NovelToon NovelToon
Rintik Dan Garis Takdir

Rintik Dan Garis Takdir

Status: tamat
Genre:Ketos / Teen School/College / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:35.2k
Nilai: 5
Nama Author: PINNKYBUBBLE

HIATUS

Tentang Rainy Rintik Aldhitana, gadis cantik penyuka hujan dan seorang ketua osis di SMA nya yang terkenal sangat dingin serta acuh kepada semua cewek termasuk dirinya.

Langit Marka Harendra, namanya. Cowok yang selalu mengacuhkan Rintik bahkan saat status mereka sudah menjadi sepasang tunangan.

Langit sangat membenci Rintik karena masalah yang ada di masa lalu. Langit semakin membenci Rintik dan sering kali menyakiti hati Rintik entah dengan ucapan ataupun tindakannya saat tau mereka akan dijodohkan.

Hingga suatu hari Langit menyesali apa yang sudah di perbuat olehnya kepada Rintik saat dia tau kebenaran itu. Namun saat Langit tau kebenaran itu semuanya sudah terlambat.

Akankah kisah Langit dan Rintik berakhir bahagia?

Yuk, simak kisah mereka hanya di Rintik Dan Garis Takdir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PINNKYBUBBLE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rintik Dan Garis Takdir - 32. Memilih Baju With Bestie?!

...Hallo guys?...

...Happy reading. Semoga suka....

...*...

...*...

...*...

...Rintik Dan Garis Takdir - Memilih Baju With Bestie?!...

Kini Rintik kembali lagi menuju meja sahabat-sahabatnya berada.

"Lo ngapain aja disana?" tanya Embun.

"Ngobrol," jawab Rintik lalu duduk di kursinya.

"Iya gue tau! Maksud gue tuh ngobrolin apa gitu loh?!" ucap Embun.

"Ngobrolin apa ya? Lupa deh!" ucap Rintik.

"Gimana sih lo! Ngobrol sendiri lupa sendiri!" kesal Embun.

"Namanya juga lupa Mbun! Ya gak bakalan inget!" ucap Mentari.

"Ya gue tau lah! Namanya lupa pasti gak inget lah!" ucap Embun.

"Lah itu kamu tau!" ucap Mentari.

"Capek gue ngobrol sama lo pada! Mending ngobrol sama Pella aja lah!" ucap Embun lalu menghadap ke arah Capella.

"Ngobrol apa Pell?!" tanya Embun.

"Gak tau!" ucap Capella singkat lalu fokus kepada ponselnya.

"Kasian! Dicuekin sama Pella!" ucap Rintik.

"Hahaha iya tuh!" ucap Mentari membuat Embun semakin kesal saja.

"Tau deh! Ngobrol sama kalian gak ada nyambung-nyambungnya!" ucap Embun lalu melenggang pergi meninggalkan ketiga sahabatnya di kantin.

"Dih, ngambek si Embun tuh!" ucap Rintik.

"Biarin lah Embun kan emang suka gitu Rin! Kaya gak tau Embun aja Rin!" ucap Mentari.

"Iya sih! Ya udah yuk kita juga balik ke kelas aja! Siapa tau Embun ke kelas!" ucap Rintik lalu melenggang pergi ke kelasnya begitupun dengan kedua sahabatnya.

Jam pulang sekolah pun akhirnya tiba dan kini saatnya Rintik dan ketiga sahabatnya menuju butik yang sudah di beritahu oleh Raya lewat chat tadi siang.

"Wah, gila! Butiknya bagus bet!" ucap Embun terkagum-kagum kala sampai di butik pilihan Mama Mertua Rintik.

"Hebat banget Mamanya Langit pilih butiknya!" ucap Mentari.

"Iya dong! Mama Raya gitu loh yang milih!" ucap Rintik lalu mengajak teman-temannya menuju ruang yang sudah di siapkan pihak butik.

"Sekarang kalian pilih deh model yang kalian suka!" ucap Rintik lalu duduk di kursi.

"Siap Rin!" jawab Embun dan Mentari paling semangat sedangkan Capella menatap tak minat pada gaun-gaun yang ada didepannya.

"Loh, Pella kenapa? Gak suka ya sama model-modelnya?" tanya Rintik.

"Hmm."

"Coba Pella cari-cari lagi deh, disini kan masih ada banyak selain model-model itu. Siapa tau ada yang cocok sama kamu," ucap Rintik.

"Hmm. Kalau gitu gue cari model yang gue suka dulu." Capella pun pergi mencari-cari model yang cocok dengan dirinya yang simpel dan sederhana.

Rintik menunggu ketiga sahabatnya yang sedang memilih model yang disuka dengan memainkan ponselnya.

Sebuah chat dari nomor yang sama terus menghantuinya.

"Dia?! Mau ngapain lagi sih chat aku?!" tanya nya pada dirinya sendiri.

Rintik mengetikan beberapa kalimat lalu mengirimnya dan langsung memblokir nomor itu.

"Kenapa Rin?" tanya Capella yang datang membawa model pakaian yang ia suka.

"Gapapa kok. Udah ketemu ya modelnya?" tanya Rintik.

"Udah nih."

"Bagus modelnya. Sesuai sama kamu yang simpel dan sederhana orangnya," ucap Rintik.

Capella duduk disamping Rintik. "Kalau ada apa-apa bilang! Jangan di simpen sendiri Rin!"

"Iya Pella! Tapi ini beneran gak ada apa-apa kok!" ucap Rintik menyakini sang sahabat yang tak mudah di tipu dengan kata gapapa.

"Kalau sampai gue tau lo sembuyiin apa-apa habis lo sama gue!" ucap Capella membuat Rintik menengguk ludahnya.

"Iya-iya. Gak kok Pell! Rintik kan gak pernah sembuyiin apa-apa!" ucap Rintik.

"Semakin lo banyak omong semakin buat gue curiga kalau lo sembuyiin sesuatu dari kita!" ucap Capella.

"Ya Allah Capella! Rintik gak sembuyiin apa-apa! Rintik kan emang banyak omong dari dulu!" ucap Rintik.

Capella membuang muka. Bener juga! Tapi gue rasa ini bukan banyak omong melainkan kebohongan! batinnya.

Tak lama Mentari dan Embun datang membawa model pakaian mereka.

"Gue ini aja ya Rin. Warnanya sama kan sama dress lo?" tanya Embun.

"Iya sama kok," jawab Rintik.

"Kalau aku yang ini aja Rin," ucap Mentari.

"Fiks nih model dress nya kaya gini?" tanya Rintik.

"Fiks!" jawab ketiga sahabatnya.

"Oke. Aku bayar dulu," ucap Rintik lalu membawa dress itu ke kasir.

Rintik kembali dengan membawa tiga kantong paper bag yang berisi gaun pilihan ketiga sahabatnya.

"Makasih Rin," ucap ketiga sahabatnya.

"Iya sama-sama," ucap Rintik.

"Ini pakai duit lo sendiri Rin?" tanya Embun.

"Embun! Gak sopan tanya gitu tau!" ucap Mentari.

"Ya gimana lagi gue penasaran!" ucap Embun.

"Udah gak usah berantem. Dress nya bukan aku yang bayarin tapi Mama Raya," ucap Rintik.

"Loh, berarti ada emaknya langit-langit neraka disini?" tanya Embun.

"Enggak. Mama Raya bayarnya lewat transfer pas udah tau totalnya dari aku," ucap Rintik.

"Oh, gitu! Gue kira ada emaknya si langit-langit neraka!" ucap Embun.

"Enggak lah. Mama Raya sama Mama aku kan lagi cicip-cicip makanan buat acara pertunangan besok," ucap Rintik.

"Ih, kenapa gak ajakin kita aja sih?! Kita kan juga mau ikut cicip-cicip juga!" ucap Embun.

"Iya loh Rin! Kan lumayan dapet makan gratis!" ucap Mentari.

"Iya sih, tapi kan kalian sendiri yang minta mau ada dress ya udah jadinya kita gak cicip-cicip makanan. Padahal tadinya sih ditawari sama Mama Raya!" ucap Rintik.

"Yah, Rintik! Kenapa gak bilang dari awal sih?! Tau gitu kan kita pilih cicip-cicip makanan dulu!" ucap Embun.

"Iya loh, Rin!" ucap Mentari.

"Ya maaf Rintik kan gak kepikiran!" ucap Rintik cengengesan.

"Lo mah emang suka gak kepikiran!" kesal Embun.

"Hehehe."

"Daripada kalian ngambek mending ikut Rintik makan aja yuk," ucap Rintik membuat Embun dan Mentari menjadi semangat seketika.

"Nah gitu dong dari tadi!" ucap Embun.

"Mau makan dimana kita?" tanya Mentari semangat.

"Emm...yang deket-deket sini aja lah! Udah laper nih!" ucap Rintik.

"Sama gue juga udah laper nih!" ucap Embun.

"Ya udah yuk buruan! Aku juga udah laper nih!" ucap Mentari lalu berjalan mendahului mereka.

"Kamu gak laper Pell?" tanya Rintik.

"Dikit," jawab Capella singkat dan padat.

"Oh."

Mereka pun memilih restoran nuansa Jepang untuk makan siang yang sudah tidak siang lagi.

"Huh, kenyangnya!" ucap Embun memegangi perutnya yang buncit setelah makan banyak sushi.

"Sama Mbun! Sampai udah eneg mau makan sushi lagi!" ucap Rintik.

"Bungkus aja lah! Sayang tuh masih ada dikit," ucap Mentari.

"Kek emak-emak aja lo Tar!" ucap Embun.

"Tapi gapapa sih kalau mau bungkus. Lumayan bisa buat makan malem nanti!" sambung Embun.

"Dih! Kamu juga sama aja tuh Mbun!" ucap Mentari.

"Hehehe, lumayan Tar! Emak gue kagak dirumah soalnya!" ucap Embun.

"Kalau mau di bungkus tambah sekalian aja. Masa yang dibungkus cuma segitu sih!" ucap Rintik.

"Beneran nih Rin?" tanya Embun dan Mentari hampir berbarengan.

"Iya. Pilih aja yang mau kalian bungkus aku yang bayar kok," ucap Rintik.

"Makasih Rintik sahabat tercinta gue!" ucap Embun lalu memeluk erat Rintik.

"Sama-sama. Tapi bisa gak jangan peluk-peluk! Gak bisa nafas nih!" ucap Rintik kesusahan bernafas karena Embun terlalu erat memeluknya.

"Hehehe, maaf Rin," ucap Embun lalu melepaskan pelukannya.

Setelah membungkus makanan yang mereka pilih mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing dengan selamat sampai rumah.

...To be continued....

...Terima kasih sudah membaca....

...Jangan lupa untuk like, komen, share, favorit and vote ya?!...

...See you di next chapter...

1
Sri Darlina
kok Ngantung, katanya tamat
queenandking: katanya juga sengaja ditulis tamat gk tau deh apa alasanya
total 2 replies
Leni Hendrita
gak ada kelanjutannya ya Kak
THE QUEEN'S? PINNKYBUBBLE: ada Kak masih proses di tulis ini🤭
total 1 replies
in_JUMI
Langit harus stok kesabaran ekstra nih, buat ngadepin rintik.
janngan lupa mampir di cerita aku y ...
in_JUMI
Kasian Mamanya pasti pusing tujuh keliling ...
di tunggu krisanya di cerita aku y k
in_JUMI
Prestasi terbaik rintik .. ternyata datang cepat ...hehehe
di tunggu mampiranya di cerita aku y
in_JUMI
Yee, yang pertama komen ... semangat kk
di tunggu mampir di karya aku y
in_JUMI
Hai kk, aku mampir nih di cerita kk .. seru ceritanya ...
jangan lupa mampir di cerita aku jg y k
sasmita
Sok banget ni cewek...pake nendang ember lagi...eh kalau lu ta cewek yang didepan lu siapa..pasti lu bakal nangis Bombay...kalau lu tau si rintik tunangan dan calon istrinya si cowok yang lu taksir.. wkwkkwkwkk..puas gw kalau liat lu BT kalau tau rintik siapa
sasmita
masa iya di jodohkan sama tukang bersih bersih sekolah Ngadi Ngadi ni si rintik ...oh rintik hujan engkau sekarang bimbang....lanjut komen nya...tuh lupa deh mau ngomong apa lagi..tuh liat orang tua mu sampai menepuk jidatnya karena bicaramu rintik ..
makoto
hahaha ancur dapur mama nya..rain rain...kamu mau buat dapur mama mu jadi tempat peperangan😆🤣diomelin kan tuh sama mamanya
makoto
hahahaha ketos es batu parah banget...kenapa ngga sekalian es balok yang gedean dikit ....tapi suka kan sama ketos es batu mu itu
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Arzita Mirage
Hadeh... Kalau baru bangun memang rada - rada gak sadar saking masih belum puas cahaya terang pun tak terasa. 🤣
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Arzita Mirage
Ganteng sih iya, tapi kalau dingin dan menyeramkan bakalan merasa ngeri juga dekat - dekat ya nantinya. 😔
yurika
roti dan susu sarapan untuk ganjel perut saat waktu mendesak apalagi terlambat...jadi sambil jalan bisa makan roti sembari jalan....
yurika
alasan yang basi untuk menghindari sebuah pembicaraan tentang perjodohan terhadap dirinya.....kayanya cape debat ya karena menolak perjodohan ujung ujungnya harus menuruti orang tua
Nadia
hahaha ngegas ngga tuh emak nyaaa....untung saja dibangunin ngga pake toak masjid...atau diguyurin air segayung...sudah pas sekali dengan namamu rintik eh tapi bisa jadi namanya diganti jadi hujan saat diguyur
Nadia
emang anak laki-laki pasti ngga suka diatur-atur apalagi soal perjodohan..aduh ngga banget deh buat mereka.... perjodohan membuat muak dikalangan anak remaja
@✍️Tulisan 💞 💌
Sarapan yang paraktis sekali, aku pengen juga makan roti isi slai buatan mama rindu .
@✍️Tulisan 💞 💌
hati-hati loh, nanti malah kebalik loh, dia benci sama kamu. nantinya kamu yang suka sama dia..
𝓓𝓮𝓪
gimana tuh kalo kena marah aduh
.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!