Maaf sebelumnya, Novel ini Novel lama. Jadi belum ada revisi seluruhnya. Mohon di mengerti atas tulisan yang berantakan. Terima kasih
Leah adalah anak dari keluarga berada, tapi dia memiliki ibu dan 2 saudara tiri. Namanya Glenca dan Amara yg tak pernah menyukai keberadaan Leah. Papa nya selalu ada di luar negri, sampai suatu saat Leah di nikahkan secara paksa oleh ibu tirinya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhewhy M, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 34
Setelah pemakaman selesai, Pengacara Arman akan menyampaikan surat wasiat yang telah di tulis jauh jauh hari ketika Arman masih sehat.
"Sudah kumpul ya semuanya, Assallamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, perkenalkan saya Qobil, pengacara Alm. Pak Arman Handika, saya di sini ingin menyampaikan surat wasiat yang alm tulis sesaat setelah Nona Leah menikah, mohon dengarkan saya baik baik ya..
"Saya Arman Handika, dengan ini saya menyatakan, bahwa suatu saat nanti saya sudah tiada atau meninggal, saya ingin mewariskan semua harta benda saya kepada keluarga saya. Untuk Istri ku, Soraya beserta Anak anak Tiriku, Kalian aku tinggalkan rumah yang sekarang dihuni, untuk kalian urus, soal kebutuhan sehari hari, Glenca dan Amara bisa bekerja di perusahaan keluarga, Dan untuk Perusahaan, Aku akan mewariskan kepada cucuku yang berasal dari Sandy, Sedangkan sisa harta ku seperti Peternakan, Pabrik Tekstil akan aku wariskan kepada cucuku dari Putri tercinta ku Leah. Demikian surat wasiat yang Almarhum tulis, saat dia masih sehat dan sadar sesadarnya, Wassallamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.. "
Wa'alaikum sallam warahmatullahi wabarokatuh.
"Apa?! Aku harus kerja? " tanya Glenca tidak terima.
"Glenca!!" Bentak Soraya dengan nada kuat.
Glenca pun duduk dengan wajah cemberut, ia tidak terima jika dirinya harus capek-capek bekerja.
"Leah, kamu pucat sekali nak, ayo nak Ruchan, bawa istrimu ke kamar, biar nanti si mbok bawakan makanan," Pinta Soraya.
Leah memang kelihatan pucat, ia juga nampak lelah, lemas sekali. Ruchan membawanya ke kamar, agar Leah dapat istirahat dengan tenang.
"Dan untuk Mas Sandy, ini ada surat dari Almarhum Pak Arman. " sahut Pengacara memberikan sebuah surat kecil.
"Terima kasih Pak, saya akan baca surat ini di kamar, Tante saya mau ke kamar dulu ya, saya pusing sekali. " ucap Sandy beranjak dari tempat duduknya.
"Iya nak, istirahatlah.. " Kata Soraya.
" Ma, masa iya kita bertiga cuma di kasih rumah ini, mana Glenca dan Amara di suruh kerja lagi, males lah kalau kek gini!" Rengek Glenca.
" Iya Ma, Amara juga nggak mau ah, Amara udah biasa makan, shoping, tidur enak tanpa bekerja, ini tiba-tiba di suruh kerja. Ogah banget!!" Sambung Amara.
"Iya Ma, harus bangun pagi, pulang sore, pusing-pusing, pokokknya nggak mau!!! " Kata Glenca ngambek.
" Cukup!! Kalian ini brisik sekali !! Mama sedang pusing, kalian malah menambah sakit kepala, sudah sana pergi ke kamar masing masing!! " kesal Soraya.
Di Kamar, Leah masih saja terdiam. Ia sangat terpukul dengan meninggalnya sang Papa yang tiba-tiba itu.
"Sayang, makan dulu ya, mau Mas suapi?" Tanya Ruchan.
"Mas, aku nggak lapar. Suruh si Mbok bawa lagi makanannya, perutku itu lagi nggak enak!" ucap Leah sambil mendorong piring yang Ruchan bawa.
"Dikit sajalah, kalau kamu sakit bagaimana? Sedih dong akunya nanti" bujuk Ruchan.
Leah menggelengkan kepalanya, ia tetap tidak ingin makan.
"Yaudah, sekarang kamu istirahat aja dulu ya, sini biar Mas temenin, tak puk-puk. " Kata Ruchan sambil merebahkan badan Leah.
Leah pun tertidur dengan cepat, Ruchan berfikir pastri istrinya kecapekan, dan masih shok dengan kepergian Papanya. Tak terasa Ruchan pun ikut terlelap, ia juga sangat kelelahan karena harus repot kesana kemari.
Di kamar Sandy,
Sandy rebahan di kamarnya, dia masih sedih dengan kepergian Papa nya itu. Baru saja memejamkan matanya sebentar, ia teringat dengan surat dari Papanya yang di titipkan oleh Pengacara tadi, Sandy pun mulai membuka nya.
"Sandy Anakku, Jagoan ku
Saat kamu baca surat ini, Papa sudah pergi jauh nak, Sandy,, Maafkan Papa ya nak, Papa tak pernah bisa mengerti apa keinginanmu, Papa tau kamu sangat membenci Papa karena Soraya, Tapi nak, Papa menikahi Soraya itu tujuannya agar adikmu Leah bisa terurus nak, karena Papa selalu pergi keluar negri. Tugas Papa menjaga dan melindungi Leah telah selasai saat Leah menikah dengan Ruchan, sekarang gantian kamu yang harus menjaganya, tolong, tolong jaga Leah buat papa San, Papa sangat menyayangi Leah, Jangan biarkan air mata kesedihan jatuh dari matanya, Jangan sampai Leah menderita, dan iya, Sindi adalah gadis yang cocok untukmu, kau menyukainya kan? Nikahilah dia, jadikan dia istri dan Kakak yang baik buat Leah. Dan iya, selamat boy, ternyata kamu bisa menjadi seorang Dokter seperti yang Papa harapkan, Papa gak nyangka lho, Kamu jadi Dokter di Singapura... Tolong bahagiakan Leah. "
Tak terasa air mata Sandy jatuh deras di pipinya, tidak menyangka jika Papanya mengetahui segalanya tentangnya. Sandy berjanji akan selalu ada, menjaga dan melindungi Leah.
akhirnya ketmu
Awal baca cerita gaya bahasanya kurang greget Thor tapi alur cerita bagus. Tapi lanjut baca ternyata gaya bahasanya enak untuk di baca tak bisa berhenti...😀😀 hasus sampai tamat. untuk cerita udah tamat jadi tak penasaran...
Tetap semangat berkarya author...💪💪
Ini mau intip cerita nya Aisyah selanjutnya.....🥰🤩