Raya Adha gadis manis berambut panjang dan hidup sebatang kara karena orang tua dan adiknya meninggal karena kecelakaan. Raya kemudian terusir dari rumahnya sendiri oleh adik tiri ayahnya.
Tak ingin terpuruk raya memilih pergi ke Jakarta menyusul temannya untuk melanjutkan hidup dan bekerja.Namun karena sebuah kejadian raya harus terikat sebuah pernikahan dengan laki-laki yang tidak ia cintai bahkan tidak di kenalnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34.BerZiarah
Jam menunjukan pukul sepuluh pagi semua orang sudah rapi bahkan seserahan sederhana yang sudah di persiapkan sebelum pun sudah berada di dalan mobil.
Tak banyak hanya tiga buah mobil yang sudah di persiapkan untuk membawa keluarga Artha dan Rusma menuju kediaman Audy.Kurang lebih sepuluh menit mereka tiba di depan rumah yang lumayan besar dan mewah.
"Wah...siapa sebenar nya calon mu ini?" Tanya Rusman penasaran karena yang ia tahu selama ini Audy merantau di jakarta.
"Aku juga." Ujar Artha singkat.
Kedatangan mereka di sambut oleh keluarga besar Audy, Bayu yang datang untuk pertama kali nya merasa gugup bahkan berkeringat dingin.
"Kenapa lo?" Tanya Rendy sedikit berbisik.
"Grogi gue." Jawab Bayu "Ternyata Audy bukan anak orang sembarangan." Ucap nya.
Rendy hanya tertawa pelan mendengar ucapan dari Bayu.
"Bukan kah kamu Bobby Mahesa." Ucap Artha menjunjuk Bobby Papah Audy.
Semua orang menoleh ke arah Artha.
"Ah...hai teman lama sudah lama tidak jumpa malah kamu sendiri yang datang bertamu ke rumah ku." Ujar Bobby memeluk Artha tanda pertemuan.
"Benar sekali..kita sudah lama tidak bertemu hanya keseringan bersua saja." Ucap Artha yang di ikuti tawa Bobby.
Setelah berkenalan satu persatu Bobby mengajak seluruh tamu nya masuk ke dalam rumah terlihat cukup ramai dengan kehadiran keluarga besar Audy.
"Aku tidak menyangka kalau Raya ini menantu mu beruntung sekali dia." Ucap Bobby memulai pembicaraan.
"Benar sekali aku sangat bersyukur memiliki menantu seperti Raya." Balas Artha "Bukan kah anak mu juga bekerja di perusahaan anak ku bahkan anak my sering main ke rumah ku untuk menjenguk Aksa cucu ku." Tutur Artha.
"Wah...benarkah? Aku bahkan baru tahu." Ucap Bobby.
"Papah kok bisa kenal sama papah nya Audy?" Tanya Rendy penasaran.
"Oh...sebenarnya kami teman bahkan papah Audy lah yang dulu menguruskan jual beli hotel yang kita miliki di sini sekarang." Jelas Artha.
Obrolan ringan pun berganti menjadi obrolan serius yang membahas masalah hubungan Audy dan Bayu, dan sudah di tentukan kalau mereka sepakat menikahkan Audy dan Bayu dalam jangka tiga hari.
Setelah mendapatkan keputusan mereka kembali ke hotel dengan perasaan puas.
Sekilas tentang Bobby Mahesa pengusaha properti dan kelapa sawit yang terkenal sukses di kota nya memiliki tiga anak satu perempuan dan dua laki-laki.kakak laki-laki Audy ada yang menjadi dokter dan salah satu nya pengusaha seperti papah nya sedangkan Audy yang ingin mandiri lebih memilih merantau dan melepas semua fasilitas dari orang tua nya.Sedangkan istrinya bernama Yulia hanya seorang ibu rumah tangga dan penikmat harta suami nya.
hari ke tiga di kota kelahiran Raya kini sepasang suami istri itu berencana berziarah ke makam orang tua Raya bahkan Artha juga memilih ikut untuk berziarah ke makan besan nya. Sedangkan Aksa di titipkan kepada Sarah karena Rendy tidak ingin anak nya kenapa-kenapa dan Sarah merasa senang untuk menjaga Aksa.
Sesampai nya di makam mereka bertiga berdoa dan menaburkan bunga, wajah sedih nampak terlihat dari Raya mengingat kepergian kedua orangtua dan juga adiknya.
Setelah selesai mereka beranjak pergi dan Rendy mengajak Raya dan papah nya untuk mampir ke rumah Raya yang dulu di rampas paksa oleh Andri dan Dina.
Sejenak Raya terdiam menatap rumah yang dulu penuh kebahagian rumah yang masih sangat terawat terlihat bersih dan terurus.
"Aku menyuruh orang untuk membersihkan rumah ini seminggu sekali." Ujar Rendy.
Raya hanya tersenyum menanggapi ucapan suami nya kemudian Rendy mengajak Raya dan papah nya untuk masuk ke dalam rumah.
"Papah seperti merasakan kebahagian dari rumah ini." Ucap Artha yang menatap potret keluarga Raya.
"Jangan pernah bersedih nak... hidup adalah perjalanan dan di dalam perjalanan pasti ada rintangan nya semoga bahagia mu kini untuk selama nya." Ujar Artha sembari menatap menantu nya.
"Terimakasih pah." Ucap Raya yang menahan air mata nya.
Setelah puas bernostalgia dengan rumah masa kecil nya kemudian Raya dan Rendy juga Artha kembali ke hotel mengingat sudah begitu lama mereka meninggalkan Aksa.