masa lalu terkadang bisa membuat semua di masa depan berantakan. dia yang berasal dari masa lauku, dia yang sudah lama aku lupakan. datang lagi tanpa pemberitahuan.
aku harus bagaimana menanggapi perjodohan ini. setauku dia mencintai wanita lain dan bukannya aku. tapi ini permintaan mendiang ibuku
apa aku boleh menjadi anak yang tidak patuh akan permintaan terakhir ibuku...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiapuma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tawa
Upper canada mall hari ini terlihat renggang. Sepi untuk hitungan mall terkenal ini, suasananya yang nyaman untuk berjalan jalan membuatku senang.
"Wanna buy something?" Tanya Keenan yang nggak merasa risih sama sekali walau aku memeluk lengannya erat.
"I wanna buy some gifts untuk anak anak cafe." Jawabku santai.
"Besok kita belanja di tempat oleh oleh ya. Sekarang aku mau luangin waktu cuma untuk kita berdua." Keenan tanpa malu mencium dahiku, dan malah mengeratkan aku padanya.
"Aku mau beli sesuatu di sana deh buat kakak." Aku dan Keenan berjalan ke sebuah store Guess.
"Mau beli apa disini?" Tanya Keenan padaku.
Aku yang mengajaknya kesini sejujurnya juga bingung mau membeli apa untuk Keenan aku asal masuk saja karena memang nggak banyak toko baju dengan brand fashion terkenal.
Kebanyakan disini toko makanan dan perhiasan. Juga toko perlengkapan anak anak yang nggak mungkin aku kunjungi bareng Keenan sekarang.
"Aku mau beliin kakak jam tangan deh." Kataku akhirnya setelah berkeliling toko ini.
"Kamu suka ini nggak?" Keenan mengambil sebuah tas berwarna hitam.
"Suka sih. Tapi kan ini giliran Nana yang mau beliin hadiah buat kakak." Kataku mengambil tas tadi dan meletakkannya di tempat pajangan lagi.
"Ini yang putih bagus juga." Kata Keenan yang sekarang aku tarik untuk menjauh dari tas itu.
Setelah sampai di kasir aku membayar jam tangan milik Keenan dengan kartu milikku. Bukan kartu yang Keenan kasih untuk uang bulananku. Ini kan hadiah dariku, jadi nggak boleh pakai uang dia.
"Aku pake sekarang aja ya." Kata Keenan padaku dengan senyum senang.
"Eem, ini untuk di simpen aja ya." Kataku pada Keenan yang akan membuka jam tangannya.
"Yah kenapa?" Tanya Keenan sedikit kecewa.
"Eeem, kan ini hadiah pertama dari aku. Jadi di simpen aja gitu. Yaaa." Kataku dengan wajah memelas.
"Kamu imut banget siiih." Keenan malah mengecup bibirku dan mengacak rambutku.
"Simpen aja ya kaaak." Kataku lagi yang di angguki olehnya.
"Makasih banyak ya, istriku." Keenan mencubit kedua pipiku.
"Ia sama sama kaaak." Kataku dengan senyum lebar.
Aku menolak Keenan memakai jam tanganku bukan karena apa apa, masalahnya jam tangan pemberianku harganya cuma 3juta. sangat berbeda dengan jam tangan audemars piguet Keenan yang harganya lebih dari 200 juta itu kaaan.
Selama ini harga 3 juta itu mahal menurutku. Tapi bagi Keenan 3 juta itu hanya hal kecil berbeda denganku, tetap bagiku 3 juta itu besaaaar.
"Sebenernya tujuan awal aku kesini cuma mau ajak kamu makan makan hon. Soalnya food court disini itu makanannya enak enak. Beda sama food court di mall lain." Keenan merangkul bahuku dan mengarahkan aku untuk berjalan beriringan dengannya.
"Kakak sering kesini?" Tanyaku.
"Lumayan sih karena mama punya beberapa sahabat di daerah sini." Jelas Keenan yang hanya aku angguki.
Keenan memesan berbagai jenis makanan dari toko yang berbeda. Aku hanya di minta duduk saja dan Keenan akan mengirimiku foto menu agar aku bisa memilih.
Dari kejauhan aku bisa melihat Keenan mengantri, begitu mata kami bertemu Keenan malah melambai lambaikan tangannya padaku.
Kami cukup jadi bahan tontonan orang disana. Aku hanya tertawa dengan tingkah kekanakan Keenan. Mungkin benar kata Keenan kalau dia ingin perempuan yang manja. Bukan seseorang yang mandiri yang bisa melakukan apapun tanpa bantuan Keenan.
"Ah akhirnya selesai juga pesan memesan." Keenan duduk di depanku.
Aku memberinya air mineral yang tadi aku beli di vending machine dekat meja kami.
"Ini kakak minum dulu. Pasti cape Kan." Kataku mengelap dahinya yang tidak berkeringat dengan tisu.
Keenan malah tersenyum manis di depanku sambil mengipas ngipas mukanya dengan tangan.
"Makasih sayang sudah mengelap keringatku dan membeli minum. Ini aku punya sesuatu." Keenan menghabiskan air mineral tadi. Lalu memasukkan tangan kanannya ke dalam kantong celananya.
"Kakak mau kasih aku apa lagi sih?" Tanyaku bingung menatapnya seperti mencari sesuatu di kantongnya.
"Ini sarangheo my wife." Keenan mengeluarkan ibu jari dan telunjuknya yang membentuk love.
"Ahahahahaha. Terimakasih akan aku terima." Aku pura pura menangkap love yang di tiup ke arahku
Kami malah tertawa bersama melepas pikiran yang selama ini membuat kami terbebani.
"Kalau di ingat ingat kita belum honeymoon ya." Ucap Keenan padaku.
"Ia yaaah." Jawabku.
Keenan yang duduk di depanku itu menggenggam tanganku yang berada di atas meja.
"Loh, cincin nikah kita mana?" Tanya Keenan kaget saat akan mencium tanganku.
"Cincinnya kemaren aku lepas. Terus ada di lemari kamar kita." Jawabku pada Keenan sedikit gugup.
"Kenapa di lepas?" Keenan menatapku sedikit kecewa. Aku jadi merasa nggak enak gini karena melepas cincin nikah.
"Karena waktu itu aku kesel banget sama kakak, jadi aku lepas aja. Maafin Nana ya kak." Kini aku memandang Keenan dengan wajah memelas.
"Sebaiknya kita cepet pulang ya. Biar bisa pake cincinnya segera honey. Maafin aku juga yang bikin kamu kecewa dan sakit hati. I love you honey." Keenan memegang kedua tanganku dan menciumnya.
"I love you more hubby." Kami saling menatap satu sama lain. Aku bisa merasakan cinta yang sedang mengelilingi kami sekarang.
"Sorry for interrupting. Your order sir." Pelayan tadi meletakkan makanan di atas meja setelah aku dan Keenan melepas genggaman masing masing.
"Oh, thank you." Jawab Keenan ramah. Keenan menatapku dan kami malah tertawa setelah saling menatap.
"Ayo kita pergi honeymoon bulan depan sayang. Aku tau Nana cafe cabang baru pasti lagi sibuk banget kan sekarang." Ucap Keenan padaku yang sedang mengambil sendok, garpu dari tas.
"Kakak yakin mau honeymoon? Memang nggak papa kalo kerjaan kakak di tinggal?" Tanyaku pada Keenan yang sudah mencoba pesanannya.
"Ini kamu harus cobain enak banget." Keenan menyuapi makanan untukku.
"Enak kan?" Tanya Keenan padaku yang sudah menelan.
"Enaaaaaak. Huwaaa, makannya datang lagi." Aku sedikit berteriak senang saat seorang karyawan mengantarkan makanan kami lagi.
"Semoga kita bisa bahagia bareng bareng kaya gini terus ya." Keenan mengusap puncak kepalaku.
Aku hanya membalasnya dengan senyuman senang.
"Ini harus banget kita honeymoon pokoknya. Semua urusan pribadi kantor kita harus seelesai sebelum bulan depan. ayo kita pasti bisa." Keenan memberi semangat untukku dan dirinya.
"Pasti kita bisaaaa. Cheers." Aku mengangkat gelas berisi jus buah melon dan Keenan mengangkat minuman bersoda aneh miliknya dan Ting.
"Honeymoon." Aku dan Keenan sama sama senang dan bertepuk tangan.
Ternyata benar jika setelah badai pasti ada matahari. Buktinya setelah aku dan Keenan berpisah sebulan ini. Sekarang kami sudah bisa melukiskan senyuman di bibir masing masing
Hal hal simple yang bisa membuatku tertawa akan membuat Keenan ikutan tersenyum menatapku.
.
.
.
.
.
.
.
To be continued...
27.08.2020
Nadiapuma