CINTA TAK PERNAH SALAH,
semua sama di mata Tuhan, namun tidak semua beranggapan seperti itu, harta masih menjadi peringkat pertama dalam mencapai tujuan yang hakiki. begitu pun yang terjadi dengan Siska Angelica, dia harus berpisah dengan salah satu anak nya, karena di bawa dengan paksa oleh Ayahnya sendiri. Karena keluarga sang pria yang sudah merenggut kesucian nya tidak menginginkan wanita seperti dirinya menjadi bagian keluarga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon isti.n, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 34
Happy reading 🥰
"Sepertinya ini waktunya anak-anak pulang sekolah, jadi aku harus menjemput mereka" ucap Siska saat melihat arlojinya.
"Baiklah, terima kasih atas kebaikan mu" Ibu Lily memeluk Siska dengan erat.
"Ya, sama-sama...
"Kalian sekarang mandi saja dan mengganti pakaian kalian" Siska terburu-buru pergi takut telat menjemput anak-anak. rencananya Siska akan mengajak anak-anak untuk makan di luar saja.
"Baguuus... akhirnya gue dan Lily tidak jadi pengemis lagi" batin ibu Lily dengan tersenyum.
"Nak, sekarang kita mandi yuuuk" ajak ibu Lily dengan senyum di wajahnya. Lily hanya mengangguk tanda setuju.
"Ka... kalian sedang apa?! tanya ibu Lily saat ada beberapa bodyguard yang berdiri di semua pintu Mansion yang baru saja akan menjadi tempat tinggalnya.
"Melakukan tugas kami" ucap bodyguard itu tanpa ada ekspresi di wajahnya. ibu Lily tidak bisa mengusir mereka, karena mereka pasti di suruh tuannya untuk menjaga tempat ini. ibu Lily harus bersabar dengan semua ini sampai tujuan nya menghancurkan Siska dapat terwujud.
Di sekolah...
"Key... pulang bareng yuuk" ajak seorang anak laki-laki yang ternyata adalah teman sekelas Keyla.
"Pulang bareng???
"Hmmm...tapiiiii....
"Keyla tidak akan pulang dengan orang asing" ucap Kenzo yang sudah ada di belakang Keyla.
"Kau..." anak laki-laki itu sepertinya mengenal Kenzo.
"Kau ya...hmmm" Kenzo juga tidak menyangka bila anak itu ternyata sekolah di sekolah yang sama dengan Keyla dan dirinya dan kini mereka juga satu kelas yang sama.
"Kau kakaknya Key ya" ucap nya dengan tersenyum.
"Iya, memang kenapa?! tanya Kenzo yang mulai geram dengan anak laki-laki itu yang sepertinya ingin sekali mendekati adiknya, Keyla.
"Ice cream...
"Kakak... Key mau ice cream" pinta Keyla kepada Kenzo saat Keyla melihat penjual ice cream lewat dan berhenti di depan sekolah nya.
"Key mau ice cream ya, biar aku saja yang belikan ya" anak laki-laki itu pun bergegas menghampiri si penjual ice cream tersebut. membuat Kenzo semakin kesal saja karena anak itu sudah berbuat seenaknya. Kenzo pun menghampiri si penjual ice cream. Keyla menyusul mereka dari belakang dengan tersenyum bahagia karena dia akan mendapatkan ice cream dari kakaknya.
"Adik mau rasa apa?! tanya si penjual ice cream saat melihat ada dua anak laki-laki menghampiri nya dan satu anak perempuan di belakang nya.
"Semua rasa..." ucap keduanya secara bersamaan karena Kenzo maupun anak laki-laki itu tidak tahu Keyla suka rasa apa.
"Kenapa kau mengikuti ku?! tanya Kenzo dengan nada sedikit tinggi. dia merasa anak laki-laki itu sedikit menyebalkan.
"Hey...aku tidak mengikuti mu" ucapnya tidak mau kalah, memang secara kebetulan saja keduanya memesan ice cream secara bersamaan seperti tadi.
"Apa kalian punya uang?! tanya si penjual ice cream sebelum memenuhi permintaan keduanya. karena si penjual ice cream tidak mau rugi bila ternyata mereka hanya mampu membeli satu ice cream saja.
"Ini...
Keduanya kini kompak mengeluarkan kartu black card. Kenzo makin kesal karena anak itu terus mengikuti langkah nya.
"Ini...
"Maaf, saya hanya menerima uang cash saja" ucap pak penjual ice cream dengan menggeleng cepat.
"Sebaiknya kalian pulang saja ya, bapak mau lanjut berkeliling" ucap sang penjual ice cream dengan melajukan motornya dan lanjut berkeliling menjajakan dagangannya.
"Mana ice cream Keyla?! tanya Keyla yang baru saja sampai dan Keyla tidak melihat si penjual nya lagi.
"Ehmm...ice cream nya...
Kenzo merasa bingung bagaimana cara menjelaskan nya kepada Keyla, adiknya.
HUWAAAA...
"Keyla mau ice cream...hiks" Keyla menangis dengan kencang saat tahu tidak ada satu pun ice cream yang ia bisa nikmati sekarang.
"Keeey... jangan menangis...
"Ki...kita pergi mencari ice cream di tempat lain" Kenzo mencoba membujuk Keyla yang tengah menangis.
"Heey...ada apa ini sayaaang?! tanya Siska yang merasa heran saat melihat Keyla yang tengah menangis.
"I...ibuuu...
"Hmmm...Ade mau ice cream tapi Ken tidak bisa membelikan nya"ucap Kenzo yang kini bersalah karena sudah membuat Keyla menangis seperti ini. sedangkan Siska Hanya tersenyum mendengar penjelasan Kenzo.
"Oooh... ya sudah kalau begitu kita sekarang pergi mencari ice cream yang paling lezat" ucap Siska dengan menghapus air mata Keyla dan berharap Keyla tidak menangis lagi.
"Hiiks... benarkah ibu?! tanya Keyla yang kini sudah lebih baik mendengar Siska akan mencari ice cream terlezat.
"Tentu saja, kamu bisa makan ice cream sepuasnya, kebetulan ibu lagi ada uang" ucao Siska dengan berbinar. ini memang hal biasa baginya bila mendapatkan rezeki pasti keinginan Keyla yang ia utamakan terlebih dahulu daripada keinginan nya.
"Ibu... gunakan ini saja" Kenzo memberikan kartu black card miliknya untuk di gunakan oleh Siska. namun Siska hanya tersenyum melihat black card itu. ada sesuatu yang lebih menarik perhatian nya kali ini.
"Siapa dia?! tanya Siska saat melihat anak laki-laki yang sedang bersama Kenzo anaknya dan memperhatikan dirinya.
"Ini kak Bryan ibu...dia teman Key" ucap Keyla dengan menghampiri Bryan lalu memperkenalkan nya kepada Siska, ibunya. Bryan tersenyum kepada Siska dan menundukkan sedikit badannya menandakan rasa hormat nya kepada Siska. melihat hal itu,
Siska berpikir anak laki-laki ini bukanlah orang sembarangan.
"Hai tante...aku Bryan" ucapnya dengan begitu sopan, membuat Siska yakin bila Byan pasti dari keluarga terpandang. Siska senang melihat Keyla sudah mempunyai teman baru.
"Halooo...hm Bryan mau bergabung sama kita untuk makan ice cream?! tanya Siska yang mendapat ide untuk mengajak Bryan ikut serta bersama Keyla dan juga Kenzo.
Keyla sepertinya senang karena temannya bisa ikut bersamanya. berbeda dengan Kenzo, Ken sangat tidak senang saat ibunya malah mengajak Bryan bersama mereka. Kenzo harus menjaga Keyla lebih ketat lagi. jangan sampai Bryan ada kesempatan untuk mendekati adiknya itu, tidak ada yang boleh mendekati adiknya selain dirinya.
"Ibu Keyla ternyata sangat baik" batin Bryan yang kini tersenyum bahagia. ini kesempatan bagus untuk nya agar bisa lebih dekat lagi dengan Keyla dan juga ibunya. meski sepertinya kakaknya tidak menyukai dirinya, tidak seperti ibunya yang begitu ramah terhadap nya.
"Apa boleh Tante, aku ikut bergabung bersama kalian?! tanya Bryan kepada Siska. dia sangat senang sekali bila bisa bergabung bersama mereka. Bryan jadi bisa berlama-lama dengan Keyla.
"Bolehlah, kan seruu bila banyak orang" ucap Siska dengan gembira, Siska senang melihat Keyla bisa akrab dengan orang lain selain kakaknya, Kenzo.
"Yeeey, kak Byan ikut" Keyla sangat gembira, dia pun tanpa sengaja memegang tangan Bryan sebagai ungkapan rasa gembira nya. Kenzo semakin meradang, tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa selain menahan emosi nya. Kenzo hanya diam saja melihat Keyla dan Siska yang terlihat gembira dengan kehadiran Bryan di tengah mereka.kini Kenzo mempunyai saingan yang cukup berat untuk mendapatkan perhatian dari adiknya.
Happy reading 🥰