari atas tempat tidur lalu mendekap dirinya.

"Benarkah kau terlambat? Itu artinya kau hamil?" Daniel bertanya dengan begitu heboh, matanya berbinar cerah dan sangat bersemangat.

"Eh, ini belum pasti Daniel. Aku baru terlambat dua hari," jelas Mayra tidak ingin terlalu senang terlebih dulu.

"Tidak apa-apa, itu pertanda bagus, sekarang ayo kita ke rumah sakit," kata Daniel benar-benar sangat bersemangat sekali.

"Tapi, bagiamana kalau hasilnya tidak sesuai keinginan kita?" Mayra malah ragu jika hasilnya tidak sesuai.

Daniel terdiam sesaat, ia tahu apa yang dipikirkan Mayra. Sudah beberapa bulan ini, mereka memang sangat menunggu tentang kabar baik kehamilan Mayra. Jadi mereka berdua benar-benar sangat berharap kalau semua berjalan sesuai keinginan mereka.

"Tidak apa-apa, kita coba saja dulu. Kalau belum, artinya aku kurang bekerja keras." Daniel tertawa kecil agar Mayra tidak terlalu terbebani.

Mayra mengangguk pelan, ia tahu jika sebenarnya Daniel sangat menginginkan anak, tapi pria itu menahan dirinya karena memikirkan perasaannya.

Semoga, kali ini hasilnya sesuai dengan harapan kita.

Happy Reading.

TBC.

1
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkwkk Mayra udah pergi bari kamu terpikir utk membuang semuanya,Belum lagi masalah Kaysa lagi, selesaikan semuanya batu kamu bisa mencari dan membawa Mayra kembali..
Qaisaa Nazarudin
Itu juga KEBODOHAN mu sendiri,Masih aja mau diajak sama musuh,bego banget..
Qaisaa Nazarudin
wkwkwwkwk mampos kau Bego..
Qaisaa Nazarudin
Udah malas aja bacanya.. Peran Mayra yg terlalu LEMAH DAN BODOH bin OON..KERAS KEPALA..
Qaisaa Nazarudin
Mayra pikiran cetek,Noh benar tuh apa yg Suami kamu bilang, Ngapain dengerin kata meraka..
Qaisaa Nazarudin
Tiada siapa yg meminta dilahirkan dari wanita mana, Wanita yg bagaimana,wanita Seperti apa...
Qaisaa Nazarudin
Harusnya kamu salahkan si Brandon,ngapain nangis2..
Qaisaa Nazarudin
Mending kamu cari Cewek lain aja Jack,Killa bukan Cewek yg baik utk mu..
Qaisaa Nazarudin
Wanita GILA,udah dibilang kalo Mayra kesini sama SUAMInya..Ntar kamu sendiri yg malu..
Qaisaa Nazarudin
TOLONG DONG PANGGILANNYA DIRUBAH,JANGAN TUAN..KAYAK BABU SAMA MAJIKAN AJA,GAK ENAK BANGET DENGERNYA..🤦
Qaisaa Nazarudin
Ilfil aku denger panggilan TUAN nya..🤦🤦🤦🙇🙇
Qaisaa Nazarudin
Ckk ternyata udah mau Nikah..🙇
Qaisaa Nazarudin
Bikin Jack jadi PEBINOR, Biar kebakaran jenggot si Daniel,Kita lihat sampai di mana batas GENGSI dan EGO nya seorang Daniel..
Qaisaa Nazarudin
Gengsi aja di gedein..kalian pasangan halal,gak ada salahnya tidur berdua,Makanya aku paling ilfil PERNIKAHAN kontrak siap dgn surat perjanjian,Tapi hujung2 nya jatuh cinta,Ckk DRAMA banget..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Harus Daniel yg turun tangan sendiri,Gak mungkin kan Daniel gak punya anak buah...🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Terus barang2 Mayra di kamarnya yg di Villa itu gimana? ditinggalkan gitu aja..
Qaisaa Nazarudin
Tampa pemansan,ya sakit lah ogeb..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Mayra di kasih watak WANITA LEMAH sih..
Qaisaa Nazarudin
Pria Gila..
Ayu Song
seru bnget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!