NovelToon NovelToon
CINTA LELAKI BIASA

CINTA LELAKI BIASA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:342.3k
Nilai: 5
Nama Author: Shan_Neen

🙏DILARANG BOOM LIKE 🙏

Apa jadinya jika sebuah ikatan pernikahan didasari oleh sebuah obsesi, atau rasa ingin memiliki?

Olivia, gadis yang dianugerahi gelimangan harta dan juga kasih sayang dari kedua orang tuanya. Gadis yang selalu bisa mendapatkan apapun yang dia mau, kini dihadapkan dengan seorang pemuda yang membuatnya penasaran, hingga ingin memilikinya.

Sedang Alzam, tak lebih hanya seorang pemuda sederhana, yang berusaha keras menghidupi ibu dan kedua adiknya. Tak ada waktu baginya untuk memikirkan perkara cinta.

Suatu ketika, mereka dihadapkan dalam situasi tak terduga, yang membuat keduanya terpaksa harus menikah.

Akankah Olivia dan Alzam mampu bersatu dalam ikatan suci yang dipaksakan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shan_Neen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesal

Olivia yang melihat Alzam terluka, berinisiatif untuk membeli obat di apotek terdekat. Dia ingin menjadi istri yang perhatian, dan bisa meraih simpati Alzam.

Saat baru memasuki apotek, sebuah dering ponsel terdengar. Dia pun mengambil benda tersebut dan menerima panggilan itu.

“Halo,” sapa Olivia.

“Mbak, tolong alkohol sama obat merahnya dong. Kasa sama plester juga,” pesan Olivia.

“Liv, lu lagi dimana?” tanya suara di seberang.

Olivia yang sedang menunggu pesanannya pun menjauhkan ponsel, dan melihat nama di layar.

“Leon?” gumam Olivia.

Gadis itu kembali menempelkan ponsel ke telinganya.

“Ngapain lu nanya gue di mana?” tanya Olivia.

“Jawab aja sih,” sahut Leon.

“Apotek,” jawab Olivia.

“Ngapain lu di apotek?” tanya Leon.

“Ya beli obat lah, masa dugem,” sahut Olivia.

“Ada lagi, Kak?” tanya si apoteker.

“Udah. Berapa?” tanya Olivia.

Leon diam menunggu Olivia selesai membeli obatnya. Terdengar sayup-sayup dari tempat Olivia bahwa transaksi telah selsai.

“Makasih ya,” ucap Olivia.

“Sama-sama, Kak. Semoga lekas sembuh,” sahut si apoteker.

Gadis itu lalu keluar dari sana, dan kembali berjalam ke arah kedai. Ponselnya pun masih menempel di telinga.

“Lu masih di situ, Yon?” tanya Olivia.

“Masih lah. Lu juga belum jawab pertanyaan gue,” sahut Leon.

“Yang mana?” tanya Olivia.

“Lu di mana?” tanya Leon lagi.

“Udah gue bilang di apotek. Nggak denger apa tadi gue ngomong ma orang?” tanya Olivia balik.

“Apotek deket komplek lu?” tanya Leon.

“Kagak. Gue lagi pergi. Kenapa sih? Lu mau ngajakin gue main? Sorry, sekarang gue nggak bisa,” jawab Olivia.

“Sombong amat yang udah jadi bini orang. Gue nggak mau ngajakin lu main. Tapi, ada yang penting yang gue mau kasih tau ke elu,” ucap Leon.

“Apaan? Serius amat?” tanya Olivia.

“Gue barusan lihat orang itu di tower apartemen gue,” tutur Leon.

“Orang? Siapa?” tanya Olivia.

“Cowok itu, yang dulu pergi ke Jerman,” ungkap Leon.

Olivia yang sejak tadi berjalan dengan riang sambil mengayunkan barang bawaannya, tiba-tiba berhenti dan terdiam seketika saat mendengar penuturan dari sahabatnya.

Olivia seolah membeku. Tatapannya kosong dan genggamannya semakin erat meremaaas kantong di tangannya.

“Halo, Liv! Oliv! Lu masih di situ kan? Lu denger yang gue bilang kan?” cecar Leon.

Pemuda itu mendadak cemas, karena sang sahabat yang tiba-tiba diam tak bersuara.

“Ngapain lu kasih tau gue kalo dia balik ke Indo,” tanya Olivia dengan nada dingin.

“Gue cuma kasih tau elu biar lu hati-hati. Gue nggak mau kejadian waktu dulu keulang lagi. Gue tau lu udah maafin dia, dan lu udah anggep dia masa lalu. Tapi, gue nggak yakin kalau lu udah bener-bener nggak peduli ama dia, Liv. Gue tau elu,” ucap Leon.

“Lu nggak perlu kasih tau apa yang mesti gue lakuin atau nggak. Gue bukan anak kecil. Gue bukan cewek naif yang dulu lagi. Gue tau yang gue lakuin. Lu fokus aja ngejar tuh cewek gatel, biar nggak deketin suami gue terus,” sahut Olivia datar.

“Ini juga gue lagi ngikutin dia. Gue lihat tadi dia masuk ke caffe gitu. Gue mau susul dia. Siapa tahu bisa pedekate sama si Nurul,” ucap Leon.

“Caffe? Caffe mana?” tanya Olivia.

Seketika, firasatnya mengatakan bahwa tempat yang dimaksud Leon adalah kedai kopi Alzam.

“Ehm... Nggak tau sih. Tulisannya susah dibaca dari jauh. Tapi, ini di sekitaran kampus Harapan Bangsa,” jawab Leon.

Mendnegar itu, Olivia pun segera berlari ke kedai di mana sang suami berada saat ini. Dia tak mau jika Alzam dekat-dekat dengan Nurul lagi.

Saat dia sampai di persimpangan, Olivia tak sadar jika dia melewati sahabatnya yang sedang berdiri di dekat sana.

“Lho, Oliv? Itu oliv kan? OLIV!” panggil Leon.

Namun, yang dipanggil tak menoleh sama sekali, dan terus berlari ke arah kedai.

Sesampainya di sana, Olivia segera membuka pintu dan masuk ke dalam. Nafasnya terengah-engah dan berhenti tepat di depan pintu. Pandangannya tertuju pada Nurul, yang sedang memegangi kotak P3K dan berdiri di dekat Alzam.

Mereka berdua nampak berbincang, namun seketika diam saat Alzam melihat kedatangan Olivia.

Pemudia itu tahu bahwa sang istri sangat benci jika Alzam dekat-dekat dengan perempuan lain, termasuk Nurul.

Dia pun bangun dari duduknya dan hendak berjalan menghampiri sang istri. Namun, Olivia yang kesal, segera berbalik dan pergi dari sana.

“Oliv!” panggil Alzam.

Pemuda itu pun mengejar sang istri yang berlari keluar. Saat baru membuka pintu, dia melihat Leon di depan kedainya, akan tetapi ia abaikan karena fokusnya pada Olivia yang sedang kesal.

Jika biasanya, Olivia akan maju dan menghadapi perempuan yang menurutnya telah menggoda Alzam, namun entah kenapa suasana hatinya saat ini seolah kacau, hingga memilih pergi untuk menghindar.

Alzam melihat istrinya berlari menuju ke arah jalan raya, yang berada tak jauh dari area tersebut. Dia berlari sekencangnya sebelum Olivia berhasil mencapai jalanan dan mendapatkan taksi untuk kabur.

Dia tak mau ada masalah lagi di dalam rumah tangganya, hanya karena kesalah-pahaman kecil seperti tadi.

Saat hampir mencapai jalan raya, Alzam berhasil meraih lengan sang istri dan menariknya kuat-kuat. Olivia pun sampai berbalik dan menabrak tubuh suaminya.

Alzam seketika memeluk Olivia erat, agar gadis itu tak bisa lari kemana-mana lagi. Namun, Olivia yang masih kesal, terus meronta dan memukul punggung Alzam agar mau melepaskannya.

“Lepasin! Aku mau pulang! Lepasin!” pekik Olivia

“Nggak! Kamu harus dengerin aku dulu,” seru Alzam.

“Nggak ada yang perlu aku dengerin. Kamu ke kedai emang mau ketemuan ama cewek gatel itu kan. Kamu ternyata sama aja kayak cowok-cowok lainnya tahu nggak. Nyebelin!” maki Olivia.

Gadis itu terus meronta, berusaha melepaskan diri. Namun, Alzam justru semakin erat memeluk olivia. Kali ini, Alzam begitu berbeda. Dia sama sekali tak keberatan dilihat oleh banyak orang yang berlalu lalang di sekitarnya.

Fokusnya hanya pada istri kecilnya yang tengah merajuk, akibat melihat sesuatu hal yang membuatnya kesal.

...☕☕☕☕☕...

Di tempat lain, tepatnya di kedai Alzam, Nurul yang berdiri melihat kepergian Alzam dan Olivia, tak sengaja melihat seseorang yang nampak familiar di luar sana.

Dia pun lalu berjalan mendekat dan membuka pintu kedai, dengan masih membawa kotak P3K di tangannya.

Tepat saat Nurul keluar, orang itu menoleh.

“Kamu?” tanya Nurul seraya menunjuk ke arah orang tersebut.

“Oh, ehmmm.... Hai. Kita ketemu lagi di sini,” sapanya canggung.

“Kamu temennya Oliv yang waktu itu kan?” tanya Nurul.

“Yah, kamu masih inget aku?” tanya Leon balik.

“Leon. Benerkan?” tebak Nurul.

“Kamu masih ingat rupanya,” ucap Leon girang.

Dia bahkan tak bisa menyembunyikan senyumnya.

“Apa kamu dateng bareng Oliv?” tanya Nurul.

“Nggak kok. Aku baru aja sampe, terus lihat dia lari-lari kek gitu. Ada apa sih?” tanya Leon.

“Kayaknya dia salah paham lagi deh,” sahut Nurul.

Leon mengernyitkan keningnya, mendengar sahutan dari Nurul. Saat itu, dia baru sadar jika Nurul tengah memakai batik ASN, yang menunjukkan bahwa dia adalah salah seorang pegawai negeri sipil.

“Masuk yuk. Kita ngobrol di dalem aja,” ajak Nurul.

Guru muda itu pun kembali masuk, dan disusul oleh Leon yang segera mengikutinya. Pemuda itu masih belum tahu bahwa kedai tersebut adalah milik Alzam.

Setelah masuk, Nurul duduk di sebuah kursi dan mempersilahkan Leon untuk duduk di kursi yang berada di seberangnya. Nurul lalu menawari pemuda tersebut sesuatu untuk diminum.

“Mau minum apa?” tanya Nurul.

“Apa aja,” sahut Leon.

“Mau yang panas atau yang dingin?” tanya Nurul lagi.

“Dingin aja,” jawab Leon.

Nurul pun lalu meminta dua es kopi kepada Amy, yang saat itu sedang melihat ke arahnya. Tak berselang lama, pelayan membawakan pesanan Nurul dari meja barista.

“Silakan diminum,” ucap Nurul.

“Terimakasih,” sahut Leon.

Keduanya pun menikmati es kopi buatan Amy, khas kedai Alzam.

“Apa tempat ini milik kamu?” tanya Leon.

Pemuda tersebut melihat sekeliling, seraya mengamati betapa ramainya kedai itu.

“Bukan. Ini milik suami Oliv, Alzam,” jawab Nurul.

“Apa?!” tanya Leon terkejut.

.

.

.

.

Jika suka cerita ini, silakan lanjut baca☺ dan jangan lupa tap ❤ (favoritkan) , 👍 (like) , 💬 (komen) , 🎁 (gift) , dan juga votenya.

terimakasih 😁

1
Suyatno Galih
makanya ksh tau duluan sm suami dr pd si mantan mu yg ksh tau mlh di bumbu nyahok lu Oliv
Suyatno Galih
siap2 si putih mu lapa Leon,
Elizabethlizy
semangattt yaaa karya nya bagus bagusss
Anyelir
huaa pasti nanti ada sakitnya 😭
Anyelir
biasanya kalau mamaknya kek gini julid pasti
🐌KANG MAGERAN🐌: 😅😅😅😅😅
total 1 replies
Hanni🍯
denger noh, Liv. denger/Hammer/
🐌KANG MAGERAN🐌: sabar kak... sabar
total 1 replies
ig:@beatricx.kaihena
semangat Thor, butuh dukungannya juga yaaa.... saling support
🐌KANG MAGERAN🐌: makasih kak 🙏
total 1 replies
한스 |HANSEN|Author DarkRomance
makasih kakak 🙏
Jelo Muda
keren... penuh nasehat dan petuah hidup yg baik ..
Cis Siu
bagus
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Bu Aminah.... mertua idaman 😍
Chindra Pangalima
seharusnya bukan akhwat,tapi ukhty Olivia
kika
rabbani ya...wkwk...
kika
klo aku lbuh milih bli mesin cuci dripada tv, krn hiburan sdh ada hape, wkwk...
kika
bak mandi? bath tube maskudnya ya thor?
🐌KANG MAGERAN🐌: iya itu 😅
total 1 replies
kika
aku suka crita bgini, dripada yg CEO2...udah bosen...wkwk
kika
wkwk...nurul bs lihat bahwa oliv udah bikin hdup alzam yg monoton jdi lbih berapi2...wkwk... mski awalny api emosi...lama2 mungkin jd api asmara ya thor.... suka...suka....lanjut thor...
🐌KANG MAGERAN🐌: makasih kak sudah mampir🥰
total 1 replies
Suprihtini Hamdan
bagus
🐌KANG MAGERAN🐌: mkasih kak
total 1 replies
ervina
Kecewa
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!