Revisi.
Berhubung banyak yang minta kisah Saina jadi aku revisi ulang kisahnya ya...semoga suka dengan kisah baru dari Saina dan Zio.
Kisah seorang CEO sebuah perusahaan porniture bernama Arzio Maladewa seorang pria brusia 28 tahun yang terus berusaha mencari seorang wanita bernama Saina Arzenita(27th)
Saina Arzenita adalah seorang gadis yang dulu pernah dia lecehkan hingga hamil saat masih duduk dibangku sekolah.
Namun dengan kejamnya Zio menuduh Saina sebagai wanita penghibur dan menolak bertanggung jawab atas kehamilan Saina.
Setelah sepuluh tahun berlalu akan kah Saina memaafkan Arzio atas semua yang telah dia lakukan?dan maukah Saina menerima Arzio sebagai ayah dari putranya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.34
"Assalamualaikum Mbok"ucap Zio saat melihat Mbok Rumi yang membukakan pintu rumah.
"Wa'alaikumsalam,den Zio sama Bapak sudah pulang?loh ini siapa?ganteng banget"jawab Mbok Rumi yang terkejut saat Zio membawa bocah kecil yang begitu mirip dengan Zio waktu seumuran anak itu.
"Oh iya kenalin ini anak aku Mbok namanya Arsain Maladewa"jawab Zio memperkenalkan anaknya pada Mbok Rumi.
"Panggil aku Arsa saja Mbok biar gampang"sambung bocah yang kini duduk di kelas 3 sekolah dasar itu.
"Siap Den Arsa,ayo masuk biar si Mbok siapkan makan malam"
"Iya Mbok terima kasih"ujar Zio membawa putranya naik kelantai dua dimana kamarnya berada.
Cklek...
Si kecil Arsa kembali mengangakan mulutnya saat memasuki kamar besar milik sang ayah.Mungkin diperkirakan besar kamar itu setengahnya dari rumah sang Nenek dikampung.
"Kenapa bengong?ayo masuk"ujar Zio yang melihat anaknya hanya diam terpaku diambang pintu.
"Ini kamar Ayah?besar banget"jawabnya takjub.
"Iya ini kamar Ayah,untuk sementara kamu tidur disini dulu ya.Nanti kalau kamar untuk kamu siap kamu baru boleh pindah kamar atau kalau mau tetap disini juga nggak masalah,Ayah malah senang"jawab Zio sembari membawa tas berukuran cukup besar berisi baju baju Arsa masuk kedalam kamarnya.
"Mandilah dulu nanti setelah mandi kita turun kebawah untuk makan malam"ucap Zio sembari mengelus pucuk kepala sang anak penuh dengan kelembutan.
"Ayah mau kemana?"tanya Arsa yang melihat Zio akan keluar dari kamar.
"Ayah mau keruang kerja dulu ada yang harus Ayah periksa,ini masalah pekerjaan.Kamu mandilah dulu nanti tunggu Ayah di meja makan,Ok?"
Zio pun melanjutkan langkahnya menuju kesebuah pintu yang terletak disamping pintu kamarnya.
Begitu membuka pintu itu kehadiran Zio disambut oleh senyum manis Saina yang terpajang disebuah bingkai foto berukuran raksasa.
Sebuah foto yang sengaja Zio minta dari Bayu yang memiliki beberapa foto milik Saina yang sengaja Bayu ambil secara diam diam.
"Kenapa kamu pergi secepat ini Na?apa sepuluh tahun yang aku lalui tanpa tahu kamu dimana belum cukup untuk menghukumku?ini terlalu berat untuku Na,setidaknya beri aku kesempatan untuk meminta maaf dan meminta pengampunanmu dan beri aku kesempatan untuk membahagiakan kamu dan anak kita"ucap Zio disela isak tangisnya yang tertahan.
Zio kembali menangis dan berlutut dihadapan foto besar Saina.Harapan nya membawa dan membahagiakan gadis itu sirna sudah.
Bahkan semua rencana yang sudah dia susun hancur berantakan dan entah harus memulai dari mana lagi ketika si pemeran utama dalam rencana itu kini sudah tenang disisi sang pencipta.
Disela kesedihan nya memikirkan Saina yang kini telah pergi setelah dipertemukan dengan dirinya meski cuma satu malam saja Zio bertemu dan bicara dengannya.
Zio teringat kalau Saina menyimpan fotonya meski itu foto berukuran kecil terselip dibuku yang sempat diberikan oleh Arsa dirumah sakit.
Namun yang jadi pertanyaan nya kenapa Saina menyimpan fotonya?bukankah terlalu menyakitkan saat melihat wajah pria yang sudah menghancurkan hidupnya?lalu kenapa Saina menyimpan foto dirinya?
Merasa penasaran Zio pun langsung bangkit dari duduknya dan kembali kedalam kamarnya dan ternyata si kecil Arsa sudah tidak ada disana mungkin tengah mandi karena terdengar suara gemericik aira dari dalam kamar mandi kamarnya.
Zio pun kembali keruang kerjanya setelah mendapatkan buku itu dan membawanya keruangan kerja miliknya.
Dengan perlahan dan dengan tangan bergetar Zio membuka buku bersampul pink itu.Tubuh Zio membeku dan terpaku saat netra menangkap sebuah tulisan yang menjadi pembuka buku diary kecil milik Saina.
..."Arzio Maladewa"...
..."sebuah nama yang terukir indah dan tersemat didalam tubuh yang begitu sempurna"...
..."Sebuah nama dari orang yang bagaikan barang antik,hanya bisa dilihat namun tidak bisa disentuh"...
.
NB.jangan mimpi Saina,kamu itu bagaikan pungguk merindukan bulan...heheheh
*
Begitulah tulisan yang menjadi pembuka untuk buku diary yang ditulis oleh Saina yang membuat Zio menyatukan kedua alisnya.
Zio tidak menyangka jika selama ini Saina yang dia kenal begitu ketakutan dengan nya ternyata menyimpan rasa suka dan kagum terhadapnya.
...****************...
itu adalah siksa bagi si penjahat kelamin dengan penyesalan seumur idup!
sorry ya thor, gw komen begitu..habisnya gw kesel. gw aja yang bacanya lompqt trus dpt endibg seperti kecewa..bagaiman dengan mereka yg dari awal baca trus sampai dihati..komen marah" dan apalah itu eh tau"nya harapan mereka yg ingin kedua insan itu bersatu tapi malah tdk.
untung bacanya juga lompat" gak terlalu menghayati tapi cukup buat kecewa.🙃
sampai sini aja bacanya, sanianya juga udah gak ada..bye😪
Cerita t' harus Heppy ending tapi suprise endinge