Saat terakhir hidup Zee, dia baru mengetahui sahabat Abang ny yang selalu d takuti dan kejam adalah sosok yang mencintainya. Pria itu tergeletak lemah karena banyak tembakan yang mengenai tubuh nya demi melindunginya.
Dengan nafas yang terputus dia Masi bisa berkata "uHukk..uhukk..., ak-u mencin-tai mu baby."
Zee diberi kesempatan untuk kembali hidup. Pria bajingan yang menghancurkannya tak akan bisa hidup tenang. wanita yang menghasutnya tidak akan dibiarkan tidur nyenyak untuk sekalipun!
Dan untuk pria yang mencintainya, dia akan selalu berada disisinya dan membalas cintanya.
👉karya pertama hasil kegabutan.
👉no plagiat
👉 hasil pemikiran sendiri
👉 jika ada nama toko dan tempat yang sama mohon dimaafkan. soalnya ini benar2 hasil pemikiran autor sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moms F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34
Lelaki dengan rahang tegas, wajah rupawan dan datar. Sedang duduk dikursi kebesarannya sambil mendengarkan informasi yang disampaikan oleh orang kepercayaan nya yang ditugaskan untuk menjaga gadisnya.
Saat mendengar informasi tersebut, hawa disekitarnya langsung berubah menjadi suram.
"Musnah kan" ungkap Lio
"Tapi Bos, nona meminta keluarganya untuk jangan ikut campur" ungkap siro orang kepercayaan Lio didunia bawah.
Lio yang mendengar hanya mengangkat alisanya. "Apa perlu saya ulangi"kata Lio dengan wajah datarnya.
"Bos, nggak sebaiknya kita biarin aja nona yang menyelesaikan nya. Takutnya nanti nona marah kalau tahu bos ikut campur" ungkap Bima asisten Lio.
"betul Bos, Bos tahu sendiri gimana keluarga Alexander kan. Apalagi non Zee, wajahnya aja yang polos. Tapi kalau sudah marah menyeramkan sama kayak bos" ungkap siro mengecilkan suaranya diakhir kalimat.
Lio yang memang mempunyai pendengaran tajam pun menatap Siro. Siro yang ditatap pun hanya cengengesan. Setelah berfikir sebentar, Lio pun setuju.
"Berkas sial*n" ungkapnya setelah kedua orang kepercayaan nya pergi dan melempar berkas-berkas yang ada dimeja bernilai milyaran dollar
"tunggu aku baby,"ungkap Lio sambil bersandar dikursi dan memejamkan matanya
Setelah Lio menyelesaikan urusannya bersama para sahabatnya. Lio disuguhkan oleh asisten laknatnya berkas yang harus dia tanda tangani. Kejadian itu membuat dia semakin merindukan gadisnya.
Seminggu telah berlalu, Lio dengan cepat menyelesaikan semua pekerjaannya supaya bisa berjumpa dengan gadisnya. Lio menghubungi kenan supaya dia yang akan menjemput gadisnya. Diperjalanan terjadi kecelakaan yang menyebabkan macet total. Saat Lio melihat jam yang ada ditangannya. Dia sungguh kesal sebab dia terlambat menjemput gadisnya. Setelah semuanya normal lio menyuruh Bima sang asisten merangkap sopir memacu laju mobilnya.
Saat sampai didepan gerbang IWHS, Lio menyaksikan Zee berbicara dengan seorang lelaki.
"Shi**" umpat Lio dengan Hawa bertambah dingin disekelilingnya.
("ya ampun nona,, kamu membangun kan iblis yang sedang tidur"batin bima).
Saat lio mau turun dengan aura yang mencekam, Bima langsung saja menghentikan Lio.
"Bos,, "panggil bima dan di tatap tajam Lio.
Bima yang melihat tatapan Bosnya pun menelan Ludah gugup.
Dengan keberanian tersisa bima melanjutkan ucapannya "nanti nona Zee bisa takut dengan Bos. Bos mau nona zee menjauh lagi"
Mendengarkan itu lio menghilangkan niat menghabisi lelaki yang bersama dengan gadisnya.
"Nah, gitu dong bos. Coba tarik nafas terus jangan dibuang" kata bima
"Mau mati" ucap Lio menatap tajam Bima
"hehehe,,"cengir Bima
("huff,,untung aja berhasil. Kalau ngak kerjaan gue lagi membereskan semuanya. Gue juga mau istirahat setelah seminggu dikurung didepan berkas"batin bima sambil melirik bos nya dari spion)
("kerja sama bos titisan iblis kayak gini bikin gue cepat mati. Untung gaji besar")
Setelah Lio melihat lelaki itu pergi, lio langsung menghampiri zee. Saat sudah dekat dengan zee Lio mendengar Zee mendumel "..........................................................Karena sekarang hanya ada dia yang mengisi hatiku dan aku semakin mencintainya"
Lio yang mendengarkan itu tambah emosi dan secara tidak sengaja mengeluarkan aura dingin dan suram dan mulai mendekat kan diri.
"Kamu perlu dihukum baby" kata Lio berat di samping telinga Zee.
Melihat zee berbalik, Lio langsung memundurkan dirinya dan saat melihat ekspresi terkejut gadisnya, dia sungguh gemas ingin sekali memeluknya. Tapi keinginan nya ditahan karena dia ingin menghukum gadisnya karena berani berdekatan dengan lelaki lain dan mencintai orang lain.
Tiba-tiba badan nya tegang dengan apa yang dilakukan gadisnya. Untung dia mempunyai refleks yang bagus sehingga mampu menyeimbangkan diri supaya tidak jatuh. Saat mendengar ungkapan Zee. Emosi yang tadi akan meledak langsung berkurang.
"Rindu" ucap Zee terpendam di lipatan leher Lio dengan tangan yang masih memeluk leher Lio dan kaki melingkari pinggang Lio.
Lio yang sudah tersadar dari keterkejutannya langung mengeratkan pegangan pada pinggang Zee. Dan Zee yang merasa pegangan pada pinggang nya langsung menatap Lio. Dan terjadilah tatap-tatapan beberapa saat saling menyalurkan rasa rindu masing-masing.
" Kamu perlu dihukum baby"kata Lio berat memecahkan keheningan sambil mencengkram pelan pinggang Zee.
"Emang Zee salah Apa?"kata Zee sambil memiringkan kepalanya.
Lio yang tidak tahan dengan keimutan gadisnya pun langsung mengecup sekilas bibir Zee. Zee yang diperlakukan seperti itu terkejut dan langsung tersipu. Dan langsung menyembunyikan wajahnya pada leher Lio.
Melihat gadisnya malu, Lio langsung melangkah kearah mobil dengan posisi zee masih didalam gendongan nya. Selama berjalan ke mobil, Lio juga menyuruh bima meninggalkan menaiki mobil Lain. Dikarenakan dia ingin berduaan dengan gadisnya.
Disisi bima "Bos brengs**, tahu gitu kenapa ngak bawa mobil sendiri aja. Gue kan bisa langsung tidur"kesal Bima
Sesampainya dimobil, Lio langsung meletakan Zee di sampingnya dan mengemudikan dengan kecepatan sedang. Zee yang masih malu dengan kejadian tadi tidak berani melihat Lio. Lio yang melihat zee diam, langsung membuka suara " queen, siapa lelaki tadi"kata Lio dengan berusah bicara lembut.
"yang mana"kata Zee sambil menatap lio dengan berani dengan pipi yang masih memerah.
"Yang berbicara dengan mu tadi"
"ooo,,itu teman Abang kenan" ucap Zee seadanya dan membuang muka melihat jalan.
Lio yang mendengar itu merasa tidak puas "Dan siapa lelaki yang queen maksud tadi"
Zee langsung menatap Lio dengan wajah yang semakin memerah.
"kakak dengar kata-kata Zee" ucap Zee dan dibalas anggukan oleh Lio.
"Kakak dengar kata-kata zee mulai dari mana" kata Zee gugup.
Melihat zee gugup, Lio langsung mencengkram stir mobil nya. Dengan penuh emosi Lio menyebutkan nya" yang ada di hatimu dan semakin kamu cintai"
Merasakan Hawa yang dingin, zee peka dengan kecemburuan Lio. Dan zee jadi ingin menggodanya. "beneran kakak mau tahu. Yakin nggak marah" ucap Zee dengan senyum semanis mungkin.
Lio mendengar itu dan senyum zee sekilas langsung mengalihkan tatapannya. Sebab dia takut tidak bisa mengontrol emosinya.
Melihat keterdiaman Lio, dan hawa yang bertambah dingin. Zee kesal dan mengurung kan niatnya menggoda lio lagi.
"Iihhh,,, nggak asik"ucap zee sambil membuang muka
"gitu aja ngak peka. Orang yang dimaksud kan dia. Emang dasar es kutub ngak punya hati" gerutu Zee pelan.
Lio yang mempunyai pendengaran yang tajam pun langsung memberhentikan mobilnya dipinggir jalan yang sepi. Zee yang merasakan mobil berhenti menatap Lio "kenapa kak, kok berhenti. Mobilnya mogok ya" ucap Zee sambil melihat sekelilingnya.
Saat Zee asik melihat sekeliling, Zee dikagetkan dengan badannya yang melayang dan sudah berada dipangkuan Lio.
"ihh,, kakak bikin kaget tahu ngak "kata Zee mengerucut kan bibirnya.
Lio yang melihat tingkah gadisnya pun tersenyum dan mengelus pipi Zee dan tangan satunya memegang pinggang zee.
"Bisa diulangi kata-kata zee yang tadi"kata Lio lembut
"Yang mana, kakak nggak jelas deh" kata zee masih kesal
"Lelaki yang Zee cintai tadi" kata Lio
"ngak ada siaran ulang,"kata Zee sambil menggembung kan pipinya. Lio yang mendengar itu mencengkram pinggang zee dan menarik dagu zee menatap matanya.
"Kakak serius queen" ucap Lio
"Ih,, kakak benar-benar deh. Lelaki nggak peka,Es kutub, nyebelin tapi sayang ganteng "kesal Zee menepis tangan Lio
"Lelaki yang zee maksud itu kakak lo. Kakak ngak tahu apa zee itu malu ungkapkan nya. Tapi kakak ngeselin plus ngak peka lagi. Zee...." kata zee terpotong oleh benda kenyal dan dingin yang berada di bibirnya.
Zee tiba-tiba syok, dan melihat keterdiaman zee. Lio memperdalam ciumannya dan memegang tengkuk dan pinggang Zee. Melihat zee tidak membalas, Lio menggigit kecil bibir Zee dan menyusupkan lidahnya kedalam. Zee yang terbawa suasana pun membalas ciuman Lio. Beberapa menit ciuman, Lio menyudahinya setelah merasakan Zee kehabisan nafas.
Setelah kejadian itu zee langsung mendekap Lio dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Lio. "Kenapa, ehmm"kata Lio sambil mengelus surai rambut zee
"Malu"cicit Zee
Lio yang mendengar kan itu sontak ketawa untuk pertama kalinya setelah kejadian itu. Dan itu pun dikarenakan gadisnya. Zee yang mendengar Lio tertawa langsung mencubit pinggang Lio.
"Iihh.. diam"
"iya,,iya,, maaf baby. Dan terimakasih"ucap Lio mengecup kepala zee bertubi-tubi
#Tbc
lanjut mom